Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabny ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33: 59)

Muslim percaya bahwa penggunaan hijab adalah kewajiban bagi setiap muslimah. Allah sendiri yang memerintahkannya dalam surah 24: 31 dan 33: 59. Dalam ayat-ayat tersebut, muslimah diharuskan untuk menggunakan kudung yang menutupi bagian dada mereka. Jilbab mereka harus menutupi seluruh tubuh mereka. Dikatakan bahwa tujuan dari penggunaan hijab itu sendiri adalah untuk melindungi wanita dari gangguan.

Tidak banyak muslimah yang mengerti latar belakang turunnya wahyu ini. Tidak banyak yang mengetahui bahwa pada awalnya Muhammad sendiri tidak mewajibkan wanita, khususnya istri-istrinya, untuk menggunakan hijab ini. Adalah Umar bin Khattab yang mendorong Nabi agar menyuruh istri-istrinya menggunakan kerudung. Muhammad tidak serta merta menuruti permintaan Umar. Namun tampaknya Umar bertekad agar permintaannya ini diwujudkan. Ia mengikuti istri-istri Muhammad ke mana pun mereka pergi, bahkan ketika mereka pergi ke kamar kecil. Hal ini terjadi pada Sauda, salah satu istri Muhammad. Sauda tentu saja merasa tidak nyaman dan melaporkan perilaku Umar tersebut kepada suaminya. Mendengar laporan tersebut, maka Allah menurunkan wahyu yang berkaitan dengan penggunaan hijab.

Cerita di atas tidak terdapat dalam Qur’an, melainkan dalam hadis Bukhari (Bukhari 1: 4: 148). Tidak hanya sekali, cerita tersebut disebutkan berkali-kali (Bukhari 8: 74: 257 dan Muslim 26: 5397).  Selain itu, bukankah hadis Bukhari dan Muslim merupakan kumpulan hadis yang diakui sahih?

Muslim mengakui bahwa Allah adalah Yang Maha Tahu. Tentulah Allah mengetahui kebutuhan umatNya jauh sebelum mereka memikirkannya. Qur’an sendiri merupakan perintah Allah yang diturunkan ke bumi. Tanpa adanya manusia pun, Qur’an seharusnya telah ada. Akan tetapi, mengapa Umar harus memaksa Muhammad terlebih dahulu untuk meminta Allah agar menurunkan perintah penggunaan hijab? Mengapa pada awalnya Muhammad tidak menggubris permintaan sahabatnya? Mengapa ia tidak meminta atau berdoa kepada Allah meminta hikmat mengenai permintaan ini? Mengapa Allah baru bersedia menurunkan wahyu mengenai penggunaan hijab setelah terjadi kejadian yang memalukan dalam rumah tangga Muhammad? Pertanyaan selanjutnya, mengapa Allah seolah-olah selalu siap mengakomodasi kebutuhan Muhammad? Bila benar demikian, maka siapakah Allah itu sesungguhnya?

Sumber: BuktidanSaksi.com