Pertanyaan Pertama:
Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?

Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di antara mereka bisa memberikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen?

Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main-main, padahal kami benar-benar serius dan akan menepati janji bila ada diantara umat Kristiani atau dari agama manapun yang bisa memberikan bukti berupa ayat-ayatnya yang tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen.

Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Siapa saja yang bisa menunjukkan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar tertulis di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen, Banyak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen dan yang menamakan agama itu `Kristen’ bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah ini :

“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang.

Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.’
(Kis 11:23-26)

Ayat diatas membuktikan bahwa yang menamakan agama itu “Kristen’ bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.

Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama “Kristen’ itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan Yesus mati dan kapan agama yang dibawanva dinama Kristen? Menurut data yang kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam buku “Religions on File” Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29 M (Masehi). Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus.

Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an, tidak dijumpai satu pun kata “Kristen”, yang ada kata “Nashara” karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut “Nashrani” bukan Kristen. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata “Kristen’ hanya disebutkan paling banyak 6 (enam) kali, yaitu pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16)

Jawaban apa sih yang dianggap benar?

Saya hanya menanggapi pertanyaan yang diajukan sesuai keimanan Kristiani, bukan untuk adu argumentasi atau balik melecehkan/ mempertanyakan keimanan agama lain, tetapi terbatas pada “apology” terhadap kepercayaan yang saya imani.

TANGGAPAN :

Kata “Agama” atau “religion” tidak pernah muncul dalam Alkitab. Kata “religion” (agama) adalah kata yang belakangan muncul. Ada perbedaan antara the word agama & religion. Dan, kata “agama” sebenarnya bukan berasal dari rumpun bahasa Semitik. Kata itu berasal atau diserap dari bahasa Sansekerta yang berarti “tidak kacau” atau “tidak hancur”, mungkin maknanya adalah “hidup teratur, ritual”.

Kata Religion (Inggris) dari kata Latin ‘religare’ artinya mengikat. Religare terdiri dari dua kata yaitu “re” dan “ligare”, “re” artinya kembali dan “ligare” artinya hubungan yang telah putus. Jadi, ‘religare’ atau ‘agama’ adalah satu sarana bagi manusia untuk mengikat kembali hubungan Allah dengan manusia yang telah putus akibat dosa. Maka jelas kata ini menunjukkan ada ikatan antara ‘penyembah’ dengan ‘yang disembah’.

Kata “agama Yahudi” tidak pernah muncul dalam Perjanjian Lama, dalam Perjanjian Baru Yunani pun tidak ada kata “agama” ataupun “agama Yahudi”. Kalaupun ada kata Agama Yahudi dalam “Alkitab terjemahan bahasa Indonesia”, istilah tersebut diterjemahkan dari kata ιουδαισμος – IOUDAISMOS, berasal dari kata ιουδαιζω – IOUDAIZÔ, “hidup seperti orang Yahudi”, yaitu menerima kebiasaan dan ritus-ritus Yahudi, terutama berhubungan dengan iman dan penyembahan mereka.

Yesus Kristus tidak membawa agama. Ajaran Yesus Kristus yang terutama adalah tentang Kerajaan Surga atau Kerajaan Allah yaitu pewujudan pemerintahan, kekuasaan, kemuliaan Allah di atas muka bumi, serta kehidupan kelak di akhirat. Dia lebih menekankan hal-hal batiniah ketimbang lahiriah. Kalangan Yahudi memberi istilah sekte orang Nasrani kepada pengikut Kristus untuk membedakan sekte-sekte atau mazhab-mazhab (Yunani: αιρεσις – HAIRESIS) yang ada di kalangan itu seperti mazhab Farisi dan mazhab Saduki.

* Kisah Para Rasul 5:17
LAI TB, Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati.
KJV, Then the high priest rose up, and all they that were with him, (which is the sect of the Sadducees,) and were filled with indignation,
TR, αναστας δε ο αρχιερευς και παντες οι συν αυτω η ουσα αιρεσις των σαδδουκαιων επλησθησαν ζηλου
Translit, anastas de ho arkhiereus kai pantes hoi sun autô hê ousa hairesis tôn saddoukaiôn eplêsthêsan zêlou

* Kisah Para Rasul 15:5
LAI TB, Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”
KJV, But there rose up certain of the sect of the Pharisees which believed, saying, That it was needful to circumcise them, and to command them to keep the law of Moses.
TR, εξανεστησαν δε τινες των απο της αιρεσεως των φαρισαιων πεπιστευκοτες λεγοντες οτι δει περιτεμνειν αυτους παραγγελλειν τε τηρειν τον νομον μωυσεως
Translit, exanestêsan de tines tôn apo tês haireseôs tôn pharisaiôn pepisteukotes legontes oti dei peritemnein autous paraggellein te têrein ton nomon môuseôs

* Kisah Para Rasul 24:5
LAI TB, Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.
KJV, For we have found this man a pestilent fellow, and a mover of sedition among all the Jews throughout the world, and a ringleader of the sect of the Nazarenes:
TR, ευροντες γαρ τον ανδρα τουτον λοιμον και κινουντα στασιν πασιν τοις ιουδαιοις τοις κατα την οικουμενην πρωτοστατην τε της των ναζωραιων αιρεσεως
heurontes gar ton andra touton loimon kai kinounta stasin pasin tois ioudaiois tois kata tên oikoumenên prôtostatên te tês tôn nazôraiôn haireseôs

Tidak ada satu pun perkataan Yesus Kristus maupun para murid-Nya yang mengatakan bahwa mereka membawa “agama Nasrani”. Paulus tidak mengembangkan “agama Kristen”. Gereja di Antiokhia justru terbentuk gara-gara Paulus menganiaya orang Kristen sehingga mereka tersebar ke sana (Kisah Para Rasul 11:19).

Istilah Kristen (Yunani: χριστιανος – KHRISTIANOS) diberikan oleh orang Yunani dan Romawi kepada para pengikut Kristus untuk membedakannya dengan para pengikut Kaisar, pengikut Herodes (Yunani: ηρωδιανοι – HÊRÔDIANOI), dan sebagainya.

Artikel terkait :

NASRANI DAN KRISTEN
AGAMA


Pertanyaan Kedua: Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?

Tidak semua umat Kristini mengetahu: bahwa cerita atau kisah tentang diri Yesus di dalam Alkitab ada banyak yang hilang Bahkan yang hilang itu, tidak tanggung-tanggung, yaitu lebih separoh dari umur Yesus sendiri.

Hampir dapat dipastikan, sebagian besar umat Kristiani yakin dan percaya bahwa Yesus mati pada usia sekitar 33 (tiga pulul tiga) tahun. Sementara didalam Alkitat (Bible), yang tertulis hanya kisah Yesus sejak dia dilahirkan sampai berumur 12 (dua belas) tahun, lalu menghilang ketika berumur 13 (tiga belasj tahun sampa: dengan 29 (dua puluh sembilan) tahun kemudian muncul lagi pada usia 30 (tiga puluh) tahun, dan mati pada usia 33 (tiga puluh tiga) tahun.

