KESAKSIAN


Setelah membaca Quran, saya mengalami depresi yang luar biasa besar. Ini adalah sebuah buku yang jahat dan saya mengalami saat-saat yang sulit untuk mempercayai kejahatan yang sedemikian banyaknya. Secara natural saya dipengaruhi oleh kasih. Kejahatan adalah hal yang menjijikkan bagi saya. Pada mulanya saya menyangkali pemahaman saya mengenai apa yang saya baca dan coba mencari arti-arti esoterik dari ayat-ayat Quran yang kebanyakan merupakan ayat-ayat yang jahat. Namun usahaku sia-sia. Di sini tak ada kesalah pahaman! Quran itu sangatlah tidak manusiawi. Ia juga berisi banyak sekali kesalahan ilmiah dan absurditas, namun bukan itu yang paling memberi pengaruh. Yang memberi pengaruh paling besar adalah kekerasan yang sedemikian banyaknya yang ada dalam buku ini, dan yang benar-benar mengguncangkan pondasi keyakinan saya.

Oleh: ALI SINA

Saya dilahirkan dalam keluarga religius yang moderat. Dari pihak ibu, saya mempunyai beberapa kerabat yang termasuk dalam golongan para Ayatollah. Walaupun kakek saya (yang tidak pernah lihat) dapat dikatakan adalah seorang yang berpikiran bebas, kami semua adalah orang beriman. Orang-tua saya tidak terlalu menyukai para mullah. Kenyataannya, hubungan kami dengan para kerabat kami yang lebih fundamentalis tidak begitu erat. Saya menilai keluarga saya sebagai orang-orang yang percaya pada “Islam yang sejati”, bukan Islam seperti yang diajarkan dan dipraktekkan oleh para mullah.

Saya teringat bahwa saya pernah mendiskusikan agama dengan suami salah seorang bibi saya ketika saya masih berusia sekitar 15 tahun. (lihat: about). Ia adalah seorang Muslim fanatik  yang sangat memperhatikan fiqh (yurisprudensi Islam). Fiqh menjelaskan bagaimana orang Muslim seharusnya bersembahyang, berpuasa, menjalani kehidupan pribadi dan publik mereka, melakukan bisnis, membersihkan diri, menggunakan toilet, buang air kecil, berpasangan dan bersetubuh. Saya berargumen, hal-hal itu tidak ada kaitannya dengan Islam yang sejati. Menurut saya hal-hal itu adalah rekaan para mullah, dan perhatian berlebihan kepada fiqh menghilangkan nilai kemurnian pesan Islam, yang saya yakini adalah untuk menyatukan manusia dengan Penciptanya. Pandangan ini sangat diinspirasi oleh Sufisme. Banyak orang Iran, berkat puisi-puisi Rumi, hingga pada tingkatan yang tinggi, dapat disebut Sufi berdasarkan penampilan mereka. (Read More…)

 

 

 

Saya bertanya, “kemana kalian?” Jawabnya, “Maaf kawan anda kerasukan jin non Muslim, itu butuh ilmu yang amat tinggi.” Saya diam, menahan emosi untuk tidak menyalahkan agamaku, Nabiku yang saya shalawati dan Allah yang tauhid.

Kesaksian Yupi

Satu peristiwa yang sedikit merubah pikiran saya adalah ketika banyak siswa dan siswi kesurupan saat kami sedang ikut mengaji, waktu itu saya di kelas 2. Semua guru pada panik, ketakutan. Saya yang punya ilmu coba mengatasi dengan segala mantra dan ayat Quran, tapi sia-sia, jin kawan saya tidak kunjung tiba, demikian juga Allah dan Nabi Junjungan, biar saya sudah teriak-teriak malah yang kesurupan tambah tidak karu-karuan.

