Katya Koren (Facebook)

Sang pelaku tak menyesal karena korban dianggap telah melanggar hukum agama (Islam-red).

Komentar Orang – Seorang gadis berusia 19 tahun di Ukraina dilempari batu hingga tewas setelah mengikuti kontes kecantikan. Keikutsertaan korban bernama Katya Koren di kontes itu mengundang kemarahan sesama remaja sehingga dia dieksekusi mati secara sadis.

Menurut harian New York Daily News, 31 Mei 2011, peristiwa itu berlangsung di sebuah desa di Ukraina. Katya sebelumnya dilaporkan hilang selama seminggu. Mayatnya ditemukan di hutan dekat desa tempat dia tinggal.

Menurut penyelidikan polisi setempat, pembunuh gadis malang itu ada tiga orang. Mereka semua masih remaja. Salah seorang tersangka masih berusia 16 tahun bernama Bihal Gaziev.

Menurut Bihal, dia tidak menyesal telah melempari batu ke Katya hingga tewas. Pasalnya, menurut Bihal, Katya jelas telah melanggar hukum agama (Islam-red) dengan mengikuti kontes kecantikan yang memamerkan aurat.

Dalam kontes itu, Katya tidak jadi juara, melainkan berada di urutan ketujuh. Menurut teman-temannya, Katya dikenal gemar memakai baju-baju yang sedang menjadi tren.

Kenyataan bahwa ini adalah kasus pembunuhan ekstra-yudisial tidak meloloskan Syariah begitu saja. Fakta bahwa rajam batu diberlakukan untuk perzinahan (seperti yang seringkali menjadi dasar penyangkalan para apologis Muslim terhadap orang non Muslim. lihat: try to deny), dimana para pembunuh dalam kasus ini nampaknya telah memutuskan sendiri bahwa tindakan gadis itu sama dengan melakukan perzinahan, juga tidak dapat meloloskan Syariah.

Tidak, fakta sederhana bahwa penghukuman ini eksis dalam hukum Islam, dan Muhammad sendiri (lihat: Muhammad himself) berpartisipasi di dalamnya, mengindikasikan cacat cela yang terkandung dalam Syariah berkaitan dengan hak azasi manusia adalah sangat berkaitan erat dengan kasus ini. Demikian pula pemikiran yang berasal dari Sura 4:34 yang mengatakan, kekerasan adalah tindakan yang diperbolehkan terhadap para wanita yang “tidak taat”.

Nurani para pembunuh telah diwarnai dengan gagasan-gagasan ini, sehingga rasa penyesalan sangat kurang terlihat. “Gadis Muslim, 19 tahun, ‘dilempari dengan batu sampai mati setelah mengikuti kontes kecantikan’”, oleh Will Stewart untuk Daily Mail, 30 Mei (terimakasih kepada Ian):

Seorang gadis remaja Muslim dirajam batu sampai mati di bawah ‘Hukum Syariah’ setelah mengikuti sebuah kontes kecantikan di Ukraina. Katya Koren, 19 tahun, ditemukan sudah meninggal dunia di sebuah desa di wilayah Crimea, dekat rumahnya.

Teman-temannya mengatakan ia suka memakai pakaian yang modis dan berada di peringkat ketujuh dalam kontes kecantikan. Tubuhnya yang penuh luka dikuburkan di sebuah hutan dan ditemukan seminggu setelah ia menghilang.

Polisi telah membukanya sebagai kasus pembunuhan dan sedang menginvestigasi tiga orang remaja Muslim yang telah membunuhnya, dan yang mengklaim bahwa kematiannya dibenarkan oleh Islam.

Salah seorang dari ketiga remaja itu, Bilal Gaziev yang berusia 16 tahun, telah ditangkap dan mengatakan pada polisi bahwa gadis tersebut telah ‘melanggar hukum Syariah’. Gaziev mengatakan ia sama sekali tidak menyesali kematian gadis itu karena ia telah melanggar hukum Islam.

Sumber: Vivanews