Hilangnya kisah Yesus ketika beliau berumur 13 s/d 29 tahun, berarti selama 17 (tujuh belas) tahun kisah Yesus tidak ada atau hilang dan tidak tercatat di dalam Alkitab.

Jika Yesus mati pada usia 33 tahun, sementara kisahnya ada yang hilang selama 17 tahun, berarti yang masuk kedalam Alkitab hanyalah kisah Yesus selama 16 tahun saja. Yesus dipercayai oleh umat Kristiani sebagai “Firman Yang Hidup”. Kalau begitu berarti ada sebagian besar atau lebih separuh dari umurnya ada “Firman Yang Hilang”. Bayangkan saja, 17 tahun adalah lebih separuh umurnya Yesus, hilang atau tidak tercatat dalam kitab Injil. Padahal pada usia 13 s/d 29 tahun merupakan usia Yesus ketika remaja menuju dewasa, dimana sudah barang tentu banyak sekali hal-hal atau peristiwa yang lebih berguna dan lebih besar yang mungkin saja beliau lakukan, tetapi tidak tercatat didalam Alkitab. Jadi sangatlah beralasan sekali bahwa Injil itu dikatakan tidak komplit atau sempurna, karena banyak bagian-bagian atau sisi-sisi lain yang pernah Yesus lakukan atau perbuat, tetapi tidak dicatat oleh para penulis Injl, karena kehilangan jejak atau kisahnya benar-benar hilang. Seandainya jika murid-murid Yesus yang 12 orang itu selalu mengikuti kemana saja Yesus berdakwah, tentu apa yang beliau lakukan atau sabdakan selama 17 tahun , mereka tulis dalam Injilnya bukan??

Timbul pertanyaan:

Apakah yang dilakukan Yesus selama berumur 13 sampai dengan 29 tahun?

1. Menerima dan menulis wahyu Allah (mana dan apa saja bunyi wahyu tersebut?)
2. Mengajar dan berdakwah kemana-mana (apa saja yang diajarkannya)
3. Menulis Injil yang difirmankan kepadanya (Injil yang mana? Kan tidak ada Injil Yesus bukan?)
4. Membantu ibunya Maryam (memasak dan mencuci? rasanya tidak mungkin)
5. Tidak berbuat apa pun, hanya menunggu firman (Tuhan koq nganggur, pasif?)
6. Menikah / berumahtangga (mungkin saja, tapi tidak tercatat karena kisahnya selama 17 tahun hilang)
7. Membantu ayahnya Yusuf sebagai tukang kayu (Tuhan jadi tukang kayu?)
8. Nganggur saja, makan, tidur, tidak melakukan kegiatan apapun (Tuhan koq nganggur, tidak berkarya?)
9. Pergi mengembara (kemana saja perginya, dan apa yang dilakukannya?)
10. Kembali kepada Bapanya selama 17 tahun lalu turun lagi kebumi (mana ‘ buktinya?)

Bukti-bukti Yesus berdakwah ketika berusia 12 dan 30 tahun:
“Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.” (Lukas 2:42)

“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur’ kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, la adalah anak Yusuf, anak Eli….” (Lukas 3:23)

Lukas 2:42 diatas itu menceritakan kisah Yesus ketika dia memulai berdakwah dan mengikuti kajian yang disampaikan para alim ulama di dalam Bait Allah (Luk 2:46-49). Kemudian kisah beliau hilang samasekali ketika dia berumur 13 s/d 29 tahun, dan baru muncul kembali ketika beliau berumur 30 tahun, seperti yang tertulis dalam Injil Lukas 3:23 diatas tadi.

Lukas 3:23 memberikan bukti kemunculan Yesus pada usia 30 tahun, kemudian beliau wafat dalam usia sekitar 33 tahun.

Oleh sebab itu, seandainya ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa memberikan bukti-bukti tertulis dalam Alkitab (Bible) tentang kisah Yesus ketika beliau berumur sekitar 13 s/d 29 tahun, yaitu ketika beliau memasuki usia remaja sampai dewasa.

TANGGAPAN :

Kalau kehidupan Yesus dituntut tercatat seluruhnya, silahkan bandingkan dengan “nabi-nabi yang lain”, Abraham, Musa, Daud apakah juga ditutut kisah hidupnya secara lengkap dicatat dalam Alkitab?. Diantara tokoh-tokoh Alkitab yang lain Alkitab cukup banyak menulis kisah hidup Yesus yang penting yang berkaitan dengan masa pelayananNya yang dimulai pada umur 30 tahun. Tentu saja ada banyak hal yang dilakukan Yesus, dan tidak semuanya tercatat, sebagaimana keterangan dalam :

* Yohanes 21:25
LAI TB, Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
KJV, And there are also many other things which Jesus did, the which, if they should be written every one, I suppose that even the world itself could not contain the books that should be written. Amen.
TR, εστιν δε και αλλα πολλα οσα εποιησεν ο ιησους ατινα εαν γραφηται καθ εν ουδε αυτον οιμαι τον κοσμον χωρησαι τα γραφομενα βιβλια αμην
Translit interlinear, estin {adalah} de {adapun} kai {juga} alla {hal-hal lain} polla {banyak} hosa {yang} epoiêsen {melakukan} ho iêsous {Yesus} hatina {yang} ean {jikalau} graphêtai {mereka ditulis} kath hen {satu per satu} oude {bahkan tidak} auton {ini} oimai {aku mengira} ton kosmon {dunia} khôrêsai {dapat mencatat} ta graphomena {ditulis} biblia {gulungan2 kitab} amên {Amin}

Memang ada “waktu kosong” (the silent period) selama “±18 tahun”, antara usia 12 sampai 30 tahun. Alkitab hanya menulis kronologi kisah hidup Yesus sbb.

– Yesus Kristus dilahirkan (Matius 1:18-25; Lukas 2:1-7),
– Yesus Kristus disunat pada usia 8 hari dan diserahkan di Bait Allah (Lukas 2:21-40),
– Pemunculan-Nya kembali di tempat Bait Allah yang sama pada umur 12 tahun (Lukas 2:41-52), dan
– Penampilan diri-Nya di depan umum setelah dibaptiskan oleh Yohanes, “ketika Yesus Kristus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira 30 tahun” (Lukas 2:23).

Quote:
Mungkin banyak sekali saudara-saudara kita yang beragama Nashrani tidak menyangka dengan pertanyaan yang kelihatannya sepele, tetapi sebenarnya sangat berarti bagi keimanan dan kehidupan beragama, karena hal tersebut menyangkut keselamatan di dunia dan akhirat.

Jika kami sebagai umat beragama Islam sangat mengkritisi kandungan Alkitab (Bible), hal itu wajar-wajar saja, sebab Al Qur`an banyak memberikan informasi tentang keberadaan Yesus (nabi Isa), Taurat, Zabur dan Injil, yang semua itu merupakan bagian dari keimanan kami, bahkan termasuk salah satu rukun iman bagi setiap muslim di seluruh dunia ini.

Nah seharusnya umat Kristiani yang lebih pantas mengkritisi kandungan kitab sucinya bukan??

TANGGAPAN :

Jawaban ada di Artikel
“THE LOST YEARS OF JESUS: DIMANA YESUS BERADA KETIKA BERUSIA 12-30 TAHUN?”

