Ketahuilah bahwa taman-taman Firdaus sedang menantikan engkau dengan semua keindahannya, dan wanita-wanita yang ada di Firdaus sedang menunggu, sambil memanggil-manggil, ’Datanglah ke tempat ini, hai sahabat Allah.’ Mereka telah mengenakan pakaian yang paling indah.

Mohammed Atta - Pemimpin Pembajak 9/11

Satu dari beberapa – dan tentu saja yang paling bermakna dan membuat kita menjadi terheran-heran – yang muncul dari pikiran dan motif orang-orang yang melakukan pembantaian 11 September, adalah dokumen 4 halaman, yang ditulis dalam bahasa Arab, dan ditemukan dalam koper pemimpin para pembajak pesawat yang ditabrakkan ke gedung WTC dan Pentagon, yaitu Mohamed Atta.

Malam Terakhir

1) Mengucapkan sumpah untuk mati dan memperbaharui kembali tujuanmu.

Mencukur semua rambut yang ada di seluruh tubuh dan mengenakan cologne.

Mandi

2) Memastikan bahwa engkau mengetahui semua aspek rencana dengan baik, dan menantikan respon, atau sebuah reaksi, dari musuh.

3) Membaca Surah al-Tawba dan Anfal [pasal-pasal tradisional perang yang terdapat dalam Quran], dan merefleksikan artinya serta mengingat semua hal yang telah dijanjikan oleh Allah SWT kepada para syuhada. [diantaranya janji akan mendapatkan ke-72 perawan surgawi (houris) yang bisa ‘dinikmati sepuasnya’ kapanpun sebagaimana yang diajarkan oleh Muhammad].

4) Mengingatkan kembali jiwamu untuk mendengar dan taat [semuanya itu adalah perintah ilahi], dan mengingat bahwa engkau akan menghadapi situasi-situasi dimana engkau perlu untuk mengambil keputusan segera, yang bisa jadi akan menghalangimu untuk taat 100 persen. Karena itu, kendalikan jiwamu, murnikanlah dia, yakinkanlah dia, buat dia mengerti dan paksa dia. Allah berkata: ‘Taatilah Allah dan UtusanNya, dan janganlah berperang diantara kamu sendiri, sebab jika tidak maka engkau akan gagal. Dan bersabarlah, sebab Allah ada bersama-sama dengan orang yang sabar.’

5) Laksanakan sholat malam hari dan senantiasa meminta Allah untuk memberikan padamu kemenangan, kontrol dan penaklukan, dan supaya Ia kiranya membuat tugasmu menjadi lebih mudah dan tidak mengekspos kita.

6) Ingatlah Allah senantiasa, dan cara terbaik melakukannnya adalah dengan membaca Quran Suci, memperhatikan yang dijelaskan oleh para sarjana [Islam], sejauh yang aku ketahui. Cukuplah bagi kita untuk mengetahui bahwa Quran adalah firman-firman dari Pencipta Bumi ini dan tumbuh-tumbuhan, yaitu Ia yang akan engkau temui [Pada Hari Penghakiman].

7) Bersihkan jiwamu dari semua yang najis. Lupakan apa yang disebut sebagai ‘dunia ini’ [atau hidup ini] secara sepenuhnya. Waktunya untuk bermain sudah berakhir dan sekaranglah waktunya untuk serius. Berapa banyak waktu yang sudah kita sia-siakan dalam hidup kita? Bukankah sekarang inilah saatnya untuk memanfaatkan jam-jam terakhir ini untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan ketaatan?

8) Engkau harus tenang sepenuhnya, sebab waktu antara engkau dan pernikahanmu [dengan ke-72 bidadari di surga] sudah sangat dekat. Setelah itu dimulailah kehidupan yang bahagia, dimana Allah akan merasa puas dengan engkau, dan kebahagiaanmu yang sempurna akan berlangsung untuk selama-lamanya ‘dengan ditemani oleh para nabi, sahabat-sahabatmu, para syuhada dan orang-orang baik lainnya, yang mana mereka semuanya adalah teman-temanmu yang baik.’ Mintalah karunia Allah dan bersikaplah optimis, sebab [Rasul Allah] kiranya damai turun atasnya, selalu bersikap optimis dalam semua urusan-urusan yang ia lakukan.

