Kevin Derby’s blog |

BuktidanSaksi.com– Pada hari Senin, Gary Bauer seorang aktifis sosial dan religius konservatif, yang sangat dikenal dengan kepemimpinannya di Family Research Council dan pengajuannya untuk nominasi presiden dari partai Republik pada tahun 2000, memberikan pendapatnya mengenai Terry Jones, seorang pendeta di Gainsville yang memimpin pembakaran Quran.

“Pendeta di Florida yang menggembalakan sebuah jemaat yang sangat kecil dan yang telah membakar Quran pada tanggal 20 Maret, kembali menjadi tajuk berita”, kata Bauer, yang kini bergabung dengan Campaign for Working Families PAC. Ia menyampaikan hal itu kepada para pendukungnya pada hari Senin. “Anda dapat mengatakan bahwa Terry Jones mendominasi berita dalam beberapa waktu lamanya pada tahun lalu setelah ia mengancam akan membakar kitab suci agama Islam. Akhirnya ia mengurungkan niatnya. Tetapi bulan lalu ia melaksanakan ancamannya. Minggu lalu huru-hara terjadi di Afghanistan, yang mengakibatkan 20 orang meninggal dunia, ada yang dipenggal kepalanya dan banyak yang cedeera”.

 

“Bagi kita yang berjuang melawan Islam radikal, Jones menjadi penghalang untuk pekerjaan kita, bukan sebuah bantuan”, Bauer menegaskan. “Orang-orang Amerika tidak suka membakar buku; buku apapun itu. Seperti yang telah saya sarankan pada tahun lalu, semestinya Jones membaca Quran keras-keras. Setidaknya itu lebih berpendidikan, serta menolong menjelaskan mengapa para jihadis memenggal kepala bayi-bayi dan meledakkan bis demi nama Allah”.

 

“Dengan mengemukakan hal itu, kita tidak boleh tunduk kepada kepatutan politik liberal. Jones tidak bertanggung-jawab atas huru-hara dan kematian di Afghanistan”, Bauer menambahkan. Tindakannya semata-mata hanya memberikan alasan bagi kelompok Islam radikal untuk terus melakukan serangan maut dan penghancuran. Tidak ada kesetaraan moral apapun di antara kedua tindakan tersebut. Jones itu bodoh, namun para Islamis itu jahat.

 

“Saya memahami mengapa Jendral David Petraeus mengutuk aksi pembakaran Quran”, Bauer melanjutkan. “Ada perang yang harus ia jalankan dan para prajuritnya berada di garis depan menghadapi para jihadis, yang bersemangat untuk membunuh orang kafir. Tetapi Presiden Obama dan para politisi lainnya sangat siap membungkukkan diri terhadap tuntutan-tuntutan Islam dan ini adalah pengkhianatan terhadap tradisi Amerika”.

Bauer merujuk pada komentar-komentar belum lama ini dari Pemimpin Senat Mayoritas Amerika Harry Reid dan Senator Lindsey Graham, R-S.C., yang menyerang Jones dan mengemukakan bahwa dalam masa perang, kebebasan berbicara harus dibatasi.

 

“Di negara ini kita membiarkan orang membakar bendera Amerika”, tulis Bauer. “Kita membiarkan kaum ekstrimis berdemonstrasi di pemakaman para pahlawan kita yang telah gugur. Kita mengijinkan penghinaan-penghinaan ini karena kebebasan berbicara dilindungi di Amerika. Reid dan Graham berpendapat bahwa hal-hal yang penting bagi para Islamis harus mendapatkan pengecualian khusus. Pada dasarnya mereka memenuhi salah satu tuntutan esensial Hukum Syariah, yaitu tidak boleh menghina Islam”.

Bauer merujuk kepada sejumlah serangan Muslim terhadap orang Kristen dan Yahudi dan mendapati bahwa para senator hanya bungkam.

“Jika kaum liberal di Kongres berusaha mengutuk tindakan Jones membakar Quran, saya berharap anggota Kongres dari partai Republik menuntut adanya amademen yang mengutuk banyak tindak kekerasan yang dilakukan para ekstrimis Muslim”, demikian disampaikan Bauer sebagai penutup.