Betapapun aneh kelihatannya bagi orang barat, banyaknya perawan2 yg dijanjikan bagi para martir islam di surga bukanlah sebuah mitos atau penyimpangan dari teologi islam. Muhammad melukiskan sebuah gambaran akan surga yg penuh birahi dan sangat bersifat jasmaniah bagi para pengikutnya – berisi semua impian2 para pengembara padang gurun pasir Arab abad ke-7: Emas dan barang2 berharga, buah2, anggur/minuman keras, air, wanita . . . dan anak laki2.

Tentu saja, tidak setiap orang percaya akan hal ini, bahkan dijaman gencar2nya sang nabi juga. Kala satu pertempuran melawan kaum Quraish (Perang Parit), Muhammad meminta para pengikutnya: “Siapakah yg berani naik keatas dan melihat apa yg musuh sedang lakukan dan lalu kembali?” Dia janji utk meminta pada Allah agar mata2 tsb “mungkin menjadi temanku di surga.” Tapi tetap tidak ada yg berani mengajukan diri sebagai sukarelawan, hingga membuat dia pada akhirnya harus menunjuk salah satu pengikutnya agar melakukan misi tsb. [1]

Tebak?

– Quran menjelaskan surga dalam terminologi yg menjelaskan bahwa surga adalah sebuah tempat yg semata2 utk memuaskan kepuasan fisik seseorang

– Pembajak 11 September, Muhammad Atta mengemasi sebuah pakaian “pernikahan surga” dalam kopernya pada hari penting tsb. (more…)