Alkitab mengatakan: “Karena begitu besar kasih Tuhan kepada dunia, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada Yesus, memandangNya dalam iman dan keyakinan, dan menerimaNya, menyambutNya, akan memperoleh hidup yang kekal”. Tak perlu diragukan lagi.

Topik sharing kita adalah tentang “Keselamatan”.

Semua orang mencari selamat. Sejumlah orang malah menyiasati keselamatannya. Dan setiap agama mengkhususkan diri untuk membawa umatnya kepada keselamatan yang sejati bahkan kekal. Maka agama agama menawarkan pelbagai doktrin keselamatan, termasuk pelbagai metode melawan setan yang selalu berusaha menjerumuskan kita kearah yang tidak selamat.

Kita umumnya sadar bahwa setiap saat setan mengintai kita untuk disesatkan dan dicelakai. Tetapi kita tidak selalu sadar, bahwa bentuk pencelakaannya bisa sangat tersembunyi mulai dari dasarnya, yaitu dari arti keselamatan itu sendiri. Ya, apa yang dimaksudkan dengan keselamatan, mendapat keselamatan? Ada yang memaknainya sebagai mengusahakan kebaikan- kebaikan kepada orang lain yang pada gilirannya terimbas balik kepada kita sebagai bagian dari “hukum karma”. Ada yang berusaha menambah poin-poin pahala demi mendapat surplus kebajikan terhadap kejahatan dalam timbangan akhirat, lalu dinilai lulus dan berhak dapat keselamatan dan masuk sorga. Pemahaman itu yang sering kita jumpai dalam bincang-bincang atau praktek hidup sehari-hari demi menemukan keselamatan yang sejati.

Surat Al Fatihah misalnya diserukan 17 kali sehari oleh Muslim kepada Allah adalah memohonkan petunjuk untuk menemukan  “Jalan yang lurus”, jalan yang bukan disesat setan atau yang dimurkai Allah. Artinya Muslim masih perlu mencari jalan tersebut setiap harinya.  Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan?  Tetapi Tuhan Alkitab telah mengajarkan dimana menemukannya: Aku [Tuhan Elohim] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh .. . .” (Mazmur 32:8, Matius 8:22)”

Keselamatan dalam iman Kristiani tidak merujuk kepada suatu permohonan dan pencaharian menemukan keselamatan, tidak pula tersandera kepada suatu proses perolehan atau pengumpulan poin-poin  pahala, atau didasarkan pada skala timbangan kebajikan terhadap keberdosaannya. Yesus telah berkata: “Ikutlah Aku… “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Dibawah ini adalah debat santai Dr. Georges Houssney dengan Muslim tentang topik “keselamatan” (diolah bebas):

“Pada dasarnya, dalam pengertian Kristen, keselamatan adalah sebuah operasi penyelamatan.

Seseorang terjebak dalam kebakaran dan tidak dapat keluar.
Apa yang dapat mereka lakukan?

Mereka bisa menjerit, mereka bisa berteriak.
Mereka butuh pertolongan.

Mereka butuh seseorang dari luar untuk masuk dan menyelamatkan mereka dari api.

Sama juga halnya dengan orang yang sedang tenggelam dalam air dan tidak punya alat untuk menyelamatkan dirinya. Ia butuh seorang penyelamat.

Anda tahu kisah tenggelamnya kapal Titanic seratus tahun yang lalu?  Ratusan orang –kecuali beberapa– telah kehilangan nyawa mereka sekaligus. Meskipun ada beberapa dari mereka barangkali perenang yang handal, atau beberapa yang sangat cerdik, atau beberapa yang sangat pintar dan kaya, dan memiliki status tinggi. Namun saat mereka jatuh kedalam air, mereka tidak bisa melakukan apa-apa, dan mereka menemui kematian.

Sama halnya pula dengan para tahanan penjara.
Jika Anda divonis penjara dan Anda dikenakan denda jutaan dolar dan Anda tak mungkin membayarnya, maka Anda tidak bisa keluar kecuali ada seseorang yang menebus Anda.
Dan itulah arti keselamatan bagi orang Kristen.

Pada dasarnya, manusia tidak berdaya  dan butuh intervensi dari Yang Di Atas. Dan siapa diantara Anda yang tidak butuh keselamatan?

Dalam ungkapan yang lebih alkitabiah, kita katakan kita adalah orang berdosa. Kita yakin bahwa setiap manusia adalah orang berdosa. Ada perdebatan tentang dosa asal atau bukan, tetapi kita tidak akan bahas isu itu disini.