9) Simpan dalam pikiranmu bahwa, jika engkau mengalami kesulitan, bagaimana engkau bertindak dan bagaimana engkau tetap setia, ingatlah bahwa engkau akan kembali kepada Allah dan ingatlah bahwa apapun yang akan terjadi padamu tidak bisa lagi dihindari, dan apa yang tidak terjadi padamu tidak akan pernah terjadi padamu. Tes ini adalah dari Allah yang maha kuasa yaitu untuk meningkatkan levelmu [tingkatan-tingkatan surga] dan untuk menghapus dosa-dosamu. Dan yakinlah bahwa ini hanyalah soal momen-momen, yang nanti akan berlalu, dan jika Allah berkehendak, diberkatilah mereka yang memenangkan upah yang besar dari Allah. Allah SWT berkata:”Apakah engkau pikir engkau bisa pergi ke surga sebelum Allah tahu siapa diantaramu yang berperang baginya dan yang tawakal/bersabar?’

10) Ingatlah perkataan-perkataan dari Allah SWT: ‘Engkau sedang melihat peperangan sebelum terlibat di dalamnya, dan sekarang engkau melihatnya dengan kedua matamu.’ Ingat: ‘Ada banyak sekali kelompok-kelompok kecil yang mengalahkan kelompok-kelompok besar oleh karena kehendak Allah.’ Dan firmanNya: ‘Jika Allah memberimu kemenangan, tak ada yang bisa mengalahkanmu. Dan jika Ia mengkhianatimu, siapa yang dapat memberikanmu kemenangan tanpa Dia? Jadi orang-orang yang setia menaruh percaya mereka pada Allah.’

11) Ingatkan dirimu untuk meminta dengan tulus dari saudara-saudaramu dan mempertanyakan maknanya. (permohonan pagi dan malam, dan permohonan untuk [memasuki] sebuah kota, dan permohonan-permohonan yang [tidak jelas], dan permohonan yang disampaikan sebelum bertemu dengan musuh.

12) Berkatilah tubuhmu dengan beberapa ayat dari Quran [dilakukan dengan membaca ayat-ayat ke dalam tangan dan kemudian menggosok-gosok tangan dengan apapun yang akan diberkati], seperti koper, pakaian, pisau, barang-barang pribadi, kartu tanda pengenal, pasport, dan semua kertas yang akan engkau bawa.

13) Periksalah senjatamu sebelum keluar, dan lama sebelum engkau berangkat. (Pisaumu itu harus tajam dan tidak boleh memberikan perasaan nyaman saat engkau menyembelih binatangmu.

14) Kencangkan pakaianmu [sebuah referensi untuk memastikan bahwa pakaiannya menutupi bagian-bagian pribadi pada segala waktu], sebab inilah kebiasaan dari generasi orang-orang saleh setelah Nabi. Mereka akan mengencangkan pakaian mereka sebelum berperang. Ikatlah tali sepatumu dengan baik, kenakan kaus kaki supaya kakimu nyaman dalam sepatumu. Semua ini adalah hal-hal duniawi [yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mengendalikan nasib mereka, meskipun Allah telah menetapkan apa yang akan terjadi dan apa yang tidak akan terjadi], dan selebihnya serahkan pada Allah, Satu-satunya tempat untuk bergantung.

15) Naikkanlah sholat di pagi hari dalam sebuah kelompok dan pikirkan upah yang besar melalui doa itu. Naikkanlah permohonan yang tulus sesudahnya, dan jangan meninggalkan apartemenmu kecuali engkau telah melaksanakan wudhu sebelum berangkat, sebab malaikat-malaikat akan menanyakan pengampunanmu selama engkau telah melaksanakan wudhu, dan akan mendoakanmu. Perkataan Nabi ini bisa ditemukan dalam buku An-Nawawi, ‘Permohonan Terbaik’. Bacalah firman-firman Allah: ‘Apakah engkau berpikir bahwa Kami menciptakanmu tanpa alasan…’ dari Pasal Al-Mu’minun.

