Reformata.com – Masuknya Alkitab bersanding dengan Al Qur’an dalam kurikulum pendidikan mesir adalah bentuk dari reformasi pendidikan di negara berpenduduk mayoritas muslim itu.  Bulan lalu, Departemen Pendidikan Mesir, seperti dirilis Al Arabiya, membuat pengumuman bahwa sekolah menengah di negara itu  akan menerapkan kurikulum pendidikan baru.  Dalam sistem  baru itu  akan tercakup didalamnya tentang pelajaran kewarganegaraan berlatar ajaran agama  Abrahamik, tentunya dengan menganalisa data dari sumber  ayat-ayat dari kitab suci, salah satunya adalah Alkitab.

Kurikulum itu sedianya akan mulai diterapkan kepada para siswa  pada tahun kedua mereka duduk di sekolah menengah.  Seperti dilansir AlArabiya dari Mesir al-sayid, pelajaran akan dimulai dengan bahasan seputar prinsip-prinsip hak asasi manusia seperti yang terlihat dalam agama Kristen. (more…)

Advertisements
Oleh: Dr. W. A. Criswell

PENDAHULUAN
Apakah ini berarti saya memaafkan/memaklumi pengajaran-pengajaran yang tidak pantas jika saya percaya bahwa Alkitab secara literal benar? Beberapa orang menginginkan saya berpikir demikian. Salah satu fitnahan dari sebagian orang yang menghina dan mentertawakan Alkitab adalah dengan mengatakan bahwa Kitab Suci ini penuh dengan kecacatan moral. Para pengejek ini mengaku menjadi sangat dikejutkan oleh banyaknya pengajaran immoralitas yang ditemukan dalam Alkitab, seolah-olah para pembaca literatur modern, misalnya novel modern, cerita fiksi, dan drama dapat dikejutkan dengan apa yang mereka temukan di dalam Alkitab! Meskipun demikian, ini adalah salah satu anak panah yang melesat dengan cepat menembus tubuh dari Firman Allah yang suci ini.

Salah satu immoralitas yang mereka tunjukkan berhubungan dengan perintah Allah yang ekstrim terhadap bangsa Kanaan kuno. Perintah itu dapat ditemukan dalam Yosua 6:17. Tidak ada keraguan tentang hal itu: perang suci dilaksanakan oleh bangsa Israel sebagai perintah Tuhan adalah benar-benar mengarah kepada pemusnahan bangsa Kanaan kuno ini. Alasan untuk perintah ini berasal dari Tuhan sangatlah nyata.

Bapak Harold Hill adalah presiden direktur dari perusahaan Curtis Engine, di Baltimore Maryland. Perusahaan beliau adalah bergerak di bidang pendidikan ke-antariksaan dan percobaan-percobaan yang berhubungan dengan semua masalah tata surya dan alam semesta. Salah satu penemuan mereka yang dapat saya katakan enakjubkan adalah ketika mereka melakukan percobaan di Green Belt, Maryland.

Percobaan mereka adalah mengecek kebenaran perhitungan manusia dalam sistem penanggalan yang dipakai sekarang ini, mengecek keabsahan dari posisi matahari, bulan, dan planet-planet di tata surya untuk jangka waktu 100 dan 1000 tahun ke belakang dari sekarang.

Sebenarnya inti utama dari percobaan mereka adalah agar mengetahui semua pergerakan alam semesta untuk masa yang akan datang, sehingga jika mereka akan mengorbitkan satelit, maka satelit tersebut akan diletakkan / diorbitkan pada posisi yang hampir tidak mungkin bertabrakkan dengan benda asing di alam semesta. Karena mereka berpikir bahwa sebuah satelit yang memakan biaya jutaan dollar amerika, alangkah sayangnya jika sewaktu-waktu ditabrak misalnya oleh meteor atau komet.

Mereka menjalankan komputer untuk menghitung mundur untuk beberapa abad, tetapi hasil yang didapat adalah komputer selalu berhenti berproses. Mereka lakukan berkali-kali tetapi hasil yang didapat adalah sama, komputer mereka mengalami masalah penghitungan. Perlu anda ketahui, jika komputer tidak dapat melakukan suatu perhitungan, maka hasil yang didapat adalah aksi diamnya komputer, seperti tidak melakukan apa-apa.