Dimanakah Yesus Saat Berusia 12-30 Tahun?

Download PDF Dimanakah Yesus Saat Berusia 12-30 Tahun

Pertanyaan Ketiga
Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja”

Pertanyaan yang ketiga ini sangat menantang bagi semua pihak, terutam: bagi umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak menyembah kepada Yesus sebagai Tuhat dan juruselamat mereka. Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka semu diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan ata Allah itu sendiri yang harus disembal Padahal setelah kami pelajari, kaji da dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri diman Yesus pernah bersabda bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja.” Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, “Sembahlah Allah Tuhanmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. °

Ucapan atau sabda Yesus tersebut men berikan suatu pengertian kepada kita bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul.

Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 4:8-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut :

“Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepadaNya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. ” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)

Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas bubungan Bait Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak gunung yang tinggi dan menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan Yesus mau sujud menyembah kepadanya.

Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami:

1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja (laa ilaaha ilallaahu).
2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya.
3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-kata Yesus sebagai berikut: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah aku Tuhan, Allahmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau berbakti!”

Yesus sendiri yang memberikan kesaksian bahwa menyembah dan berbakti itu, hanyalah kepada Allah, bukan kepada dirinya, mengapa justru Yesus itu yang dijadikan sesembahan oleh saudara-saudara kita umat Kristiani?

Dalam kitab suci Al Qur`an Nabi Isa as (Yesus) juga mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah itu hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lainnya, bukan juga kepada dirinya. Perhatikan ucapan Nabi Isa as (Yesus) dalam Al Qur`an:

Innallaaha huwa rabbii wa rabbukumfa`buduuhu haadzaa shiraathum mustaqiim

“Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus. “

Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 6:4, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa:

“Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! “

Berdasarkan Taurat, Injil dan Al Qur`an, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang Esa, bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyembah hanya kepada Allah yang dia sembah.

Bila menemukan ayat dalam Alkitab (Bible), dimana Yesus mengatakan kepada para pengikutnya, “Akulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah aku saja”. Kami yakin siapapun tidak akan menemukannya.

Seandainya tidak menemukannya berarti Yesus tidak pernah mengajarkan kepada umatnya bahwa dia adalah Tuhan atau Allah itu sendiri, yang harus disembah.

Menyamakan Yesus dengan Tuhan atau Allah, adalah suatu perbuatan dosa, sebab baik Yesus maupun Allah, tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:

“Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? (Yesaya 46: 5)

TANGGAPAN :

Terhadap tuntutan “dimana Yesus mengatakan kepada para pengikutnya, “Akulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah aku saja”. Kami yakin siapapun tidak akan menemukannya”. Ada pembahasannya di adakah-yesus-pernah-berkata-sembahlah-aku-vt754.html , saya kutip :

Quote: Adakah Yesus pernah berkata “Sembahlah Aku”?

TUDUHAN:
Quote: Yesus bukan Tuhan!
Adakah sepatah kata yesus menyebutkan dengan frase sederhana kata “sembahlah aku”?

JAWAB :

Download PDF
Adakah Yesus pernah berkata Akulah Allah, Sembahlah Aku

Terus terang, tuntutan para skeptis ini sungguh merupakan lelucon tersendiri. Tahukah para skeptis bahwa orang Yahudi dikala itu selalu tahu bahwa yang dinamai Tuhan itu hanya jikalau Ia disembah. Dan apa atau siapa yang disembah sujud, itulah (dianggap) Tuhan!
Itu adalah definisi sejak manusia berhubungan dengan Tuhan. Itu bukan berita khusus bagi kaum Yahudi. Tuhan disembah bukan karena Dia yang pertama-tama menuntut, melainkan akibat dari kedasyatan kuasa dan kemuliaanNya, yang menggetarkan hati manusia, maka Ia dipercayai, diakui, diandalkan, ditakuti dan dihormati dalam hidup dan sesembahan kita.

Allah Abraham, Ishak, dan Yakub

Tuhan tetaplah Tuhan, sekalipun tidak ada orang yang menyembahNya. Maka yang terutama dituntut Allah adalah Janganlah menyembah Allah selain יהוה – YHVH – YEHOVAH, yaitu TUHAN yang selalu diistilahkan oleh Allah sendiri secara baku sebagai Allah Abraham, Isak, dan Yakub.

* Keluaran 3:15
LAI TB, Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.’
KJV, And God said moreover unto Moses, Thus shalt thou say unto the children of Israel, the LORD God of your fathers, the God of Abraham, the God of Isaac, and the God of Jacob, hath sent me unto you: this is my name for ever, and this is my memorial unto all generations.
Hebrew
וַיֹּאמֶר עֹוד אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה כֹּה־תֹאמַר אֶל־בְּנֵי יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵי אֲבֹתֵיכֶם אֱלֹהֵי אַבְרָהָם אֱלֹהֵי יִצְחָק וֵאלֹהֵי יַעֲקֹב שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם זֶה־שְּׁמִי לְעֹלָם וְזֶה זִכְרִי לְדֹר דֹּר׃
Translit Interlinear, VAYO’MER {dan Dia berfirman} OD {lagi} ‘ELOHIM {Allah} ‘EL-MOSHEH {kepada Musa} KOH-TO’MAR {demikian engkau akan berkata} ‘EL-BENEI {kepada anak-anak} YISRA’EL {Israel} YEHOVAH {baca: ‘ADONAI, TUHAN} ‘ELOHEI {Allah dari} ‘AVOTEIKHEM {ayah/leluhur dari kalian} ‘ELOHÊI {Allah dari} ‘AVRAHAM {Abraham} ‘ELOHEI {Allah dari} YITSKHAK {Ishak} VÊ’LOHEI {dan Allah dari} YA’AKOV {Yakub} SHELAKHANI (Dia sudah mengutus aku) ‘ALEIKHEM (ke atas kalian) ZEH-SHEMÎ {inilah nama-Ku} LE’OLAM {kepada kekal} VEZEH {dan inilah} ZIKHRI {peringatan-Ku} LEDOR {kepada generasi} DOR {generasi}

Menarik sekali ayat diatas ini jika dilinearkan dengan QS 19:49.

TUHAN Allah (YHVH Elohim) adalah Tuhannya nabi-nabi yang hidup, bukannya Tuhannya orang-orang yang mati ataupun nabi palsu.

* Markus 12:27
LAI TB, Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”
KJV, He is not the God of the dead, but the God of the living: ye therefore do greatly err.
TR, ουκ εστιν ο θεος νεκρων αλλα θεος ζωντων υμεις ουν πολυ πλανασθε
Interlinear, ouk estin{Ia bukan} ho theos {Allah} nekrôn {orang-orang mati} alla{tetapi} theos {Allah} zôntôn {orang-orang yang hidup} humeis {kamu} oun polu {sangat} planasthe {tersesat}

Di zaman Musa, Allah sendiri memerintahkan untuk “Jangan ada padamu allah lain dihadapanku” (Keluaran 20:3). Yang dituntut Allah kepada orang percaya bukanlah semata-mata “sembahlah Aku”, tetapi penyembahan ekslusif yang tidak bersandingan dengan menyembah allah selainNya. Dalam penyembahan, Allah tidak mau dimadu (selengkap penjelasannya bisa dibaca di viewtopic.php?p=63#63 judul Artikel Allah Pencemburu)

Sekarang, bila Yesus harus memerintahkan orang-orang se-zamanNya untuk sujud-menyembah Dia, maka sesungguhnya tidak ada signifikansinya sama sekali. Namun demikian dapat kita temukan dalam bukti-bukti Alkitabiah, bahwa meskipun Yesus tidak minta disembah, namun Ia tidak pernah menolak/melarang orang menyembahNya.

* Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

* Matius 28:17
“Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.”

* Markus 5:6
“Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,”

* Lukas 24:52
“Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.”

* Yohanes 9:38
“Katanya: ‘Aku percaya, Tuhan!’ Lalu ia sujud menyembah-Nya.”

Bahkan Yesus sejak mulanya hadir di dunia sudah menerima penyembahan, ayat dibawah ini menulis kali-pertama Ia disembah :

* Matius 2:2, 11
2:2 LAI TB, dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.
KJV, Saying, Where is he that is born King of the Jews? for we have seen his star in the east, and are come to worship him.
TR, λεγοντες που εστιν ο τεχθεις βασιλευς των ιουδαιων ειδομεν γαρ αυτου τον αστερα εν τη ανατολη και ηλθομεν προσκυνησαι αυτω
Translit Interlinear, legontes {berkata} pou {dimanakah} estin ho {Dia yang} tekhtheis {telah dilahirkan} basileus {(menjadi) Raja} tôn {orang-orang} ioudaiôn {Yahudi?} eidomen {kami telah melihat} gar {karena} autou {Nya} ton astera {Bintang} en {di} tê anatolê {timur} kai {dan} êlthomen {datang} proskunêsai {untuk menyembah} autô {Dia}

2:11 LAI TB, Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
KJV, And when they were come into the house, they saw the young child with Mary his mother, and fell down, and worshipped him: and when they had opened their treasures, they presented unto him gifts; gold, and frankincense and myrrh.
TR, και ελθοντες εις την οικιαν ευρον το παιδιον μετα μαριας της μητρος αυτου και πεσοντες προσεκυνησαν αυτω και ανοιξαντες τους θησαυρους αυτων προσηνεγκαν αυτω δωρα χρυσον και λιβανον και σμυρναν
Interlinear, kai {lalu} elthontes {pergi} eis {kedalam} tên {itu} oikian {rumah} euron {mereka melihat} to {itu} paidion {bayi} meta {bersama} marias {Maria} tês mêtros {ibu} autou {Nya} kai {dan} pesontes {setelah sujud} prosekunêsan {mereka menyembah} autô {Dia} kai {lalu} anoixantes {setelah membuka} tous thêsaurous {kotak-kotak harta} autôn {mereka} prosênegkan {mereka menyembahkan} autô {kepada Dia} dôra {pemberian} khruson {emas} kai {dan} libanon {kemenyan} kai {dan} smurnan {mur}

“proskunêsai” dan “prosekunêsan” kata dasarnya adalah “proskunêo”, “menyembah”

Yesus tidak perlu minta orang untuk menyembahNya, apalagi kepada orang-orang yang tidak percaya kepadaNya (seperti contohnya para Ahli Taurat/ kaum Farisi dizamanNya), karena orang-orang yang demikian tetap tak akan sujud-menyembah Yesus sebelum mereka percaya.

Sementara orang-orang yang percaya, memang sudah menyembah Yesus sebagai konsekwensi kepercayaan mereka kepada ketuhananNya. Sehingga bukanlah hal yang perlu bagi Yesus meminta orang yahudi untuk sujud-menyembah Dia. Itu tidak berguna sama-sekali. Malahan jadi aneh, seperti orang gila-hormat dan bodoh. Kebodohan mana akan mengundang resiko politik dan social dikala itu (dari musush-musuh Yesus) yang akan langsung mengancam kelangsungan misi penginjilanNya.

Proskuneo (sembah-sujud), kepada Bapa atau Anak?

Disini, logika dan tuntutan “sembahlah Aku” dari orang-orang yang skeptis seharusnya dijungkir-balikkan 180 derajat.

Lihat, Yesus tidak pernah meliciki musuh-musuhNya, apalagi murid-muridNya. Dia tidak berlagak mengutarakan suatu rahasia Allah, atau sebaliknya menyembunyikan secara tidak benar. Ia mengajar kita

* Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Untuk sesuatu yang perlu diketahui oleh pengikutNya, namun yang tidak dikenal oleh kapasitas manusia, Yesus selalu terus terang berkata apa-adanya kepada murid-muridNya :

* Yohanes 14:2
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Jadi, dalam kasus diatas, bila Yesus benar hanya seorang Guru atau Nabi dan bukan Tuhan, maka Ia pasti dan harus berteriak lantang : “Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku”. Bahkan teriakan ini harus dilakukan segera dan berulang-ulang demi mencegah jangan ada seorangpun yang sampai memper-tuhan-kan dan menyembah diriNya. Karena bosa ini adalah dosa yang amat serius (yang diperingatkan secara khusus), ketimbang dosa yang tidak menyembah Tuhan karena ia tahu itu Tuhannya!.

Bagaimanapun Yesus dan BapaNya, harus bertanggung-jawab atas “keterlanjuran” pen-tuhan-an Yesus akibat dari kehebatan mujizat yang ditampilkanNya. Bahkan Maria tidak akan tinggal diam atas kesesatan manusia karena kasus Anaknya.

Yesus dan Maria pasti akan berseru mengkoreksi

Yesus pasti akan berseru mengkoreksi persepsi manusia yang sesat : “Awas, Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku. Yang sudah terlanjur segera bertobatlah!”
Dan Maria ibuNya, wanita yang paling saleh itu paling tahu siapa Sang Anak, tentu akan berseru : “Bukan, Yesus bukan Tuhan, bukan Anak Allah, Ia anaj saya saja!”

Gaung Protes Maria bersama-sama Yesus tentu akan sangat luas dan vokal memenuhi seluruh rumah Ibadah, Bait Allah, bahkan seluruh Galilea dan Yudea…. Namun itu hanyalah isapan jempol belaka. Diseluruh Injil, tidak pernah dijumpai dokumen abash dimana disebutkan Yesus itu bukan Tuhan, Yesus itu bukan Anak Allah!. Yesus sebaliknya tidak pernah melarang siapapun yang menyembahNya. Ia malahan mengizinkan diriNya disembah sebagaimana Allah disembah.
Dan fakta-fakta justru menunjukkan betapa banyak orang-orang beriman melakukan penyembahan kepada Yesus, yang tak satupun ditolakNya!.

Kata Yunani yang dipakai untuk penyembahan kepada Allah Bapa adalah “proskunêo”. Penyembahan ini tidak bisa lain karena Allah itu Mahamulia yang tidak dimiliki dan tidak pernah diberikan kepada siapapun lainnya :

* Yesaya 42:5-8
42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

Namun justru Bapa dan Anak adalah oknum yang saling mempermuliakan satu terhadap lainnya dengan kemuliaan yang sama :

* Yohanes 13:31
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.

