Seringkali dilupakan bahwa Morsi sendiri, sebagai presiden Mesir, adalah mantan terpidana aksi terorisme yang dipenjarakan karena rencananya untuk memaksakan penerapan syariah dalam aturan sosial – dan inilah yang sedang ia lakukan saat ini di Mesir, termasuk memanggil dan membebaskan para jihadis untuk menundukkan saudara sebangsanya sendiri yang menentang Islamisasi Mesir – dimana di negara ini masih ada jutaan orang Kristen dan Muslim liberal.

Oleh Raymond Ibrahim pada tanggal 10 Desember 2012 dalam From The Arab WorldIslam

Judul sebuah laporan terkini Al Khabar News menyatakan: “Morsi memanggil 3000 jihadis dari Afghanistan, Chechnya, Bosnia, Somalia dan Iran, untuk menjadi pasukan tentara Islam guna menyerang polisi dan kekuatan bersenjata” di Mesir.

Berdasarkan laporan itu, Ibrahim Ali, seorang pengacara dari berbagai kelompok-kelompok Islam, mengatakan bahwa 3000 pemimpin dan anggota-anggota kelompok-kelompok Jihad dan kelompok Islam terkenal – termasuk saudara Khaled al-Islambouli, seorang perwira militer yang menjadi perencana dan turut serta berpartisipasi dalam pembunuhan Presiden Anwar Sadat – akan tiba di Mesir dalam beberapa hari. (Read More….)