Bagaimanapun, kita adalah orang yang berdosa.
Baik akibat dosa asal atau bukan, kita adalah orang berdosa. Dan keselamatan adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

Tetapi tahukah Anda mengapa kita disebut orang berdosa? Alkitab mengatakan bahwa kita adalah hamba dosa, kita adalah hamba iblis, dan karenanya kita sudah pasti masuk neraka, dan kita butuh penyelamatan. Kita butuh diselamatkan dari dosa-dosa kita. Bahkan Quran juga memastikan semua orang masuk neraka (Quran Surat 19:71).

Saya tidak ingin terlalu banyak bertanya pada Anda sekalian. Tetapi tanyakanlah pada diri Anda sendiri,
“Apakah saya orang berdosa?”
Jika Anda adalah orang berdosa, maka Anda butuh Juruselamat.

Saya bertemu seorang pria Arab Muslim bernama Walid, dan berbicara dengannya.

Saya berkata kepadanya,  “Bagaimana cara Anda masuk surga?
Bagaimana Anda pergi ke surga?”

Keselamatan adalah tentang menghindari neraka  dan pergi ke surga, bukan? Jadi saya berkata, “Bagaimana cara Anda masuk surga?”

Dan dia memberitahu saya tentang amal baik, tentang sholat,
tentang ibadah puasa, tentang lima rukun Islam.

Dan saya berkata, “Apakah Anda lakukan ini semua?”
Jawabnya, “Tentu. Saya lakukan semuanya sebaik mungkin.”

Saya berkata, “Apakah Anda yakin bahwa Anda akan diselamatkan?”

Dia berkata, “Tidak ada yang tahu. Kita tidak bisa pastikan. Saya tidak bisa yakin.”

Saya telah menanyakan pertanyaan ini kepada banyak teman Muslim. Bahkan di Universitas Al-Azhar ketika saya tinggal di Mesir saya berbicara dengan 3  sarjana terpelajar di sana.

Saya berkata, “Apa yang kamu lakukan agar masuk surga?”

Dan mereka memberikan jawaban yang sama pada saya.

Tentu, tiap orang punya cara penyampaian yang berbeda. Beberapa menambahkannya dengan pertobatan, yang lain berbicara tentang amal baik, dan lebih banyak lagi amal baik,
dan sebagainya. Dan kemudian diadakan  timbang-menimbang atas perbuatan baik dan yang jahat. Itulah timbangan malaikat terhadap manusia.  Mereka mengatakan hal yang sama,  “Kami tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Kami bergantung pada kemurahan Allah.”

Ada seorang imam yang lain lagi.

Saya bicara dengannya, saya bicara dengan banyak dari mereka
selama bertahun-tahun. Saya ajukan pertanyaan yang sama sekali tak ada hubungannya dengan keselamatan kepadanya.

Saya berkata, “Apakah Anda punya mobil?”
Jawabnya, “Ya.”

Saya berkata, “Apakah mobilmu diasuransikan?”
Jawabnya, “Ya.”

Saya berkata, “Apakah Anda membayar preminya,
premi bulanan? Apakah Anda lakukan semua yang diperlukan  supaya asuransi ini tetap berlaku?”

Jawabnya, “Ya.”

Saya berkata, “Jadi, seandainya Anda berkendara dan mengalami kecelakaan, jakinkah Anda bahwa perusahaan asuransi ini pasti akan mengurus semua biaya akibat kecelakaan tersebut?”

Jawabnya, “Tentu.”

Apakah Anda telah baca kontraknya dengan teliti? Apakah ada celah sehingga mereka bisa mengelak dari kewajiban mereka?

Jawabnya, “Tidak, saya tahu itu. Sebenarnya saya sudah alami dan mereka membayar semua biayanya kecuali biaya penyusutannya.”

Saya berkata, “Kenapa Anda justru lebih yakin kepada lembaga buatan manusia, perusahaan asuransi, ketimbang kepada agama Anda? Kepada Tuhan?”

Mustahil Tuhan membiarkan Anda bertanya-tanya kemana Anda akan pergi saat Anda tidak punya kepastian. Anda berusaha sebaik-baiknya, dan terus berusaha sebaiknya.

Anda tahu Walid, saya menanyakan hal yang sama kepadanya, dan juga pertanyaan lainnya.

