“Kapan pun aku melihatnya, aku bersembunyi. Aku benci melihatnya,” Tahani (mengenakan pakaian warna pink) menceritakan hari-hari awal pernikahannya kepada Majid, ketika ia berusia 6 tahun dan Majid 25 tahun. Isteri yang masih muda ini berpose untuk potret ini, bersama dengan mantan teman sekelasnya Ghada, juga seorang pengantin yang masih anak-anak, di luar rumah mereka yang ada di pegunungan Hajjah, Yaman.

Oleh Raymond Ibrahim Jihad Watch July 21, 2011

“Pernikahan Anak” dalam Islam – sebagai eufemisme untuk pedofilia – kembali menjadi berita utama setidaknya di Media Arab. Dr. Salih bin Fawzan, seorang ulama terkenal dan merupakan anggota dari Dewan Religius tertinggi Saudi Arabia, baru-baru ini mengeluarkan sebuah fatwa yang menetapkan bahwa tidak ada usia minimum bagi pernikahan, dan bahwa anak-anak gadis bisa dinikahi “bahkan meskipun mereka masih bayi.” (more…)