Terjun bebas dari gedung 110 tingkat yang sedang terbakar – DEMI ALLAH???                       

LANGKAH KEDUA

Ketika taksi membawamu ke (M) [inisial ini bisa berarti matar, bandara dalam bahasa Arab], ingatlah bahwa Allah selalu ada bersamamu ketika engkau berada dalam mobil. (Ingatlah permohonan saat memasuki mobil, ketika masuk sebuah kota, sebuah tempat dan permohonan-permohonan lainnya).

Ketika engkau telah mencapai (M) dan telah meninggalkan taksi, ucapkanlah sebuah permohonan untuk tempat itu [‘Oh Tuhan, aku minta yang terbaik untuk tempat ini, dan memohon agar Engkau melindungiku dari kejahatannya’], dan kemanapun engkau pergi, ucapkanlah doa itu, tersenyumlah dan bersikap tenang, sebab Allah ada bersama dengan orang-orang beriman. Dan malaikat-malaikat akan melindungimu tanpa engkau merasakan apapun. Ucapkanlah permohonan ini: ‘Allah adalah lebih utama dari semua ciptaanNya.’ Dan katakan: ‘Oh Tuhan, lindungi aku dari mereka sebagaimana yang Engkau kehendaki.’ Dan katakan: ’Oh Tuhan, turunkanlah murkamu atas musuh dan kami mohon Engkau untuk melindungi kami dari kejahatan-kejahatan mereka. Dan katakan: ‘Oh Tuhan, halangi penglihatan mereka dari hadapan mereka, sehingga mereka tidak melihat.’ Dan katakan: ‘Allahlah satu-satunya yang kami butuhkan, Ia adalah tempat terbaik untuk bersandar.’ Ingatlah firman-firman Allah: ‘Mereka yang kepadanya orang-orang mengatakan, “Orang-orang yang telah berkumpul untuk menerkammu, sehingga engkau takut pada mereka,” tetapi hal itu hanya akan memperbesar iman mereka dan mereka berkata, Allah-lah satu-satunya yang kami butuhkan, Ia adalah tempat terbaik untuk bersandar. Setelah engkau mengatakan hal itu, engkau akan menemukan sebagaimana yang Allah telah janjikan kepada hamba-hambaNya yang mengucapkan permohonan ini:

1) Mereka akan pulang [dari pertempuran] dengan berkat-berkat Allah

2) Mereka tidak akan dilukai

3) Dan Allah telah dipuaskan oleh mereka

Allah berkata: ‘Mereka yang pulang dengan berkat-berkat Allah tidak akan dilukai, dan Allah akan dipuaskan oleh mereka, dan Allah akan senantiasa memberkati mereka.”

Semua perlengkapan, gerbang-gerbang dan teknologi mereka tidak akan mencegah juga melukai, kecuali atas kehendak Allah. Orang-orang beriman tidak takut dengan hal-hal seperti itu. Satu-satunya yang mereka takutkan adalah persekutuan dengan Satan, yaitu saudara-saudara dari si jahat. Mereka telah menjadi sekutu mereka, Allah kiranya menyelamatkan kami, sebab ketakutan adalah sebuah bentuk penyembahan yang besar, dan satu-satunya yang layak disembah hanyalah Allah. Ia satu-satunya yang pantas menerima penyembahan kita. Ia mengatakan dalam ayat-ayat ini: ‘Ini hanyalah pekerjaan Satan yang membuat sekutu-sekutunya yang tertarik dengan peradaban Barat menjadi takut, dan karena itu telah meminum cinta (dari Barat) seperti mereka meminum air dan telah menjadi takut terhadap peralatan mereka yang lemah, ‘sebab itu janganlah takut pada mereka, tetapi takutlah padaKu, jika engkau adalah orang-orang beriman.’

Ketakutan adalah sebuah penyembahan yang besar. Sekutu-sekutu Allah tidak menawarkan penyembahan seperti ini kecuali pada Allah yang satu-satunya itu, yang mengontrol segala sesuatu, dengan kepastian total bahwa Allah akan melemahkan tipu daya orang-orang tidak beriman. Allah berkata: ‘Allah akan melemahkan tipu daya orang-orang tidak beriman.’

