Kesaksian Yusuf Roni (Palembang)

Dari Yusuf Roni (seorang yang dulunya islam, dan ketika dia naik haji, dia melihat ke atas, dan ada SALIB PUTIH BERSINAR, sampai di indonesia dia lahir baru jadi Nasrani: Diatas ka’bah pun SALIB dijunjung tinggi sampai kelangit..
Bayangkan itu..!!!

Sejak kecil saya dididik oleh keluarga dalam agama Islam yang sudah menjadi agama turun temurun bagi keluarga “KEMAS” di Palembang. Saya sebagai anak tunggal yang dididik dan dimiliki oleh seluruh keluarga, dalam arti saya dididik oleh orang tua saya, juga oleh kakek saya dan juga oleh paman-paman saya turut bertanggung jawab mengarahkan saya, demikianlah sistem ke-keluargaan kami, yang saya kenal dan alami sejak kecil. Jadi apabila ada keputusan yang akan diambil mengenai diri saya, maka orang tua saya tidak berhak mutlak, sebab harus dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh keluarga besar seperti yang saya katakan diatas…..

Yang dominan mendidik saya adalah kakek saya, karena itu sering saya disebut anak kakek (note: kakeknya adalah keturunan langsung dari Daeng Ario Wongso, anak Tumenggung Nogowongso, cucu pangeran Fatahillah, totalnya 10 keturunan dari Pangeran Fatahillah ke kakenya). Karena saya kagum dengan kakek yang wibawa dan kharismanya sangat besar ditengah-tengah keluarga kami, dan dalam masyarakat Islam Palembang! Sejak kecilpun saya sudah cenderung mempelajari agama Islam dan melaksanakan syariat-syariat agama dengan baik sampai saya dewasa tetap konsisten.

Sebab rotanlah bagian saya ketika kecil apabila saya malas dalam melaksanakan ibadat. Demikian kerasnya keluarga saya mendidik saya dalam agama Islam, sehingga saya bertumbuh menjadi penganut yang fanatik dalam agama Islam!….

Setelah keluarga kami pindah ke Bandung, maka saya dimasukkan ke Pesantren YPI (Yayasan Pesantren Islam) Jln. Muhammad 16 Bandung yang dipimpin oleh Bapak K.H. Udung Abdurahman.

Saya aktif dalam organisasi muda Islam yaitu sebagai:

(1) Ketua Umum SEPMI(Serikat Pelajar Muslimin Indonesia) cabang Bandung.
(2) Ketua I SEPMI Wilayah Jawa-Barat….
(3) Ketua Lembaga Da’wah SEPMI Pusat ….
(4) Ketua Seksi Pendidikan PSII (Partai Syarikat Islam indonesia, Cabang Bandung.
(5) Ketua Seksi Pemuda PSII Kabupaten Bandung….
(6) Ketua seksi Dawah dan Pers Pemuda Muslimin Indonesia WIlayah Jawa Barat.
(7) Anggota GUSII (Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia) wilayah Jawa Barat.
(8) Salah satu anggotak pimpinan DPHD(Dewan Pimpinan Harian Daerah) KAPPI.

Saya aktif dengan gigih memperjoangkan ideologi islam dalam kesempatan apapun, termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat. Namun saya tidak pernah mendapat kepuasan rohani, dan hidup saya selalu gelisah karena rohani saya tidak mendapat ketenangan, bahkan diliputi tanda tanya tentang “Kepastian Keselamatan”.

Dalam situasi inilah saya terpikat dengan Yesus Kristus yang memberikan keselamatan yang pasti sehingga sekarang saya mendapat “Damai Sejahtera” dari Tuhan dan sekarang ada ketenangan rohani sejak saya terima Yesus sebagai Juru Selamat…..

