Diposkan oleh ALI SINA, pada tanggal 6 Juni 2011

Dr. Sina yang terhormat.

Agar anda tidak salah mengerti tentang saya, saya ingin mengklarifikasi bahwa saya hanyalah seorang awam dan bukan orang Muslim atau bersimpati kepada Muslim. Saya juga mengakui bahwa  saya tidak mempunyai cukup waktu untuk mempelajarinya dengan seksama, namun beberapa pertanyaan dari pernyataan anda membingungkan saya. Mungkin anda sudah pernah menjawabnya disini atau di tempat lain, tapi saya ingin langsung bertanya kepada anda, saya sangat berterimakasih bila anda atau siapa pun rekan anda sudi memberikan jawaban kepada saya.
1. Dalam pernyataan anda, anda menegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang narsistik. Tetapi setahu saya, ia memerintahkan para pengikutnya untuk sebanyak mungkin memberi sumbangan kepada orang miskin. Bagaimana seorang yang narsistik memerintahkan orang untuk bersedekah, dan bagaimana orang yang mengklaim dirinya adalah utusan Tuhan dan menunjukkan kebaikan dengan memberi perintah semacam itu dapat dikatakan sebagai orang yang narsistik?

Orang yang narsistik sangat penuh dengan nasehat yang baik untuk orang lain. Namun demikian, perkataan mereka tidak sama dengan perbuatan mereka. Sebagai contoh, Muhammad melarang orang mencuri dan memerintahkan tangan orang yang mencuri harus dipotong, namun ia merampok dan menjarahi seluruh populasi. Ia mengatakan kepada para pengikutnya yang pertama bahwa mereka tidak boleh menghamba kepada para majikan mereka, namun harus menaati Allah saja. Tetapi ia memasukkan ribuan orang ke dalam perbudakan. Ia berkata para wanita harus menjaga keperawanan mereka. Namun ia memperkosa para wanita yang menjadi tawanan perang walaupun mereka sudah bersuami. Muhammad adalah contoh sempurna seorang narsistik yang hidup dengan standar ganda. Seorang dikatakan hebat apabila perkataannya sejalan dengan perbuatannya. Mereka yang mengajari orang untuk berbuat baik sedangkan mereka sendiri berbuat kejahatan bukanlah orang yang baik.

2. Pada jaman dimana ia hidup, biasanya kaum wanita dikurung dalam rumah sebagai properti keluarga. Jadi, jika ia hanya melakukan kebiasaan normal pada jaman itu, bagaimana ia dapat dianggap bertanggung-jawab sebagai seorang yang bejat?

Argumen ini mengandung kebohongan dan kekeliruan. Kaum wanita pada masa Muhammad mempunyai lebih banyak hak daripada pada masa setelah Muhammad. Sebelum menikahi Muhammad, Khadijah adalah seorang padagang yang kaya raya. Banyak pria yang bekerja padanya. Dewi-dewi Arab – yaitu para putri Allah yang oleh Muhammad dianggap merendahkan, dikatakannya, “Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil”. (Q. 53:19-23)

Pada sekitar tahun 1950-an sebuah kuil besar untuk dewa bulan ditemukan dalam penggalian di Hazer Palestina. Dua patung berhala dewa bulan ditemukan. Masing-masing berupa seorang pria yang sedang duduk di tahta dengan ukiran bulan sabit di dadanya. Inskripsi ini memperjelas bahwa ini adalah dewa bulan. Beberapa patung yang lebih kecil yang juga ditemukan dikenali melalui inskripsi mereka yang menjelaskan bahwa mereka adalah “putri-putri” dewa bulan.

Pada masa Muhammad ada seorang nabiah bernama Sijjah yang mempunyai banyak pengikut dari sukunya sendiri. Juga segera setelah kematiannya, seorang wanita muda bernama Salma memimpin pasukan memerangi orang Muslim. Ia dikalahkan oleh pengkhianatan Khalid ibn Walid. Si pengecut itu melukai unta Salma dan ketika untanya jatuh ke tanah, ia menindisnya dan membantai wanita itu. Dalam sejarah Islam kita tidak menemukan satupun wanita yang bangkit dan menjadi pemimpin.

