–   Sebuah refleksi kritis Kristologi Alkitabiah –

Oleh : Ps. Sonny Eli Zaluchu, M.Th, D.Th

Alumnus Program Pascasarjana STBI Semarang

(ijin kutipan diberikan dengan mencantumkan sumber)

Dua hal yang sangat penting dalam hal kristologi adalah adalah siapakah Kristus (pribadiNya) dan apakah yang menjadi rencanaNya di dalam dunia (karyaNya). Keberadaan Yesus ditegaskan oleh Alkitab sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia[1], dan menjadi bagian dari rencana Allah untuk membawa manusia berada di dalam hidup yang kekal.[2] Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, dari sejak Yesus datang dan melayani ke dalam dunia, hingga abad 21 ini, selalu saja terjadi kontroversi dan perdebatan yang tidak pernah selesai tentang Kristus. Pokok perdebatan itu berkisar tentang siapakah sebetulnya Yesus Kristus itu. Betulkah Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia? Ataukah manusia di atas rata-rata karena kodrat ilahi di dalam diriNya? Ataukah Ia benar-benar Allah yang seolah-olah terlihat seperti manusia?

  1. Potret Kristus yang Salah

Sorotan terhadap pribadi Kristus dari masa ke masa tidak pernah selesai. Perdebatan mengenai keilahian Kristus, selalu mewarnai diskusi para teolog, mulai dari kalangan paling Injili hingga mereka yang berpaham liberal. Tidak jarang dalam perdebatan itu, Kristologi disusun terlalu jauh melenceng dari apa yang Alkitab saksikan tentang Yesus, sehingga melahirkan pendapat yang salah tentang Kristus dan pengajaran-pengajaran yang bersifat menyesatkan (bidat). Hal ini terjadi karena manusia mencoba memahami Kritus menggunakan argumen-argumen teologis yang berpusat pada intelektual, pengalaman, filsafat bahkan rasionalitas. (more…)

KETIKA SEMUA PRIBADI BERKATA:
INILAH JALAN TENGAH (BUDDHA),
TUNJUKKAN KAMI JALAN YANG LURUS (MUHAMMAD),

DAN BANYAK ORANG LAIN BERKATA :
INILAH JALANNYA (BHAGAVAD GITA),
ITULAH JALANNYA (ZEN),
CARILAH JALANMU SENDIRI (SAI BABA)……..

KETIKA SEMUA ORANG TAK ADA YANG BERANI MENGKLAIM “JALAN” ITU…..HANYA YESUS-LAH SATU-SATUNYA YANG BERANI MENYATAKAN DENGAN TEGAS :
AKULAH JALAN, KEBENARAN, DAN KEHIDUPAN.” (YOH 14:6)
“TIADA SEORANGPUN YG DAPAT DATANG KEPADA ALLAH (BAPA) KALAU TIDAK MELALUI AKU.” (YOH 14:6)
KUASA DI SORGA & DI BUMI ADA PADA-KU / AKULAH PENGUASA SORGA & BUMI” (MAT 28:18)
AKU DAN ALLAH BAPA ADALAH SATU” (YOH 10:30)
“BARANGSIAPA TELAH MELIHAT AKU, IA TELAH MELIHAT ALLAH BAPA” (YOH 14:8-10)…..

Tuhan Yesus mengasihimu. Mari datang kepada Sang JALAN, Tuhan dan Juruselamat itu.

