Perisai.net – PULUHAN anggota Front Pembela Islam (FPI) mengobrak-abrik sebuah warung coto di Jl. AP Pettarani, Makasar karena tetap beroperasi di bulan Ramadan, Senin. Akibatnya, sejumlah karyawan warung, terutama yang wanita, dan puluhan pengunjung yang sementara menyantap makanan khas Makassar tersebut berhamburan keluar menyelamatkan diri. Emosi anggota FPI memuncak, sebab ada dua orang karyawan warung dibantu beberapa pengunjung yang mencoba melakukan perlawanan.

Seorang tukang parkir yang bertugas mengatur kendaraan pengunjung di tempat itu juga menjadi sasaran. Karena ia sempat berniat membantu perlawanan karyawan warung. Menurut pengakuan salah seorang saksi mata, kedua karyawan tersebut memukul anggota FPI dari belakang, setelah memberikan imbauan agar warung tersebut ditutup untuk menghormati bulan Ramadan.

meskipun terus-menerus melakukan aksi anarkis, hingga hari ini pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (Jenderal Purn) “tidak punya nyali” untuk membubarkan FPI

Akibat keributan itu, karyawan wanita warung hanya bisa menangis di badan jalan Jl. AP Pettarani, sementara anggota FPI terus melanjutkan aksinya dengan menghancurkan dinding. Sebelumnya mereka telah membanting meja dan menghancurkan semua peralatan makan di atasnya.

“Di Poso saja kami tidak takut, apalagi yang beginian,” teriak Suparman, salah seorang anggota FPI berulang kali.

Aksi berlangsung cukup lama sekitar satu jam, namun tak seorang pun aparat kepolisian berada di lokasi kejadian. Puas menghancurkan tempat itu, FPI kembali berkonvoi mencari warung lain yang terbuka. Warga sekitar berkumpul di tempat itu bersama ratusan pengendara yang melintas. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi macet untuk beberapa saat.

Artikel Terkait: Tuhan Menegor “Bagaimana Caramu Berpuasa?”