Diposkan oleh Ali Sina, pada tanggal 24 Oktober 2011

Saya sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana dan darimana harus memulainya; tetapi kenyataannya adalah bahwa saya benar-benar merasa bingung berkaitan dengan identitas saya…

Saya dilahirkan dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Muslim Sunni. Saya selalu menganggap diri saya sebagai seorang Muslim yang sangat moderat atau bahkan orang Muslim yang agak liberal. Saya punya seorang kekasih dan hubungan kami sudah berlangsung selama beberapa tahun. Saya juga punya banyak sekali teman-teman non-Muslim yang saya hormati dan yang bahkan saya percayai lebih daripada teman-teman saya yang Muslim. Saya tidak pernah mendiskriminasikan seseorang berdasarkan latar belakang agama mereka. Saya memperlakukan orang sesuai dengan natur dan karakter moral mereka, daripada berdasarkan keyakinan keagamaan mereka. Saya tidak berburuk sangka terhadap agama apapun, TIDAK…sebenarnya tidak selalu demikian, sebab saya sangat benci dengan mereka yang disebut sebagai orang-orang Muslim fundamentalis, yang membunuhi orang-orang tidak bersalah dengan nama Allah.

Tetapi sejak peristiwa 11 September, saya mengalami beberapa keraguan, namun saya tidak punya nyali untuk menghadapinya, atau bahkan untuk mengakuinya, hingga baru-baru ini saya membaca mengenai Daniel Pipes dan melalui dialah saya mengetahui tentang dirimu.

Saya benar-benar merasa bingung dan tengah menghadapi krisis identitas. Kumohon engkau bisa menolongku.

Shakila

Shakila yang terhormat,

Tak ada yang membingungkan mengenai identitasmu. Engkau adalah seorang manusia. Inilah identitas dimana kita semua saling berbagi. Terimakasih untuk surga bahwa engkau adalah seorang manusia yang mulia. Keyakinan kita bukanlah identitas kita. Semua keyakinan, sama seperti pakaian kita, bisa diganti. Apa yang engkau yakini tidak mendefinisikan siapa dirimu lebih daripada yang bisa dilakukan oleh jubahmu.

Apakah engkau benar-benar meyakini dengan cara yang sama apa yang engkau percayai sepuluh atau dua puluh tahun lalu, atau ketika engkau masih seorang anak kecil? Tentu saja tidak! Engkau melihat dunia secara berbeda dan persepsimu mengenai realitas pun menjadi berubah.   Read More