MENGAPA SAYA TERTARIK KEPADA KRISTEN
Saya merasa perlu menjelaskan sebab-sebab saya tertarik kepada Kristen. Apa sebabnya Kristen itu, demikian menarik, dan apa daya tariknya, sehingga saya rela melepaskan agama Islam yang saya anut sejak dari turun temurun, dan pindah ke agama Kristen.

Hal ini bukanlah karena daya tarik materi, atau bujukan-bujukan pendeta atau orang-orang Kristen, sebagaimana diduga oleh sementara orang atau pihak orang luar bahwa orang-orang pindah ke agama Kristen, disebabkan karena bujukan-bujukan materi. Dalam kesempatan ini saya ingin menjelaskan bahwa pandangan-pandangan seperti ini sangatlah keliru! Yang benar, ialah karena “panggilan dari Tuhan Yesus”, secara pribadi pada tiap-tiap orang yang dikehendakiNya. Sedangkan saya secara pribadi sangat terpikat dengan “Kepastian Keselamatan” yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam ajaran-ajaranNya yang tertera di dalam Alkitab.

Secara terperinci saya uraikan sebagai berikut:
A. PERTOBATAN DARI DOSA:
1. Soal Dosa.
Dosa yang menyerang dan melekat pada manusia tanpa terkecuali, tiada satu manusia pun yang terluput dari dosa. Dan
dosa dari dahulu sampai sekarang tetap sama.
Apa itu dosa sehingga begitu memberatkan manusia?
1.a. Asalnya Dosa.
Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam bujukan Iblis, maka manusia telah hilang segala kemuliaan Allah yang ada padanya.
Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena melanggar perintah Allah.
Baca Kejadian 3:1-6.
Maka itulah dosa manusia yang pertama dan akibatnya besar lagi hebat dan hukumannya segera datang. Sebab Adam
dan Hawa telah memperoleh sifat-sifat yang suci dari Allah maka dosa itu datangnya dari luar mereka. Asalnya dari Iblis
dengan perantaraan ular.
Dengan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka segala sifat-sifat yang suci dari Allah itu telah hilang, karena itu
mereka mendapatkan dirinya telanjang, setelah melanggar perintah Allah dengan memakan buah terlarang tersebut.

1.b. Dosa Warisan
Semua orang telah lahir dalam dosa, maksudnya manusia itu cenderung atau mempunyai tabiat-tabiat dosa, atau
karakter dosa, inilah maksud dosa warisan. Maksud dosa warisan adalah kecenderungan manusia berbuat dosa, atau
pengaruh dosa itu telah melekat pada hidup manusia secara turun temurun. Tabiat dosa melekat pada manusia antara
lain: menentang kepada Allah, berontak kepada perintah-perintahNya, itulah sifat-sifat manusia.

Buktinya dosa bohong, sejak kecil tidak ada yang mengajari berbohong, namun manusia sudah pandai berbohong.
Siapakah manusia yang tidak pernah berbohong? Itulah pengaruh dosa yang melekat pada manusia sejak Adam dan
Hawa jatuh ke dalam dosa, dan pengaruh itu terus diwarisi oleh manusia turun temurun. Dan manusia tidak bisa keluar
dari dosa itu dengan segala ikhtiar dan usahanya sendiri.

Perumpamaan: orang yang jatuh ke dalam lumpur hisap, makin ia berusaha sendiri, makin dalam ia terhisap, itulah
manusia yang berusaha sendiri, terkecuali ada orang lain yang berada di tanah yang kering dan menolong, barulah
orang tersebut bisa selamat. Semua manusia sudah masuk ke dalam lumpur, tidak ada yang dapat menyelamatkan kita,
kecuali Tuhan Yesus saja, karena Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.
Roma 3:10: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak”
Pengkotbah 7:20 : “Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tidak pernah berbuat
dosa!”