Kekeliruannya terdapat dalam klaim yang mengatakan bahwa Muhammad mempraktekkan tradisi orang-orang pada masanya dan oleh karena itu ia tidak dapat disalahkan.
Muhammad mengklaim, ia datang untuk memberikan teladan dan memerintahkan orang untuk menirunya. Dengan mengikuti praktek-praktek jahat orang-orang yang disebutnya bebal, ia memberlakukan praktek-praktek itu dan sekarang orang-orang Muslim mengikutinya di seluruh dunia dan di sepanjang masa. Jika ia adalah seorang nabi Tuhan seharusnya ia menjalani hidup yang berbeda dari orang-orang pada masanya. Alih-alih memberikan teladan yang baik, ia menjadi pengikut orang-orang yang bebal dan kemudian memerintahkan semua orang untuk mengikutinya. Akibatnya, orang Muslim dimanapun dan sepanjang masa akan meneladani praktek-praktek jahat kaum Quraish. Sangatlah mengherankan 1,3 milyar orang Muslim mati otaknya sehingga tidak satupun dari mereka yang memikirkan ironi yang paten ini (lihat: about). Mengapa Yesus tidak mengikuti praktek-praktek jahat orang pada masa-Nya?

3. Mungkinkah seorang yang gila diikuti begitu banyak orang selama berabad-abad? Apakah semua orang sudah menjadi gila dalam waktu yang selama itu?

Sudah ada banyak orang gila yang telah menjerumuskan jutaan orang. Hitler, Stalin, Mao, Pol Pot, Khomeini, Kim Jong Ill, Genghis Khan, Jim Jones, David Koresh, Sai Baba, pendiri Gerbang Surga, Marshall Applewhite hanyalah segelintir contoh. Kenyataannya, banyak pemimpin manusia adalah orang gila. Kegilaan mereka tidak dapat terlihat oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka. Lihat saja Obama. Orang ini juga seorang narsistik, namun ia dipilih oleh sejumlah besar orang Amerika dan semua orang di seluruh dunia menyanjungnya. Sebagaimana orang-orang ditipu oleh Obama, mereka juga ditipu oleh Muhammad. Banyak orang tidak rasional. Mayoritas umat manusia sudah gila dan seringkali melakukan hal-hal yang gila. Obama sama berbahayanya dengan semua tokoh yang sudah saya sebutkan di atas. Ia tidak dapat melakukan
pembunuhan massal, bukan karena ia tidak dapat melakukannya, tetapi karena orang yang narsistik beroperasi dalam wilayah mereka sendiri dan hanya melakukan apa yang menurut mereka tidak akan membahayakan diri mereka.  Di Amerika ia tidak dapat melakukan kejahatan besar, tetapi ia telah melakukan banyak kejahatan seperti pencurian identitas yang dapat membuat ia dipenjarakan. Ia adalah seorang penipu yang sama jahatnya dengan semua penjahat yang telah saya sebutkan di atas. Namun mayoritas orang tidak dapat melihat wajahnya yang sesungguhnya di balik topeng. Hal yang sama berlaku juga untuk para narsistik lainnya, termasuk Muhammad.

Para narsistik sangat meyakinkan dan sangat kuat membujuk. Mereka dapat membodohi banyak orang. Anda tidak akan pernah tahu bahwa mereka gila hingga semuanya sudah sangat terlambat dan kerusakan sudah terjadi.

4. Ia memerintahkan penghukuman berat, seperti hukuman mati dengan rajam batu bagi para pelaku perzinahan dan kejahatan seksual lainnya. Bagaimana anda dapat mencapnya sebagai orang yang juga melakukan pelanggaran tersebut?

Saya sudah menjawab pertanyaan ini. Saya tidak mencapnya dengan kejahatan-kejahatan tersebut. Semua itu dilaporkan oleh para sahabatnya dan ditulis oleh orang-orang yang menulis biografinya. Sekali lagi perhatikan tanggapan saya terhadap pertanyaan nomor 1. Apa yang dikatakan orang yang narsistik  sangatlah berbeda dengan yang dilakukannya.

5. Ia memerintahkan penghukuman-penghukuman berat atas kejahatan-kejahatan lainnya (mencuri, menjarah, membunuh, dsb), seperti amputasi, pemenggalan, dll. Bagaimana anda dapat menjelaskan kontradiksi ini?

Saya mohon anda mengerti bahwa saya tidak menantang anda sebagai seorang sarjana. Ini hanya kebingungan yang ingin saya singkirkan. Saya sangat mengharapkan balasan anda secepatnya. Dengan segala hormat

Dwito Sotta.

India.

Saya sudah menjawab pertanyaan ini. Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan membaca buku saya, Memahami Muhammad. Edisi ke-6 akan diterbitkan pada bulan Agustus, dan akan tersedia di banyak toko buku.