Saya berkata, “Sekarang usia Anda 55 tahun. Pasti Anda telah melakukan banyak hal buruk dalam hidup Anda. Berapa tahun lagi Anda perlu hidup untuk mengimbangi atau mengejar ketinggalan akibat perbuatan buruk Anda, agar neraca timbangan perbuatan buruk Anda jadi lebih ringan?”

Saat itu ia menjawab,  “Saya sungguh berharap Allah memberi saya umur panjang agar saya dapat melakukan hal-hal baik untuk mengimbangi perbuatan buruk saya.”

Dan saya menanyakan satu pertanyaan lagi,
“Bagaimana jika ada satu cara agar seluruh dosa Anda, SELURUH dosa Anda, dari seluruh masa lalu Anda, segala kesalahan yang telah Anda lakukan,  setiap pikiran yang salah, setiap perasaan Anda, saat Anda marah, saat Anda berbohong,  atau menipu, atau mencuri, atau apa saja bahkan sampai  Anda pernah membunuh seseorang… bagaimana jika seluruh dosa-dosa ini dapat dihapuskan dalam sekejap?”

Tahukah Anda apa yang Walid katakan kepada saya?

Dia berkata, “Tidak mungkin itu. Kita harus mengusahakannya. Kita harus melakukan sesuatu.”

Jadi saya berkata, “Kalau begitu, pada dasarnya,
Anda menyelamatkan diri Anda sendiri.”

Hakekat dari keselamatan adalah justru ketika Anda tidak bisa
menyelamatkan diri sendiri.

Dan kecuali Anda mengakui bahwa Anda tak berdaya di hadapan Tuhan, Tuhan tidak akan menyelamatkan Anda. Anda harus dengan rendah hati datang ke hadapan Tuhan, dalam pertobatan dan kebergantungan total kepadaNya.

Tapi itu bukan akhir dari cerita kita.

Jika Anda dipenjarakan misalnya, uang tebusan harus dibayar untuk mengeluarkan Anda.

Tapi kini, Kita punya kabar baik. Yesus menebus seluruh dosa Anda sejak dari Anda lahir hingga sekarang, bila Anda menyerahkan hidup Anda kepadaNya, bila Anda percaya kepadaNya dan berkata padaNya,

“Saya butuh Engkau untuk menyelamatkan saya.”

Maka Dia akan datang dan Dia akan menyelamatkan Anda.

Inilah caranya menuju ke surga.

Sebaliknya bagaimana dengan neraka?
Apa yang Anda ketahui tentang neraka?

Sebenarnya, dimanakah surga, dan dimanakah neraka?
seharusnya Anda punya alamatnya.

Dapatkah Anda naik pesawat dan terbang ke surga?
Bagaimana dengan pesawat luar angkasa?
Dapatkah Anda memaksa masuk ke surga?

Dan dapatkah Anda keluar dari neraka  apabila Anda ternyata berakhir di sana?

Semuanya ini menunjukkan pada kita bahwa  kita bergantung secara total kepada Tuhan untuk menyelamatkan kita dari neraka, dan membawa kita ke hadiratNya.

Surga adalah tempat tinggal Tuhan untuk selama-lamanya.

Dan satu-satunya cara Anda dapat pergi ke sana adalah dengan mendapatkanizinNya. Anda tidak bisa kesurga hanya karena mimpi-mimpi Anda tentang gagasan tertentu.

Ada beberapa orang bertanya kepada saya,
“Bisakah Anda membawa saya ke Amerika? Bisakah Anda mendapatkan visa bagi saya untuk pergi ke Amerika?”

Saya berkata, “Anda tahu, ada hal hal yg harus Anda lakukan untuk pergi ke Amerika. Ada aturan mainnya.

Anda bisa pergi sebagai pelajar, Anda bisa pergi sebagai pelancong, Anda bisa pergi sebagai usahawan, sebagai pengungsi, dan lain2. Tetapi tidak semua orang memenuhi syarat.”

Banyak orang pergi ke Amerika dan dipulangkan kembali.

Pernah suatu kali saya pergi ke Rusia tanpa visa. Saya dimasukkan dalam penjara. Saya ditahan semalam di penjara dan paginya  saya dikembalikan ke pesawat.

Kenapa? Karena saya tidak punya visa.

Bagaimana Anda memperoleh visa untuk masuk surga?

Yesus memberi  garansi masuk ke surga.

