Tribun Jogja – Rabu, 15 Februari 2012 10:14 WIB

TRIBUNJOGJA.COM – Rencana aksi teatrikal di depan Markas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) di Jalan Karanglo, Kotagede, Yogyakarta berakhir ricuh Rabu (15/2/2012).

Aksi teatrikal yang direncanakan akan dilakukan oleh Bramantyo Prijosusilo di depan Markas MMI pun batal sebelum sempat digelar. Dia berencana mengelar aksi sebagai bentuk protes terhadap kekerasan yang selama ini dilakukan oleh ormas.

Namun pernyataan itu ditentang MMI sebab merasa tidak pernah terlibat pada aksi-aksi kekerasan hingga akhirnya terjadi saling dorong antara keduanya.

Laskar mujahidin yang semula berjaga-jaga di depan gerbang markas mujahidin langsung merangsek mengerumuni Bramantyo. Selanjutnya, terjadi saling dorong antara aparat polisi dan laskar mujahidin.

Selanjutnya, Bramantyo diangkut menggunakan truk oleh polisi untuk diamankan ke Polres Bantul.

Majelis Mujahidin menilai aksi yang dilakukan Bramantyo tidak tepat dilakukan di depan Markas Mujahidin.
Mereka juga menilai siaran pers dibagikan oleh Bramanyto malah makin membuat kebencian masyarakat terhadap ormas islam.

“Ada cara yang lebih baik dibandingkan aksi itu. Kami terbuka untuk melakukan diskusi dengan siapapun, dia juga menuduh MMI melakukan penekanan terhadap kelompok minoritas,”kata Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Yogyakarta, Irfan S Awwas. (*) Laporan Reporter Tribun Jogja, Iwan Al Khasni