1.c. Hakekat dosa :
Dosa harus ditanggung oleh manusia. Manusia harus menanggung segala kesalahan-kesalahannya.
Yehezkiel 18:4: “Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang
berbuat dosa, itu yang harus mati.”
Karena itu manusia berusaha akan menghapus dosanya dengan berbagai cara, namun sia-sia, sebab pasti manusia
jatuh lagi, jatuh lagi, dan tak luput dari dosanya. Hakekat dosa terletak di dalam hati manusia.
Bila hatinya busuk, dia lebih berdosa dari apa yang bisa dilihat oleh manusia secara lahiriah. Dan saya sependapat juga
dengan pengajaran Ki Ageng Suryomentaram, bahwa segala sesuatu kebaikan atau kejahatan terletak pada hati
manusia!
Hanya Yesus Kristus saja yang dapat menyucikan manusia dari segala dosanya!
I Yohanes 1:7b : “Dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”
Lukas 5:24a: “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.”

Sebab itu manusia hidupnya tidak ada damai, disana sini terjadi kekacauan karena dosa. Manusia berkeinginan berbuat
baik namun tidak pernah terlaksana, disebabkan dorongan hawa nafsu lebih menguasainya.
Keinginan daging lebih menguasai manusia, dari pada keinginan Roh Kebenaran.
Roma 8:6: “Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”
Sebab keinginan dosa itulah keinginan daging, nafsu manusia yang melekat pada tabiat manusia. Keinginan daging,
kata Yunaninya Sarx, maksudnya keinginan hawa nafsu manusia yang tidak dapat dilepaskan oleh manusia itu sendiri!
Galatia 5:19-21a: “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala,
sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, pencideraan, roh pemecah, kedengkian,
kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”
Itulah hakekat dosa yang tidak bisa dihindari oleh manusia, dan apakah akibatnya?
Roma 6:23a: “Sebab upah dosa adalah maut”
Dosa, inilah yang menjadi pemikiran dalam kehidupan manusia, juga dalam kehidupan saya yang ingin mencari
kebenaran, dan ternyata hanya dalam Yesus saja ada jalan keluar dari lingkaran dosa!

2. Soal Pertobatan
Bertobat adalah bukan hanya kesediaan manusia, tetapi juga karya Allah. Jadi kesediaan manusia dan kehendak Allah
harus berpadu menjadi satu. Bertobat adalah ajakan Allah kepada kita.

Markus 1:15: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
dan tawaran Allah harus disambut oleh manusia.
Wahyu 3:3a: “Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya : turutilah itu dan bertobatlah!”
Ibrani 3:7-8a: “Sebab itu, seperti yang dikatakan oleh Roh Kudus : “Pada hari ini jika kamu mendengar suaraNya,
janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”

Sebab Allah datang buat orang-orang berdosa.
Lukas 5:32: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Saya merasakan menjadi orang yang berdosa yang amat sangat, hidup saya dulu penuh dengan kemunafikan,
kenajisan dan kekotoran. Biarpun orang memandang saya secara lahiriah saya beragama dengan baik, namun hati saya
busuk dan kotor, karena pengaruh dosa yang sudah melekat pada manusia.
Saya telah berulangkali berusaha sekuat tenaga untuk hidup berbuat baik, namun hati saya gelisah, tiada damai, karena
itu saya tertarik kepada Tuhan Yesus yang dapat menebus dosa saya dengan pasti, seperti firmanNya.
Yesaya 1:18 : “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah
seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”
Setelah saya menerima Yesus dalam hati, dan bertobat padaNya, maka hati saya ada damai, karena kepastian yang
sepasti-pastinya dosa saya diampuniNya, dan saya menjadi orang yang berbahagia.
Roma 4:7-8: “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan ditutupi dosa-dosanya;
berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”
Itulah saya merasa tertarik pada Yesus, yang begitu menjamin bahwa dosa saya sudah dihapuskan dengan pasti. Dan
saya merasa tidak ada lagi yang dapat menjamin begitu pasti selain Dia ialah Yesus Kristus!