Alkitab mengatakan: “Karena begitu besar kasih Tuhan kepada dunia, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada Yesus, memandangNya dalam iman dan keyakinan, dan menerimaNya, menyambutNya, akan memperoleh hidup yang kekal”. Tak perlu diragukan lagi.

Lalu, apakah itu berarti kita bebas dari dosa selamanya?

Sama sekali tidak!  Dosa tetap membayangi kita karena kita adalah orang orang  berdosa luar dan dalam.

Tetapi kita memperoleh posisi, status baru dalam Tuhan.

Suatu kali, saya berbicara dengan seorang pelajar Saudi,
dan putera saya duduk di sebelahnya.

Saya ingin memberi ilustrasi padanya, jadi saya berkata,

 “Anda tahu, putera saya disebelah Anda, namanya Joseph”

Saya melanjutkan, “Andaikata saya mati, Joseph bersama saudara lelaki & perempuannya, akan mewarisi seluruh harta saya. Tetapi Anda, Anda adalah pria Saudi yang baik. Saya suka Anda, saya mengasihi Anda. Tetapi Anda tidak akan mewarisi satu sen pun harta saya.”

Dia berkata, “Kenapa Anda memberitahu saya hal itu?”

Saya menjawab, “Utk memperlihatkan pada Anda bahwa
sekalipun Anda orang baik, Anda pria yang baik, Anda banyak melakukan kebaikan, namun Anda tidak punya hak legal atas warisan saya.”

Dan Alkitab mengajar kita bahwa surga adalah milik Tuhan yang akan diwariskan kepada kita-kita yang berstatus baru, legal.

Kita tidak akan mewarisinya sekalipun kita adalah orang baik,
sekalipun kita melakukan kebaikan.

Satu-satunya cara adalah dengan lahir kembali dari Roh Kudus
dan menjadi ciptaan baru.

2 Korintus 5:17:

“Jadi siapa yang ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.”

Dan Yesus berkata kepada Nikodemus dalam Yohanes 3:

“Apa yang dilahirkan dari daging (ayah dan ibu), adalah daging.”

Darah dan daging tidak bisa mewarisi Kerajaan Tuhan.

Alkitab dengan jelas menyatakan hal itu.

Tetapi setiap orang yang lahir dari Roh, adalah roh,
dan mewarisi segala sesuatu yang dimiliki Tuhan, berkatNya, pengampunanNya, belas kasihNya, anugerahNya.
Hal itu membuka pintu.

Iman dalam Yesus Kristus, membuka pintu menuju semua yang
telah dijanjikan Tuhan pada kita. Inilah jalan keselamatan menurut Alkitab.

Sekarang saya ingin membahas tentang Sang Juruselamat.

Kita telah menyinggung sedikit tentang sorga dan neraka dan apa itu keselamatan. Tetapi siapa yang memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita?

Apakah siapa saja bisa dianggap memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita dan membawa kita ke sorga?

Dari semua studi yang akan Anda lakukan, yang telah saya lakukan juga sebelumnya, dan telah saya teliti, tak seorangpun nabi, mulai dari jaman Adam hingga kini, yang pernah mengklaim mampu menyelamatkan kecuali Yesus Kristus seorang!.

Satu-satunya yang mengklaim diri sebagai Juruselamat adalah Yesus Kristus.

Sesungguhnya namanya Yahshua.  Yah – artinya Tuhan Yahweh, Shua – artinya keselamatan.

“Keselamatan dari Tuhan” melekat dalam nama Yesus, nama yang dinyatakan malaikat bagiNya:

“Engkau akan memanggilnya Yesus, karena Ia akan menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka.”

Ini tercantum dalam Matius 1.

Kita lihat Muhammad.Dia tidak memenuhi syarat sebagai Juruselamat. Dia bahkan tidak pernah mengklaim diri sebagai Juruselamat. Malahan dia berkata,

“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu.”

Dan Tuhan berkata kepadanya, (lihat Quran surat Yunus 10:94),

 “Jika engkau ragu, pergilah kepada para ahli Kitab.
Dan mereka akan menunjukkan padamu.”

Tuhan berkata kepadanya, (lihat Quran surat 5:46),

“Kitab Suci yang ada sebelum engkau adalah petunjuk, kebenaran.”

Masalahnya,  Muhammad tidak pernah cari petunjuk pada Kitab tersebut. Di masa remajanya, ia memiliki kontak dengan orang orang Kristen. Ketika dewasa, ia mulai jarang kontak dengan orang Kristen.

