BuktidanSaksi.com – Semakin kentara, bahwa berbicara tentang status wanita Muslim adalah berbicara tentang gugatan wanita kepada sosok-sosok yang mengatas-namakan Allah dalam menista wanita. Bukan rahasia lagi bahwa Hukum Islam menganggap wanita tidak utuh. Kesaksian seorang wanita (di pengadilan) hanya bernilai setengah dari kesaksian pria 1. Wanita telah dianggap tidak memiliki intelegensia yang setara dengan pria dan juga dalam menerapkan praktek-praktek agama 2. Lebih mengenaskan lagi wanita dianggap pula sebagai harta milik seperti halnya emas, perak, kuda dan ternak 3. Seseorang wanita telah disamakan sebagai sebuah ladang-olahan yang boleh dikerjakan atasnya seenak kehendak suaminya 4. Dan sungguh getir mendapati Allah yang Maha Adil dan Bijak namun memproklamirkan hak kepada para pria untuk mengganti salah satu istrinya jikalau ingin mendapatkan istri yang lainnya asalkan maharnya jangan diambil kembali 5. Dan yang paling menyakitkan adalah pernyataan Muhammad bahwa wanita itu datang dalam bentuk setan:

“Jabir melaporkan bahwa Rasul Allah melihat seorang wanita, sehingga beliau (merasa perlu) mendatangi istrinya Zainab yang sedang merawat kulitnya, untuk berhubungan sex dengannya. Setelah itu beliau mendatangi para sahabatnya dan berkata kepada mereka: Perempuan datang menggoda dalam bentuk setan, maka bilamana seseorang diantara kamu melihat seorang perempuan, ia harus mendatangi istrinya (untuk sex), sebab itulah yang akan mengusir apa yang dirasakannya dalam hatinya”. (Shahih Muslim, Buku 8 no.3240) (more…)