Hanya beberapa minggu setelah Presiden Hosni Mubarak diturunkan dari tampuk pimpinannya di Mesir, umat Kristen mulai berharap bahwa ada era baru dari kebebasan tidak hanya untuk negara mereka sendiri, tapi di seluruh dunia Arab. Revolusi ini berlangsung sulit, menurut Abdul Al-Latif, seorang Kristen yang tinggal di Kairo, ibukota Mesir, dimana ratusan orang menghabiskan waktu di Perempatan Tahrir menentang rezim.

Sejak itu, militer yang mengambil alih kuasa dan sebagaimana negara melihat konstitusi baru dan masa depan, Abdul berharap ada masa depan baru juga untuk gereja. “Biasanya kita mengalami penderitaan yang menyengsarakan. Tapi kesengsaraan itu membawa berkat, itu yang membuat kita kuat di dalam iman kita,” katanya. “Berharap bahwa gereja secara lantang membagikan Injil kepada banyak orang.” harapnya. (more…)

Advertisements