isis takutKOMPAS.com — Kelompok militan negara Islam Irak dan Suriah tidak takut terhadap serangan yang dilakukan Rusia dan sejumlah negara koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Satu-satunya negara yang paling ditakuti ISIS hanya satu, yakni Israel.

Hal itu disampaikan seorang jurnalis berusia 75 tahun, Jurgen Todenhofer.

“Mereka (kelompok militan ISIS) berpikir mampu mengalahkan pasukan darat AS dan Inggris yang dianggap tak berpengalaman melawan gerilyawan kota atau strategi teroris,” kata Todenhofer yang pernah tinggal di Suriah selama 10 hari pada 2014. (more…)

Seorang anggota gerombolan teroris ISIS yang menyamar menjadi pengungsi di sebuah kamp pengungsi di Yordania, dilaporkan bertobat meninggalkan misinya utamanya yaitu menculik dan membunuh, karena dirinya mendengar Injil kebenaran dan melihat tindakan kepedulian yang penuh kasih dari para kelompok kemanusiaan yang melayani para pengungsi. Laporan itu disampaikan kelompok yang membantu dan melayani para pengungsi, Christian Aid Mission (CAM). Didalam kamp tersebut juga dilaporkan bagaimana banyak pembunuhan dan penculikan gadis-gadis untuk dijual secara terselubung terjadi. (more…)

Ribuan orang dari suku Kurdi di Irak dilaporkan bertobat dan menjadi pengikut Kristus setelah mereka marah menyaksikan kebrutalan gerombolan teroris ISIS yang dalam tindakan sadisnya selalu mengatasnamakan agama. Kabar pertobatan massal ini diungkapkan seorang pemimpin kementrian di wilayah Kurdi Irak yang karena alasan keamanan tak dapat disebutkan namanya.

Pemimpin itu berbicara kepada Christian Aid Mission bahwa pihaknya hampir tidak bisa lagi menjaga keinginan ribuan orang yang kini berstatus pengungsi tersbut untuk belajar mengenai Kristus dan kebenaran Firman Tuhan dalam Alkitab. Keinginan tersebut bertambah besar seiring dengan menguatnya pertumbuhan ISIS dalam menguasai wilayah itu. “Mereka sangat lapar untuk mengetahui tentang Kristus, terutama ketika mereka mendengar tentang mukjizat, kesembuhan, pengampunan dan kasih sayang yang tulus,” katanya, dirilis gospelherald, Jumat (30/10/2015). (more…)

qaraqoshKetika Negara Islam (ISIS) berusaha merebut dan mengendalikan Suriah dan Irak, sejumlah media Kristen melaporkan terjadinya konversi iman besar-besaran di Timur Tengah, bahkan situs web Kristen Christian Post menyebutkan angka ribuan orang “menemukan Yesus”.

Situs web tersebut juga mewawancarai seorang warga Irak yang menjadi Kristen.

“Saya dulu adalah seorang Muslim dan sering berdakwah, tapi ada sesuatu yang hilang. Ada yang kosong tentang Allah dan al-Quran,” kata Barazan Azeezi kepada Christian Post. “Yesus menampakkan diri kepada saya dalam mimpi dan membuka mata saya… apa yang telah hilang itu adalah kasih dan damai-Nya”.

Azeezi mengatakan bahwa sejak itu ia mulai tertarik membaca Alkitab. (more…)

Liputan6.com Mahfouz Firdaus langsung kalut begitu mendengar kabar anak perempuannya, Aisyahnaz Yasmin, akan bergabung dengan Negara Islam Iran dan Suriah (ISIS). Yasmin termasuk 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap di Turki saat  hendak menyebrang ke Suriah.

Tak kuasa menahan kesedihan, Mahfouz pun mencoba bunuh diri dengan menenggak cairan racun serangga. Beruntung, aksi nekatnya itu diketahui tetangga rumahnya di Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sehingga nyawanya bisa diselamatkan.

Selain Mahfouz, belakangan ini banyak orang tua yang resah dan khawatir anak-anak mereka telah bergabung dengan kelompok radikal tersebut. Salah satunya adalah Surati yang mendatangi Mapolres Skoharjo, Jawa Tengah untuk melaporkan anaknya yang hilang, Siti Lestari, mahasiswi semester akhir Universitas Surakarta.

Sebelum hilang Siti sempat meminta uang Rp 3,5 juta pada orangtuanya dengan alasan untuk biaya kuliah. Namun sejak itu ia menghilang dan diduga pergi mengikuti calon suaminya, Bahrun Naim, untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.
Bahrun diketahui pernah ditangkap Densus 88 Antiteror pada November 2010 karena kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

Kelompok radikal ISIS belakangan ini memang semakin gencar merekrut anggota dari berbagai negara di dunia termasuk dari Indonesia. Badan Intelejen Negara (BIN) memperkirakan, hingga akhir tahun lalu ada 514 warga Indonesia yang sudah ikut bergabung dengan ISIS.

Beragam cara dilakukan ISIS untuk menarik simpati dan merekrut anggota. Mereka masuk melalui kelompok pengajian, merekrut anggota keluarga juga menarik relawan wanita dengan hubungan asmara. Cara lainnya, menawarkan penghasilan besar puluhan hingga ratusan juta rupiah, dan janji masuk surga dengan jihad di garis depan.

Kelompok ini juga menebar propaganda melalui media sosial, mulai dari menyebarkan video pasukan ISIS asal Indonesia hingga anak-anak yang tengah dilatih oleh ISIS.

Selain itu, beragam cara dilakukan oleh mereka yang hendak bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Mulai dari modus belajar melalui Mesir, modus umrah lewat Arab Saudi hingga modus wisata lewat Turki. Banyak yang berangkat bersama keluarga untuk menetap dan melepaskan kewarganegaraan Indonesia.

Lalu bagaimana cara mencegah agar paham radika ISIS tidak menyebar lebih luas pada masyarakat, terutama di Tanah Air? Saksikan Barometer Pekan Ini selengkapnya dalam tayangan Liputan 6 Petang SCTV, Sabtu (21/3/2015), di bawah ini. (Mar/Sun)