AYAT QURAN


Muhammad tidak ditahbiskan oleh siapapun sebagai Nabi (tapi lalu dianggap jadi ‘nabi’ sejak saat itu). Di gua Hira, tidak ada event pengutusan Allah. Siapa oknum ruh yang sedang berbicaraSiapa yang mengutus ruh tersebut?  Apa hubungan ruh dengan AllahSemua total tanpa keterangandan jati diri!
Malah M
uhammad mengira ruh tersebut “salah satu dari jin” (al-Sirat al-Halabiyah, vol.1 p.377).

Khadijah meyakinkan Muhammad bahwa ia telah menjadi seorang nabi. Ia berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari hal itu wahai Abul Qasim. Allah tidak akan memperlakukan engkau demikian sebab ia tahu tentang kejujuranmu, kau sungguh dapat dipercaya, karaktermu yang baik, dan kebaikanmu. Hal ini tidak mungkin, sayangku. Bersukacitalah, dan berbesar hatilah. Sesungguhnya demi dia yang memegang jiwaku, aku memiliki harapan bahwa engkau akan menjadi nabi bagi orang-orang ini.”[7] (more…)

Tak dapat dihindari bahwa ulama Muslim pun akan mempertanyakan apa itu Buraq? Apakah benar mahkluk tersebut eksis sebagai ciptaan Allah? Sirat Ibn Ishaq mencatat bahwa binatang ini telah ditunggangi oleh pelbagai nabi sebelum Muhammad. Lalu sejak kapan binatang tersebut telah diciptakan Allah dan, ditampilkan untuk ditunggangi oleh nabi-nabi manakah? Dan dapat dikonfirmasi dalam Kitabullah manakah? Bukankah binatang ajaib itu hanya muncul didongengkan (awas, bukan diwahyukan!) satu kali itulah diabad ke-7 bagi Muhammad?

Dipetik sebagian dari blackfiles.mywapblog.com/buroq.xhtml

Kalau dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah “buraq” yang diartikan “Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw”, dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum “buraq” itu berarti burung cendrawasih yang oleh kamus diartikan burung dari sorga (bird of paradise). (more…)

Tema: Posting ini mendiskusikan mengenai trinitas palsu dalam Al Qur’an yang sangat berlawanan dengan Tauhid Trinitas asli yang dianut oleh umat Al-Masih.

Tanya: Trinitas itu 3 tuhan?

Jawab:

Trinitas berarti 3 tuhan itu trinitas palsu dalam Al Qur’an, bukan Tauhid Trinitas asli dalam Alkitab. Tauhid Trinitas asli dalam Alkitab itu 1 Tuhan, bukan 3 tuhan, dan bukan pula 3 tuhan dalam 1 tuhan. Simak penjelasan berikut ini.

Banyak umat Al-Masih sering merasa bingung, kenapa mereka dituduh bertuhan tiga oleh para aktivis dakwah beragama Islam dan juga kenapa kata “trinitas” dituduh bermakna tiga tuhan. Dua tuduhan tersebut sama sekali bukan iman yang dianut oleh umat Al-Masih, lantas kenapa mereka dituduh begitu? Penyebab tuduhan tersebut adalah karena para aktivis dakwah itu mengira Tauhid Trinitas yang dianut oleh umat Al-Masih sama dengan Trinitas Palsu dalam Al Qur’an.

Anggapan keliru itu bahkan diderita oleh DR. Muhammad Khalifa Hasan, seorang Wakil Presiden Universitas Islam Internasional Pakistan dan direktur Al Qaradawi Centre, dalam bukunya yang berjudul “The Relationship between Islam and other Religions.” Dalam buku tersebut, dia menuliskan QS Al-Maaidah 5:73 sebagai berikut: (more…)

Pada tanggal 26 Oktober 2012, dunia Islam merayakan hari raya Idul Adha untuk mengenang karya iman nabi Ibrahim yang dipercaya menunjukkan penyerahan diri yang luar biasa dengan merelakan anaknya sebagai korban ujian Allah. Menarik untuk dilihat bahwa peristiwa ini tercatat dalam ketiga agama semitik yang ketiganya mengaku Abraham/Ibrahim sebagai Bapa Monotheisme yang menyembah Elohim/Allah yang Esa.

Dalam agama Yahudi yang tercatat dalam Tanakh (menjadi PL bagi Kristen), Abraham mempersembahkan anaknya Ishak (Kej.22:1-19) dimana peristiwa ini merupakan ujian bagi iman Abraham sehingga ia kemudian dijuluki ‘Bapa Orang Beriman’ (Gal.3:6-7). Pengorbanan mana dalam agama Yahudi dikenang sebagai Akedah(more…)

Sebuah program TV Mesir memperlihatkan betapa banyak hal-hal dalam hukum Syariah Islam, yang tidak hanya bertentangan dengan konsep-konsep modern seperti kebebasan menyampaikan pendapat dan kebebasan beragama, tetapi bahkan dengan pengobatan dan ilmu pengetahuan.

Pada tanggal 16 September, TV popular Wael El-Ibrashi mengundang pembicara tamu, Dr. Zaghlul al-Naggar, seorang pemikir Islam terkemuka dan Ketua Komite Ilmu Pengetahuan Mesir dalam urusan Quran, untuk membahas topik mengenai ilmu pengetahuan medis dan Islam. Tanpa diduga, topik mengenai anjuran untuk minum air kencing unta sebagai sebuah bentuk terapi – sebagaimana yang pertama kali diajarkan oleh Nabi Muslim, Muhammad pada abad ke-7 Masehi, muncul ke permukaan. (more…)

Hadith mencatat bagaimana Muhammad mengijinkan dilakukannya praktik yang memalukan. Muhammad mengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria muda yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini menceritakannya secara terperinci.

Sahih Muslim, Buku 008, Nomor 3424:

‘A’isha (kiranya Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Sahla bint Suhail menemui Rasul Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku melihat pada wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kekesalan) ketika Salim (yang adalah seorang sekutu) masuk ke dalam (rumah kami), dan kemudian Rasul Allah (SAW) berkata: Susuilah dia. Wanita itu berkata: Bagaimana saya harus menyusuinya karena ia adalah seorang pria dewasa?Utusan Allah (SAW) tersenyum dan berkata: aku sudah tahu kalau ia adalah seorang pria muda. ‘Amr telah membuat tambahan ini dalam narasinya bahwa ia berpartisipasi dalam Perang Badr dan dalam narasi Ibn ‘Umar (perkataannya adalah): Utusan Allah (SAW) tertawa. (Read More)

Jika ia memaksa budak itu untuk bersetubuh dengannya, maka budak itu menjadi seorang yang bebas, dan ia harus memberikan padanya seorang budak perempuan yang serupa dengan dirinya.

4/12/2012  Sunan Abu Dawud  (Book #38, Hadith #4445)

Diriwayatkan oleh Salamah ibn al-Muhabbaq: Rasul Allah (kiranya damai sejahtera menyertainya), mengeluarkan sebuah keputusan mengenai seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan budak perempuan isterinya. Keputusannya adalah sebagai berikut: Jika ia memaksa budak itu untuk bersetubuh dengannya, maka budak itu menjadi seorang yang bebas, dan ia harus memberikan padanya seorang budak perempuan yang serupa dengan dirinya. Jika ia meminta pria itu untuk berhubungan seks secara sukarela, maka budak perempuan itu akan menjadi milik si pria, dan pria itu harus memberikan pada perempuan simpanannya itu seorang budak perempuan yang serupa dengannya.

Sumber: faithfreedom.org

Next Page »