“Sekarang” kata sheikh tersebut, “Jika anak laki-laki saya mendengar hal seperti ini ketika ia tengah berada di sekolah, maka ia akan pulang ke rumah dan akan berkata pada saya,”Ayah…mengapa engkau punya banyak isteri? Engkau ini tidak adil – berbeda dengan orang-orang Kristen yang penuh dengan keadilan!”

Ulama TV terkejut dengan ajaran mengenai kesetaraan jender

Sebuah acara talk show di stasiun televisi Mesir Al Hafiz, secara parsial menjelaskan mengapa para ulama Islam menolak untuk mendiskusikan ajaran-ajaran Kristen atau Alkitab di sekolah-sekolah yang ada di Mesir – bahkan meskipun Quran sendiri mengajarkan hal itu sebagai hal yang harus dilakukan, baik bagi orang Muslim maupun para pelajar Kristen. Saat mendiskusikan ajaran Kristen mengenai kaum wanita, salah seorang pembicara tamu, seorang sheikh yang mengenakan pakaian tradisional garb, mengatakan bahwa ajaran-ajaran Kristen itu “benar-benar menikam para penguasa Islam.” Sebagai contoh, ia membaca dari sebuah teks yang mengatakan bahwa “Agama Kristen tidak membedakan kaum wanita dengan kaum pria, tetapi justru mengkonfirmasi kesetaraan yang sempurna diantara keduanya: memberikan pembagian hak waris yang sama besarnya, melarang perceraian, dan melarang poligami.”

“Sekarang” kata sheikh tersebut, “Jika anak laki-laki saya mendengar hal seperti ini ketika ia tengah berada di sekolah, maka ia akan pulang ke rumah dan akan berkata pada saya,”Ayah…mengapa engkau punya banyak isteri? Engkau ini tidak adil – berbeda dengan orang-orang Kristen yang penuh dengan keadilan!” (Read More…)

1. Laki-laki dewasa diperbolehkan untuk menikah gadis yang belum puber, gadis cilik
Adapun wanita yang Anda telah putus asa dari haid lebih lanjut, jika Anda ragu, maka masa tunggu mereka adalah tiga bulan dan juga orang-orang yang belum haid. Adapun orang-orang yang sedang hamil, mereka akan jangka waktu yang mereka berikan beban mereka. Allah akan memudahkan (urusan) dengan perintah-Nya bagi siapa yang takut kepada-Nya. Qur’an 65:4

Maududi benar menafsirkan makna dataran ayat 4, yang muncul dalam konteks perceraian:
Oleh karena itu, membuat penyebutan periode-tunggu bagi gadis yang belum haid, jelas membuktikan bahwa tidak hanya dibolehkan untuk memberikan gadis pada usia ini tetapi dibolehkan bagi suami untuk sempurna menikah dengan dia. Sekarang, jelas tidak ada Muslim memiliki hak untuk melarang suatu hal yang Al Qur’an telah diadakan sebagai diperbolehkan. Maududi, vol. 5, hal 620, catatan 13 (more…)