KESAKSIAN


Rekaman Pembicaraan antara Hitler dan Imam Husseini

Sumber: Documents on German Foreign Policy 1918-1945, Series D, Vol XIII, London, 1964, pp.881 ff.

Mufti dan Hitler di Berlin

Berita Muslim – Haji Amin al-Husseini, pemimpin Arab Palestina yang paling berpengaruh tinggal di Jerman selama Perang Dunia II. Ia bertemu Hitler, Ribbentrop dan pemimpin Nazi lainnya pada berbagai kesempatan dan mencoba mengkoordinasi kebijakan Nazi dan Arab di Timur Tengah.

Rekaman pembicaraan antara sang Fuhrer dan the Mufti of Jerusalem pada tgl 28 November, 1941, di hadapan Menlu Nazi and Menteri Grobba di Berlin.

The Mufti mulai dengan mengucapkan terima kasih pada Fuhrer atas kehormatan ini. Ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan kepada sang Fuhrer, YANG DIKAGUMI SELURUH DUNIA ARAB, terima kasih atas simpati yang selalu ditunjukkan Hitler atas dunia Arab dan khususnya soal Palestina dan yang sering dirujuknya dalam pidato-pidato umumnya. Negara-negara Arab sangat yakin pada kemenangan Jerman dalam perang dan bahwa tujuan Arab akan tercapai. (more…)

Tetapi saat ini banyak jamaah masjid yang kini beriman pada Kristus? Berita seperti ini bahkan lebih sulit lagi untuk bisa dipikirkan oleh seseorang, tetapi inilah yang sedang terjadi berdasarkan laporan-laporan dari seorang mantan penanam Gereja di antara orang-orang Muslim di Afrika Barat.

Sebuah gereja di Afrika Utara pada masa kini. Kekristenan telah memberikan dampak yang besar pada dunia Muslim

Buktidansaksi.com – Pemikiran bahwa puluhan ribu eks Muslim datang pada Yesus Kristus di Afrika Utara hanya dalam kurun waktu beberapa tahun, pastilah merupakan pemikiran yang sulit untuk bisa dipercaya. Tetapi saat ini banyak jamaah masjid kini beriman pada Kristus? Berita seperti ini bahkan lebih sulit lagi untuk bisa dipikirkan oleh seseorang, tetapi inilah yang sedang terjadi berdasarkan laporan-laporan dari seorang mantan penanam Gereja di antara orang-orang Muslim di Afrika Barat. (more…)

By Erianto Anas in Ateis Minangkabau

“Jika menjadi umat Islam jadilah Islam yang Kaffah”

Itulah slogan yang sudah saya dengar sejak kecil.

Dan saya pun menyukai kata-kata itu. Karena memang saya begitu ingin menjadi seorang muslim yang kaffah. Total tanpa cacat barang seincipun. Setidaknya itulah cita-cita saya dalam berislam.

Lalu bagaimana cara melakukannya?

Saya dinasehati melalui banyak kotbah dan buku-buku agama yang saya baca.

Bahwa untuk menjadi Islam kaffah, kuncinya adalah mengamalkan apa yang diperintahkan dalam Aqluran, dengan meniru sepersis mungkin apa yang dilakukan Nabi Muhammad, para sahabat, para tabiin dan tabi-tabiin. Karena semakin persis sikap, prilaku dan kebiasaan dengan ketiga generasi awal Islam itulah maka keislaman saya akan dianggap sebagai Islam kaffah. Karena sebaik-baik umat, adalah semakin dekat ke zaman Rasulullah. Dan sebaliknya, semakin jauh dari zaman itu maka semakin kurang baik, apalagi umat manusia yang mendapati hari kiamat. (more…)

11 Korban al Habib Hasan bin Jafar assegaf dirayu dengan doktrin tertentu. Dianggap mengkhianati alquran bila melawan. Pencabulan dilakukan tak pandang waktu dan tempat, bahkan saat umroh.

Keresahan jamaah dan santri Majelis Taklim Salawat dan Zikir Nurul Musthofa (NM) akhir-akhir ini makin menjadi-jadi. Keresahan ini sebenarnya sudah terjadi sejak setahun lalu. Semua dipicu kabar miring tentang pimpinan tertinggi NM, Al Habib Hasan Bin Jafar Assegaf. Aib sang habib menyebar melalui jejaring sosial facebook. Habib Hasan dikabarkan melakukan pencabulan terhadap sejumlah santri. Tuduhan ini tentu menjadi aib yang sangat besar, sebab Hasan adalah seorang yang bergelar habib. Gelar ini tidak bisa dimiliki sembarang orang. Sebutan habib dinisbatkan secara khusus terhadap keturunan Nabi Muhammad atau keturunan dari orang yang bertalian keluarga dengan sang nabi. Selain bergelar Habib, Hasan juga ulama yang cukup moncer di Jakarta dan sekitarnya. Pimpinan majelis yang bermarkas Jl. RM Kahfi I, Gang Manggis RT 01/01 No. 9A, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu punya ribuan pengikut. Ia juga kerap tampil di berbagai pengajian di masjid-masjid.

