“Saat kalian menangkap para kafir itu, pukuli mereka! Allah akan senang,” Zahid memberi mereka semangat. Kerumunan yang terdiri dari pria-pria muda, kaum muda dari rumah ibadahnya, mengayunkan tongkat dan pipa besi dan bersorak dalam kesepakatan. Ia merasa dalam keadaan baik-baik saja sebagai seorang petinggi agama yang masih muda. Dan ia merasa orang tuanya akan bangga. Dalam beberapa menit, ia dan teman-temannya menyisiri jalan-jalan desa dan mencari orang-orang Kristen untuk dijebak.

Zahid memiliki garis keturunan yang membanggakan di Pakistan. Ayah dan abangnya merupakan petinggi agama dan Zahid telah mengikuti jejak mereka. Setelah ditugaskan di rumah ibadahnya untuk pertama kalinya, kebencian Zahid terhadap orang Kristen mulai tampak dan ia mulai mengumpulkan para pengikutnya untuk menentang mereka.

Pemerintahannya makin lama makin terpengaruh oleh salah satu hukum agama yang menuntut kematian bagi siapa pun yang didapati bersalah karena penghujatan atas nabi dan kitab suci mereka. Saat kegilaan mereka memuncak, Zahid memimpin kelompoknya ke jalan-jalan, dan tidak diperlukan waktu yang lama sampai mereka menemukan sekelompok orang Kristen muda untuk diserang, pada saat dikejar salah satu dari antara mereka menjatuhkan Alkitabnya. (more…)