Kenapa Saya Memilih KristusBuku ini adalah bahan seminar “Kenapa Saya Memilih Kristus.” Tentu banyak sekali perbedaan yang bila diteliti akan muncul dan terasa lucu. Dewasa ini banyak sekali kaum muslim yang berpindah agama karena kecanggihan, teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan, dengan internet manusia bisa berselancar mencari apa saja untuk memuaskan rasa ingin tahunya, termasuk membuka kitab‐kitab Hadits lewat internet. Kita bisa membaca buku‐buku hadits dengan leluasa yang berbicara berbagai topik.

Ada seorang bintang film komedi terkenal dari Mesir namanya Adil Imam yang masuk Kristen karena ada beberapa materi Hadits yang sangat janggal dan aneh. Hadits‐hadits seperti ini tidak pernah dimasukkan dalam kurikulum sekolah Islam.

Adil Imam masuk Kristen karena ada kisah Sahlah datang kepada Nabi menyampaikan masalah suaminya Abu Hudzaifah yang cemburu berat kepada Salim bekas budak mereka. Kemudian Nabi Muhammad menyuruh Sahlah balik ke rumahnya. Nabi menyuruh dengan perintah:
! ء رَأ ِ هيِ عِ ض 
‘aarda’iihi ! Susuilah dia! Lalu Sahlah menyusui Salim. Hadits ini dapat kita baca dalam Hadits Shahih Muslim,
باب ِ هيِ عِ ضر رتنكلا
Bab rada’iihi alkintri Bab: Menyusui Orang Dewasa. Hadits ini rancu sekali kalau dipraktekkan.

Adil Imam waktu diwawancara sebuah channel TV berandai, ‘Bagaimana kalau suatu hari saya pulang ke rumah sementara saya melihat isteri saya sedang menyusui sopir‐sopir dan tukang kebun saya?”

Waktu pertama kali Adil Imam masuk gereja dia menangis tersedu‐sedu karena menyadari betapa lamanya dia tersesat oleh karena kebenaran ajaran Alkitab ini sengaja ditutup oleh koran‐koran, radio dan TV mereka. Tatkala mengambil roti dan anggur Perjamuan Kudus tangannya gemetar. Pengawalnya memberikan tisu untuk menghapus
air matanya.

Arab Saudi, Mesir, Maroko telah memfatwakan mewajibkan seorang Ibu rumah tangga untuk. menyusui pembantu‐pembantu, tukang masak, tukang kebun,sopir‐sopir dalam rumah itu,agar terhitung sebagai saudara sesusuan dengan suaminya. Fatwa itu juga merekomendasi kepada wanita‐wanita yang bekerja di kantor pemerintahan dan swasta untuk menyusui teman mereka dalam ruangan kantor. Fatwa ini dikeluarkan oleh seorang ulama ahli Hadits abad ini, Syaikh Izzat ‘Atiyah.

Syaikh Izzat ‘Atiyah dari Al‐Azhar University di Kairo seorang Mufti Besar, ditanya oleh wartawan bagaimana kalau isteri bapak menyusui pembantu bapak di rumah? Beliau menjawab, “Ya boleh, tidak apa‐apa!”

Berikut ini saya akan paparkan sepuluh perbedaan kisah dan cerita dalam Alkitab dan Al‐Quran.

1. Dalam Alkitab dan juga sejarah dunia, tidak ada kisah Abraham dibakar dalam api unggun, oleh raja Namruz. Tapi dalam AI‐Quran koq ada? Dari mana cerita ini? Zaman Abraham tidak ada nama raja Namruz.
Quran
Qaaluu harriquuhu waunsuruu aalihatakum in kuntum faa’iliina
Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan‐tuhan kamu, jika kamu benar‐benar hendak bertindak”. (QS 21:68)

Kalau dalam Alkitab, yang dilempar ke dalam api adalah Sadrah, Mesakh dan Abednego atas perintah raja Nebukadnezar pada zaman kerajaan Babel. Rentang waktu antara Abraham dan Nebukadnezar lebih dari seribu tahun lebih dulu Abraham. Kenapa kesalahan ini terjadi dalam Al‐Quran? Ini salah Jibril menyampaikan wahyu atau salah catat para penulis wahyu?