B. KEPASTIAN KESELAMATAN (HIDUP YANG KEKAL) :
Terus terang saya katakan bahwa sebelum saya masuk Kristen, diri saya sudah diperhadapkan oleh pertanyaan yang timbul dalam hati saya: “Pastikah saya masuk surga?” Sebab tidak ada kepastian dalam agama saya yang dulu, yang bisa menjamin saya pasti selamat dan bila mati kelak pasti masuk sorga. Semua hanya mengira-ngira saja. Bila berbuat ini itu dan beramal ini itu, maka kelak mudah-mudahan masuk sorga. Atau Sorga itu, soal bagaimana nanti, masuk sorga seperti dapat lotere saja! Namun dalam Kristen, Yesus menjamin dengan pasti!

Yohanes 3:16b : “, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Yesus datang ke dunia menawarkan keselamatan yang pasti bagi manusia, sebab apa? Dialah Juruselamat.

1. Juruselamat :
Yesus Kristus, dari namaNya saja sudah menandakan Dia sebagai “Juruselamat” (Pelepas). Yesus dari bahasa ibrani
“Jusa”.
Isa dari bahasa arab “Ja’su” berarti Pelepas atau Juruselamat. Sang Juruselamat ini sudah dijanjikan sejak ketika manusia jatuh kedalam dosa.
Kejadian 3:15a: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan
keturunannya.”
Benih perempuan yang menjadi musuh si ular adalah Yesus. Bahwa benih itu akan mengalahkan iblis dan
menyelamatkan manusia dari dosa, dari hukuman Allah. Karena itu kelahiran Yesus ke dunia ini adalah kelahiran Sang
Juru Selamat.
Lukas 2:11: “Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”
Dan Juru Selamat ini telah dijanjikan Allah sejak dahulu kala, dan hanya Dialah yang dapat menyelamatkan!
Yesaya 43:11: “Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juru selamat selain dari padaKu.”
Hosea 13:4: “Tetapi Aku adalah Tuhan, Allahmu sejak di tanah mesir; engkau tidak mengenal Allah kecuali Aku, dan
tidak ada juru selamat selain dari Aku.”
Benar! hanya Tuhan saja yang datang menjadi Anak Manusia sebagai Juru Selamat manusia. Sebab manusia sesama
manusia tidak bisa menyelamatkan, bahkan justru sering terjadi sebaliknya, seperti kata pepatah mengatakan: “Homo
Homini Lupus” manusia yang satu akan menjadi serigala terhadap manusia lainnya.” Karena itu Yesuslah Juru Selamat
dunia.
Yohanes 4:42: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kau katakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia
dan kami tahu, bahwa Dialah benar- benar juru selamat dunia.”
I Yohanes 4:14: “Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi Juru Selamat
dunia.”
Dan Yesuslah Juru Selamat untuk semua manusia, inilah tawaranNya, yang tidak terbatas siapa saja yang mau percaya,
dan juga Dia tidak memaksa. Kenapa saya bisa tertarik dan bahkan haqul yakin pada Juru Selamat adalah Yesus, saya
ilustrasikan sebagai berikut: “Seandainya ada orang yang mengajak dan menawarkan saya pergi ke amerika. Orang
tersebut tidak diragukan kejujuran dan kebaikannya, namun orang tersebut sendiri belum pernah pergi ke amerika.
Tetapi sekarang presiden George Bush yang mengundang saya untuk mengunjungi amerika. Tentu saya pribadi akan
memilih presiden George Bush, karena beliau adalah orang amerika, paling berkuasa disana pula.
Begitu juga ke sorga, saya menerima tawaran Yesus dan yakin masuk sorga! kenapa? Sebab Yesus datang dari sorga,
Dialah pemilik sorga pula, sehingga dengan menerima ajakanNya, saya, bahkan setiap orang yang percaya kepadaNya,
akan masuk sorga!