Mereka lalu memanggil ahli mekanik komputer, karena para ahli ini berpikir bahwa ini adalah kesalahan yang dibuat oleh komputer mereka. Ketika para teknisi komputer memeriksa mesin komputer tersebut mereka tidak menemukan sedikit kesalahan pun pada mesin tersebut. Tetapi ketika para ilmuwan itu menunjukkan kesalahan yang dibuat oleh komputer, teknisi komputer juga bingung, “Apa masalahnya ya…”.

Mereka terus mencari kesalahan yang dibuat oleh komputer mereka, akhirnya mereka menemukan sesuatu yang membuat komputer itu tidak bekerja. Mereka menemukan adanya HARI YANG HILANG dalam jangka waktu tertentu. Mengapa bisa demikian? Mereka tidak dapat menemukan jawabannya. Akhirnya, salah seorang pekerja di perusahaan itu tetapi dari divisi yang berbeda dan seorang Kristen berkata kepada mereka, “Saya ingat ketika saya dulu sekolah minggu, guru sekolah minggu bercerita tentang matahari yang diam tidak bergerak satu hari penuh.” Orang-orang di sekitarnya tidak percaya apa yang dikatakan oleh orang Kristen tadi, kata mereka, “Tolong buktikan dan tunjukkan kepada kami.” Lalu orang tersebut membuka Alkitab dan menunjukkan pada mereka kitab Yosua. Alkitab menceritakan ketika pasukan Yosua dikelilingi oleh musuh-musuhnya, ia meminta kepada Tuhan agar tidak terjadi malam. Dan Alkitab mengatakan bahwa matahari, bulan, bintang dan semua tata surya diam tidak bergerak selama satu hari penuh. Setelah pembuktian tersebut, para ilmuwan berkata, “Inilah hari yang hilang itu!”

Mereka kemudian melanjutkan penghitungan hari yang hilang itu agar komputer tidak lagi berhenti berproses. Tetapi setelah program selesai diperbaiki, komputer tersebut tetap mengalami masalah, dan mereka menemukan kembali perhitungan yang baru bahwa hari yang hilang itu adalah 23 jam lebih 20 menit! Tidak 24 Jam / satu hari penuh seperti yang dikatakan dalam Alkitab. Berselang beberapa jam, pegawai Kristen tadi berkata kembali, “Saya ingat kejadian yang lain dalam Alkitab di mana matahari BERGERAK MUNDUR.” Ia membuka kitab II Raja-Raja di mana Yesaya meminta kepada Tuhan agar matahari bergerak mundur sebanyak 10 derajat! Mereka terperanjat kaget, karena para ilmuwan tersebut tahu persis bahwa 10 derajat dari pergerakan matahari adalah tepat 40 menit! 24 jam permintaan Yosua kepada Tuhan dan 40 menit permintaan Yesaya kepada Tuhan adalah 24 jam dikurangi 40 menit = 23 jam lebih 20 menit.

Alkitab ditulis dalam dua bahasa yaitu IBRANi tuk PL dan YUNANI tuk PB, Bahasa Ibrani mewakili seluruh Kebudayaan Timur yang menulis dari Timur ke Barat (Kanan ke Kiri) sedangkan Bahasa Yunani mewakili semua Kebudayaan Barat yang menulis dari Barat ke Timur (Kiri ke Kanan). Jadi Alkitab mengatasi/diatas semua Kebudayaan, bukan Produk Timur bukan Produk Barat. Alkitab diatas SEMUA KEBUDAYAAN MANUSIA.

Kebudayaan Timur (diwakili Ibrani) Mencari JALAN karena lebih mengandalkan PERASAAN/PUISI/ MISTIK, Kebudayaan BARAT (diwakili Yunani) Mencari KEBENARAN karena mengandalkan RASIO/PIKIRAN/ OTAK. Kedua Kebudayaan ini bertemu di titik Zero yaitu YESUS KRISTUS.

(Perjanjian Lama) PL—> YESUS KRISTUS<—-PB (Perjanjian Baru)

(MENCARI JALAN) Ibrani—-> YESUS KRISTUS <—-YUNANI (MENCARI KEBENARAN) (more…)