Tindakan itu merupakan implementasi kebijakan pemerintah Iran yang melarang penjualan boneka Barbie. Adapun, kebijakan itu dimaksudkan guna melindungi masyarakat dari ancaman budaya barat yang mengikis nilai-nilai Islam.

Barbie ala Muslim

REPUBLIKA.CO.ID,  TEHERAN – Polisi Moral Iran merazia penjualan boneka Barbie di seluruh negeri. Tindakan itu merupakan implementasi kebijakan pemerintah Iran yang melarang penjualan boneka Barbie.

Adapun, kebijakan itu dimaksudkan guna melindungi masyarakat dari ancaman budaya barat yang mengikis nilai-nilai Islam. “Sekitar tiga minggu lalu, polisi moral datang ke toko kami, meminta kami untuk tidak menjual boneka Barbie,” ungkap pemilik toko mainan di utara Teheran, seperti dikutip alarabiya.net, Selasa (17/1).

Pemimpin spiritual Iran, Ali Khamanei sempat melarang penjualan boneka Barbie produksi perusahaan AS Mattel, pada tahun 1996. Menurut Khamanei, boneka Barbie tidak Islami dan berpotensi merusak tantanan sosial dan budaya Iran. Pada tahun 2002, pemerintah Iran menyetujui penujualan Barbie dengan catatan boneka itu harus mencerminkan budaya Iran.

Kini, pemerintah Iran dari tiga minggu lalu, mengeluarkan kebijakan untuk melarang penjualan boneka Barbie. Akibatnya, banyak pemilik toko yang secara sembunyi-sembunyi menjual boneka Barbie.

Manajer toko mainan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, belakangan pihaknya masih menjual Barbie dalam tampilan berkerudung. “Kami diam-diam menjualnya guna menghindari razia polisi,” kata dia.

Seorang ibu rumah tangga, Franaz, 38 tahun, mengatakan sulit menemukan pernak-pernik berbau boneka Barbie selama tiga minggu belakangan. Ia pun akhirnya tahu, mengapa sulit menemukan pernak-pernik boneka Barbie lantaran telah dilarang penjualannya.

“Sayang sekali, anak saya menyukai Barbie,” kata dia. Dasar Muslim Katrok!!!

Sumber: Republika.co.id