Tema: Posting ini mendiskusikan mengenai trinitas palsu dalam Al Qur’an yang sangat berlawanan dengan Tauhid Trinitas asli yang dianut oleh umat Al-Masih.

Tanya: Trinitas itu 3 tuhan?

Jawab:

Trinitas berarti 3 tuhan itu trinitas palsu dalam Al Qur’an, bukan Tauhid Trinitas asli dalam Alkitab. Tauhid Trinitas asli dalam Alkitab itu 1 Tuhan, bukan 3 tuhan, dan bukan pula 3 tuhan dalam 1 tuhan. Simak penjelasan berikut ini.

Banyak umat Al-Masih sering merasa bingung, kenapa mereka dituduh bertuhan tiga oleh para aktivis dakwah beragama Islam dan juga kenapa kata “trinitas” dituduh bermakna tiga tuhan. Dua tuduhan tersebut sama sekali bukan iman yang dianut oleh umat Al-Masih, lantas kenapa mereka dituduh begitu? Penyebab tuduhan tersebut adalah karena para aktivis dakwah itu mengira Tauhid Trinitas yang dianut oleh umat Al-Masih sama dengan Trinitas Palsu dalam Al Qur’an.

Anggapan keliru itu bahkan diderita oleh DR. Muhammad Khalifa Hasan, seorang Wakil Presiden Universitas Islam Internasional Pakistan dan direktur Al Qaradawi Centre, dalam bukunya yang berjudul “The Relationship between Islam and other Religions.” Dalam buku tersebut, dia menuliskan QS Al-Maaidah 5:73 sebagai berikut:

They do blaspheme who say: God is one of three in a trinity: for there is no god except One God. If thy desist not from their word (of blasphemy), verily a grievous penalty will befall the blasphemers among them. (Al Ma’eda V. 76)

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah adalah salah seorang dari yang tiga dalam suatu trinitas“, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Wakil Presiden Universitas Islam saja salah besar dengan menyamakan Trinitas Palsu dalam Al Qur’an dengan Tauhid Trinitas yang sejati, apalagi mahasiswanya dan kaum awamnya.

Bagaimana sih Trinitas Palus dalam Al Qur’an itu?

Trinitas palsu dalam Al Qur’an mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. tiga tuhan (QS Al Maaidah 5:73)
  2. Allah adalah salah satu tuhan dari 3 tuhan (QS Al Maaidah 5:73)
  3. 2 tuhan yang lain adalah Isa (Yesus) dan Maryam (Maria)(QS Al Maa’idah 5:116)
  4. tuhan trinitas palsu terdiri dari bagian-bagian dan tersusun atas komponen-komponen (QS Al Maaidah 5:73, 116), yaitu: tuhan bapak (Allah), tuhan anak (Isa/ Yesus), tuhan ibu (Maryam/ Maria).
  5. Isa Al Masih adalah anak Allah (QS at-Taubah 9:30), namun dalam makna anak biologis (QS Al Ikhlas 112:3)

Kepalsuan hanya diketahui setelah dibandingkan dengan aslinya.

Kepalsuan handphone (atas) hanya diketahui setelah dibandingkan dengan aslinya (bawah). Perbesar gambar

Bila diperbandingkan dengan Tauhid Trinitas Asli dalam Alkitab, maka Trinitas Palsu dalam Al Qur’an itu akan terlihat jelas sangat berseberangan dengan Tauhid Trinitas yang asli dalam Alkitab. Perhatikan tabel di bawah ini:

