Apakah Allah sungguh2 satu atau “satu dari”? Monoteisme versus kesempurnaan tata bahasa Quran

http://answering-islam.org/Shamoun/ahad.htm  oleh Sam Shamoun

Kita baca dalam Quran mengenai keesaan Allah:
Surat 112:1 Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

Bab ini disebut baik itu sebagai Al-Ikhlas atau juga sebagai at-Tauhid. Seorang penulis muslim mengatakan tentang Surat singkat ini:

Definisi mengenai Tuhan yg paling Ringkas:
Definisi paling ringkas mengenai tuhan dalam Islam diberikan dalam empat Ayat di Surat al-Ikhlas yg adalah bab nomor 112 dari Quran:

Surat Ikhlas – Batu ujian teologi:
Surat Ikhlas dari Koran adalah batu ujian teologi. Thed dalam yunani artinya tuhan dan ‘logy artinya mempelajari. Dg begitu Theology artinya mempelajari tentang Tuhan dan bagi muslim keempat kalimat definisi dari tuhan yg maha kuasa berfungsi sebagai batu ujian utk mempelajari Tuhan. Setiap calon tuhan harus diberi ujian ini. Karena atribut Allah diberikan dalam bab ini adalah unik, tuhan2 palsu dan para pengaku tuhan dapat dg mudah dikenali memakai ayat2 ini (Dr. Zakir M. Naik, Concept of God in Islam; http://www.irf.net/irf/comparativerelig … tofgod.htm)

Herannya, tulisan arab yg sebenarnya dari ayat pertama tidak berkata Allah itu satu, tapi berkata Allah adalah salah satu (is one of). Ini karena penggunaan kata satu dalam kalimat, yaitu ahad. Disini penterjemahan dari teks Arab quran: Qul huwa Allahu ahad(un), yg artinya adalah: (more…)

Hadith mencatat bagaimana Muhammad mengijinkan dilakukannya praktik yang memalukan. Muhammad mengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria muda yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini menceritakannya secara terperinci.

Sahih Muslim, Buku 008, Nomor 3424:

‘A’isha (kiranya Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Sahla bint Suhail menemui Rasul Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku melihat pada wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kekesalan) ketika Salim (yang adalah seorang sekutu) masuk ke dalam (rumah kami), dan kemudian Rasul Allah (SAW) berkata: Susuilah dia. Wanita itu berkata: Bagaimana saya harus menyusuinya karena ia adalah seorang pria dewasa?Utusan Allah (SAW) tersenyum dan berkata: aku sudah tahu kalau ia adalah seorang pria muda. ‘Amr telah membuat tambahan ini dalam narasinya bahwa ia berpartisipasi dalam Perang Badr dan dalam narasi Ibn ‘Umar (perkataannya adalah): Utusan Allah (SAW) tertawa. (Read More)