Hakim pengadilan sipil Mukesh Kumar, mengeluarkan perintah itu setelah adanya tuntutan dari Mufti Aijaz Arshad Qasmi, yang menuntut agar situs-situs yang menampilkan konten-konten yang menimbulkan pertentangan dan membuat pihak lain (Muslim???) menjadi marah, agar segera ditutup.

Website sosial termasuk Google dan Facebook telah diperintahkan oleh sebuah pengadilan India untuk membuang semua konten yang bernuansa ‘anti-sosial’ dan ‘anti-religius’ dalam tempo enam minggu. Pada hari Sabtu, sebuah Pengadilan Delhi memerintahkan 22 situs jaringan sosial termasuk yahoo dan Microsoft, untuk menghapus konten-konten yang menimbulkan pertentangan dan mengganggu pihak lain.

Hakim pengadilan sipil Mukesh Kumar, mengeluarkan perintah itu setelah adanya tuntutan dari Mufti Aijaz Arshad Qasmi, yang menuntut agar situs-situs yang menampilkan konten-konten yang menimbulkan pertentangan dan membuat pihak lain (Muslim???) menjadi marah, agar segera ditutup.

Qasmi menyampaikan keberatan atas sejumlah gambar di website yang ia sebut akan menyebabkan ‘kerugian dan kerusakan yang tidak lagi bisa diperbaiki kepada orang-orang yang diserang melalui gambar-gambar itu.’ Ia berargumen, beberapa dari gambar itu telah menghina dewa-dewa Hindu, nabi Muhammad dan figur religius lainnya, demikian dilaporkan oleh situs India Today.

Perintah ini akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang serius mengenai bagaimana seharusnya pengguna internet memposting pesan atau gambar, dan bahwa pendapat-pendapat akan diedit, disensor serta kebebasan berekspresi akan dikekang. Pada tanggal 22 Desember, Hakim Kumar telah memerintahkan situs-situs jaringan sosial agar mereka mencabut gambar-gambar, video atau teks-teks yang bisa menimbulkan sentimen keagamaan, demikian dilaporkan oleh Hindustan Times.

Perintah ini muncul sehari setelah sebuah pengadilan kriminal menangani tuntutan yang dialamatkan pada situs-situs yang dianggap telah menimbulkan banyak pertentangan.

Santosh Pandey, yang menangani keberatan Mufti Aijaz Arshad Qasmi, menyampaikan hal ini pada The Hindu Times, bahwa situs-situs tersebut harus menyerahkan sebuah laporan kepada pengadilan pada tanggal 6 Februari 2012, yang menjelaskan aksi yang telah mereka ambil dalam menyingkirkan semua konten-konten yang ‘mengganggu’ dari situs-situs mereka.

Perwakilan Yahoo India Pvt Ltd dan Microsoft, menyampaikan pada pengadilan bahwa mereka belum memperoleh salinan keputusan dan keluhan yang ditujukan pada mereka, namun penasehat Qasmi menyampaikan pada pengadilan bahwa ia akan mengirimkan dokumen-dokumen yang relevan kepada mereka.

Perintah pengadilan ini muncul pada saat yang kontroversial, dimana menteri IT Kapil Sibal baru-baru ini telah mendiskusikan dengan para perwakilan dari sejumlah perusahaan, cara-cara untuk menjamin bagaimana konten-konten yang ofensif tidak diposkan.

India Today mengutip menteri IT pernah mengatakan: “Orang-orang yang normal tidak akan bisa menerima gambar-gambar bersifat pornografis, yang menggambarkan dewa-dewi; dan menganggap hal itu sebagai hal yang memalukan dan merendahkan.”

Menteri menegaskan bahwa ia tidak sedang membatasi kebebasan berbicara, tetapi menyarankan bahwa sebaiknya materi-materi yang hendak ditampilkan di-screening terlebih dahulu.

The Hindu Times melaporkan bahwa reported Facebook India, Facebook, Google India Pvt Ltd, Google Orkut, Youtube, Blogspot, Microsoft India Pvt Ltd, Microsoft, Zombie Time, Exboii, Boardreader, IMC India, My Lot, Shyni Blog dan Topix, seluruhnya telah mendapatkan perintah dari pengadilan.

Seorang juru bicara Google memberitahukan pada situsnya: “Kami menyampaikan keberatan kami atas perintah pengadilan tersebut, karena kami konsisten dengan kebijakan yang telah lama kami pegang.”

“Namun kami masih belum menerima detil-detil dari keputusan pengadilan ini, dan tidak bisa memberikan komentar atas kasus yang spesifik seperti ini.”

Sumber: yourjewishnews.com