“Taurat, Zabur dan Injil asli telah hilang, dan Bible kalian yang sekarang adalah kitab yang telah dikorup, dipalsu oleh manusia. Itu sebabnya Quran diturunkan kemudian oleh Allah secara langsung demi menegakkan kebenaran yang asali.”

Perhatikan! Tidak seperti isu lain, tudingan Muslim dalam perkara “Alkitabmu palsu”, sulit dicarikan ayatnya dari Quran. Muslim hanya menuduh menurut kesan-kesan dan slogan yang telah ditanamkan dalam-dalam ke hati mereka melalui sejarah dan tradisi keagamaan yang sedemikian lama. Apa yang tertanam dalam, tentu sulit dibongkar oleh tangan-tangan luar. Oleh karena itu Anda tidak perlu membuang energi dengan adu ”jual-beli” argumentasi. Muslim bangga akan Quran mereka yang diwahyukan langsung lewat Jibril kepada nabi yang terakhir, Muhammad. Itu adalah manifesto final dari kehendak Allah untuk menggantikan Taurat dan Injil. Dimata mereka alangkah jauhnya beda otoritas Quran terhadap Bible yang dianggap ditulis dan dikumpulkan secara gado-gado oleh orang-orang yang tidak jelas silsilahnya dari pelbagai lingkar masyarakat seperti petani, nelayan, gembala, jenderal, tabib, narapidana, dsb. Baginya itu tidak lebih daripada hadis-hadis maudhu atau da’if, palsu dan jauh dari yang shahih!

Menghadapi tudingan jenis ini, Anda bisa memilih pembukaan paraphrase. Artinya, Anda mengutip-ulang tudingannya, namun dengan kata-kata Anda sendiri yang menggiring kepada suatu maksud lanjutan.

“Ya, saya terlalu sering mendengar teman Muslim berkata bahwa kitab Taurat dan Injil itu palsu, dan yang aslinya telah tiada. Lalu Allah mengkoreksinya lewat Quran, dan Muhammad gencar memperingatkan manusia tentang pemalsuan ini. Tetapi sebenarnya apa yang diperingatkan oleh Muhammad mirip dengan apa yang telah diperingatkan oleh Yesus dan rasul-rasulNya. Apakah Anda tahu akan hal ini?“

Ah, masa, apa iya?! Sensasi kali. Dan mereka akan memasang kuping lebar-lebar untuk mendengar penjelasan Anda lebih lanjut.

PENJELASAN TENTANG PEMALSUAN ALKITAB

Kita sama sekali tidak bersensasi di sini. Kita amat serius, karena Alkitab memang telah memperingati anak-anak Tuhan agar mereka jangan sampai tertipu oleh macam-macam kepalsuan yang mengatasnamakan Tuhan dan kebenaranNya! Kita akan kutip sejumlah peringatan demikian dari Alkitab tentang ajaran-ajaran dan guru-guru palsu, bahkan mesias-mesias palsu:

”Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar, dan supaya mengikut mereka.” (Kis 20:30).

”Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” (2 Petrus 2:1).

”Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.” (Matius 24:24-25).

Atas sajian ayat-ayat di atas, teman muslim mungkin akan membantah, ”Itukan lain. Itu bukan berkenaan dengan pemalsuan Taurat dan Injil, melainkan memperingatkan adanya nabi dan guru-guru palsu dengan ajaran yang palsu.” Nah, persis seperti apa yang dibantahnya, disinilah kita membalikkan isu tuduhan mereka dengan cara yang sama, dengan pernyataan kunci Anda kepada mereka:

”Justru sesungguhnya Muhammad mengecam orang-orang Yahudi yang mengajarkan dan menyampaikan firman yang palsu. Persoalannya bukanlah Kitab Allah dari orang Yahudi, melainkan orang-orang Yahudinya yang khusus dikecam oleh Muhammad! Mari kita periksa bersama. Kita kumpulkan semua ayat Quran yang mempersoalkan ulah Yahudi terhadap keotentikan Alkitab. Total ada 11 ayat.”