Untuk menjaga harga diri, saya pergi dan kembali ke rumah. Saya kecewa, saya baca ayat Al Quran dan mantra, jin yang paling dekat dengan saya akhirnya muncul. Saya bertanya, “kemana kalian?” Jawabnya, “Maaf kawan anda kerasukan jin non Muslim, itu butuh ilmu yang amat tinggi.” Saya diam, menahan emosi untuk tidak menyalahkan agamaku, Nabiku yang saya shalawati dan Allah yang tauhid.

Silahkan download kesaksiannya di: SINI

Kesaksian diambil dari www.answering-islam.org (Indonesian Section)

 

 

 

KESAKSIAN Mutmainah, SEORANG MUSLIMAH
Murtad dan Malu Telah Pernah Jadi Muslimah
Aku Malu Telah Pernah Jadi Muslimah

Wahai Pak Sina,

Tidak terbayangkan olehku bahwa aku akan menulis kesaksian seperti ini dalam hidupku. Untuk pertama kalinya aku membaca perdebatanmu dengan seorang Muslimah dalam artikel tentang Hak² Wanita dalam Islam.

Ketika aku masih jadi murid kelas 6 SD, aku tidak suka akan sesuatu hal sehingga aku ingin tahu bagaimana sih wanita diperlakukan dalam Islam. Hal ini juga menyangkut hak² milik dan prosedur perceraian. Tapi seumur hidup aku belum pernah tahu bahwa kenyataannya para Muslim terbiasa memperkosa para tawanan perang dan hal ini malah dihalalkan oleh sang Nabi. (Adadeh: lihat nih tafsir Q 4:24 –> Perkosaan terhadap Kafir Wanita adalah Halal dalam Islam) Seumur hidupku aku membaca berbagai buku Islam yang menyatakan para Muslim memperlakukan para tawanan dengan kebaikan ini itu. Aku tidak pernah membaca keterangan tentang perkosaan terhadap para tawanan perang wanita. Aku juga membaca bagaimana sang Nabi memperlakukan masyarakat Mekah dengan baik sewaktu menaklukkan Mekah. Mungkin para wanita Mekah tidak diperkosa karena sang Nabi lahir di Mekah dan sanak-saudara dirinya dan umatnya hidup di sana. (more…)

Wanita ini pun tidak jujur pada anda. Ia adalah seorang Muslim yang bertakwa yang berasal dari keluarga Muslim yang konservatif. Ia tahu bahwa sebagai seorang wanita Muslim ia tidak dapat menikahi seorang pria non Muslim. Tetapi ia menyembunyikan fakta ini dari anda untuk sementara waktu hingga ia telah berhasil memojokkan anda. Lalu manipulasi dan permainan pikiran pun dimulai dan secara bertahap ia akan berusaha untuk memojokkan anda agar anda memeluk Islam.

Diposkan oleh Ali Sina pada 24 Maret  2012

Saya bukanlah seorang Muslim, melainkan Agnostik. Saya percaya pada cinta. Menurut pendapat saya, memerangi api dengan api akan menghasilkan … api yang lebih besar. Namun demikian, laman web anda sangat mencerahkan.

Saya mempunyai permintaan pribadi pada anda sehubungan dengan hidup saya. Saya percaya anda dapat memberikan secercah sinar untuk situasi yang saya alami. Saya akan sangat menghargai jika anda berkenan meluangkan waktu untuk sedikit bertukar pikiran.

Saya berusia 30-an tahun dan seorang insinyur konsultasi independen. Saya memulai sebuah hubungan dengan bankir saya, dan dia adalah seorang wanita Muslim yang menarik. Kami sama-sama sepakat bahwa agama adalah pilihan pribadi, dan bahwa kami akan saling menghormati pilihan masing-masing. (Read More….)

