Para penyerang Muslim sedang melaksanakan aksinya

BuktidanSaksi.com – Washington, D.C. (April 19, 2011) – International Christian Concern (ICC) melaporkan: para perusuh Muslim telah membunuh lebih dari 100 orang Kristen dan membakar lebih dari 40 gereja, dalam sebuah serangan yang dimulai kemarin; sebagai respon terhadap terpilihnya Jonathan Goodluck, seorang Kristen, sebagai presiden Nigeria. Para perusuh bahkan telah menghancurkan rumah-rumah banyak orang Muslim yang mendukung Presiden Jonathan Goodluck.

Para penyerang Muslim menyatakan (tanpa bukti) bahwa pemilihan itu curang dan bahwa seorang kandidat presiden Muslim, Jenderal Muhammadu Buhari-lah yang keluar sebagai pemenang. Tetapi para pengamat yang netral menyebut pemilihan ini sebagai pemilihan paling jujur dalam beberapa dekade terakhir. Menurut para pengamat the Commonwealth, “Pemilihan untuk Dewan Nasional dan presidensi, keduanya kredibel dan patut dipuji, serta merefleksikan keinginan rakyat Nigeria.”

Berdasarkan sumber-sumber ICC, sulit untuk mengetahui seberapa besar tingkat kerusakan yang telah terjadi. Korban bisa jadi lebih banyak, sebab penyerangan-penyerangan itu terjadi di lebih dari 12 negara bagian yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Muslim di Nigeria Utara. Situasi mulai mereda sejak aparat keamanan diturunkan dan memberlakukan jam malam selama 24 jam. Minoritas Kristen yang tinggal di Nigeria Utara telah mengalami kekerasan dan diskriminasi yang berulang-ulang di tangan mayoritas Muslim. Sejak pemberlakukan hukum syariah di Nigeria Utara pada tahun 2001, puluhan ribu orang Krisen telah dibunuh di daerah ini.

“Orang Kristen di Nigeria Utara telah dibunuh dan gereja-gereja dan properti mereka dihancurkan sebab mereka memilih calon berdasarkan pilihan mereka sendiri. Mengapa gereja harus dibakar oleh karena isu politik? Mengapa orang Kristen harus dibunuh hanya karena seseorang memenangkan sebuah pemilu? Goodluck bukan hanya presiden untuk orang Kristen; ia juga presiden untuk setiap orang Nigeria. Mengapa orang Kristen harus menderita hanya karena Jonathan memenangkan pemilu?”

Jonathan Racho, Manager Regional ICC untuk Afrika berkata,”Kami sangat sedih dengan kekerasan terhadap orang-orang Kristen dan properti mereka yang ada di Nigeria Utara. Perselisihan setelah pemilihan seharusnya tidak menyebabkan orang melakukan kekerasan religius terhadap orang-orang Kristen. Telah berulang-ulang kami melihat orang-orang Muslim menyerang dan membunuh mereka yang berbeda iman, dan hal itu mereka anggap hanya sebagai provokasi ringan. Kami mendesak Nigeria untuk sepenuhnya menginvestigasi serangan ini dan membawa para pengacau ke hadapan hukum. Selama para penyerang yang melakukan aksinya ini bebas dari hukuman,  maka serangan-serangan seperti ini akan terus terjadi.”

Sumber: News.BBC

Berita Terkait: Emnnews.com