Perisai.net– Seorang wanita Sri Lanka akan dipenggal kepalanya dengan pedang atas tuduhan melakukan praktek sihir di Arab Saudi, suatu praktek yang bertentangan dengan hukum Islam.

Seorang pria Saudi mengeluh bahwa ketika dia di sebuah pusat perbelanjaan, putrinya yang berumur 13 tahun “tiba-tiba mulai berkelakuan aneh, yang terjadi setelah dia datang mendekati wanita Sri Lanka itu,” lansir harianOkaz.

Setelah pria tersebut memarahi wanita itu karena membaca mantra kepada putrinya, polisi di kota pelabuhan Jeddah menemukan bukti yang cukup untuk menangkap perempuan itu. Pelaku praktek sihir dan ilmu sihir akan dijatuhi hukuman pancung di Arab Saudi. Tahun lalu pemerintah Saudi sedikitnya memancung seorang wanita berusia 60-an dan seorang pria Sudan atas tuduhan melakukan prakter sihir. Hukuman mati diterapkan secara kuat dan tanpa pandang bulu untuk penduduk setempat dan warga asing.

Pada bulan Januari 2012 Komisi Hak Asasi Manusia PBB menyatakan keprihatinannya terhadap peningkatan jumlah eksekusi mati di Arab Saudi. Tahun 2010, 26 orang dihukuman mati karena berbagai kejahatan, pada 2011 ada 76 orang dihukum mati. © Muslim Daily

Ilustrasi (bikyamasr.com)

DetikNews – Riyadh – Seorang pria berkebangsaan Pakistan dijatuhi hukuman pancung di Arab Saudi. Pria tersebut dinyatakan bersalah karena menyelundupkan narkoba ke negara yang menganut syariat Islam tersebut.

“Salmah Khan Taj Mohammed, seorang warga negara Pakistan… ditahan karena dia tertangkap basah menyelundupkan heroin dalam jumlah banyak (ke Arab Saudi),” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Saudi seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir AFP, Senin (30/1/2012).

Setelah ditahan, Salmah lantas diinterogasi dan kemudian dinyatakan bersalah atas pidana penyelundupan narkoba. Di Arab Saudi, pidana tersebut pantas mendapatkan hukuman mati.

Kantor berita SPA melaporkan, Salmah telah dihukum mati dengan dipancung. Eksekusinya dilakukan di wilayah Damma, Arab Saudi bagian timur. (more…)

Arab Saudi yang digadang sebagai negara suci karena merupakan destinasi ritual Naik Haji kaum Muslim ternyata menyisakan beribu tanda tanya besar karena pelanggaran hak asasi manusia berat. Sebuah berita lain yang memilukan hati, menyisakan pertanyaan, masih relevankah agama ini untuk dunia modern saat ini?

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Orang tua Tuti Tursilawati (27), Titi Sarniti seakan kehabisan kata-kata untuk mengungkap kepedihan hatinya. Itu karena anaknya tengah menunggu vonis pancung oleh pemerintah Arab Saudi.

Sambil terisak, Titi mengungkap, dua minggu yang lalu ia sempat berkomunikasi dengan anaknya Tuti. Saling menyapa, menanyakan keadaan dalam kondisi baik satu sama lain. Meski Titi tak bisa menyimpan rasa sedihnya, anaknya kini tinggal menunggu vonis atas tuduhan melakukan pembuhunan terhadap majikannya di Arab Saudi. (more…)

“Kapan pun aku melihatnya, aku bersembunyi. Aku benci melihatnya,” Tahani (mengenakan pakaian warna pink) menceritakan hari-hari awal pernikahannya kepada Majid, ketika ia berusia 6 tahun dan Majid 25 tahun. Isteri yang masih muda ini berpose untuk potret ini, bersama dengan mantan teman sekelasnya Ghada, juga seorang pengantin yang masih anak-anak, di luar rumah mereka yang ada di pegunungan Hajjah, Yaman.

Oleh Raymond Ibrahim Jihad Watch July 21, 2011

“Pernikahan Anak” dalam Islam – sebagai eufemisme untuk pedofilia – kembali menjadi berita utama setidaknya di Media Arab. Dr. Salih bin Fawzan, seorang ulama terkenal dan merupakan anggota dari Dewan Religius tertinggi Saudi Arabia, baru-baru ini mengeluarkan sebuah fatwa yang menetapkan bahwa tidak ada usia minimum bagi pernikahan, dan bahwa anak-anak gadis bisa dinikahi “bahkan meskipun mereka masih bayi.” (more…)

TKW Indonesia pada sebuah penampungan perusahaan jasa TKI (PJTKI) di Kelurahan Jatisari, Kota Bekasi, Rabu (22/6). Sejumlah TKI belum bisa diberangkatkan dikarenakan ada 12 orang calon TKI yang bermasalah karena belum berusia 21 tahun, buta huruf, sakit dan hamil.

TEMPO Interaktif, Jakarta – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPR mendata setidaknya masih ada 25 tenaga kerja Indonesia yang terancam hukuman pancung karena didakwa membunuh di Arab Saudi. Semua TKI belum dapat dipastikan terbebas dari eksekusi pancung karena belum mendapat pengampunan. (more…)