* Yohanes 17:1
17:1 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

* Matius 16:27
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Itu sebabnya “proskunêo” yang sama kepada Allah Bapa terbukti dipakai untuk penyembahan kepada Yesus Kristus di seluruh Alkitab Perjanjian Baru, contoh-contoh ayatnya demikian :

Seorang yang sakit kusta :
* Matius 8:2
LAI TB, Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
KJV, And, behold, there came a leper and worshipped him, saying, Lord, if thou wilt, thou canst make me clean.
TR, και ιδου λεπρος ελθων προσεκυνει αυτω λεγων κυριε εαν θελης δυνασαι με καθαρισαι
Interlinear, kai {lalu} idou {lihatlah} lepros {seorang yg sakit kusta} elthôn {mendekati} prosekunei {menyembah} autô {Dia} legôn {berkata} kurie {Tuhan} ean {jika} thelês {Engkau menghendaki} dunasai {Engkau dapat} me {aku} katharisai {mentahirkan}

Seorang kepala rumah ibadah :
* Matius 9:18
LAI TB, Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”
KJV, While he spake these things unto them, behold, there came a certain ruler, and worshipped him, saying, My daughter is even now dead: but come and lay thy hand upon her, and she shall live.
TR, ταυτα αυτου λαλουντος αυτοις ιδου αρχων ελθων προσεκυνει αυτω λεγων οτι η θυγατηρ μου αρτι ετελευτησεν αλλα ελθων επιθες την χειρα σου επ αυτην και ζησεται
Interlinear, tauta {hal-hal ini} autou {Dia} lalountos {ketika membicarakan} autois {kepada mereka} idou {lihatlah} archôn {pemimpin (sinagoge)} elthôn {datang} prosekunei {menyembah} autô {Dia} legôn {berkata} hoti hê thugatêr {anak perempuan} mou {ku} arti {barusaja} eteleutêsen {meninggal} alla {sekarang} elthôn {datanglah} epithes {letakkanlah} tên cheira {tangan} sou {Mu} ep {atas} autên {dia} kai {dan} zêsetai {ia akan hidup}

Seorang buta :
* Yohanes 9:38
LAI TB, Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.
KJV, And he said, Lord, I believe. And he worshipped him.
TR, ο δε εφη πιστευω κυριε και προσεκυνησεν αυτω
Interlinear, ho {ia} de {maka} ephê {berkata} pisteuô {aku percaya} kurie {ya Tuhan} kai {lalu} prosekunêsen {ia menyembah} autô {kepadaNya}

Seorang perempuan Kanaan :
* Matius 15:25
LAI TB, Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
KJV, Then came she and worshipped him, saying, Lord, help me.
TR, η δε ελθουσα προσεκυνει αυτω λεγουσα κυριε βοηθει μοι
Interlinear, hê {ia} de {tetapi} elthousa {datang} prosekunei {menyembah} autô {kepadaNya} legousa {sambil berkata} kurie {Tuhan} boêthei {tolonglah} moi {aku}

Maria Magdalena :

* Matius 28:9
LAI TB, Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
KJV, And as they went to tell his disciples, behold, Jesus met them, saying, All hail. And they came and held him by the feet, and worshipped him.
TR, ως δε επορευοντο απαγγειλαι τοις μαθηταις αυτου και ιδου ο ιησους απηντησεν αυταις λεγων χαιρετε αι δε προσελθουσαι εκρατησαν αυτου τους ποδας και προσεκυνησαν αυτω
Interlinear, hôs de {tetapi} eporeuonto {mereka pergi} apaggeilai {untuk menceritakan} tois mathêtais {kepada murid-murid} autou {Nya} kai {dan} idou {lihatlah} ho iêsous {Yesus} apêntêsen {berjumpa} autais {dengan mereka} legôn {berkata} chairete {salam bagimu} ai {mereka} de {lalu} proselthousai {datang mendekati} ekratêsan {memegang erat} autou {Nya} tous podas {kaki-kaki} kai {dan} prosekunêsan {menyembah} autô {Nya}

Murid-murid Yesus :
* Matius 28:17
LAI TB, Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
KJV, And when they saw him, they worshipped him: but some doubted.
TR, και ιδοντες αυτον προσεκυνησαν αυτω οι δε εδιστασαν
Interlinear, kai {lalu} idontes {ketika melihat} auton {Nya} prosekunêsan {mereka menyembah} autô {Nya} hoi {beberapa rang-orang} de {tetapi} edistasan {ragu-ragu}

Orang Majus :
* Matius 2:11
LAI TB, Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
KJV, And when they were come into the house, they saw the young child with Mary his mother, and fell down, and worshipped him: and when they had opened their treasures, they presented unto him gifts; gold, and frankincense and myrrh.
TR, και ελθοντες εις την οικιαν ευρον το παιδιον μετα μαριας της μητρος αυτου και πεσοντες προσεκυνησαν αυτω και ανοιξαντες τους θησαυρους αυτων προσηνεγκαν αυτω δωρα χρυσον και λιβανον και σμυρναν
Interlinear, kai {lalu} elthontes {pergi} eis {kedalam} tên {itu} oikian {rumah} euron {mereka melihat} to {itu} paidion {bayi} meta {bersama} marias {Maria} tês mêtros {ibu} autou {Nya} kai {dan} pesontes {setelah sujud} prosekunêsan {mereka menyembah} autô {Dia} kai {lalu} anoixantes {setelah membuka} tous thêsaurous {kotak-kotak harta} autôn {mereka} prosênegkan {mereka menyembahkan} autô {kepada Dia} dôra {pemberian} chruson {emas} kai {dan} libanon {kemenyan} kai {dan} smurnan {mur}

Para Malaikat :

* Ibrani 1:6
LAI TB, Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”
KJV, And again, when he bringeth in the firstbegotten into the world, he saith, And let all the angels of God worship him.
TR, οταν δε παλιν εισαγαγη τον πρωτοτοκον εις την οικουμενην λεγει και προσκυνησατωσαν αυτω παντες αγγελοι θεου
Interlinear, otan {pada waktu} de {lalu} palin {lagi/selanjutnya} eisagagê {Ia membawa masuk} ton prôtotokon {(Anak) sulungNya} eis {kedalam} tên oikoumenên {dunia} legei {Ia berkata} kai {dan} proskunêsatôsan {harus menyembah} autô {Dia} pantes {semua} aggeloi {malaikat-malaikat} theou {Allah}

Bahkan Kitab Wahyu mencatat bahwa sembah-sujud yang Bapa terima adalah sama persis dengan sembah-sujud yang Yesus terima :

* Wahyu 4:10
LAI TB, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
KJV, The four and twenty elders fall down before him that sat on the throne, and worship him that liveth for ever and ever, and cast their crowns before the throne, saying,
TR, πεσουνται οι εικοσι και τεσσαρες πρεσβυτεροι ενωπιον του καθημενου επι του θρονου και προσκυνουσιν τω ζωντι εις τους αιωνας των αιωνων και βαλλουσιν τους στεφανους αυτων ενωπιον του θρονου λεγοντες
Interlinear, pesountai {akan sujud} hoi eikosi {duapuluh} kai {dan} tessares {empat} presbuteroi {tua-tua} enôpion {dihadapan} tou {Dia} kathêmenou {yang duduk} epi {diatas} tou {itu} thronou {takhta} kai {dan} proskunousin {mereka akan menyembah} tô {Dia yang} zônti {hidup} eis tous aiônas tôn aiônôn {sampai selama-lamanya} kai {dan} ballousin {akan meletakkan} tous stephanous {mahkota-mahkota} autôn {mereka} enôpion {dihadapan} tou {itu} thronou {takhta} legontes {sambil berkata}