2. Keselamatan :
Keselamatan yang ditawarkan Yesus Kristus adalah keselamatan yang pasti, sesuai dengan janjiNYa.
Yohanes 10:9: “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan menemukan
padang rumput.”
Kisah Para Rasul 16:31: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi
rumahmu.”
Dan sekarang janjiNya itu ada pada firmanNya yang disebut Injil, dan Injil itu adalah berita keselamatan, injil itu adalah
kekuatan Allah yang menyelamatkan.
Roma 1:16: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang
menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”
Hanya Yesuslah yang dapat menjamin memberikan keselamatan yang pasti.
Kisah Para Rasul 4:12: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab dibawah
kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Keselamatan yang pasti inilah yang membuat saya tertawan pada Yesus Kristus, dan saya seperti mendapat permata
berlian yang tiada ternilai, sebab percumalah hidup di dunia ini senang, tanpa jaminan keselamatan yang pasti. Dan
setelah saya beroleh keselamatan yang pasti ini maka hidup saya mendapat ketenangan, kedamaian. Hilang semua
kekuatiran dan kegelisahan saya yang dahulu, apakah saya pasti masuk sorga atau tidak. Tetapi sekarang dengan
segala jaminan yang diberikan oleh Tuhan Yesus, maka saya pasti bersama-sama Dia di sorga bila saya dipanggilNya
kelak!

C. KELAHIRAN BARU :
Tentang ajaran mengenai “kelahiran baru”, barulah dalam injil saya dapati pelajaran ini, sejak dulu belum pernah saya
mendengar dan ketahui. Rupanya ajaran tentang kelahiran baru adalah kunci dari kehidupan iman Kristen!
Pantas saja! dahulu saya berkeinginan hidup selalu suci, hidup dalam kebaikan, tapi nyatanya tidak bisa, disebabkan
oleh tabiat dosa itu menguasai hidup saya.
Tapi hidup dalam Kristus, kita menjadi “ciptaan baru”, karena itu kita harus dilahirkan kembali.
Yohanes 3:3: “Yesus menjawab, kataNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali,
ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Dilahirkan kembali, berarti dilahirkan oleh Roh.
Yohanes 3:5-6: “Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,
ia tidak dapat masuk kedalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan oleh daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan
Roh, adalah roh.
Kita telah lahir ke dunia ini dalam bentuk daging, tetapi roh kita belum dilahirkan kembali, karena roh kita sudah mati
sejak Adam jatuh kedalam dosa. Bagaimana caranya supaya roh kita dilahirkan kembali?
1. Dengan Percaya dan Dibabtis
Markus 16:16: “Siapa yang percaya dan dibabtis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”
Yohanes 7:38: “Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan
mengalir aliran-aliran air hidup.”
II Korintus 5:17: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: yang lama sudah berlalu,
sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Babtisan berarti menanggalkan cara hidup kita yang lama, mematikan “ego” atau “aku” kita, dan hidup baru dalam
Kristus, hidup dalam penguasaan Rohul Kudus.

2. Hidup dalam Roh :
Hidup yang lama adalah hidup dalam kedagingan.
Galatia 5:19-21a :  “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala,
sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, pencideraan, roh pemecah, kedengkian,
kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”
Sedangkan hidup yang baru adalah hidup di dalam penguasaan Rohul Kudus, dan hidup itu berbuahkan dari Roh, yaitu :
Galatia 5:22-25: “Tetapi buah Roh ialah: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemah lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus
Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah
kita juga dipimpin oleh Roh.”
Berarti yang menguasai hidup baru bukan lagi “ego” atau “aku” nya, tetapi roh Allah itu bertahta di dalam hati, di dalam
seluruh kehidupan, hidupnya sehari-hari. Sehingga yang menguasai hidupnya bukan “aku”nya lagi, tetapi Kristus, sebab
“aku”nya sudah turut disalibkan, mati, dalam babtisan, dan sekarang yang hidup adalah Kristus.

