Para imigran (Muslim yang berhijrah dari Mekah ke Medinah pada tahun 622 M) sangat banyak jumlahnya dan beberapa dari mereka harus tidur di mesjid yang baru dibangun di Medinah. Hidup sangat keras saat itu. Pada malam hari mereka harus berbagi selimut dan makanan hanya ada sedikit. Wabah demam yang menyerang banyak penduduk kota itu membuat hidup semakin sulit bagi orang-orang beriman. Bukan ini yang dijanjikan pada mereka. Untuk mendorong mereka pergi/hijrah, Muhammad berkata kepada mereka, “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui” (Sura 16:41).

Jika ia tidak dapat memenuhi janjinya dalam dunia ini, bagaimana para pengikutnya dapat memercayainya soal akhirat?

Ilustrasi: Penyerangan Uhud

Nabi Menjadi Bandit

Muhammad bergabung dengan Ansar (Para Penolong, orang-orang beriman di Yathrib) dan para imigran (mereka yang menyertainya dari Mekkah) dan memerintahkan kaum Ansar untuk memenuhi kebutuhan dan mengurus sesama mereka orang Muslim Mekkah. Beberapa dari mereka bahkan berbagi istri.

Bukhari meriwayatkan sebuah hadith yang mengatakan, “Ketika ‘Abdur-Rahman bin ‘Auf datang ke Medinah, rasul Allah membuat ikatan persaudaraan antara dia dengan Sad Ar-Rabi’ yang adalah seorang kaya, Sad berkata, ‘Aku akan membagi harta milikku menjadi dua bagian antara aku dan engkau, dan aku mempunyai dua istri; lihatlah di antara mereka siapa yang kau sukai agar aku menceraikannya dan engkau dapat menikahinya’”.[1]

Namun, para imigran sangat banyak jumlahnya dan beberapa dari mereka harus tidur di mesjid yang baru dibangun di Medinah. Hidup sangat keras saat itu. Pada malam hari mereka harus berbagi selimut dan makanan hanya ada sedikit. Wabah demam yang menyerang banyak penduduk kota itu membuat hidup semakin sulit bagi orang-orang beriman. Bukan ini yang dijanjikan pada mereka. Untuk mendorong mereka pergi/hijrah, Muhammad berkata kepada mereka, “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui” (Sura 16:41).

Jika ia tidak dapat memenuhi janjinya dalam dunia ini, bagaimana para pengikutnya dapat memercayainya soal akhirat? Para imigran patah semangat. Di Mekkah mereka mempunyai keluarga yang akan menerima mereka dengan tangan terbuka. Godaan untuk melarikan diri sangatlah besar. Lu’ay adalah orang pertama yang lari kembali ke Mekkah. Hamzah membuat syair berikut ini untuknya:

Lu’ayy, janganlah menaati mereka yang menipumu ,

Kembalilah kepada Islam dan jalan yang mudah,

karena aku takut penghukuman akan dijatuhkan padamu

Dan engkau akan menjerit dalam penyesalan dan derita.

Ia sedang berbicara mengenai hukuman yang akan dihadapi para pengkhianat di tangan orang Muslim. Para pemimpin bidat tidak dapat mentolerir pembelot. Muhammad mengeluarkan ayat yang memerintahkan para pengikutnya untuk membunuh siapapun yang berpikir untuk melarikan diri. “Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya,(Sura 4:89).

Walau telah mengeluarkan ancaman itu, ia masih harus memberi makan para pengikutnya. Ia telah berjanji pada mereka bahwa jika mereka mengikutinya maka ia akan membuat mereka berkemenangan dan mereka akan “memangsa orang-orang Arab bersamanya”. Inilah saatnya mewujudkan apa yang telah diimpikannya.

Penyerangan Hamzah

Enam bulan setelah kedatangannya, segera setelah dimulainya musim karavan berangkat ke Syria, ia mengutus Hamzah dan 30 orang imigran untuk menyerang dan merampok karavan besar yang datang dari Mekkah. Karavan itu dipimpin Abul Hakam dijagai olah 200 orang yang kuat.

Abul Hakam sudah bersiap menghadapi orang Muslim dan ketika ia melihat mereka ia mengatakan kepada orang-orangnya untuk menghancurkan mereka dan membuat mereka menjadi makanan untuk burung bangkai. Ia dihentikan oleh para sahabatnya. Seorang bernama Majdi mengatakan padanya untuk membiarkan mereka pergi karena mereka adalah saudara dan sepupu-sepupu mereka dan dengan menumpahkan darah, mereka akan menyakiti diri sendiri.

Baca lanjutannya di: SINI