* Wahyu 5:11-14
5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
5:12 katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”
5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

5:14 LAI TB, Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
KJV And the four beasts said, Amen. And the four and twenty elders fell down and worshipped him that liveth for ever and ever.
TR, και τα τεσσαρα ζωα ελεγον αμην και οι εικοσιτεσσαρες πρεσβυτεροι επεσαν και προσεκυνησαν ζωντι εις τους αιωνας των αιωνων
Interlinear, kai {maka} ta tessara {empat} zôa {makhluk-makhluk} elegon {berkata} amên {amin} kai {lalu} hoi {itu} eikositessares {ke-empat dan duapuluh} presbuteroi {tua-tua} epesan {sujud} kai {dan} prosekunêsan {menyembah} zônti {Dia yang hidup} eis tous aiônas tôn aiônôn {selama-lamanya}

Wahyu 21:6-7
6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Haleluyah.
Amin.

Sumber : Samawi Tada, Yesus menyaksikan Yesus, p 63-81

Pertanyaan Keempat
Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”

Semua umat Kristiani meyakini bahwa Alkitab itu 100% firman Allah. Menurut mereka, para penulis Alkitab itu semuanya di. ilhami oleh Roh Kudus ketika mereka menulis kitab tersebut. Kalau memang Alkitab itu benar-benar 100% firman Allah. tentu didalam Alkitab itu ada pernyataan dari Allah bahwa Dia-lah yang mewahyukan Alkitab itu, dan Dia pula yang menjaganya. Oleh sebab itu sangatlah wajar jika ada yang mempertanyakan mana dalilnya firman Allah didalam Alkitab yang mengatakan “Akulah yang mewahyukan Alkitab, dan Aku pula yang menjaganya.”

Jika pertanyaan seperti itu diajukan kepada Al Qur`an, maka Al Qur’an bisa memberikan kesaksian dan bisa berbicara bahwa dia benar-benar dari Allah. Tetapi bila pertanyaan tersebut ditujukan kepada Alkitab.

Alkitab yang diantaranya terdiri dari Taurat, Zabur dan Injil, adalah nama-nama kitab suci yang banyak disebutkan oleh Al Qur`an. Bahkan ummat Islam wajib mengi¬maninya karena kitab-kitab tersebut adalah kitab-kitab yang pernah Allah turunkan kedunia ini. Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, dan Injil kepada Nabi Isa. Karena Al Qur`an banyak menyebut-nyebut kitab-kitab tersebut, maka kami umat Islam juga mempelajari, apakah kitab-kitab yang dimaksud A1 Qur`an itu ialah seperti yang ada sekarang ini di tangan umat Kristiani. Dalam mempelajarinya, kami justru menemukan begitu banyaknya ayat-ayat yang jelas-jelas berasal dari penulis kitab itu sendiri maupun orang lain, seperti contoh dibawah ini:

“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.” (Roma 1:1)

“Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan AIIah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,…. (Galatia 1:1)

“Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa peristiwa yang telah ……. (Lukas 1:1)

Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis rentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,…. (Kisah Rasul 1:1 )

“Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. “(Yakobus 1:1)

“Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil……. ” (1 Petrus 1: 1)

“Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran….. ” (2 Yohanes 1:1)

“Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa,…..” (Yudas 1:1)

Contoh dari semua ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali itu berasal dari si penulis kitab itu sendiri. Siapa pun yang membacanya, akan mengatakan bahwa itu tulisan sipenulisnya. Makanya tidaklah keliru jika dikatakan bahwa Alkitab itu adalah 100% kitab Ilahi, dan 100% kitab Insani karena didalamnya bercampur antara firman Allah dan tulisan manusia dlsb. Dan hal itu merupakan suatu bukti yang tidak mungkin terbantahkan. Dalam meneliti, mempelajari dan mendalami kandungan Alkitab, kami tidak menemukan adanya ayat yang menjamin bahwa Alkitab itu benar-benar diturunkan oleh Allah dan Dia yang menjaganya. <edited> bukti tertulis didalam Alkitab apabila ada ayat yang berbunyi: “Akulah yang mewahyukan Alkitab, dan Aku pula yang menjaganya.”

Berbeda dengan Al Qur`an, yang bisa bersaksi dan berbicara dari dirinya sendiri bahwa dia benar-benar berasal dari Allah. Bukan hanya satu ayat, tetapi ada sekian banyak ayat Al Qur`an yang memberikan kesaksian bahwa dia berasal dari Allah. Perhatikan ayat-ayat sebagai berikut:

Alif laam raa tilka aavaatul kitaabil mubiin innaa anzalnaahu qur-aanan ‘arabiyyal la`allakum ta`qiluun.

Alif laam raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya berupa Al Qur’an berbahasa Arab agar kamu memahaminya.

Alif laam miim raa` tilka aayaatul kitaabi wal ladzii unzila ilaika mir rabbikal haqqu walaakinna aktsaran naasi laa yu’minuun.

“Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Qur’an, dan yang diturunkan kepada engkau dari Tuhanmu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” (Qs 13 Ar Ra’du 1)

Alif laam raa` kitaabun anzalnaahu ilaika li tukhrijan naasa minazh zhulu¬maati ilan nuuri bi idzni rabbihim ilaa shiraathil `aziizil hamiid.

” Alif laam raa, (inilah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya engkau mengeluarkan manusia dari gelap kepada terang dengan izin Tuhan mereka ke jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.”
(Qs 14 Ibraahim 1 )

Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa lahuu la haafizhuun

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur`an dan sesungguhnya Kami pula yang memeliharanya. ” (Qs 15 Al Hijr 9)

TANGGAPAN :
KONSEP PENGILHAMAN ALKITAB, ADA KESALAH-PAHAMAN YANG PENTING

Banyak orang keliru dalam memahami Alkitab, mereka beranggapan bahwa suatu kitab Allah harus berisi wahyu Tuhan yang diturunkan langsung ke dunia. Kitab itu dianggap harus murni seratus persen dari surga tanpa campur tangan manusia; tanpa cacat, tanpa kekurangan, dan tanpa kelemahan sekecil apapun. Dengan alasan Tuhan Maha Sempurna tidak mungkin ada kekurangan sekecil apapun pada firmanNya yang telah ditulisNya di Surga.

Mungkin juga ada yang bertanya-tanya, mengapa Yesus – yang pasti cakap menulis – tidak menulis sendiri kitab Injil?

Di dalam Alkitab tidak dinyatakan jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun, seandainya Yesus menulis sendiri kitab Injil-Nya, maka dikhawatirkan kitab itu akan diperlakukan sebagai jimat dan diberhalakan. Bila ini terjadi, tentu bertentangan dengan kehendak Tuhan Yesus sendiri.