Trinitas Palsu dalam Al Qur’an VS Tauhid Trinitas Asli dalam Alkitab

No Trinitas Palsu dalam Al Qur’an Tauhid Trinitas Asli dalam Alkitab
1 Tiga Tuhan (QS Al Maaidah 5:73) Satu Tuhan (Markus 12:29)
2 Allah adalah salah satu tuhan dari 3 tuhan (QS Al Maaidah 5:73) Hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah, sehingga Allah bukan salah satu Tuhan dari 3 tuhan. (1 Korintus 8:4)
3 2 tuhan yang lain selain Allah adalah manusia Isa (Yesus) dan Maryam (Maria)(QS Al Maa’idah 5:116)
  1. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa (1 Korintus 8:4)
  2. Tidak ada Allah yang lain (Yesaya 46:9)
  3. Manusia Isa Al-Masih bukan Tuhan (Filipi 2:6). Manusia Isa Al-Masih adalah hamba Allah (Matius 12:18). Ini dikalimatkan “Yesus atau Isa 100% manusia”.
  4. Yang berkodrat Tuhan adalah Ilmu Allah (Yohanes 1:1-3) yang merupakan Esensi Dzat Allah dan sekaligus hakikat Isa Al-Masih (Ibrani 1:3). Jadi, yang berkodrat Tuhan dari diri Isa bukan manusianya, melainkan hakikatnya, sebab hakikat Isa adalah Ilmu Allah, sebagaimana hakikat kitab Allah adalah Ilmu Allah. Ini dikalimatkan “[Hakikat] Yesus atau Isa 100% Tuhan”
  5. Maryam bukan Tuhan dan tidak pernah disembah sebagai Tuhan oleh umat Al-Masih (Lukas 1:38)
 4  terdiri dari bagian-bagian dan tersusun atas komponen-komponen (QS Al Maaidah 5:73, 116), yaitu: tuhan bapak (Allah), tuhan anak (Isa/ Yesus), tuhan ibu (Maryam/ Maria). Allah itu Esa, artinya, Allah tidak tersusun atas bagian-bagian, komponen-komponen, atau pun materi-materi penyusun (Yesaya 46:9). Lihat penjelasan dalam posting “Makna ‘Esa (Satu)’ menurut Alkitab
5 Tuhan terdiri dari Allah (tuhan bapak), Maryam (tuhan ibu), Isa (tuhan anak) Tuhan tidak terdiri dari bagian-bagian.Kata kias “Bapa”merujuk kepada Allah. 

Kata kias “Anak” merujuk kepada Ilmu Allah yang merupakan Esensi Dzat Allah

Istilah “Ruh Sang Kudus” atau “Dzat Sang Kudus” merujuk kepada Dzat Allah yang merupakan Substansi Allah.

Ilmu Allah (kias “Anak”) dan “Dzat Allah” (Dzat Sang Kudus) bukan komponen Allah, bukan bagian penyusun diri Allah. Allah, IlmuNya, dan DzatNya adalah satu Tuhan Yang Maha Esa (simak “Tauhid Trinitas“)

6 Isa Al Masih adalah anak Allah (QS at-Taubah 9:30), namun dalam makna anak biologis (QS Al Ikhlas 112:3), yaitu Allah kawin dengan Maryam, lalu punya anak biologis Isa. Manusia Isa adalah Tuhan.Inilah sebabnya para aktivis dakwah umat beragama Islam sering menuding bahwa umat Al-Masih men-tuhan-kan manusia Isa. Tudingan ini  jelas salah alamat dan membuat umat Al-Masih merasa difitnah, sebab umat Al-Masih tidak pernah men-tuhan-kan manusia Isa Al-Masih. Isa Al-Masih adalah “Anak Allah” dalam makna kias.Makna kias “Anak” yang ditujukan pada Isa Al-Masih adalah: Firman hakiki atau Kalam hakiki atau Ilmu Allah (Yohanes 1:1,14)Manusia Isa Al-Masih bukan Tuhan (Filipi 2:6). Yang berkodrat Tuhan dari diri Isa bukan manusia Isa, melainkan hakikat Isa (Ibrani 1:3), sebab hakikat Isa adalah Ilmu Allah (Ibrani 1:3, Yohanes 1:1, 14), sebagaimana hakikat kitab Allah adalah Ilmu Allah. Mengakui ke-Tuhan-an hakikat Isa dapat dianalogikan dengan mengakui ke-bukan-makhluk-an hakikat kitab Allah.

Saat trinitas palsu itu disamakan begitu saja dengan Tauhid Trinitas yang asli dan saat trinitas palsu tersebut dialamatkan kepada umat Al-Masih (umat Kristus), maka terciptalah tuduhan salah alamat yang mengakibatkan umat Al-Masih (umat Kristus) merasa difitnah untuk sesuatu yang tidak mereka lakukan. Trinitas palsu seharusnya tidak ditujukan kepada umat Al-Masih, sebab trinitas palsu tidak diimani dan tidak diamini umat Al-Masih, penganut Tauhid Trinitas yang asli dan sejati.