Oleh Raymond Ibrahim pada tanggal 29 November, 2012 in From The Arab World,Islam

Publikasi Awal di Gatestone Institute

Dr. Yusuf al-Qaradawi – salah seorang ulama Islam yang paling berpengaruh di dunia, dan penulis lebih dari 100 buku-buku tentang doktrin Islam, dan kepala Persatuan Para Sarjana Muslim Internasional, serta pemimpin Spiritual, Persaudaraan Muslim (Ikhwanul Muslimin) – menegaskan bahwa orang-orang Muslim harus mentaati perintah-perintah Nabi Muhammad, bahkan meskipun mereka harus membunuh. Ini adalah Dr. Qaradawi yang sama yang dipuji-puji oleh para akademisi Amerika seperti professor Georgetown John Esposito sebab dianggap terlibat dalam sebuah “penafsiran reformis Islam dan kaitannya dengan demokrasi, pluralism dan hak-hak asasi manusia.”

Dr. Qaradawi menyerukan ketaatan buta terhadap Muhamad – bahkan hingga pembunuhan.

Beberapa waktu lamanya suaranya tidak terdengar di Barat, Qaradawi membuat deklarasi ini dua tahun lalu dalam program populer berbahasa Arab, Al-Sharia wa Al-Haya (“Sharia and Life”), yang disiarkan oleh al-Jazeera kepada pemirsa yang diperkirakan berjumlah sekitar 60 juta orang di seluruh dunia.

Pada akhir acara itu, pembawa acara bertanya pada Qaradawi bagaimana pendapatnya mengenai fakta bahwa Sheikh Ahmad Hassoun, mufti agung Suriah, baru-baru ini berkata pada seorang delegasi Amerika: “Bahwa [Nabi Muslim] jika Muhammad telah meminta saya untuk menolak Kekristenan atau Yudaisme, maka saya akan menolaknya (Muhammad).” Merasa sangat terganggu dengan ucapan sang mufti agung, Qaradawi menyela dengan berkata: (Read More…)

Advertisements