BuktidanSaksi.com – Geert Wilders, Anggota Parlemen Belanda, akan merilis filmnya yang kedua, FITNA II, yang menceritakan “kehidupan nyata” Muhammad, yang dapat berarti kematian untuk Islam.

Dalam artikel saya sebelumnya, disebutkan bahwa munculnya internet telah menjadi ancaman yang serius terhadap keberlangsungan Islam. Melalui internet, sangat mudah menyingkap wajah Islam yang sebenarnya dan pendirinya Muhammad. Internet memberi peluang kepada para kritikus untuk mengalahkan tabu menceritakan kebenaran mengenai Islam dan Muhammad… Islam menggambarkan Muhammad sebagai seorang manusia yang sempurna dan tidak berdosa, tetapi bila karakter jahatnya yang sesungguhnya diekspos melalui internet, fondasi Islam akan semakin lemah dan kemudian kolaps. Itulah sebabnya mengapa negara-negara Islam berusaha untuk menutup banyak situs yang mengekspos wajah Islam yang sebenarnya serta pendirinya. 

Saya mempunyai banyak siswa Muslim. Saya sangat terperanjat ketika mengetahui bahwa orang-orang Muslim yang dapat dikatakan sebagai orang-orang yang berpendidikan ini sama sekali tidak tahu mengenai perbuatan-perbuatan Muhammad yang sesungguhnya. Mereka tidak tahu bahwa Muhammad, pada usia 52 tahun, menikahi Aisha yang masih kanak-kanak berusia 6 tahun. Para ulama dan para mullah secara hati-hati merahasiakan hal ini, juga kebenaran-kebenaran menjijikkan lainnya mengenai Muhammad, dari orang-orang Muslim pada masa kini, termasuk pernikahan Muhammad dengan istri anak angkatnya, Zaid, pembantaian orang-orang Yahudi Bani Kouraiza dan Bani Nadir, dan masih banyak yang lainnya. Jadi, proyeksi hidup dan perbuatan Muhammad yang sesungguhnya tidak diragukan lagi akan mendatangkan kehancuran besar terhadap pengakuan iman Islam.

Dalam artikel terbarunya yang berjudul The Passion of the Vampire-Prophet, penulis Sujit Das mengemukakan, “Seringkali muncul pertanyaan di benak kita, mengapa para ulama Muslim berkeras tidak mau membuat film mengenai Nabi Muhammad untuk mempromosikan Islam?… Jawabannya sederhana. Islam adalah agama biadab yang benar-benar tidak mempunyai nilai spiritualitas. Yang ada hanyalah penipuan, kebencian, pembunuhan, penumpahan darah, perkosaan, delusi, terorisme, kejahatan, bom bunuh diri, pembunuhan demi kehormatan, dsb..dsb… Dengan demikian, jika film mengenai biografi yang sejujurnya tentang Muhammad dibuat, itu akan menjadi sebuah film horor – sebuah film vampir yang berlatarbelakang situasi di jazirah Arab yang tak berhukum pada abad ke-7, dan Nabi Muhammad sendiri yang menjadi vampirnya”.

Wikipedia memberikan daftar 15 film yang dibuat mengenai Muhammad dan Islam. Dari daftar ini, 3 diantaranya benar-benar berdasarkan kehidupan dan perbuatan-perbuatan Muhammad. Ketiga film tersebut adalah:

(1) The Life of The Last Prophet (film historis Islam ini dinobatkan sebagai salah satu film terhebat mengenai Muhammad yang pernah dibuat).

(2) Muhammad: The Last Prophet (Sebuah film historis animasi mengenai kebangkitan agama Islam), dan

(3) Muhammad: Legacy of a Prophet (Sebuah film dokumenter yang menjelaskan kehidupan Muhammad mulai kelahirannya hingga kematiannya dan kontribusi-kontribusinya bagi kebudayaan pada jamannya).

Tidak diragukan lagi, film-film ini memaparkan Muhammad yang “diselimuti gula” dengan menutupi perbuatan-perbuatannya yang penuh hawa nafsu, kejam dan demonis. Bila salah satu dari film-film ini memproyeksikan warna Muhammad yang sesungguhnya, orang Muslim di seluruh dunia akan melakukan demontrasi dengan kekerasan, seperti yang mereka lakukan saat memprotes pembakaran Quran oleh seorang Pendeta Amerika di Florida.

Bagaimanakah para penulis Muslim yang tidak punya malu ini berusaha menggambarkan Muhammad sebagai seorang humanis yang hebat? Sebagai contoh, Tariq Ramadan, profesor Studi Islam Kontemporer di Universitas Oxford, meyakini bahwa hidup nabi Muhammad dapat memberikan banyak pelajaran bagi kita. Dalam bukunya In the Footsteps of the Prophet: Lessons from the Life of Muhammad (2007), ia menggambarkan Muhammad sebagai sosok yang sangat spiritual yang sangat menghargai dan mengasihi wanita. Menurutnya, Muhammad tidak mempunyai cacat cela, dan sangat toleran pada agama-agama lain. “Tidak seperti para pengikutnya, ia mengijinkan orang-orang Muslim meninggalkan keyakinan mereka, dan secara pribadi mengijinkan seorang Muslim Abyssinia untuk bertobat kepada kekristenan”, demikian dijelaskan oleh Mr. Ramadan.