Persilahkan teman Muslim untuk menyimaknya sendiri apa bentuk kecaman Muhammad yang semuanya terekam dalam 11 ayat Quran, dan tidak lebih:

Allah membenarkan apa yang ada pada bani Israil (Taurat). Janganlah mereka mengingkari dan jangan menukarkan ayat-ayatNya (QS 2:41).

Janganlah mereka mencampuradukkan yang hak dengan yang batil dan jangan sembunyikan kebenaran (2:42).

Segolongan mereka mengubah firman Allah setelah mengetahuinya (2:75).

Orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, tetapi mengatakan ”Ini dari Allah”, demi memperoleh keuntungan yang sedikit (2:79).

Segolongan dari mereka menyembunyikan kebenaran (2:146).

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampuradukan yang benar dengan yang batil, dan sembunyikan yang benar (3:71).

Segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Alkitab…Mereka berkata dusta terhadap Allah (3:78).

Sebagian dari orang-orang Yahudi merobah-robah kalimat-kalimat dari tempat-tempatnya (4:46).

Sebagian dari orang-orang Yahudi merobah-robah kalimat-kalimat dari tempat-tempatnya, dan melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan Allah kepada mereka (5:13).

Orang-orang Nashara melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan Allah kepada mereka (5:14).

Ahli Kitab banyak menyembunyikan isi Alkitab dan membiarkannya (5:15).

Jadi, apa persisnya substansi Alkitab yang dipersoalkan oleh Muhammad disitu? Muhammad tidak pernah mempermasalahkan Kitab yang beredar, melainkan orang-orang yang melancungkan KalimatNya dalam tutur katanya, dalam ajarannya, dan dalam otaknya karena kelupaan. Tidak ada ancaman Alkitab palsu yang dikhawatirkan atau yang diharamkan Muhammad. Ia tidak berkata: ”Percayalah kepada Alkitab/Injil yang Asli, dan awas terhadap Kitab yang palsu!” Tidak ada Kitab yang sengaja dihilangkan atau musnah, apalagi musnah semua dan digantikan dengan yang palsu. Dimanapun Muhammad dalam pewahyuan, hanya mengenal Alkitab asli, tidak pernah mengenal menjumpai, atau mengantisipasikan Alkitab-Palsu seperti yang ”diinginkan” oleh sekalangan penafsir Islam. Tidak ada firman Tuhan yang dinyatakan hilang-lenyap, kecuali sebagian isinya dilupakan, disembunyikan, diubah-ubah dan dicampur-adukkan, lidah bacaan diputar-putar, dipindahkan kalimat-kalimat dri tempatnya, diubah firmanNya, ditukar ayatNya, berkata dusta terhadap Allah.

Jadi Muhammad—sama halnya dengan Yesus—memberi peringatan bertubi-tubi akan penyelewengan pemberitaan/ajaran Alkitab (bukan palsunya semua Kitab yang beredar).

Bedanya ialah Muhammad lebih mengecam dan mengutuk pelaku-pelaku Yahudi yang memalsu ketimbang memperingati umat, sedangkan Yesus dan rasul-rasulNya lebih memperingatkan umat Tuhan ketimbang mengecam pelaku pemalsuan yang otomatis sudah menjai terkutuk!

”Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19).

Sebaliknya, Muslim segera dapat melihat bahwa Muhammad amat membela semua Kitab Tuhan, serta mengajukan sedikitnya 6 alasan mutlak kenapa Alkitab itu mustahil terpalsu, hilang atau digantikan oleh ulah manusia yang terbatas:

(1). Dikatakan bahwa Kalimat-kalimat Allah tidak dapat ditukarkan oleh manusia manapun; dan tidak ada perubahan atasnya sejak kapanpun (QS 6:34; 10:64; 48:23). Semua Kitab-kitab Allah itu dalam induk Alkitab disisi Allah (QS 43:4; 85:22), baka dan kekal. Dapatkah kebenaran Induk Alkitab yang terjaga disisi Allah itu dicuri, dihilangkan dan dipalsukan manusia bejad? Ini yang menjadikan para sesepuh awal Islam seperti Buchari dan Al-Razi setuju bahwa Alkitab tak dapat dirubah karena itu adalah Firman Tuhan.