Dan hal ini terlihat di Quran. Banyak ayat kutipan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang salah dikutipnya, baik itu tidak lengkap maupun salah mengutip dari Alkitab.

Hal itu menunjukkan bahwa orang yang menuliskan semua itu tidak sungguh memahami Kitab Suci yang sebelumnya. Dan itulah masalahnya.

Muhammad mengklaim dirinya sebagai pemberi peringatan bagi umat manusia, termasuk orang Kristen dan Yahudi, untuk kembali kepada Kitab mereka. Jadi dia menunjuk kebenaran karena ia tidak memiliki kebenaran tersebut.

Yesus satu-satunya yang berkata, “Akulah kebenaran.”

Muhammad berkata, “Aku tidak tahu kemana aku akan pergi.”

Yesus berkata, “Aku tahu kemana Aku akan pergi .

Dalam Yohanes 14 dikatakan,

“Aku akan pergi dan Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di mana Aku berada, kamupun berada, untuk selamanya.”

Inilah keindahan dari Injil. Inilah yang saya wartakan ke seluruh dunia dan saya sangat bersyukur.

Ada ribuan Muslim yang akhirnya menemukan  cahaya keselamatan Yesus di seluruh dunia.

Dan jumlah itu terus bertumbuh tiap hari di seluruh dunia.
Timur Tengah, Afrika Utara, bahkan di Saudi Arabia. Ada ribuan Muslim yang akhirnya menemukan jalan menuju keselamatan  melalui Yesus Kristus.

Ini juga Kabar Baik bagi Anda, dan Anda punya pilihan untuk ikut orang yang tidak tahu kemana tujuannya, atau ikut orang yang mengatakan, “Akulah jalan, dan Aku akan tunjukkan jalannya padamu. Tak seorangpun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”

Alkitab adalah Firman Tuhan. Otoritas atas apa yang saya sampaikan hari ini ada di sini.

Pada permulaan Alkitab dikatakan:
Tuhan…pada mulanya Tuhan… pada mulanya Tuhan…”

Ini adalah Kitab tentang Tuhan dan dari Tuhan.
Tiada seorang manusiapun ada di saat permulaan.

Musa tidak ada, Adam juga tidak ada.
Roh Kuduslah yang mengilhamkan tentang kebenaran yang terjadi sebelum Adam diciptakan.

Dan Tuhan memperlihatkannya pada kita tentang penciptaan
(dalam kitab Kejadian ). Bagaimana Dia menciptakan manusia. Bagaimana manusia adalah puncak ciptaan Tuhan.
Yang terhebat dari yang paling hebat.

Dan kemudian bagaimana dosa masuk dan iblis memperdaya Adam dan Hawa. Dan mereka terperosok menjauhi kasih karunia Tuhan. Dan kita ikut terseret oleh mereka.

Tetapi puji Tuhan, Tuhan langsung turun tangan. Dia membuat sebuah perjanjian. Perjanjian bahwa suatu hari nanti Sang Juruselamat akan datang.

Ada lebih dari 300 nubuatan di Perjanjian Lama untuk memandu kita, memberitahu kita, siapa itu Yesus saat Ia muncul.
Ketika akhirnya Dia datang, Petrus berkata,

“Engkau adalah Kristus, Juruselamat yang kami nanti-nantikan.

Engkau adalah Putera dari Tuhan yang hidup.”

Orang-orang Yahudi tidak mengerti apa arti Anak Tuhan.
Saat inipun banyak yang tidak mengerti.

Tetapi yang jelas, Alkitab yang berisi Firman Tuhan yang menyatakan Yesus sebagai Putera Tuhan. Ini dikatakan langsung oleh Tuhan, atau lewat malaikat, lewat nabi-nabi,bahkan diakui sendiri oleh setan-setan dalam ketakutannya terhadap Yesus       (Markus 5:7).

Artinya, hanya Dia yang memiliki otoritas Tuhan.
Dialah pemilik warisan yang bisa Dia wariskan pada setiap orang yang percaya kepadaNya.

Oleh sebab itu, saya mengundang Anda, sahabatku, untuk datang kepada Yesus, dan percaya kepadaNya.

Itulah visa Anda masuk ke hadirat Tuhan di sorga.

Saya akan menyelesaikan pembicaraan saya sekarang.

Terima kasih. Tuhan memberkati Anda.