Atjeh Cyber – Angola menjadi pembicaraan di media internasional semenjak akhir pekan lalu, setelah terdengar kabar negara Afrika itu melarang agama Islam.

Pemerintah Angola resmi menyatakan Islam sebagai agama ilegal di sana. Keputusan itu, berimbas pada penutupan semua masjid yang sudah berdiri di negara itu.

Bahkan banyak berita menyebut pemerintahan di Afrika bagian selatan itu juga menghancurkan sejumlah kubah masjid.

”Legalisasi Islam belum disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Karena itu masjid-masjid harus ditutup sampai batas waktu tak terbatas,” kata Menteri Kebudayaan Angola Rosa Cruz e Silva.

Mengutip laman IB Times, Senin (25/11/2013), menteri itu menyebut Islam sebagai “sekte” yang akan dilarang. Karena dianggap bertentangan dengan budaya orang Angola.

Mayoritas Angola yang berpenduduk 16 juta jiwa, adalah pemeluk agama Kristen Katolik, dan Kristen Protestan. Hanya 80 ribu sampai 90 ribu penduduk yang beragama Muslim.

Berita menggemparkan itu berasal dari media Afrika yang mengutip pembicaraan Presiden Jose Eduardo dos Santos. Harian Osun Defender dari Nigeria mengutip ucapan Jose tersebut.

”Ini adalah akhir dari pengaruh Islam di negara kita,” kata Jose.

Baca juga: Para Tokoh Membantah Pelarangan Islam di Angola