(2). Dimanapun, Muhammad selalu mengingatkan bahwa tidak ada perlakuan Tuhan yang membedakan Kitab-KitabNya. Tidak ada yang satu terjaga, yang lain terlantar. Yang mendiskriminasikan itu hanyalah penafsir yang ngotot memilih menutup hati sendiri terhadap firman Allah yang jelas berkata kepada mereka:

Katakanlah, ”Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub…Musa dan Isa… Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka…” (QS 2:136, 3:84).

(3). Terdapat peneguhan yang amat pasti bahwa Taurat dan Injil itu dibenarkan oleh Allah, dan harus diimani! (QS 2:41, 89, 91, 101, 136; 3:3; 4:136; 5:43,44,46,47,48,68; 6:92; 10:73, 94; 29:46; 32:23; 35:31; 46:30; 43:4;dll).

Quran justru membenarkan Taurat dan Injil bukan 1 kali, tetapi berpuluh-puluh kali, jauh melebihi 11 ayat yang ditafsirkan secara paksa seolah Alkitab itu palsu. Maka setiap orang akan bertanya:

”Untuk apa dan siapakah maka Taurat & Injil dibenarkan sampai berpuluh kali?” Sebab seruan semacam itu tidak berguna bagi orang-orang Yahudi maupun Nasrani yang toh sudah tahu dan bangga akan kebenaran kitab-kitab mereka. Jadi logis kalau itu ditujukan kepada orang lain, termasuk pengikut-pengikut Muhammad atau orang-orang Quraisy agar merekapun perlu membaca dan percaya akan Alkitab!

Penyelewengan verbal atau tekstual? Keaslian yang musnah atau tetap eksis?

Perhatikan bahwa semua penyelewengan/penggelapan yang dikecam Muhammad umumnya bersifat penyelewengan verbal dan bukan merubah fisiknya teks Alkitab dengan maksud substitusi total dan penggantian. Kecaman yang menyangkut fisik teks palsu dari Alkitab hanya terdapat dalam satu ayat saja, yaitu Surat 2:79, menyangkut orang-orang tertentu yang menulis Alkitab palsu dengan maksud untuk ditukar dengan harga rendah. Jelas ”menulis palsu” (untuk dijual dengan harga murahan) ini bukanlah melakukan substitusi dengan penghancuran & pelenyapan semua Alkitab asli, melainkan untuk turut menambahi (bukan mengganti) koleksi Kitab-asli yang sudah ada dengan kitab-kitab apokrif yang dikarang sendiri. Kitab apokrif ini hadir bahkan sampai sekarangpun, semisal Injil Nazarin, Kisah Petrus dll yang banyak mendongengkan mujizat-mujizat sihir. Lihat, betapa Injil Barnabas pun sering dijago-jagoi oleh orang Muslim tertentu sebagai Injil asli, tetapi mereka sendiri bahkan tidak memeriksanya, apalagi mengimaninya!

(a). Bahwa Taurat dan Injil itu ada dalam tangan bani Israil/ada disisi mereka, eksis secara fisik disisi para pemiliknya, tidak hilang seperti yang sering dituduhkan (QS 2:41, 89, 91; 3:93; 5:43,44,47,dll). Bila Kitabnya korup atau hilang habis, untuk apa Muhammad menyerukan agar Alkitab itu diimani? Muhammad memang perlu mengindikasikan adanya para penyeleweng atau penggelap ayat Alkitab, namun sama sekali itu bukanlah penghapusan/pelenyapan eksistensi Alkitab yang otentik. Sebaliknya kita menyaksikan diseluruh Quran bahwa Muhammad pada zamannya, tidak pernah menegur, mencegah, atau melarang siapapun untuk membaca Alkitab yang ada ditangan orang-orang Yahudi di Mekah atau Medina, apalagi yang ada ditanah Israel! Tuhan malahan mendesakkan bacaanNya:

”Katakanlah, ”Maka ambillah Taurat dan bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar” (QS 3:93).