Tuduhan pencabulan ini sebenarnya bukan tuduhan pertama bagi Hasan. Sebelumnya, pada 2002, telah muncul tuduhan serupa. Namun, karena korban hanya satu orang, masalah diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi kini santri yang mengaku dicabuli Hasan makin banyak, jumlahnya yang melapor mencapai belasan.

Habib Hasan sebenarnya juga bukan tidak peduli dengan gunjingan jamaah dan santri NM. Pada 7 November 2011, ia pun menemui pendiri Yayasan NM untuk berkeluh kesah sekaligus minta solusi. Menurut SY, salah seorang yang ikut dalam pertemuan yang digelar malam itu, wajah Hasan tampak pucat dan takut. Ketika ditanya tentang hobinya memasukkan santri pria ke dalam kamar, pria kelahiran 1 Januari 1977 itu mengakui dan merasa bersalah. (more…)

“Semua elemen masyarakat sudah merasa terganggu dan gerah dengan aktivitas anarkis FPI. Selama ini hanya sebatas petisi protes di sosial media. Kalau Kalimantan saja bisa kenapa Jakarta tidak melakukan,” kata Tunggal Pawestri.

Oleh Evi Rahmawati*
Adalah kabar baik ketika Sabtu 11 Februari lalu masyarakat adat suku Dayak menegaskan sikapnya menolak kehadiran FPI di Bandar Udara Cilik Riwut, Palangkaraya. Mengapa kabar baik? Ini tidak berarti pihak-pihak yang selama ini dibuat gerah oleh satu kelompok kecil yang kerap melakukan tindakan anarkis dalam aksi-aksinya hendak merayakan sedikit kemenangan par
a pejuang pluralisme. Juga bukan berarti kita melanggar kebebasan suatu kelompok masyarakat dalam berserikat. Tetapi, ini berdasar pada kebutuhan mutlak manusia: kebebasan dari tekanan.

Adalah kabar baik ketika Sabtu 11 Februari lalu masyarakat adat suku Dayak menegaskan sikapnya menolak kehadiran FPI di Bandar Udara Cilik Riwut, Palangkaraya. Mengapa kabar baik? Ini tidak berarti pihak-pihak yang selama ini dibuat gerah oleh satu kelompok kecil yang kerap melakukan tindakan anarkis dalam aksi-aksinya hendak merayakan sedikit kemenangan para pejuang pluralisme. Juga bukan berarti kita melanggar kebebasan suatu kelompok masyarakat dalam berserikat. Tetapi, ini berdasar pada kebutuhan mutlak manusia: kebebasan dari tekanan. (more…)

Sekilas mengenai Ahmed Deedat

Ahmed Deedat

Ahmad Hussein Deedat, lahir di Surat di Gujarat India kelahiran tahun 1918, ayahnya berimigrasi ke Afrika Selatan setelah ia lahir, kemudian Ahmed Deedat menyusul ayahnya ke kota Kwajulu-Natal Afrika .

Ahmed Deedat pernah memperoleh penghargaan ‘King Faishal Award’, Nobel dari Pemerintah Saudi Arabia pada tahun 1986 atas karya-karyanya. Semasa hidupnya, Deedat telah menerbitkan sekitar 22 buku yang laris dan telah dicetak hingga 20 juta kopi yang beredar luas di berbagai benua.

Sheikh Ahmed Deedat terkenal sebagai seorang ulama anti Kristen dari kota Durban Afrika Selatan. Maksud dari anti Kristen disini adalah baik itu berupa khotbah-khotbahnya dan tujuan dakwahnya hanyalah untuk menyerang keKristenan, bukan untuk pengajaran tentang kebenaran agama yang dianutnya. (more…)

“Maka jika mereka berpaling (murtad dari Islam), tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya…” – Qur’an 4:89

Selasa, 10 Januari 2012

Pangeran Kuwait ini mengatakan,”Pertama-tama, aku sangat setuju dengan penyebaran file audio ini, dan sekarang aku mengumumkan bahwa jika mereka membunuh aku oleh karena file audio ini, maka aku akan pergi ke hadirat Tuhan Yesus Kristus, dan akan bersama dengan Dia di dalam kekekalan.”

Iranian Christian News Agency Mohabat News – Al-haqiqa, Sebuah televisi Arab Kristen yang menayangkan program-program Kristen, menayangkan pada pemirsa mereka sebuah file audio yang berisi kesaksian seorang pangeran Kuwait bernama “Abdollah Al-sabah”.

Saluran televisi ini mengklaim bahwa Pangeran Abdollah Al-Sabah berasal dari sebuah keluarga kerajaan Kuwait yang memerintah negeri itu saat ini. Saluran itu juga mengatakan bahwa baru-baru ini sang pangeran telah murtad dari Islam dan menjadi seorang Kristen. (more…)

« Previous PageNext Page »