Geert Wilders akan membuat film mengenai Muhammad

Geert Wilders, Anggota Parlemen Belanda, Ketua Partai Kebebasan Belanda dan produser film pendek yang revolusioner FITNA, baru-baru ini menjelaskan dalam sebuah artikel berjudul Time to Unmask Muhammad, kebutuhan mendesak membongkar kedok wajah nabi Muhammad yang sebenarnya. Dan untuk mewujudkan hal itu, pada 1 April 2011 ia mengumumkan bahwa ia akan membuat film FITNA-II pada 2012 mengenai “kehidupan biadab dari pemikiran Muhammad yang sakit”. Enam puluh lima persen dari para pemilih Partai Kebebasan mengatakan bahwa mereka menyetujui proposal pembuatan sekuel film FITNA.

Pada 2 April, Tajuk Berita RNW menerbitkan sebuah artikel berjudul Wilders’ Mohammed: rapist killer or compassionate activist?, yang ditulis oleh Klaas den Tek dan Myrtille van Bommel. “Seorang yang biadab, pembunuh massal – demikianlah diungkapkan Anggota Parlemen Geert Wilders tentang bagaimana ia akan menggambarkan nabi Muhammad dalam filmnya yang terbaru. Hirsi Ali melihatnya sebagai seorang yang rendah, Paus yang tiran. Yang lainnya berpendapat ia adalah seorang yang tidak dapat didefinisikan atau sebuah penemuan, dan ada pula yang memandangnya sebagai seorang filsuf yang toleran atau aktifis hak azasi manusia. Enam pandangan yang dapat dibandingkan dengan klaim Wilders mengenai Muhammad”, menurut para penulis.

“Pemimpin yang kejam dari sekelompok orang yang menjarah, membunuh, merampok dan memperkosa, dari Medina” – demikianlah dikatakan Anggota Parlemen Wilder, ketika ia akan menggambarkan nabi tersebut dalam film terbarunya, pada 2012 sebagai sekuel dari film pendeknya di tahun 2008 yang anti Quran, yaitu FITNA. Untuk mendukung pandangannya, Wilders mengutip sebuah biografi nabi yang ditulis oleh  seorang psikolog Flemish Herman Somers: “Sumber-sumber yang ada menggambarkan kebiadaban massal dimana ratusan orang dicekik, tangan dan kaki mereka dipancung, mata mereka dicungkil dan seluruh suku dimusnahkan”. Wilders mengatakan ia ingin “membuka topeng” Muhammad; sehingga orang-orang Muslim kemudian meninggalkan Islam.

Pada September 2006, Paus Benediktus XVI membandingkan Muhammad  dengan seorang jihadis kontemporer. Dalam sebuah ceramah di Universitas  Jerman, Paus mengutip Kaisar Byzantium abad ke-14 yang mengatakan: “Tunjukkanlah padaku hal baru apa yang dibawa Muhammad, dan anda akan menemukan hal-hal yang jahat dan tidak manusiawi semata-mata, seperti perintahnya untuk menyebarkan agama yang diajarkannya dengan pedang”.

Komentarnya memicu gelombang protes yang kejam dari orang-orang Muslim yang marah di seluruh dunia. Paus akhirnya meminta maaf dan mengemukakan bahwa ia tidak bermaksud menghina siapapun melainkan bermaksud untuk memulai sebuah dialog yang jujur.

“Berdasarkan standar-standar Barat, Muhammad adalah seorang tiran yang sesat”, ungkap mantan Anggota Parlemen Belanda Ayaan Hirsi Ali, seorang mantan Muslim kelahiran Somalia, dalam sebuah wawancara pada tahun 2003. “Jika anda tidak melakukan apa yang diperintahkannya, anda akan mengalami akhir yang buruk”, ia menambahkan.

“Muhammad mengatakan bahwa seorang wanita harus tetap tinggal di dalam rumah, mengenakan kerudung, tidak diijinkan melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu dan harus dilempari dengan batu sampai mati jika ia berzinah”, demikian dijelaskannya mengenai “posthumous blackmail” nabi tersebut, karena masyarakat Muslim berusaha mengimplementasi perintah-perintah itu.

Konklusi

Mengingat Geert Wilders adalah seorang yang mempelajari sejarah Muhammad yang sebenarnya, film terbarunya FITNA II akan menggambarkan “kehidupan riil” Muhammad, yang mencakup kebenciannya terhadap non Muslim, pembantaian berdarah terhadap orang-orang Yahudi dan Arab yang kafir, nafsu dan kebejatan seksnya yang tidak terbatas, pedofilia dan perbuatan-perbuatan demonis lainnya yang tidak mendapat “polesan gula”. Sebuah film mengenai hidup Muhammad yang sesungguhnya, seperti yang diharapkan oleh Sujit Das, tidak diragukan lagi akan segera beredar. Dunia akan menantikan sebuah “Film Vampir”, yang tidak berdasarkan makhluk makhluk imajiner, tetapi berdasarkan kehidupan nyata seorang manusia, yang oleh 1,5 milyar orang Muslim dipandang sebagai manusia terhebat yang pernah ada dalam sejarah. Dan tidak diragukan lagi, film itu akan memberikan tamparan yang sangat menghancurkan terhadap pengakuan iman Arab yang kejam yaitu Islam.

Referensi:

(1) http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_films_about_Muhammad

(2) http://www.screenjunkies.com/movies/genres-movies/drama/10-islamic-historical-movies/

(3) http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/04/01/liz9yp-wilders-film-fitna-ii-akan-mencerca-kehidupan-nabi-muhammad

(4) http://www.faithfreedom.org/articles/op-ed/time-to-unmask-muhammad-an-article-by-geert-wilders/

Kamis, 07 April 2011 03:52 Dr. Radhasyam Brahmachari

Sumber: islam-watch.org