Galatia 2:19b-20:  “, supaya aku hidup untuk Allah, aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan
lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam
daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untuk aku.”
Dan hidup baru, berarti ada perubahan di dalam Kristus, perubahan itu ada yang sekaligus, dan ada yang bertahap, dan
itu adalah pekerjaan Roh Allah, misteri Ilahi.
Sedikit saya bersaksi tentang kelahiran baru ini, yang saya alami secara pribadi; ketika saya bertobat dan dibabtis, saya
belum lahir baru secara total, yaitu “ego” saya masih menguasai hidup saya. Baru ketika dalam tahanan saya merasa
ada perubahan yang total oleh Rohul Kudus, lahir baru 100 persen. sehingga saya yang lama telah mati, tetapi sekarang
yang hidup adalah Kristus.
Kolose 3:5a:  “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi.”
Kolose 3:10: “, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan
yang benar menurut gambar Khaliknya.”
Itulah hikmahnya selama saya di dalam tahanan. Penjara itu secara rohani saya anggap sekolah Tuhan untuk mendidik
saya. Jadi salahlah jika mereka berpendapat bahwa dengan menahan saya berlarut-larut bisa mengubah iman Kristen
saya, karena iman percaya itu datangnya dari Tuhan, maka justru iman Kristen saya semakin bertambah-tambah!
II Korintus 4:16: “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun
manusia batiniah kami di baharui dari hari ke hari.”
Perkara kelahiran baru ini adalah perkara rohani, hendaknya dengan mata rohani pula barulah kita dapat mengertinya,
dan berbahagialah orang-orang yang mata rohaninya dicelikkan oleh Tuhan.
I Korintus 2:15-16: “Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab:
“Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”

D. KASIH :
Ajaran tentang Kasih dalam agama Kristen adalah menempati pusat pemberitaan dalam firman Allah!
I Korintus 13:13: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya adalah kasih.”
Sebab karena kasih Allah juga, maka manusia beroleh keselamatan, hidup yang kekal, oleh sebab itu manifestasi iman Kristen adalah di dalam mengasihi sesama manusia.
Galatia 5:6: “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.”
Galatia 5:13: “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh
kasih.”
Karena kasih Allah itu terlebih dahulu, maka yang percaya beroleh keselamatan.
Yohanes 3:16:  “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Kasih Allah itu tidak terbatas, dan sangat besar, dan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita baru dapat
mengasihi dan mempunyai kasih.
I Yohanes 4:19: “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”

Karena itu kewajiban sebagai seorang Kristen untuk memanifestasikan kasih Allah itu dalam sikap hidupnya sehari-hari. Oleh sebab itu apabila gereja memberikan bantuan materil atau aksi-aksi sosial, hal ini bukanlah dalam rangka untuk mengubah iman orang yang diberi bantuan, namun untuk melaksanakan ajaran tentang kasih, dan mempertunjukkan kasih Allah itu kepada manusia siapa saja tanpa pilih kasih, karena Allah mengasihi seluruh dunia.

E. PEKABARAN INJIL :
Pekabaran Injil adalah merupakan suatu keharusan dalam ajaran Kristen, karena itu merupakan perintah Tuhan yang tidak dapat tawar menawar, sesuai dengan Injil Matius 28:18-20 sebagai berikut: “Yesus mendekati mereka dan berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Karena itu Kristen adalah agama missioner atau agama da’wah, yang mempunyai kewajiban buat memberitakan Injil Keselamatan ke seluruh dunia. Namun patut diketahui bahwa hal ini bukanlah Kristenisasi, sebab pekabaran Injil mengandung maksud dalam tiga bagian, yaitu:
a. Informasi: Memberikan penerangan dan pemberitaan tentang iman Kristen, tentang jalan keselamatan yang diberikan
kepada siapa saja, agar orang mengetahui bahwa Yesus adalah Juru Selamat dunia.