(b). Bahwa yang menyelewengkan Kitab Tuhan itu hanya segolongan orang-orang fasik, bukan seluruhnya. QS 3:199 menegaskan bahwa sebagian para Ahli Kitab justru adalah orang-orang beriman yang tidak menukarkan atau menjual ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada mereka. Mereka memperoleh pahala disisi Allah. Juga dikatakan: ”Orang-orang yang telah Kami berikan Alkitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya.” (QS 2:121a).

(c). Dan sebagai puncak pengakuan atas kebenaran Alkitab bagi Muslim, maka Muhammad-pun perlu ”berkonsultasi” kepada ahli-ahli Kitab ini tatkala ada keraguan terhadap pewahyuan:

”Maka jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum engkau. Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu” (QS 10:94).

Ini adalah ”pusat rujukan kebenaran” yang otomatis telah memvonis keaslian Alkitab tanpa usah diperdebatkan lagi. Sebab bagaimanakah Muhammad dapat disuruh berkonsultasi kepada orang-orang yang Kitab-kitabnya palsu dan korup? Dan yang diulang sekali lagi agar tidak terlupakan oleh para penafsir:

”Dan tidak Kami mengutus sebelum engkau melainkan laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka: maka bertanyalah kamu kepada mereka yang berilmu (tentang nabi dan kitab), jika kamu tidak mengetahui.” (QS 16:43).

DILEMA MUSLIM

Alkitab dipersalahkan sebagai Kitab yang palsu, bukan wahyu Allah, korup, tidak asli, dan banyak yang direkayasa dan diubah-ubah. Tetapi baiklah kita berterus terang, bahwa jikalau tuduhan itu datangnya dari orang-orang non-Muslim, kita masih bisa memahaminya. Namun bila mereka itu Muslim, maka sulit untuk kita mencari dasar tuduhannya. Mungkin orang semacam ini kurang memahami ajaran Quran, atau terlanjur membutakan hatinya sendiri. Sekali Muslim menuding keabsahan Alkitab, mereka langsung masuk ke dalam dilema yang tidak terselesaikan.

*Tanyakan kepada teman Muslim:

”Kapankah waktu terjadinya pemalsuan? Dan tidak ada satupun pakar Islam yang dapat menjawab pertanyaan yang amat perlu dan amat sederhana ini. Sebab jikalau dijawab ”sebelum Islam muncul”, maka kenapa Quran justru menyaksikan kebenaran Alkitab dan memerintahkan orang-orang untuk mengimaninya? Sebaliknya jika dijawab sesudah Islam muncul”, maka sang pakar tersebut akan dipermalukan oleh fakta-fakta sejarah, karena naskah-naskah Alkitab/Perjanjian Baru yang final sudah tersimpan rapi dalam gereja dan musium-musium dunia jauh sebelum datangnya Islam (a.l. Codex Vaticanus, codex Sinaiticus, dll diabad ke-4). Dan isi naskah–naskah itu dalam teks bahasa aslinya tidak berubah atau terpalsu apapun dengan isi Alkitab kita sekarang ini!)

Dalam “In the Family of Abraham”, Anne Cooper menggambarkan dilema Islam sbb:

“Alasan utama kenapa Muslim mencap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teksnya adalah karena mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena Quran disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi belakangan baru diketahui (bukan pada masa-masa sahabat Nabi) bahwa isi keduanya saling tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Tuhan yang sama. Dan karena Quran dianggap wahyu terakhir dari Tuhan, maka cara yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh si pemalsu.”

Namun dilema terbesar pada Quran adalah justru ketika Allah sendiri yang meletakkan Taurat & Injil itu sebagai rujukan kebenaran bagi Muhammad. Dengan demikian, sekali Alkitab dituduh palsu maka palsu pulalah Quran itu dengan sendirinya!