 

 

 

KESAKSIAN SABATINA JAMES MANTAN MUSLIMAH PAKISTAN YANG MURTAD DARI ISLAM Kini Menerima YESUS KRISTUS Sebagai TUHAN dan JURU SELAMAT.
Video-Video Youtube Kesaksian Sabatina James yang Telah Murtad Masuk Kristen
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=uWARKJSKOP4
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=f0ZVFFHtzJQ

Namaku adalah Sabatina James. Aku lahir di tahun 1982 di Pakistan, di negeri yang sampai sekarang dalam nama Islam,
para wanita dibakar hidup² atau dibunuhi oleh ayah² atau saudara² laki mereka.

Orangtuaku adalah Muslim. Di usia 10 tahun, aku pindah ke desa kecil di Austria, dekat Linz. Di sana aku mengikuti pendidikan di sekolah, tapi sekolah ini justru memulai proses syahidku.

Semakin banyak aku menyerap cara hidup Barat, semakin besar pula konflik yang kualami antara dua agama, Islam dan Kristen. Di rumah orangtuaku, aku selalu mengalami kekerasan fisik dan tekanan mental, hanya karena aku ingin “merdeka.” Akhirnya malah aku dikirim ke sekolah Islam di Pakistan di tahun 1999.

Di Pakistan, kami diajar untuk membenci Barat dan aku mengalami sendiri bahwa sebagai wanita aku tak berharga sama sekali. Aku dipukuli dan disiksa. Aku dipaksa nikah di luar keinginanku dengan saudara sepupuku, sehingga aku melarikan diri dan kembali ke Eropa. (more…)

Orang-orang Muslim terbungkus rapat dalam kebohongan. Karena berbicara menentang Islam adalah sebuah kejahatan yang harus dihukum mati, maka tidak ada seorangpun yang berani mengatakan kebenaran. Mereka yang mengatakan kebenaran, tidak akan hidup lama. Mereka langsung dibungkam. Jadi bagaimana anda bisa tahu kebenaran kalau semua yang anda dengar hanyalah kebohongan?

Diposkan oleh Ali Sina pada tanggal 12 Juni 2012

Setelah membaca Qur’an, perspektif saya terguncang. Saya mendapati diri saya berhadapan muka dengan kebenaran dan saya takut untuk melihatnya. Itu bukanlah sesuatu yang ingin saya lihat. Saya tidak dapat menyalahkan siapapun, mengutuk dan mengatainya sebagai pendusta. Dengan membaca Qur’an saya menemukan absurditas Islam dan tidak manusiawinya pengarangnya. Dan saya syok. Namun syok ini menyadarkan saya dan menghadapkan saya pada kebenaran. Sayangnya, ini adalah sebuah proses yang sangat sulit dan menyakitkan. Kita tidak dapat terus membungkus kebenaran dengan gula. Kebenaran itu pahit, dan itu harus diterima. Kenyataan itu ‘keras kepala’ dan tidak mau pergi. Hanya dengan begitu proses pencerahan bisa dimulai. (more…)

Baru-baru ini pernah ada mujizat terjadi di kota Surabaya. Bukan zaman rasul-rasul, bukan zaman John Wesley, bukan zaman Smith Wigglesworth, bukan zaman Kathryn Kuhlman, tapi zaman internet. Suatu mujizat yang menggemparkan kota yang banyak melahirkan hamba-hamba Tuhan berkaliber. Tapi mujizat ini dialami oleh seorang pembantu rumah tangga. Jadi bukan hanya hamba Tuhan di Afrika yang bisa mengalami keajaiban, di Indonesia juga, karena Allah kita adalah Allah yang sama, Amin.!

Ada seorang pembantu rumah tangga yang mati selama delapan jam. Sebut saja ibu ini dengan nama Mbok Iyem. Mbok Iyem ini bekerja di panti rehabilitasi yang bekerjasama dengan kami. Entah mengapa, mendadak Mbok yang rajin ini sakit keras. Ia tidak sempat meminta ijin sakit karena mendadak sangat tidak enak badan. Ia pun masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya. (more…)

« Previous PageNext Page »