Alkitab mengatakan bapaknya Abraham bernama Terah lahir di Ur‐Kasdim tapi AI‐Quran mengatakan bapaknya Abraham bernama Aazar. (QS. 6:74). Alkitab mengatakan Abraham memindahkan kemahnya dan tinggal di Matme dekat Hebron dan mendirikan Mezbah di sana. AI‐Quran mengatakan Abraham dan keluarganya tinggal di Mekkah, di lembah yang tidak ada tanam‐ tanaman.

(QS. 14:37) Kapan Abraham ke Mekkah? Dalam sejarah Abraham tidak pernah tinggal di Mekkah dan mendirikan ka’bah, tidak pemah Abraham datang ke Mekkah.

2. Alkitab mengatakan bahwa Musa diambil anak oleh putri Fir’aun.
(Kel. 2:5). Tapi AJ‐Quran mengatakan Musa diambil anak oleh isteri Fir’aun. “Dan berkatalah isteri Fir’aun: “adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah‐mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.” (QS. 28:9). Yang benar yang mana? Isteri atau Anak?

3. Alkitab mengatakan bahwa Haman hidup pada zaman kerajaan Persia dan bekerja pada Raja Ahasyweros. Baca cerita lengkapnya dalam kitab Ester. Al‐Quran bercerita lain bahwa Haman hidup di Mesir pada. zaman nabi Musa dan bekerja pada Raja Fir’aun. Dia membuat batu bata untuk membangun gedung yang tinggi. Padahal Raja Ahasyweros dengan Raja Fir’aun berbeda zaman dan tempat, bagaimana bisa berbeda jauh? Ahasyweros di Persia, sedangkan Fir’aun di Mesir? Adakah ahli sejarah Islam yang bisa membantu saya?

4. Alkitab mengatakan bahwa ibu Isa Al‐Masih adalah Maria yang hidup pada zaman Romawi tinggal di Betlehem lebih dari 2000 tahun yang lalu. Tapi Al‐Quran mengatakan bahwa Maryam ibu Isa Al‐Masih adalah saudara dari Harun. Maryam,Harun dan Musa hidup di Mesir pada zaman Fir’aun. Mereka disebut keluarga Imran, nama dari surat Al‐Quran yang ketiga. Jarak waktunya dengan Yesus ribuan tahun. Kalau AI‐Quran dari Allah, kenapa Allah lupa dengan hal‐hal kecil seperti itu? Kalau Al‐Quran itu firman Allah kenapa sejarah begitu saja tidak tau? Kalau Al‐Quran itu dibawa oleh Jibril, kenapa bisa salah? Alkitab mencatat kelahiran Yesus di kandang domba dan dibaringkan dalam palungan. Tapi AI‐Quran membuat sejarah sendiri dengan mengatakan Isa Al‐Masih lahir dibawah pohon korma. “Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia pada pangkal pohon kurma dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”. (QS. 19:23). Yesus lahir di Palungan atau di bawah pohon konna? Mana yang benar? Sejarah Islam tidak bisa menjelaskan. Tidak akan ada ahli tafsir yang bisa menerangkan, karena Nabi Muhammad saja tidak mengerti bagaimana bisa menjelaskannya? Apa lagi ulama tafsir? Atau Al Quran itu salah salin oleh penulis wahyu? Atau mungkin salah bisikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad? Atau salah cetak sejak mashaf Utsmani?

5. Dalam AIkitab Tuhan bersumpah tetapi Dia bersumpah demi diriNya sendiri Misalnya, (Kej. 22:16) “Aku bersumpah demi diri‐Ku sendiri”. Dalam (Mazmur 89:36) “Sekali Aku bersumpah demi kekudusan‐Ku, tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud…” Ada lagi ayat yang lain, “Sehab itu Aku bersumpah dalam murka‐Ku” (Maz. 95:11).
Sedangkan dalam Al Quran Allah bersumpah dengan ciptaanNya sendiri. Allah bersumpah dengan kota Mekah, bersumpah demi beredarnya bintang, bersumpah dengan pohon tien, bersumpah dengan minyak zaitun, bersumpah dengan gunung Torsina, bersumpah demi hari kiamat, dan lain‐lain. (baca QS. 56:75; QS. 69:38; QS. 75:1; QS. 95:1‐3)

6. Alkitab mengatakan bahwa Zakaria tidak bisa berbicara dengan manusia lain selama sembilan bulan dia bisu setelah tugas dan selesai keluar dari Bait Suci dan akan dapat berbicara lagi setelah nubuatan kelahiran anaknya tergenapi. Baca Lukas pasal satu. Al‐Quran menulis selama tiga malam, Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap‐cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”. Samakah tiga hari dengan sembilan bulan?

