Mustahil menggunakan bahasa manusia untuk berbicara mengenai Allah. Itu berarti jika Quran itu kredibel dalam apa yang dikatakannya mengenai natur dan karakteristik Allah, maka Quran tidak dapat menjadi wahyu dari Allah. Dengan kata lain, jika Quran itu palsu/keliru, maka Quran keliru; jika Quran itu benar, Quran juga keliru; oleh karena itu Quran itu keliru. Pengajaran Quran ini membawa kepada kemustahilan menggunakan bahasa manusia untuk menggambarkan Allah. 

Oleh karena itu, mengingat bahwa Quran ditulis dalam bahasa manusia, maka Quran bukanlah ekspresi Allah, Quran tidak dapat menjadi wahyu dari-Nya, juga bukan perkataan-Nya. 

Bassam Khoury

Qur’an menyampaikan konsep mengenai Allah dengan cara sedemikian sehingga membuat wahyu Quran itu sendiri menjadi mustahil. Untuk memahami hal ini, marilah kita melihat sebuah ayat Quran:

“… Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q. 42:11). (more…)