Siapakah Yesus, Menurut Yesus Sendiri? Bagian 1 dari 2Bacabacaquran.com – Sekarang ini tampaknya ada banyak “varitas” sosok Yesus yang dianut orang disepanjang sejarah manusia. Ada sebutan Yesus Elohim, Yesus Manusia, Yesus Anak, Yesus Mesias. Ada julukan Yesus Setengah Elohim-Setengah Manusia, ada Guru Moral Teladan, Yesus Malaikat Ciptaan Pertama, Almasih Putra Maryam, sosok Terkemuka Didunia dan Diakhirat, atau sosok Kalimatullah, Rohullah yang tidak dijabarkan lebih lanjut dst. Ada yang mengatakan Yesus itu Jin, atau yang kerasukan Jin, seorang Penipu ulung. Novel Kode Da Vinci malahan menyimpulkan Yesus adalah tokoh besar yang ke-Tuhan-annya diciptakan oleh gereja-gereja abad ke empat. Bahkan ada yang mengklaim Yesus tidak pernah ada (Ketua Ateis Amerika, Ellen Johnson). Tampaknya terdapat banyak perselisihan persepsi dan pendapat mengenai Sosok yang satu ini. Tak terhindarkan, ada banyak “yesus-yesus” yang bukan Yesus hakiki menurut kesaksian Yesus sendiri, yang salah satunya yang paling menonjol ialah sosok ISA. Namun dibalik semuanya, kepelbagaian “varitas” ini sesungguhnya bukanlah hal yang mutlak jelek, sebab fakta ini justru berkaitan dengan peneguhan kebenaran sosok Yesus, dan sekaligus Alkitab, dimana salah satu nubuat Injil digenapi secara menakjubkan!

Pertama, bukankah juga terdapat banyak sekali perbantahan manusia tentang siapa Allah atau Tuhan yang sejati? Ini menegaskan bahwa jikalau kita membicarakan sebuah sosok dari “alam luar”, maka perbantahan dikalangan manusiapun tidak akan terhindarkan. (more…)

Hanya Isa saja dari segala Nabi, Rasul, Utusan Allah yang lahir dari seorang perawan (Sura 19:16-34; 3:47).

Hanya Isa saja yang diberi gelar “Kalimat Allah” (Sura 3:35, 39; 4:171).

Hanya Isa saja yang merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Sura 4:171; 19:17).

Hanya Isa saja yang diberi gelar Yang Mulia dan Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Sura 4:171 dan banyak ayat lain).

Hanya Isa saja yang disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (19:19) — bandingkan dengan Adam yang berdosa, Sura 7:22,23; Abraham minta dosanya diampuni, Sura 26:82; Musa minta dosanya diampuni, Sura 28:16; Yunus berdosa, Sura 37:42; Muhammad minta diampuni, Sura 47:19; 48:2 — artinya hanya Isa saja yang tanpa dosa dan karena itu Isa tak perlu minta pengampunan.

Hanya Isa saja yang diberi kehormatan” seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Sura 3:5). (more…)

Karakter utama ketiga yang mendominasi eskatologi Islam adalah manusia dengan gelar lengkap Al-Maseeh (Sang Mesias) Ad-Dajjal, (Si Pendusta/Penyesat). Biasa disebut Dajjal, dia adalah karakter aneh dengan deskripsi dan cerita yang jauh lebih fantastis daripada Sang Mahdi atau Yesus Muslim. Ada beberapa hadis yang memuat deskripsi Dajjal ini. Di sini kita hanya akan menyentuh tradisi yang paling umum untuk memberikan garis besar mengenai sosok misterius dan asing ini.

Penyesat Besar
Dajjal dideskripsikan sebagai seorang penyesat yang akan memiliki kekuatan ajaib dan akan memegang kekuasaan sementara di seluruh bumi:

Nabi memperingatkan kita bahwa pada hari-hari terakhir akan ada seseorang yang akan menyesatkan umat manusia. Dajjal akan memiliki kekuasaan atas dunia. Maka dari itu, kaum Muslim harus waspada, tidak menyimpan cinta kepada dunia dalam hati mereka sehingga mereka tidak meninggalkan agama demi dia. (more…)

Jawaban: Sebagai Allah, Yesus disebut Anak Allah. Yesus dan BapaNya adalah satu dalam keillahian namun merupakan Pribadi yang berbeda dalam Trinitas.

Satu Allah, Satu Tuhan

Sebagai kaum monotheistik orang-orang Muslim, Kristen and Yahudi semuanya sepaham bahwa hanya ada satu Allah yang sejati. Yesus sendiri memegang monotheisme. Ketika ditanya apa yang merupakan perintah terbesar, Yesus menjawab, “ … Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Markus 12:29-30). Rasul Paulus, pemimpin dari gereja mula-mula, juga mengajarkan monotheisme: “Tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa … yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.” (1 Korintus 8:4-6) (more…)