Perlu diingat bahwa kitab Injil bukan saja tidak menyinggung tulisan tangan Yesus, namun juga tidak mencatat ciri-ciri fisik diri-Nya dalam Injil, (misalnya : bagaimana warna kulitNya, gemuk-kurus-pendek-Nya dll). Walaupun banyak sekali pengungkapan Injil tentang kepribadian Yesus, namun Tuhan tampaknya sengaja tidak mengilhamkan tanda-tanda fisikNya untuk ditulis dan diwariskan secara salah ke dunia. Tuhan tahu bahwa pengagungan (idol) unsur-unsur fisik oleh manusia akan berpotensi memicu SARA dan berhala.

Memang ada banyak lukisan karya para maestro dunia seperti Leonardo Da Vinci, Michelangelo dll. Dalam lukisan-lukisan mereka yang bertema religius, menggambarkan kira-kira wajah Yesus sesuai dengan insting seni mereka. Namun semua itu hanya rekaan seniman semata, bukan dengan dasar Alkitabiah yang menggambarkan bahwa Yesus memang berwajah seperti itu dan berpostur tubuh seperti itu.

Cara Allah yang memberi ilham pada penulisan Alkitab adalah berbeda dengan konsep suatu kalangan tentang pewahyuan langsung (tanpa sentuhan manusia).

Pengilhaman penulisan Alkitab adalah sebagai berikut :

1. Alkitab bukanlah kumpulan ayat-demi-ayat, yang setiap “katanya” didiktekan secara langsung dan mutlak oleh Tuhan tanpa sentuhan manusia.

Tuhan-Alkitab tidak mendiktekan FirmanNya dengan cara demikian. FirmanNya yang “dimasukkan” ke dunia dan tinggal di dunia untuk berkomunikasi dengan manusia melalui panca-indera dan nalarnya, ternyata justru memilih unsur-unsur dunia yang terbatas, seperti: tempat, waktu, budaya dan bahasa-dunia. Bukankah ini dapat diumpamakan dengan orang-tua yang harus membatasi dirinya dan menurunkan tingkat bahasanya ketika ia berbicara dengan seorang anak kecil? Karena Tuhan memilih dan memakai hal-hal yang terbatas, maka Ia pun menggambarkan hakekat keilahianNya dalam batas-batas yang dipilihNya itu. melalui bahasa dan budaya manusia namun dalam hikmat Roh Allah, firmanNya disampaikan kepada manusia (1 Korintus 2:13)

2. Kalimat-kalimat di dalam Alkitab itu tidak seluruhnya berupa perkataan yang disabdakan secara langsung oleh Tuhan, melainkan ada pula berupa kisah-kisah yang ditulis dengan menggunakan tangan penulis, namun semua didasari pada ilham Roh Kudus kepada para penulisnya

Berita kebenaran Alkitab ditulis manusia yang tetap diberi kebebasan untuk menggunakan bakat dan gaya penulisan, huruf dan bahasa mereka masing-masing. Dengan demikian, hasil tulisan setiap penulis terkait dengan budaya dan kepribadian sera pengalamannya.

Namun semuanya telah dituntun oleh Roh Kudus untuk menghasilkan Firman-Nya yang dituangkan secara benar, perlu dan cukup, didalam batas-batas pengertian yang mampu diungkapkan melalui rangkaian abjad dunia yang terbatas. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang yang diilhami itu berbicara atas nama Tuhan (2 Petrus 1:21)

3. Alkitab bahkan tidak memuat seluruh perkataaan mujizat dan perbuatan Allah atau nabiNya selama karya utusanNya dibumi

Mengapa orang tidak mempersoalkan jumlah ayat-ayatNya yang terbatas dalam kitabNya, padahal Firman Allah tidak terbatas dalam segala aspek (segi) dan dimensinya? Mengapa orang menganggap seluruh ayat-ayat tersaji itu sudah lengkap? Bukankah itu aneh.

Mengenai ‘keanehan’ yang sering tidak kita sadari, Alkitab menerangkan bahwa kelengkapannya tidak ditentukan oleh mutlaknya jumlah ayat dan pasal hukum untuk menjawab setiap masalah dunia kini dan nanti, melainkan lengkap dalam arti cukup untuk menyampaikan maksud dan kehendak Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan bahwa Yesus Kristus itulah Juru selamatnya. Hal ini tertulis antara lain Yohanes 20:30,31 sebagai berikut :

20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Kitab-kitab Injil juga tidak perlu memuat semua ucapan dan perbuatan Yesus selama Ia tinggal di dunia. Lihat, misalnya Matius 4:23, Yohanes 2:23, Yohanes 16:12 atau Lukas 5:4, yang tidak menuliskan ucapan-ucapan dan perbuatan Yesus pada kitab-kitab Injil tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi kebenaran dan kesempurnaan injil, yang telah ditulis supaya kita percaya.

* Yohanes 21:25
Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

4. Dalam banyak hal, Tuhan menyampaikan pesanNya melalui perumpamaan-perumpamaan sederhana. Padahal mustahil perumpamaan-perumpamaan itu dapat menggambarkan secara mutlak kebenaran yang diumpamakan

Yang bisa sempurna menggambarkan sesuaru agaknya hanyalah duplikat atau kembaran atau foto-copy canggih dari gambar aslinya. Mustahil ada perumpamaan yang seratus persen sempurna menyamai rincian-rincian aslinya.

Ketidak sempurnaan ini hanya dapat diartikan bahwa penggambaran dan pengungkapan Firman Tuhan dengan menggunakan perumpamaanpun tidaklah sempurna secara mutlak, kecuali lebih memberikan pemahaman dan pesan-pesan pokok Firman Tuhan

5. Teks Alkitab saja belum memberikan seluruh makna kebenaran

Alkitab bukan sekadar teks, melainkan Firman Tuhan yang hidup. Ia bukan hanya pesan yang tersurat melainkan juga tersirat. Bahkan merupakan pesan ilahi yang baru dapat dimengerti secara penuh bilamana hati pembacanya diberi pengertian khusus oleh Roh Allah (divine illumination)

Orang-orang Yahudi, walaupun mengenal Abraham, Musa dan taurat telah ditegur oleh Yesus karena tidak mengenal “bahasanya Taurat”, yaitu FirmanNya.

” Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku” (Yohanes 8:43)

Bahkan Petrus dan murid-murid Yesus, yang senantiasa bersama Yesus, juga tidak mengerti Kitab Suci sebelum Dia -Sang Pemilik Kitab Suci – membuka pikiran mereka (Lukas 24:44,45). Ini membuktikan, bahwa kebenaran penuh dari Kitab Suci tidak terletak pada kesempurnaan susunan kalimat, kelengkapan jumlah huruf dan semantika teksnya, melainkan pada kelengkapan pengertian yang diberikan oleh Roh Kudus atas teks tersebut.

