Teheran, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengaku tak akan keberatan jika salah seorang anaknya menjalin hubungan asmara dengan seorang Yahudi. Menurut Ahmadinejad, hubungan cinta antara orang-orang dari latar belakang yang berbeda, sepenuhnya bisa diterima oleh dirinya. Bahkan dikatakan Ahmadinejad, dirinya sangat dekat dengan banyak orang Yahudi di Iran.

“Ada banyak Yahudi yang tinggal di Iran, yang kami sangat dekat dengan mereka,” kata Ahmadinejad dalam wawancara di stasiun televisi CNN beberapa hari lalu.

“Ada beberapa Muslim yang menikah dengan keluarga-keluarga Yahudi atau menikahi orang Kristen. Kami tak ada masalah soal itu,” cetusnya kepada pembawa acara Piers Morgan seperti dilansir NBC Chicago.com, Selasa (25/9/2012).

Namun sebagai seorang ayah, Ahmadinejad mengatakan, dirinya memiliki syarat seperti apa orang Yahudi yang berani mendekati anaknya. “Saya harus melihat dulu seperti apa pria atau wanita Yahudi itu,” tuturnya.

Pernyataan Ahmadinejad tersebut sebenarnya tidak mengejutkan jika mengingat kenyataan bahwa Ahmadinejad berasal dari keturunan Yahudi yang telah masuk Islam. Harian Inggris, Daily Telegraph beberapa tahun lalu pernah mengungkapkan marga asli Ahmadinejad adalah Sabourjian.

Dalam bahasa Persia berarti penenun kain. Marga itu turunan dari ‘Sabur’, yakni kerudung yang biasa digunakan umat Yahudi saat berdoa di sinagog. Selendang ini biasa dipakai saat sembahyang setiap hari Sabat (Sabtu) atau upacara suci lainnya, tiap pagi, sore, dan malam.

Asal-usul Yahudi ini terungkap dari foto hasil jepretan staf kepresidenan saat Ahmadinejad berpose mengangkat paspornya pada pemilu beberapa tahun lalu. Catatan singkat yang tertera pada paspor itu menunjukkan bahwa keluarga Sabourjian diduga mengubah namanya menjadi Ahmadinejad ketika mereka memeluk Islam setelah kelahiran Mahmoud, yang kini presiden. (ita/nrl) Rita Uli Hutapea – detikNews