Artikel pertama kali dipublikasikan pada bulan Juni, 2009

BuktidanSaksi.com -[Catatan Editor: Studi ini mempresentasikan alasan-alasan yang kuat untuk mendukung klaim bahwa “Hadis” pada kenyataannya adalah lebih dapat dipercayai dibandingkan Quran itu sendiri. Alasan dibelakang klaim ini ada pada cara bagaimana hadis-hadis dikumpulkan jika dibanding dengan bagaimana sura-sura Quran dikumpulkan dan disimpan. Detil-detil ada di bawah ini.]

Quran dianggap sebagai tulang punggung Islam meskipun bagian terbesar dari agama ini dibentuk dari sunnah, atau lewat tradisi-tradisi Muhammad, yang didasarkan pada hadis-hadis atau ucapan-ucapannya, meskipun sunnah sendiri dianggap hanya kedua terpenting dibandingkan Quran. Mempraktikkan Islam merupakan hal yang mustahil tanpa sunnah, sebab Quran tidak menjelaskan apapun tentang ritual-ritual Islam atau syariah, dan memberi petunjuk pada orang-orang Muslim untuk mengambil contoh-contoh yang diberikan oleh Muhammad, yang mana seluruh contoh-contoh tersebut berasal dari hadis-hadisnya (Q.59:7).

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (more…)

FANTASI? MISTERY? Tidak juga. 

BuktidanSaksi.com – Tetapi memang alam kematian adalah wilayah yang tidak dikenal oleh manusia hidup.  Ilmu pengetahuan tidak menemukan ilmu untuk kematian dan alam akhirat. Kenapa? Karena alam akhirat tidak menempatkan dirinya dalam ruang seperti yang kita kenal didunia ini. Demikian juga berlaku untuk waktu, Anda tak bisa menempatkannya dalam sebuah stoples. Dan bilamana  Anda menyingkirkan semuanya dari ruang, maka apakah yang tertinggal? Tidak ada!

Sebelum kematian Einstein – guru teori relativitas yang sangat paham akan waktu – beliau sempat berkata tentang kematian seorang Besso, teman karibnya: “Saat ini Besso telah pergi dari dunia yang aneh ini sedikit mendahului saya. Namun ini tidak berarti apa-apa. Orang-orang seperti kita … tahu bahwa perbedaan antara masa kemarin, sekarang, dan besok, hanyalah sebuah ilusi kita yang mem- bandel”.  Pada titik kematian seseorang, kontinuitas yang mempertalikan waktu dan ruang mendadak terputus dan lenyap. Lalu dimana kita menemukan diri kita?

Jadi dimana kita apabila kita kelak mendadak terputus dari ruang dan waktu, alias meninggalkan dunia yang fana ini? Jawabannya adalah tergantung kepada siapa yang Anda ikuti! Orang ateis akan selesai karena tak ada yang diikutinya kecuali dirinya. Para pengikut Kristus sebagai anak-anak domba akan mengikuti Gembala Agungnya. Dan Muslim akan ikut Nabi Junjungannya Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.  Nah, disinilah inti persoalan kita: Dimana Yesus Kristus dan dimana Muhammad SAW saat ini berada agar kita juga tahu kemana kita akan dibawa pergi kesana? Dan tidak seperti Muslim, para pengikut Yesus tahu persis dimana Gembala Agungnya itu berada.  (more…)