Seorang Pangeran Saudi Arabia ditangkap di dalam sebuah skandal penyelendupan daging babi berskala internasional yang melibatkan ratusan anggota keluarga kerajaan Saudi, demikian dilaporakan oleh Jerusalem Herald.

Pangeran Adel Al-Otaibi ditahan oleh pihak otoritas Israel sewaktu ia mencoba menyelundupkan lebih dari 2.000 kg produk daging babi dari berbagai jenis tanpa deklarasi.

Ke 2.000 kg daging proses tersebut awalnya dinyatakan sebagai “daging sapi muda” ditemukan karena kecurigaan dari otoritas setempat yang akhirnya menyadari bahwa daging tersebut sebenarnya adalah daging babi, sebuah penganan yang dilarang dengan ketat berdasarkan hukum negara tersebut dan juga peternakan babi adalah sebuah kejahatan di sebagian besar wilayah Israel kecuali di wilayah minoritas Arab Kristen yang diijinkan untuk menternakkan hewan-hewan ternak.

Pangeran Adel Al-Otaibi ditahan oleh pihak otoritas Israel setelah ia mecoba menyelundupkan 2.000 kg “produk daging babi”, sebuah situasi yang dapat menyebabkan insiden diplomatik besar antara kedua negara, demikian diperingatkan oleh para ahli.

Otoritas Saudi belum menerima berita tersebut karena Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al Jubeir, telah menuduh Israel “menjebak anggota keluarga kerajaan” di dalam sebuah usaha yang menjelekkan untuk “menyerang reputasi dari keluarga kerajaan Saudi” dan meminta pembebasan dengan segera dari Pangeran Adel Al-Otaibi dan ke-17 penjaga pribadinya.

Pangeran Adel Al-Otaibi, yang terkenal karena gayanya yang aneh dan pesta-pesta yang luar biasa boros, menjadi berita utama internasional tahun lalu setelah selentingan yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa ia menawarkan $1 Juta dollar kepada Kim Kardashian untuk menemaninya selama satu malam. Walaupun Kim Kardashian tidak pernah secara terbuka menyetujui selentingan tersebut, ia terlihat oleh paparazi di  Bandara Internasional Riyadh King Khalid beberapa minggu kemudian.

Di tahun 2010, Wikileaks membocorkan sebuah dokumen yang berasal dari diplomat Amerika yang mendeskripsikan dunia seks, narkoba dan rock’n’roll secara resmi dan berkelimpahan berada di belakang keluarga kerajaan Arab Saudi, dimana minum-minuman keras dan prostitusi selalu hadir dalam jumlah yang berkelimpahan, dimana hal-hal tersebut dilarang secara ketat di bawah hukum dan tradisi Saudi.

Saudi Arabia melarang impor, penggunaan, atau kepemilikian daging babi karena dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Sumber: WNDR