b. Persuasi: Menjawab setiap pertanyaan dari siapa saja yang ingin bertanya atau mempertanyakan tentang Yesus Kristus itu, sesuai dengan apa yang ada dalam Alkitab.

c. Edukasi: mendidik umat Tuhan dalam melaksanakan ajaran Tuhan.
Hal ini jelas tidak ada Kristenisasi, sebab untuk menjadi Kristen atau percaya kepada Yesus tidak boleh dipaksakan, bukanlah hasil pekerjaan manusia, bukan juga hasil usaha penginjil atau pendeta, namun adalah pekerjaan Tuhan, lewat Roh Kudus yang mengubah hati manusia yang dipilihNya untuk diselamatkan!

Demikianlah apa sebab sehingga saya tertarik pada ajaran Kristen, sebagaimana sudah saya jelaskan sebelumnya, untuk sebagai gambaran bahwa sungguh saya tertarik pada Kristen karena ajarannya dapat saya terima dalam segala hal, dan inilah pilihan saya secara pribadi!

Banyak orang menduga mustahil, saya bisa percaya kepada Tuhan Yesus, apabila melihat latar belakang saya, namun inilah kenyataannya bahwa apa-apa yang dianggap mustahil oleh manusia, akan tetapi apabila Allah berkehendak, tidak ada yang mustahil bagiNya!
Lukas 16:27: “Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

KESAKSIAN
Dalam kehidupan seorang Kristen; kesaksian menempati tempat yang terpenting, sebab kesaksian adalah manifestasi dari pengakuan iman percaya seorang Kristen. Kesaksian seorang Kristen dalam sikap hidupnya sehari-hari dan dalam ucapannya baik secara lisan maupun tulisan, tercermin dan terpancarlah bahwa ia seorang Kristen. Kekristenan tanpa kesaksian adalah ke Kristenan yang lumpuh, berarti juga iman Kristianinya kering dan tandus karena tidak ada hujan berkat dari sorgawi. Kesaksian berarti menceritakan, memberitahukan, mengkhabarkan kepada orang lain, agar orang lain tahu, segala perbuatan Allah terhadap dirinya secara pribadi, apa yang dialaminya sehingga dia menemukan dan mendapatkan Kasih Tuhan Yesus terhadap diri pribadinya.

Untuk lebih jelas saya uraikan sebagai berikut:

A. Kedudukan Kesaksian:
Kesaksian adalah inherent dari identitas Kristen, merupakan suatu kewajiban yang mutlak, keharusan yang tidak boleh ditawar lagi, sebab kesaksian merupakan realisasi dari pengakuan iman percaya ke-Kristenan, sebagaimana dalam firman Tuhan.

“Setiap orang yang mengaku Aku (Yesus) di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya didepan BapaKu yang di sorga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku didepan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang disorga.”

TIdak ada pilihan lain bagi seorang Kristen untuk bersaksi tentang iman percayanya. “Tetapi kami juga *harus bersaksi*, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”

Kata-kata “harus bersaksi” saya garis bawahi, menunjukkan suatu kewajiban yang mutlak. Untuk itu saya tidak berbuat lain, selain harus konsekwen melaksanakan firman Tuhan ini.!

B. Maksud dan Tujuan Kesaksian:
Maksudnya ialah menceritakan segala perbuatan Allah, apa yang telah Allah lakukan terhadap kita, bahwa kita telah diselamatkan dari kematian yang kekal. Dari hasil pergumulan itu, dalam mencari kebenaran yang hakiki, maka Yesuslah kebenaran yang sejati, itulah perbuatan Allah yang ajaib! “Sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan segala perbuatanMu yang ajaib” Pulanglah kerumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihi engkau!

Dengan kesaksian itu kita menjadi saksi Tuhan.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau ROh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu (Yesus) di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi.”

Bahwa orang Kristen harus menjadi terang dunia. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Menjadi terang dunia berarti supaya orang lain tahu, dan menerangi manusia-manusia lainnya, dalam hal ini terkandung makna tentang mengabarkan kepada orang lain.