7. Alkitab mengatakan bahwa Yesus Kristus mati dibunuh dan disalib dengan bukti dan saksi mata. Dan jauh sebelum hari penyaliban Yesus Kristus sendiri mengatakan hal itu kepada murid‐muridNya. Empat kali Yesus memperingatkan kepada semua murid bahwa Dia disalib untuk menggantikan hukuman dosa bagi semua manusia. Dan akan dibangkitkan pada hari ke‐tiga. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Sedangkan dalam Al Quran mengatakan bahwa Al‐Masih tidak dibunuh dan tidak pula disalib. Melainkan orang yang diserupakan dengan Isa Al‐Masih. (QS. 4:158). Tetapi, Allah telah mengangkat Isa kepada‐Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Siapakah orang yang diserupakan itu tidak jelas namanya.Sejarah Yesus dan orang‐orang disekitarNya punya nama dan dikenal. Orang yang menggantikan memikul salib saja ada namanya, kenapa orang yang disulap oleh Allah dalam Al‐Quran tidak mempunyai nama?
Belum lagi kalau kita berpikir di sini Allah tidak punya kasihan kepada orang yang diserupakan itu. Karena dia yang djsalib, dan menanggung kematian Yesus, sedangkan orang‐orang mencari Isa Al‐Masih untuk salib. Tentara Romawi tertipu, dan ahli Taurat terpuaskan dengan skenario Allah ini. Allah benar‐benar telah menipu banyak orang. Kasihan yang disalib, tidak bersalah tapi menggantikan Yesus sebagai tumbal. Saya punya guru di Solo yang percaya kalau Yesus itu disalib. Karena ada bukti ayat Al‐Quran yang berbalik terbalik dengan keimanan kaum muslim umumnya. (QS. 3:65), ketika Allah berfirman:”Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada‐Ku serta membersihkan kamudari orang‐orang yang kafir,
dan menjadikan orang‐orang yang mengikuti kamu di atas orang orang yang kafir hingga hari kiamat…” Kemudian dalam (QS. 19:33).
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

8. Alkitab mengatakan bahwa Nuh dan seluruh keluarganya diselamatkan dalam bencana air bah. Baca secara lengkap (Kejadian 7:13, 16, 23).
Tapi Al‐Quran mengatakan bahwa anak‐ anak Nabi Nuh tenggelam dalam peristiwa itu. “Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya ‐ sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku,
naiklah bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang‐orang yang kafir. Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang‐orang yang ditenggelamkan.” (QS. 11:42‐43).

9. Alkitab mengatakan anak Adam ada tiga orang: Kain, Habel dan Set.
Al‐Quran hanya menyebut dua nama anak Adam yaitu Qabil dan Habel. Waktu saya kuliah dulu, diajarkan bahwa Al‐Quran adalah kitab sejarah dan sangat akurat. Tapi Al‐Quran tidak mengerti tentang silsilah para Nabi dengan akurat. Di samping cerita yang tidak konsisten dengan kenyataan sejarah, tapi juga simpang‐siur dalam urutan zaman. Al‐Quran hanya menyebutkan Yakub, tapi tidak mengenal nama Esau kakak kembar Yakub. Padahal cerita Esau dan Yakub ini adalah pengajaran dan topik paling penting dari sejarah Bani Israel.

10. Dalam iman Kristen Tuhanlah yang berkorban untuk manusia.
“Sebab jika demikian Ia harus berulang‐ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri‐Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban‐Nya”. (lbr 9:26).
“Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri‐Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri‐Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia”. (lbr 9:28)
Tapi dalam iman Islam manusialah yang harus berkorban. (QS 22:34) “Dan bagi tiap‐tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuban Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada‐Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang‐orang yang tunduk patuh”.

Jika Al‐Quran adalah kitab suci dari Allah sang pencipta langit dan bumi ini tentu tidak bertentangan dengan Alkitab yang ada di tangan orang Kristen dan Yahudi dewasa ini. Beda ajaran jauh dan berdampak dalam kehidupan sosial. Kalau orang sering bergaul dengan orang Kristen, lalu bergaul dengan saya ketika masih sholat dahulu jauh berbeda, sikap dan perilaku saya.

Sumber: Buku Dialog dengan Saddam Husein, penulis Saifuddin Ibrahim