Sesungguhnya, untuk teman Muslim yang menuduh secara sembrono, “Alkitabmu Palsu,” Anda dapat bertanya amat santai kepadanya: kapan dipalsu, dimana di palsu, siapa pemalsu, siapa saksi, apa yang dipalsu, seperti apa yang tidak dipalsu, dikemanakan yang tidak dipalsu, dst, dst….. dan tidak satupun dapat mereka jawab dengan nyata. Semuanya hanya argumen siluman yang tidak berujud! Namun biarkanlah ia menjawab luhur pertanyaan dasar, bagaimanakah sipemalsu itu dapat memalsu/menggantikan Kalimat Penciptanya:

“Akankah Tuhan Yang Mahakuasa membiarkan orang kafir yang bejat dan najis untuk mengotak-atik KitabNya serta mengubah kalimat/firmanNya yang kudus itu?

Akankah Tuhan membiarkan seluruh FirmanNya dalam Taurat, Mazmur, Injil, dan Kitab Nabi-nabi terhilang semuanya dan tidak tercari di dunia, namun masih terjaga kekal dan mulia disisi Tuhan di surga?

Dan dapatkah manusia menghilangkan Kalimat Tuhan, sedang setan dan iblis pun tak mampu melakukannya?”

Sungguh, Alkitab sejati tidak pernah gagal oleh ulah manusia, karena ia adalah pernyataan dan Sabda Tuhan yang kekal. Berapa banyak Alkitab telah dirusak, dinyatakan illegal, dibakar orang dan Negara. Berapa banyak penyebar-penyebarnya telah dianiaya, dibunuh atau dibungkamkan dipenjara. Tetapi Firman Tuhan yang kekal tidak bisa terbungkam, atau dihilangkan seperti tuduhan sejumlah orang. Ringkas dan sederhana saja, bilamana Firman Tuhan bisa hilang, maka kita bisa mencurigai bahwa itu bukanlah Firman Tuhan yang baka, melainkan “kalimat manusia” yang fana belaka.

Kitab Wahyu 14:6, Yesaya 40:8, dan 1 Petrus 1:25 mewahyukan kekekalan wahyu:

“Dan padanya (malaikat), ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum…”

Nabi Yesaya dan Rasul Petrus sama berucap: “Rumput menjadi kering, dan bunga menjadi layu, tetapi firman Tuhan kita tetap untuk selama-lamanya.”

Dan siapakah selain sang Kalimatullah sendiri, yang sanggup berkata sepenuh wibawa:

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Matius 24:35).

Sebagai penutup, biarlah setiap teman Muslim tahu, bahwa Taurat dan Injil yang terlalu sering didiskreditkan manusia ternyata mendapat pembelaan dari Tuhan sendiri! Bukan kebetulan bahwa Tuhan sengaja mengistimewakan kedua KitabNya ini dengan satu janji rezeki yang teramat eksklusif. Janji mana hanya ditujukan bagi kaum yang menjalankan Taurat dan Injil, tidak yang lain:

“Dan sekiranya mereka (kaum Ahli Kitab) sunguh-sungguh menjalankan Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS 5:66).

PARA PEMBACA YANG DIKASIHI TUHAN.

Kita sedih melihat begitu kasat-mata, luas dan jauhnya salah paham yang terjadi sesama umat beragama ketika kita-kita ini bermaksud mencari sebuah kebenaran dari Tuhan.

Betapa lelahnya kita mencari-cari dalam kesia-siaan. Mata hati kita yang telah terpolusi tidak akan mampu menemuinya. Kultur dan hakekat manusia yang memberontak dan jahat pada dasarnya, telah membutakan pencaharian manusia akan kebenaran. Dalam Alkitab, kita-kita yang berdosa ini disebut orang-orang buta. Kita yang buta ini tidak mampu mencari, kecuali membuka diri dan mengundang untuk dicari! Kita perlu merendah-diri, perlu menanggalkan segala “cawat daun” sambil membukakan pintu hati kita bagi Dia Yang Menebus kita dari vonis-kematian. Sebab Yesus Al-Masih yang bangkit dari kematian itulah yang mengalahkan MAUT. Dialah yang mampu memberikan kepada Anda dan saya hidup, hidup yang berkelimpahan:

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

”….Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Wahyu 3:20, Yohanes 10:10).

Roma 10:4-18

10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

10:6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,

10:7 atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

10:18 Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

Advertisements