Jadi tujuannya ialah memberikan kekuatan impian percaya terhadap sesama saudara seiman agar iman yang lemah dikuatkan, dan yang kuat makin bertambah-tabah, sehingga tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.

Bersaksi berarti menerangi, menerangi berarti juga menegur yang didalam kesesatan, dan apabila yang beriman tidak menegur, maka sangsinya bagi yang tidak menegur ialah hukuman Allah,

“Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggung jawab atas nyawanya daripadamu.”

Oleh dasar-dasar itulah saya berkeharusan bersaksi, menceritakan pengalaman pergumulan di dalam mencari kebenaran yang hakiki, sampai saya mendapatkannya, bahkan mendapat jaminan “Keselamatan” yang pasti di dalam Kristus Yesus!

Sekian TAMAT……

RIWAYAT HIDUP PEMILIK KESAKSIAN INI :
Nama : Kemas Abubakar Masyur Jusuf Roni
Tempat Tanggal Lahir : Palembang, Desember 1946

Riwayat Sebelum menjadi Kristen :
1. Ketua Umum SEPMI (Serikat Pelajar Muslimin Indonesia) Cab. Kabupaten Bandung
2. Ketua SEPMI Wilayah Jawa Barat
3. Ketua Lembaga Da’wah SEPMI Pusat
4. Ketua Seksi Pendidikan PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia) Cabang Kabupaten Bandung
5. Ketua Seksi Pemuda PSII Kabupaten Bandung
6. Ketua Seksi Da’wah dan Pers Pemuda Muslimin Indonesia Wil. Jawa Barat
7. Anggota GUSII (Gerakan Ulama Syarikat Islam Indonesia) Wil. Jawa Barat
8. Salah satu anggota pimpinan DPHP (Dewan Pimpinan Harian Daerah) KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar
Indonesia) Konsulat Jawa Barat

Riwayat Setelah menjadi Kristen :
1. Dipenjara selama 6 tahun (15 Juni 1974 – 4 April 1980)
2. Ditahbiskan oleh GMI (Gereja Methodist Indonesia) sebagai Evangelist
3. Ketua Umum Yayasan Misi Pekabaran Injil Alkitabiah, Direktur Jusuf Roni Crusade
4. Ditahbiskan sebagai Pendeta di GKRI (Gereja Kristus Rahmani Indonesia)
5. Mendirikan Gereja Kemah Abraham (GKA)

Cerita Singkat:
Lahir sebagai orang Palembang asli, dididik dalam keluarga islam yang keras, keturunan langsung dari pangeran Fatahillah, kemudian aktif memperjuangkan ideologi islam dan ikut membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat, kemudian membandingkan Alkitab dengan Alquran, dan akhirnya malah lebih tertarik pada Alkitab. Setelah bersaksi dimana-mana, ia ditangkap dengan dugaan menyebarkan risalah kepada umat muslim, padahal risalah yang dibuatnya hanya untuk kalangan Kristen.

Diambil dari buku:
Pembelaku Yang Agung, karangan KAM Jusuf Roni.

NB: Banyak rumor negatif dikalangan muslim yang beredar tentang Jusuf Roni, bahwa dia sebenarnya hanya anak angkat, keanggotaannya dalam organisasi islam dibantah, kelakuan masa mudanya tidak baik, dsb.  Mungkin fitnahan ini bertujuan untuk membentengi umat muslim dari kesaksian Jusuf Roni. Adapun yang kita perlu pahami hanyalah apakah kesaksiannya sesuai dengan Firman Tuhan dan masalah benar atau tidaknya berita yang negatif tersebut hanya Tuhan yang mengetahuinya dan hanya Tuhan yang memiliki hak untuk mengadakan pembalasan. Amien.

Sumber: http://www.kumpulankotbah.com