Engkau harus mengingat saudara-saudaramu dengan cara menghormati mereka. Tak seorangpun yang perlu memperhatikan bahwa engkau sedang menaikkan permohonan. ‘Tiada Tuhan selain ALLAH,’ sebab jika engkau mengucapkannya 1000 kali, tak seorang pun yang sanggup memberitahukan apakah engkau sedang diam atau tengah mengingat Allah. Dan diantara mujizat-mujizatNya itu adalah Sang Nabi, kiranya damai sejahtera turun atasnya, yang mengatakan: “Jika engkau menyingkirkan seluruh dunia dan jagat raya pada salah satu sisi keseimbangan, dan “Tidak ada Tuhan kecuali ALLAH” di sisi lainnya, “maka “tidak ada Tuhan selain ALLAH” akan lebih berat.” Engkau dapat mengulangi kata-kata ini dengan penuh keyakinan, dan ini hanyalah salah satu dari kekuatan-kekuatan yang ada dalam kata-kata ini. Barangsiapa berpikir secara dalam mengenai kata-kata ini, akan menemukan bahwa kata-kata itu tidak mempunyai dots/titik [dalam huruf Arab], dan ini memperlihatkan salah satu dari kebesaranNya, sebab kata-kata yang mempunyai dots/titik di dalamnya adalah kurang kuat dibandingkan dengan kata-kata yang tidak memiliki dots/titik. Dan ini cukup untuk menggambarkan bahwa inilah kata-kata monoteisme, yang akan membuatmu bertekun dalam peperangan sebagaimana yang dilakukan nabi, semoga damai sejahtera turun atasnya, dan para sahabatnya, dan orang-orang yang datang setelah mereka, atas kehendak Allah, hingga Hari Penghakiman.

Janganlah bingung atau memperlihatkan tanda-tanda cemas. Berbahagialah, optimislah, tenanglah…karena engkau sedang berjalan ke arah sebuah perbuatan yang dicintai Allah dan yang akan Ia terima. Inilah hari yang dikehendaki oleh Allah, dimana engkau akan menghabiskan waktu dengan wanita-wanita yang ada di Firdaus.

[puisi] Tersenyumlah di hadapan kesukaran hai orang muda/Sebab engkau sedang berjalan ke arah Firdaus kekal.

Engkau harus ingat untuk menaikkan permohonan kemanapun engkau pergi, dan setiap kali engkau melakukan sesuatu, dan Allah menyertai hamba-hambaNya yang setia. Ia akan melindungi mereka dan akan membuat tugas-tugas mereka menjadi lebih mudah, dan memberikan kesuksesan, kontrol, dan kemenangan, dan segala sesuatu…


 

 Orang-orang Palestina – Bersukacita di jalan-jalan di Gaza dan Tepi Barat, merayakan kematian 3000 orang akibat serangan 11 September 2001

FASE KETIGA

Ketika engkau menaiki (T) [kemungkinan arti kata ini adalah tayyara, dalam bahasa Arab ‘pesawat terbang’, sebelum engkau menginjakkan kakimu ke dalamnya, dan sebelum engkau memasukinya, naikkanlah doa dan permohonan-permohonan. Ingatlah bahwa ini adalah sebuah peperangan bagi Allah. Sebagai Nabi, kiranya damai sejahtera turun atasnya, ia (Muhammad) berkata, ‘Satu perbuatan bagi Allah adalah lebih baik daripada semua yang ada dalam dunia ini.’ Ketika engkau menginjakkan kaki ke dalam (T), dan duduk di kursimu, mulailah menaikkan permohonan-permohonan sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.

Sibukkan dirimu dengan secara terus-menerus mengingat Allah. Allah berkata: ‘Oh orang-orang yang setia, ketika engkau bertemu dengan musuh teguhkanlah hatimu, dan ingatlah Allah terus-menerus supaya engkau mendapatkan kesuksesan.’

