Miss World – Jika Urusan Budaya, Mengapa Agama Dibawa-bawa?

Spanduk FPI Menolak Pagelaran Miss World

TEMPO.CO, Jakarta-Yang saya hormati Menteri Agama Suryadharma Ali, saya mengabarkan kepada Bapak bahwa ada kemungkinan pergelaran Miss World tetap berlangsung di Bali. Dengan sangat menyesal, kami penduduk Bali tak bisa mengikuti saran Bapak agar memperhatikan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang isinya menolak keras penyelenggaraan Miss World itu.

Ormas-ormas Islam yang dimotori Front Pembela Islam (FPI) sudah jelas pula sikapnya menolak Miss World ini, bahkan menyebutkan akan dilaknat Allah jika pergelaran yang tak Islami itu dilangsungkan. Ternyata panitia Miss World bersama pemuka adat Bali sudah datang ke Pura Besakih untuk mohon restu ke hadapan Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.

Di media massa disebutkan, jika Miss World tetap digelar, FPI akan menguber panitianya. “Kalau aparat masih melindungi, akan kita tolak,” ujar Misbahul Anam, Sekretaris Majelis Syuro DPP FPI, dikutip dari media massa. Saya sempat takut. Tapi syukurlah, di media massa juga dikutip ucapan Jero Gede Suwena, Ketua Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Bali, yang mendukung kontes Miss World. Ini membuat ketakutan saya sirna karena MUDP punya ribuan pecalang (petugas keamanan desa adat) yang siap mengamankan Bali dengan semangat “perang puputan”. Apalagi Kepolisian Daerah Bali siap mengamankan perhelatan internasional itu. Gubernur Bali Made Mangku Pastika, yang juga mantan petinggi polisi, mendukung penuh acara budaya yang bersifat internasional ini. Rasanya tak mungkin FPI datang ke Bali dan main uber-uberan. (more…)

Saat masuk jalan besar dari belakang ada Avanza menabrak. Saya terpental ke kanan. Setelah sadar, motor saya pinggirkan. Saya tanya ke polisi, ‘istri di mana?’ Polisi diam saja. Ternyata istri saya sudah dinaikan ke mobil pik up sama polwan,” jelasnya. Di saat perjalanan menuju RS Ngesti Waluyo, Parakan, Yulianto masih sempat mendengar istrinya mengeluh kesakitan dan sesak nafas. Namun ketika berada di RS, Tri Munarti tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia.

 

MERDEKA.COM. Mobil Avanza bernopol AB 1705 SA yang dikendarai anggota FPI menabrak Wahid (62) dan Suyatmi yang diboncengnya hingga terseret sejauh 50 meter, mobil itu juga menyerempet Yudi dan Trimunarti yang berboncengan kemudian menabrak polisi Brigadir Agus Nasruddin. Trimunarti tewas akibat tabrakan itu. (more…)

FPI kembali berulah, kali ini mereka menyasar acara diskusi Teologis di Gedung Keuskupan Surabaya pada tanggal 11 Juni 2013. Awalnya diskusi berjalan lancar, meskipun Panitia beberapa kali menerima teror dari pihak kepolisian yang meminta diskusi segera dibubarkan. Diskusi itu sendiri selesai pada pukul 20.45 WIB. Peserta diskusi juga sudah banyak yang pulang, hanya tersisa beberapa peserta dan panitia yang masih mengobrol di dalam gedung. (more…)

JAKARTA (Arrahmah.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat gelar Ksatria Salib Agung dari Kerajaan Inggris menjadi bukti Densus 88 yang memerangi umat Islam mendapat persetujuan dari SBY.

