Oleh: Kalangi

Muslim bersorak: “Quran Sura 17:88 telah menantang semua orang dan jin – yang ragu akan kesempurnaan Quran – untuk kongsian bersama kalau-kalau mereka dapat meniru membuat sebuah buku dengan Surat-surat yang sehebat Quran (Surat Semisal Quran).

Tantangan ini ternyata tidak mampu dihadapi sehingga ia dipermudah oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW kalau-kalau ada yang berani meniru membuat hanya 10 Surat Quran saja, yang mana saja! Ternyata, tak ada manusia dan jin yang sanggup. Maka akhirnya tantangan ini dipermudah habis-habisan: CUKUP UNTUK MENIRUKAN SATU SURAT SAJA! 

Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.” (Qs. 10:37-38)

Tetapi sampai hari ini, 14 abad berlalu, tak ada yang sanggup melayani dan mengunggulinya. Maka terbuktilah bahwa Quran bukan sekedar kitab puisi biasa. Puisi Surgawi yang satu ini tak tertandingi oleh para kafir manapun yang berani membuktikan bahwa ia bukan Wahyu Allah! Ditunggu sampai KIAMAT!”

ORANG KAFIR MENYAKSIKANNYA
Semuanya nonsense, dan katak dalam tempurung.
Tak ada kesulitan bagi orang-orang kafir untuk menggubah beribu-ribu Surat Semisal Quran ini, bahkan yang jauh lebih bagus. Telah banyak orang melakukannya bahkan dibuat juga oleh tokoh Muslim sendiri yang luput dari pembicaraan intern Muslim sendiri.

Tokoh tersebut bernama Ubai bin Ka’b, sahabat Nabi yang dipuji Muhammad sendiri sebagai ahli Quran! Dalam Mushafnya beliau menyertakan dua Surat-ekstra, yaitu Surat 115 (Surat al-Khafdh) dan Surat 116 (Surat al-Khal’), tetapi kini dihilangkan dari Al-Quran tanpa diuji atau dipersalahkan siapapun. Apakah kedua puisinya kalah-hebat dengan Surat-surat pendek Quran? Sesungguh-sungguhnya kedua Surat-ekstra itu telah menyambut tantangan Quran untuk dinilai selama 14 abad pula! Ia adalah “self-challenging Quran” yang hidup, tersedia dimuka hidung, lihat buku “Rekonstruksi Sejarah al-Quran” (oleh Taufik Adnan Amal, p.231). Akan tetapi Muslim pada melengos.

Muslim tidak pernah berani menyambut/ mempertandingkan Surat Semisal Quran (dari kafir dan jin) dengan Quran. Yang terjadi adalah mendiamkannya wanti-wanti seperti Surat Ubai diatas), atau buru-buru menggerakkan Muslim mendemo dan mengutuki Surat Semisal yang lain: “Itu Surat Palsu! Dilaknatilah Allah!”
Lihat http://suralikeit.com/ dengan dua contoh di bawah ini.

Surat Ad-Du'a
Surat Ad-Du’a

Surat Ad-Du’a (“The Prayer”)

(wa idh kalal hawari’yoona lil-maseehi rabbana allimna salatan turdee rabbal alameen)
Dan ketika para murid berkata kepada Kristus: Ya Tuhan, ajarkanlah kami doa yang menyenangkan hati Tuhan yang empunya bumi ini (1)
(kala farfa’oo ilal alya’ee kuloobakum wala tukarrirul kalama kalmunafikeen)
Ia berkata, maka angkatlah hatimu ke surga
Dan janganlah mengulang-ulang perkataan (suka mengucapkan kata-kata yang berlebihan) seperti orang-orang yang munafik (2)
(huwal ladhi sawakumu bir-roohi abna’an lahoo idh nafakha min roohihi fi sudoorikum roohan lakum faknutoo lahu khashi’een)
Dialah yang menjadikan kamu anak-anak yang rohani bagi-Nya, ketika Ia menghembuskan rohmu ke dalam dadamu
Jadi abdikanlah dirimu kepada-Nya dengan takut dan gentar (3)
(wakhatiboohu kabaneen)
Dan panggillah Ia seperti [yang dilakukan] anak-anak (4)
(abanal ladhi fissamawati liyatakaddas’ismuka, liya’ti malakootuka, litakun mashee’atuka, ila abadil abideen)
Bapa kami yang ada di dalam surga, dikuduskanlah namamu;
Datanglah kerajaanmu; jadilah kehendakmu untuk selama-lamanya (5)
(kama fissama’ee kadhalika ala ardi fi kulli makanen wafi kulli heen)
Di bumi seperti di dalam surga, di segala waktu dan tempat (6)
(Rabbana khubzana kafafana a’tinal yawma waghfer lana dhunoobana ya arhamar rahimeen.)
Oh Tuhan, berikanlah pada kami makanan pada hari ini
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, Ya yang maha pengasih (7)
(kama naghfiru nahnoo likulli man kanoo bihakkina mukhti’een)
Sebagaimana kami juga mengampuni mereka yang bersalah kepada kami (8)
(Rabbana wala tudkhilna fi tajrubaten inna alashirriri bika nasta’een)
Tuhan kami, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan;
Menghadapi yang jahat, kami hanya mencari pertolongan daripadaMu (9)