Ketika (T) telah bergerak, meskipun baru sedikit, menuju (Q) [tidak diketahui kemana], ucapkanlah permohonan bagi perjalanan. Sebab engkau tengah menuju kepada Allah Yang Maha Kuasa, karena itu perhatikan dengan seksama perjalanan ini.

Kemudian [tidak jelas] ia akan take off. Inilah momen untuk kedua kelompok berkumpul bersama. Karena itu ingatlah Allah, sebagaimana yang Ia katakan dalam kitabNya: ‘Oh Tuhan, curahkanlah kesabaranmu kepada kami dan jadikan kaki kami teguh dan berikanlah kepada kami kemenangan atas orang-orang kafir.’ Dan firmanNya: ‘Dan satu-satunya yang mereka katakan Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan segala pelanggaran kami dan teguhkanlah kaki kami dan berikanlah kami kemenangan atas orang-orang kafir.’ Dan NabiNya berkata: ‘Oh Tuhan, Engkau telah menyingkapkan kitabMu, Engkau menyingkirkan awan-awan, Engkau memberikan kami kemenangan atas musuh, taklukkan mereka dan berikanlah kami kemenangan atas mereka. Berikanlah pada kami kemenangan dan buatlah tanah di bawah kaki mereka bergetar.

Berdoalah bagi dirimu sendiri dan bagi saudara-saudaramu agar mereka menang dan berhasil menghantam target-target mereka dan mintalah agar Allah menjadikan engkau syahid saat menghadapi musuh-musuhmu, bukannya melarikan diri daripadanya, dan agar Ia memberikan padamu kesabaran dan perasaan bahwa segala sesuatu yang terjadi bagimu adalah untukNya.

Kemudian, setiap orang dari antaramu harus bersiap untuk menjalankan perannya dengan cara yang akan membuat Allah menjadi puas. Engkau harus mengatup rapat-rapat gigimu, seperti yang dilakukan oleh orang-orang saleh dari generasi-generasi awal.

Ketika konfrontasi dimulai, seranglah seperti seorang juara yang tidak ingin kembali kepada dunia ini. Serukan, ‘Allahu Akbar,’ sebab serangan ini akan membuat hati orang-orang tidak percaya menjadi takut. Allah berkata: ‘Seranglah di atas leher, dan seranglah seluruh bagian yang ada pada mereka.’ Ketahuilah bahwa taman-taman Firdaus sedang menantikan engkau dengan semua keindahannya, dan wanita-wanita yang ada di Firdaus sedang menunggu, sambil memanggil-manggil, ’Datanglah ke tempat ini, hai sahabat Allah.’ Mereka telah mengenakan pakaian yang paling indah.

Jika Allah telah menetapkan seseorang dari antaramu untuk menyembelih, dedikasikan sembelihanmu itu pada ayah dan [tidak jelas], sebab engkau mempunyai kewajiban terhadap mereka. Janganlah menolak, tetapi taatlah. Jika engkau menyembelih, jangan membuat mereka yang engkau sedang bunuh itu merasa nyaman, sebab inilah yang dipraktikkan oleh Nabi, semoga damai sejahtera turun atasnya. Pada satu kondisi: agar engkau tidak menjadi terganggu oleh [tidak jelas] dan mengabaikan hal yang lebih besar, perhatikan dengan seksama sang musuh. Ini akan menjadi sebuah pengkhianatan, dan akan menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan. Jika hal itu terjadi, tindakan dengan tangan adalah lebih penting dibandingkan melakukan hal itu, sebab tindakan adalah sebuah kewajiban, dan [hal lainnya] adalah sebuah pilihan. Dan sebuah kewajiban mempunyai prioritas di atas sebuah pilihan.