Demikian dikatakan Direktur Lembaga Kajian Politik & Syariat Islam (LKPSI) Ustadz Fauzan Al Anshari seperti dimuat oleh itoday, Sabtu (3/11). (more…)

Erwin Arnada

SalingSilang.com – Minggu siang, 12 Februari 2012, Erwin Arnada (@erwinarnada), membuat serial tweet, mengungkap fakta baru di balik proses peradilan pidana yang dialaminya, saat menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia. Ia menceritakan pengalamannya berurusan dengan salah satu Ormas yang ikut melaporkan dirinya ke Polisi  dalam kasus pidana Majalah Playboy Indonesia.

Sekadar mengingatkan. Dalam kasus Playboy, di tingkat kasasi, Erwin  sempat dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh MA.  Sebelumnya, di Pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan tahap banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Erwin Arnada dinyatakan bebas dari dakwaan jaksa penuntut. Lalu, jaksa kemudian mengajukan kasasi.

Erwin, bebas setelah Peninjauan Kembali yang diajukan Erwin, diterima oleh MA. Berikut serial tweet @erwinarnada mengenai ormas tersebut:

  1. @erwinarnada: Nih ya, buat yg ngeyel belain ormas pengacau itu.Gw ceritain gimana mrk sangat ‘ekonomis’ , artinya koar- koar Allahu Akbar demi uang.
  2. @erwinarnada: Bermula saat saya menang sidang di PN jakarta selatan. April 2007. Tau mrk kalah, lima panglima ormas coba baik-baikin sy. Nyusul ke bali.
  3. @erwinarnada: 3 anggota ormas bikin deal, gak akan naik banding ke pengadilan tinggi.2 syaratnya : minta diundang ke bali dan dibayarin naik haji.so funny
  4. @erwinarnada: Akhirnya sy coba ikutin. Tp cuma kasi 2 org ongkos naik haji. Trus 3 orang boleh diundang ke bali,krn kantor playboy pindah ke bali
  5. @erwinarnada:Asisten sy @13Rudi yg nemenin 3 anggota ormas saat di Bali.diajak ke bacio dan double six. Minum JD,tanpa malu malu. Mulai jelas munafiknya (more…)

Videonya di SINI ya

VIVAnews — Massa Front Pembela Islam (FPI) sempat terlibat bentrok dengan massa Front Jihad Islam (FJI) di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Selasa 28 Februari 2012 sekitar pukul 14.15 WIB. Mereka saling lempar batu.

Kericuhan terjadi  sekitar 10 menit, mengakibatkan salah satu kameramen terluka di bagian pelipis, terkena lemparan batu. Salah satu anggota FPI mengatakan, bentrok diduga dipicu ucapan “Banci, beraninya ke perempuan”, oleh massa FJI.

Beruntung kericuhan tak meluas, dan segera bisa dihalau oleh aparat keamanan. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Donni Siswoyo mengatakan bahwa kepolsian tak menduga bentrok akan terjadi. “Ini sudah kami amankan,” kata dia. (more…)

Tribun Jogja – Rabu, 15 Februari 2012 10:14 WIB

TRIBUNJOGJA.COM – Rencana aksi teatrikal di depan Markas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) di Jalan Karanglo, Kotagede, Yogyakarta berakhir ricuh Rabu (15/2/2012).

Aksi teatrikal yang direncanakan akan dilakukan oleh Bramantyo Prijosusilo di depan Markas MMI pun batal sebelum sempat digelar. Dia berencana mengelar aksi sebagai bentuk protes terhadap kekerasan yang selama ini dilakukan oleh ormas.

Namun pernyataan itu ditentang MMI sebab merasa tidak pernah terlibat pada aksi-aksi kekerasan hingga akhirnya terjadi saling dorong antara keduanya.

Laskar mujahidin yang semula berjaga-jaga di depan gerbang markas mujahidin langsung merangsek mengerumuni Bramantyo. Selanjutnya, terjadi saling dorong antara aparat polisi dan laskar mujahidin.

Selanjutnya, Bramantyo diangkut menggunakan truk oleh polisi untuk diamankan ke Polres Bantul. (more…)