Surat Al-Muslimoon
Surat Al-Muslimoon

Surat Al-Muslimoon
(1) Alif Laam Shaad Miim
(2) Kul ya ayoohal muslimoona innakom lafee dalalen ba’eed.
Katakan: O Muslim, engkau jauh tersesat.
(3) Innal latheena kafaroo bil’lahee wa maseehihee lahom fil akhiratee naroo jahannama wa athabon shadeed.
Mereka yang tidak percaya kepada Tuhan dan Kristus akan masuk ke dalam api neraka dan akan disiksa dengan siksaan yang berat.
(4) Wujoohon yawma’ithen saghiraton mukfahirraton taltamisoo afwal lahee wal’lahoo yaf’aloo ma yureed.
Pada hari itu akan ada banyak muka yang akan dihinakan dan digelapkan, dan mencari pengampunan dari Tuhan, dan Tuhan akan melakukan apapun yang Ia kehendaki
(5) Yawma yakuloor’rahmanoo ya ibadee kad an’amtoo alal’latheena min kablikom bil’hooda munazalan fit-tawrati wal-injeel.
Pada hari itu, Yang Maha Pemurah akan berkata: O hamba-hambaku yang kuberi karunia dengan bimbingan yang kunyatakan padamu di dalam Torat dan Injil.
(6) Fama kana lakom an takfuroo bima anzaltoo wa tadalloo sawa’assabeel.
Seharusnya engkau tidak menolak untuk mempercayai apa yang Aku telah wahyukan kepadamu, dan tidak menyimpang dari jalan yang lurus.
(7) Kaloo rabbana ma dalalna anfusuna bal adallana manid’da’a annahoo minal mursaleen.
Mereka berkata: Kami tidaklah menyimpang dari dalam diri kami sendiri, tetapi Dia yang mengklaim bahwa ia adalah Sang Utusan Tuhan, telah menyesatkan kami.
(8) Wa ith kalal lahoo ya muhammada aghwayta ibadee wa ja’altahom mial kafireen.
Dan sebagaimana yang dikatakan oleh Tuhan: O Muhammad, engkau telah menggoda hamba-hambaKu dan telah menyebabkan mereka menjadi tidak percaya.
(9) Kala rabbi innama aghwaniyash shaytanoo innahoo kana libanee adama A’zamal mufsideen.
Ia menjawab: O Tuhanku, Setanlah yang telah menggodaku dan ia benar-benar yang paling tersesat dari antara anak-anak Adam
(10) Wayaghfirool lahoo lillatheena taboo mimman aghwahumool insanoo wa yab’athoo billathee kana lish’shaytanee naseeran ila jahannama wabi’sal maseer.
Dan Tuhan akan mengampuni mereka yang telah digoda oleh manusia dan kemudian bertobat, tetapi Ia akan memasukkan ke dalam neraka orang [Muhammad] yang menjadi penasehat Setan, sebuah akhir perjalanan yang tidak lagi ada harapan.
(11) Wa in kadal lahoo amran fainnahoo a’lamoo bima kada wahoowa ala kulli shay’en kadeer.
Dan jika Tuhan memerintahkan sesuatu, Ia paling tahu apa yang Ia perintahkan, dan mengenai apa perintahnya itu; dan Ia sanggup melakukan segala hal.