Jangan melakukan pembalasan dendam bagi dirimu sendiri. Lakukan serangan demi Allah. Satu waktu, Ali bin Abi Talib [seorang sahabat dan saudara dekat Nabi Muhammad], berperang dengan seorang tidak beriman. Orang tak beriman itu meludahi Ali, semoga Allah memberkatinya. Ali [tidak jelas] pedangnya, tetapi tidak mengayunkannya. Ketika perang sudah usai, sahabat-sahabat Nabi bertanya padanya mengapa ia tidak menyerang orang kafir itu. Ia berkata, ’Setelah ia meludahiku, aku menjadi takut bahwa aku menyerangnya sebagai balas dendam bagi diriku, jadi aku hanya mengangkat pedangku.’ Setelah ia memperbaharui maksudnya, ia kembali dan membunuh pria itu. Artinya adalah, sebelum engkau melakukan apapun, pastikan engkau telah mempersiapkan jiwamu untuk melakukan segala sesuatu hanya bagi Allah.

Kemudian implementasikan cara bagaimana nabi mengambil para tawanan. Ambil tawanan-tawanan itu dan bunuhlah mereka. Sebagaimana Allah yang Maha Kuasa berkata: ‘Tak ada nabi yang boleh mengambil tawanan hingga ia telah memenuhi tanah ini dengan darah. Engkau ingin barang jarahan dari dunia ini [sebagai ganti para tawanan] dan Allah ingin dunia yang lain [bagimu], dan Allah adalah Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.’

Foto ke-19 pembajak 11 September – Para Pengantin Surgawi???

Jika semuanya berjalan dengan baik, setiap orang daripadamu harus menepuk punggung satu sama lain dengan penuh keyakinan bahwa (M) dan (T) nomor (K). Ingatkan saudaramu bahwa aksi ini adalah demi Allah Yang Maha Kuasa. Jangan membuat saudaramu merasa bingung atau membuatnya terganggu. Ia akan memberikan pada mereka kegembiraan dan menjadikan mereka tenang, dan mengingatkan mereka [dari Allah] dan membesarkan hati mereka. Betapa indahnya bagi seseorang yang membaca firman-firman Allah, seperti: ‘Dan mereka yang mempersiapkan hidup sesudah mati di atas dunia ini, harus berperang demi Allah.’ Dan firmanNya: ‘Janganlah menganggap bahwa mereka yang terbunuh demi Allah adalah mati; mereka hidup…’ Dan orang-orang yang lain. Atau mereka bisa menyanyikan nyanyian-nyanyian untuk memperkuat moral mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh generasi-generasi awal dalam peperangan yang kejam, untuk membawa ketenangan, bebas dari gangguan dan sukacita dalam hati saudara-saudaranya.

Jangan lupa untuk mengambil sebuah jarahan, bahkan jika itu hanya segelas air untuk memuaskan dahagamu atau dahaga saudara-saudaramu, apabila memungkinkan. Ketika jam realitas mendekat, jam nol, [tidak jelas] sambutlah kematian demi Allah dengan segenap hati. Ingatlah selalu pada Allah. Apakah mengakhiri hidupmu sementara berdoa, atau detik-detik menjelang target, atau ucapkan kata-katamu yang terakhir: ‘Tiada Tuhan selain ALLAH, Muhammad adalah utusanNya.’

Setelah itu, kita akan bertemu di surga yang paling tinggi, jika Allah menghendaki.

Jika engkau melihat musuhmu itu kuat, ingatlah kelompok-kelompok [yang telah membentuk sebuah koalisi untuk memerangi nabi Muhammad]. Jumlah mereka adalah 10.000. Ingatlah bagaimana Allah memberikan kemenangan kepada hamba-hambaNya yang setia. Ia berkata: ‘Ketika orang-orang yang setia melihat kelompok-kelompok, mereka berkata, inilah yang dijanjikan oleh Allah dan nabi, mereka mengatakan kebenaran. Hanya jika mereka mempertebal iman mereka.’

Dan semoga damai sejahtera dari Allah turun atas nabi.

Dokumen ini dirilis oleh F.B.I. dan diterjemahkan untuk The New York Times Communications Group, oleh Capital a Washington – perusahaan konsultan internasional dan oleh Imad Musa, seorang penerjemah untuk perusahaan itu.

Sumber: http://www.guardian.co.uk/

Artikel Terkait: Kesyahidan Dalam Islam dan Inilah Pesan Muhammad Syarif Sebelum Meledakkan Dirinya

Advertisements