Saya telah tinggal dekat dengan terorisme hampir seumur hidup saya. Orang-orang di Barat sangat sulit memahami teroris. Mereka bertanya, apakah mereka semua gila? Saya bisa yakinkan anda, orang-orang itu tidak sinting. Bukan juga psikopat yang menemukan kesenangan dalam melukai orang lain. Tidak! Mereka hanya mengikuti sebuah filosofi, dan sekali anda memahami filosofi ini, tidak ada satupun tindakan mereka yang mengejutkan anda.

CUPLIKAN

Pola Pikir Kekerasan

Saat saya baru masuk ke Universitas Al-Azhar tahun 1980, saya mengikuti kelas yang disebut Penafsiran Quran. Dua kali dalam setahun kami berkumpul untuk mendengarkan pengajaran dari sheikh buta yang cintanya pada Islam membuatnya menjadi sangat populer di kalangan mahasiswa.

Walau begitu sisi radikalnya sangat jelas. Setiap kali dia menemukan referensi di Al-Quran tentang orang Kristen atau Yahudi, dia akan dengan senang menyebut orang Kristen sebagai ‘kafir’ dan Yahudi sebagai ‘keturunan babi’. Sangat jelas bahwa dia ingin membawa kembali hari-hari kejayaan imperium Islam melalui jihad.

Suatu hari dia memberikan pada kami mahasiswanya kesempatan untuk bertanya. Saya berdiri dan bertanya kepadanya sesuatu yang telah saya pertanyakan sejak lama: “Mengapa anda mengajarkan setiap waktu mengenai jihad pada kami? Bagaimana dengan ayat lain di Al-Quran yang berbicara mengenai damai, kasih dan pengampunan?”

Segera saja wajahnya menjadi merah. Saya bisa melihat amarahnya, tapi saya juga bisa melihat bahwa ia memilih untuk mengendalikannya. Alih-alih berteriak kepada saya, ia mengambil kesempatan untuk memperbaiki posisinya di hadapan lima ratus mahasiswa yang mendengarkan, “Saudaraku,” katanya, “ada surah berjudul ‘Harta Rampasan Perang’. Tidak ada surah berjudul ‘Damai’. Jihad dan pembunuhan adalah kepala dari Islam. Jika kamu mengambilnya, kamu memotong kepala dari Islam.”

Hari ini orang itu dipenjara di Amerika. Namanya Omar Abdel Rahman, dan dia didakwa sebagai otak dari pemboman World Trade Center pertama, yang terjadi tahun 1993.

Sebelum dia sampai di Amerika, dia adalah pemimpin spiritual dari grup radikal Mesir Al-Jihad, yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan presiden Mesir Anwar Sadat. Di bagian selanjutnya dari buku ini saya akan membagikan kisah menakjubkan, bagaimana Sheikh Abdul Rahman berbicara di Pengadilan Tinggi Mesir yang kemudian membebaskannya, dan yang memampukan dia untuk pergi ke Amerika untuk mempraktekkan jihad di sana.

Dasar Agama Islam

Seperti yang dapat anda lihat dari cerita ini dan dari kesaksian saya, saya telah tinggal dekat dengan terorisme hampir seumur hidup saya. Orang-orang di Barat sangat sulit memahami teroris. Mereka bertanya, apakah mereka semua gila?

Saya bisa yakinkan anda, orang-orang itu tidak sinting. Bukan juga psikopat yang menemukan kesenangan dalam melukai orang lain. Tidak! Mereka hanya mengikuti sebuah filosofi, dan sekali anda memahami filosofi ini, tidak ada satupun tindakan mereka yang mengejutkan anda.

Di bab ini saya akan memberi tahu anda tentang dasar dari Islam, tapi kita akan bergerak ke depan dengan cepat untuk menjelaskan doktrin religius khusus yang memotivasi seorang teroris Islam. Saya juga akan menjelaskan bagaimana kaum fundamentalis menyingkirkan ayat di Al-Quran yang berbicara tentang hidup dalam damai dan harmoni.

Silahkan download artikelnya di: SINI