BUBARKAN FPI!!

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan aparat kepolisian perlu bertindak tegas terhadap tindakan Front Pembela Islam (FPI). Menurut Ruhut, sudah seharusnya FPI dibubarkan.

“Kalau FPI berlaku seperti ini harus dibubarkan. Jangan ragu-ragulah, kita negara hukum,” ujar Ruhut saat dihubungi, Jumat (19/7).

Karenanya, politikus Partai Demokrat itu meminta ketegasan aparat kepolisian menindak FPI. “Polisi tidak perlu lagi sungkan yang terlibat perlu dihukum seberatnya,” ucap Ruhut.

Sementara itu anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari berharap UU Organisasi Masyarakat harus ditegakkan secara efektif terhadap FPI.
Mereka lanjutnya, tidak perlu diberikan ijin berpawai, berkumpul untuk merencanakan penyerangan atau menangkap penggerak mereka agar mobilisasi kebencian dan kekerasan terhenti. (more…)

FPI kembali berulah, kali ini mereka menyasar acara diskusi Teologis di Gedung Keuskupan Surabaya pada tanggal 11 Juni 2013. Awalnya diskusi berjalan lancar, meskipun Panitia beberapa kali menerima teror dari pihak kepolisian yang meminta diskusi segera dibubarkan. Diskusi itu sendiri selesai pada pukul 20.45 WIB. Peserta diskusi juga sudah banyak yang pulang, hanya tersisa beberapa peserta dan panitia yang masih mengobrol di dalam gedung. (more…)

Gubernur Jabar

Bandung – Front Pembela Islam (FPI) terancam tak bisa beraktivitas di Jabar. Pemprov Jabar akan memberi surat teguran pada FPI terkait perusakan Masjid An Nasir di Jalan Sapari, Kamis (26/10/2012).

Jika dalam tiga kali surat teguran FPI tidak mengindahkannya, FPI akan dihapus dari daftar ke-ormasan Jabar tak boleh beraktivitas lagi di Jabar.

“Satu kali, dua kali, tiga kali, kalau tidak diindahkan, maka teguran itu akan jadi penghapusan (FPI) dari daftar keormasan di Jabar dan melarang kegiatannya,” tegas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Minggu (28/10/2012).

Menurutnya, pemberian teguran jadi kewenangan Pemprov Jabar. Namun untuk pembubaran organisasi, itu bukan kewnangannya. “Itu kewenangan pemerintah pusat. Kewenangan kita hanya di situ,” ucapnya. (more…)

Sindonews.com Gerombolan anggota geng motor menyerang anggota Front Pembela Islam (FPI). Akibat serangan itu Mustofa, seorang anggota FPI, tewas dibacok kawanan geng motor di Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Minggu (6/5/2012). Korban meninggal dengan luka parah di bagian leher dan pinggang.

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah korban tiba di rumah duka, kampung Ciletu, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Pihak keluarga histeris tak kuasa menahan kesedihan.

Mustofa meninggal di rumah sakit setelah menjadi korban pembacokan oleh anggota geng motor usai menghadiri tablig akbar di daerah, Sukaraja Bogor, dini hari tadi sekira pukul 04.00 WIB. (more…)

“Semua elemen masyarakat sudah merasa terganggu dan gerah dengan aktivitas anarkis FPI. Selama ini hanya sebatas petisi protes di sosial media. Kalau Kalimantan saja bisa kenapa Jakarta tidak melakukan,” kata Tunggal Pawestri.

Oleh Evi Rahmawati*
Adalah kabar baik ketika Sabtu 11 Februari lalu masyarakat adat suku Dayak menegaskan sikapnya menolak kehadiran FPI di Bandar Udara Cilik Riwut, Palangkaraya. Mengapa kabar baik? Ini tidak berarti pihak-pihak yang selama ini dibuat gerah oleh satu kelompok kecil yang kerap melakukan tindakan anarkis dalam aksi-aksinya hendak merayakan sedikit kemenangan par
a pejuang pluralisme. Juga bukan berarti kita melanggar kebebasan suatu kelompok masyarakat dalam berserikat. Tetapi, ini berdasar pada kebutuhan mutlak manusia: kebebasan dari tekanan.

Adalah kabar baik ketika Sabtu 11 Februari lalu masyarakat adat suku Dayak menegaskan sikapnya menolak kehadiran FPI di Bandar Udara Cilik Riwut, Palangkaraya. Mengapa kabar baik? Ini tidak berarti pihak-pihak yang selama ini dibuat gerah oleh satu kelompok kecil yang kerap melakukan tindakan anarkis dalam aksi-aksinya hendak merayakan sedikit kemenangan para pejuang pluralisme. Juga bukan berarti kita melanggar kebebasan suatu kelompok masyarakat dalam berserikat. Tetapi, ini berdasar pada kebutuhan mutlak manusia: kebebasan dari tekanan. (more…)

Aksi Brutal Massa FPI

KAL-TENG (Arrahmah.com) – Dengan alasan menjaga ketentraman ormas Dayak di Kalimantan Tengah menolak jika Front Pembela Islam (FPI) beraktivitas di Kalteng. Mereka juga menolak kehadiran pendiri FPI Habib Rizieq yang akan mengadakan tabligh akbar di Palangkaraya, Kalteng, Minggu (12/2) malam besok.

Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Lukas Tingkes di Palangkaraya, Sabtu (11/2), mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng agar melarang pembentukan FPI.

Keberadaan organisasi massa tersebut dikhawatirkan membuat masyarakat tak tenang. Lukas mengatakan, pihaknya akan menurunkan spanduk yang berkaitan dengan FPI dan acara Habib Rizieq di Kalteng.

“Penurunan tidak dilakukan dengan cara yang anarkis. Tidak dengan kekerasan,” ujarnya. (more…)

BuktidanSaksi.com– JUMAT (2/9) lalu, Wikileaks, situs pembocor rahasia negara mengunggah bocoran arsip kabel diplomatik Amerika Serikat di internet. Salah satu arsip yang diluncurkan menceritakan mengenai hubungan erat antara kepolisian Indonesia dengan kelompok agama Front Pembela Islam (FPI). Isi dari dokumen rahasia yang dibocorkan Wikileaks menceritakan detail-detail yang bisa memberatkan pemerintah Indonesia.

Salah satu arsip tersebut tertulis adanya kontak antara Badan Intelijen Indonesia (BIN), Yahya Asagaf dengan FPI pada tanggal 19 Februari 2006. Kontak tersebut berisi peringatan kepada kedutaan besar Amerika Serikat untuk Indonesia. Kontak tersebut menyatakan akan adanya demonstrasi FPI mengenai masalah publikasi gambar kartun Nabi Muhammad di Kedubes itu. Dalam arsip tersebut tercatat, Kepala Kepolisian Negara Indonesia pada saat itu, Sutanto (kini kepala BIN), mendanai FPI untuk meluncurkan serangan tersebut, namun memutus pendanaan setelah mengetahui terjadi kebocoran. (more…)