Orang Muslim Yang Menentang Pasukan Salib Telah Bersumpah Akan Menjadikan Perayaan Pernikahan Menjadi Sebuah “Mimpi Buruk”.

Orang-orang Muslim merencanakan akan membajak Pernikahan Kerajaan dengan membakar patung Pangeran William dan Puteri Kate di sepanjang rute prosesi pernikahan keduanya. Mereka telah bersumpah akan melakukan sebuah demonstrasi yang kasar dengan melibatkan ribuan orang pemrotes. Mereka juga akan membakar Bendera Union, dengan gambar mahkota pada bendera itu, dan membakar patung kedua pasangan. Tujuan mereka adalah untuk membuat (‘meludahi’) wajah para tamu keduanya menjadi malu, dan membuktikan bahwa mereka lemah dan tidak berdaya untuk menghentikan aksi tersebut.

Hukum multikultural di semua negara-negara barat, yang ditemukan oleh pemerintahan liberal konsekutif, tanpa mereka sadari telah melemahkan negara-negara ini, dengan sasaran untuk menghancurkan akar Yudeo-Kristen mereka. Kelemahan itu sekarang dieksploitasi oleh para imigran Muslim.

Orang-orang Muslim yang menentang Pasukan Salib berencana akan melakukan protes di luar Westminster Abbey pada hari Pernikahan Kerajaan

Pada tanggal 11 November tahun lalu, sekelompok orang yang menyebut diri mereka sebagai orang-orang Muslim yang menentang Pasukan Salib (Crusades), dipimpin oleh the Emdadur Choudhuri, berada di belakang demonstrasi yang diikuti dengan “pembakaran-pembakaran”. Para pemrotes menyerang polisi dan melukai salah seorang polisi di kepalanya sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Choudhury kemudian dijatuhi hukuman denda hanya sebesar 50 poundsterling.

Kelemahan dari sistem ini (para politisi, hakim dan polisi) dalam mengatasi kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang Muslim, menjadi sangat kasat mata ketika Andrew Ryan, 32 tahun, dipenjara selama 70 hari karena membakar sebuah kitab Quran di Carlisle. Ia tidak melukai satu orang pun dan sama sekali tidak menyebabkan kerusakan. Ia membakar buku miliknya sendiri.

Dipertebal dengan kelemahan Inggris untuk mencabut akar ekstrimisme Islam, kelompok ini merencanakan untuk meningkatkan kekerasan mereka. Di bawah tema “Orang-Orang Muslim Mengacaukan Pernikahan Kerajaan”, sebuah pernyataan dalam sebuah situs berbunyi: “Kami menasehatkan dengan sungguh-sungguh supaya Pangeran William dan para simpatisan Nazi-nya agar menarik diri dari pasukan crusader militer Inggris, dan menghentikan semua afiliasi dengan Kekaisaran Inggris yang tirani.

‘Kami berjanji apabila mereka menolak seruan ini, maka pada hari yang sudah sedemikian lama diimpikan oleh bangsa ini, akan berubah menjadi sebuah mimpi buruk.’

Juru bicara MAC mengatakan mengenai Pernikahan Kerajaan sbb: ”Kami memperkirakan ribuan orang akan melakukan protes. Kami akan membakar bendera dan mahkota. Kami akan membuat patung kedua pasangan kerajaan itu, kemudian membakarnya.”

Hampir 5000 petugas Met akan dikerahkan untuk mengatasi kekacauan yang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 29 April nanti, demi menghindari terulangnya kerusuhan yang sama, yang menyebabkan banyak bisnis dan toko-toko hancur.

Selama orang-orang barat tidak menyiapkan diri, mengkonfrontir aksi mereka dengan melakukan unjuk kekuatan dan deportasi massal terhadap orang-orang Muslim yang tinggal di negara mereka dan yang sedang marah itu, maka ancaman Islam serta kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang Muslim akan semakin meningkat.

Sumber: Faithfreedom.org