Yesus berjanji akan memberikan pengertian tersebut kepada mereka yang menyambutNya “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;…” (Yohanes 16:13)

—–

Tuhan mampu membuat Alkitab cukup sempurna melalui dan keterbatasan manusia. Dimanapun, Tuhan tidak pernah menetapkan bahwa adanya wahyu yang robotis (tanpa unsur manusia) merupakan prasarat bagi kebenaran. Para nabi Israel pun tidak pernah mengenal pewahyuan yang demikian. Tuhan Tidak bermaksud menghadirkan dunia sebuah Alkitab yang asing, terlepas dari unsur dunia ini. Ia justru memilih kitab ilahi yang masuk kedalam sejarah-dunia dalam keterbatasannya, namun berpadu dan berhubungan akrab dengan manusia, seakrab mungkin. Firman yang diturunkan di dalam wujud yang dianggap oleh orang-orang sebagai “lemah, penuh kekurangan, mengandung banyak kesalahan, dan tidak sempurna”, justru tidak pernah kehilangan kemampuannya untuk tampil sebagai Alkitab yang benar dan sempurna!

Ini sepadan dengan keilahian Yesus yang sempurna di dalam tubuhNya yang tidak sempurna, yang fana dan “lemah” (bisa lapar, haus, letih, terharu, sedih, menangis dan sebagainya). Namun apa yang semula dianggap “lemah” dan penuh kekurangan itu justru tidak menghilangkan kewibawaan, kebenaran dan kesemburnaan Tuhan untuk melaksanakan misiNya! Semuanya justru berfungsi untuk mengakrabkan hubungan khusus Tuhan Yesus dengan ciptaanNya di dunia yang tidak sempurna ini. Yesus menjelaskan posisi ini untuk kepentingan misi penyelamatan manusia :

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat”……. “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 5:32, 19:10)

Pengetahuan tentang seluruh teks Alkitab dan upaya untuk mempelajarinya secara mendalam sangat penting bagi kehidupan dan pengembangan rohani. Namun bukan hal itu yang menjamin keselamatan seseorang. Alkitab tidak mengenal bahwa dengan makin pintarnya seseorang menemukan dan mengamalkan tradisi dan ayat tersembunyi, akan otomatis menempatkannya lebih berpahala sehingga lebih mudah naik ke surga, ketimbang orang-orang bodoh yang kurang mengetahuinya. Inilah keadilan Tuhan-Alkitab, atas orang-orang yang sederhana dan yang tidak mampu membaca. mereka tetap dibuat pantas dan disetarakan oleh Tuhan dengan para Ahli Kitab yang bahkan menguasai perngertian seluruh ayat Alkitab yang ada!

Jadi, itulah keunikan pengilhaman Alkitab. Sekalipun tidak dikerjakan secara langsung dan mutlak-total dengan Tangan-Tuhan (secara ‘robot’ didiktekan), dan sekalipun tunduk mengikuti segenap keterbatasan duniawi, namun Alkitab cukup sempurna untuk menyaksikan kebenaran Mesias, Anak Tuhan, menyampaikan kehendak Tuhan, memberi hikmat, berkat dan keselamatan bagi umat manusia.

Pertanyaan Kelima: Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?

Pertanyaan ini mungkin agak aneh dan bahkan dianggap sepele atau main-main saja. Padahal ini merupakan salah satu pertanyaan serius yang perlu dipikirkan, perlu diperhatikan, dan perlu dipertanyakan, karena menyangkut ritual yang secara terus menerus atau continue dilakukan dan diamalkan oleh hampir seluruh umat Kristiani di dunia.

Melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau perintah dari Allah, merupakan ibadah yang sia-sia. Padahal apa yang dilakukan itu akan diminta pertanggung jawaban dihadap Allah. Oleh sebab itu wajarlah jika kita tinjau kembali, apakah yang kita lakukan selama ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita, ataukah itu hanya berasal dari perintah Inanusia biasa atau pendapat para pemimpin agamanya, kemudian mewajibkan para pengikutnya untuk melakukannya.

Kalau hal seperti itu yang terjadi, kemudian di ikuti oleh para pengikutnya, maka itu berarti yang kita ikuti adalah ajaran manusia, bukan ajaran Allah. Contohnya, beribadah atau masuk gereja pada hari Minggu, ternyata tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab yang menyuruh beribadah atau menjadikan hari Minggu sebagai hari yang harus dipelihara, disucikan atau dikuduskan. Oleh sebab itu bagi siapa saja yang bisa memberikan dalil yang tertulis dalam Alkitab bahwa ada perintah dari Allah untuk mengkuduskan, mensucikan atau menjadikan sebagai hari peristirahatan.

Sebenarnya jika benar-benar mengikuti firman Allah dalam Alkitab, maka hari peribadatan itu ialah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu! Hari inilah (Sabat) yang ada dalilnya dalam Alkitab, bahkan perintah untuk memelihara, menjaga dan mengkuduskannya, jelas sekali ada tertulis didalam Alkitab itu sendiri. Apalagi yang menulis perintah untuk mengkuduskan hari Sabat adalah Allah itu sendiri, yang telah menoreh diatas kedua loh batu.

Bahkan kedua loh batu tersebut ditulis dengan jari tangan Allah sendiri, lalu Dia sendiri yang menyerahkan kepada Nabi Musa as untuk disampaikan dan diajarkan kepada kaumnya. Simak ayat frman Allah dalam Alkitab sebagai berikut:

“Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah. Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu. ” (Ke132:15-16)

Sungguh ironis sekali, ternyata perintah Allah untuk menjaga, memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, ternyata dilanggar dan juga tidak dipatuhi lagi oleh hampir semua umat Kristiani di dunia, kecuali sebagian kecil sekte Advent.

Padahal kalau kita baca dalam Alkitab, ternyata ada ancaman yang sungguh mengerikan, yaitu ancaman hukuman mati bagi mereka yang tidak memelihara dan yang melanggar kekudusan hari Sabat. Coba kita simak ancaman Allah bagi yang tidak memelihara dan mengkususkan hari Sabat.

“Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.” (Ke131:12-14)

Yang lebih menarik lagi yaitu, ternyata Yesus seumur hidupnya tidak pernah mengkuduskan hari Minggu. Seumur hidupnya Yesus selalu mengkuduskan hari Sabat dan setiap mengajar selalu pada hari Sabat. Yesus tidak pernah satu kalipun menganjurkan untuk beribadah atau mengkuduskan hari Minggu. Sekali lagi jika ada dalil dalam Alkitab Yesus atau Allah menyuruh mengkuduskan hari Minggu, <edited>

Perhatikan hari apa yang Yesus kuduskan di dalam Alkitab, hari Sabtu atau hari Minggu?

Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat (Sabtu) la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

Markus 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang ‘ besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan¬Nya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Al kitab.

Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

Lukas 6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Lukas 13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

Masih banyak ayat-ayat lainn-ya dimana Yesus memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, tapi dari 7 (tujuh) ayat tadi saja, sudah lebih dari cukup memberikan bukti-bukti kepada kita bahwa sesungguhnya menurut Alkitab, hari yang diperintahkan untuk di ibadati, dipelihara, dan dikudus¬kan adalah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu !!

Yesus tetap memelihara dan mengkuduskan Sabat, sebab dia yakin bahwa apa yang Allah tetapkan untuk berlaku kekal, tidak mungkin dibatalkan olehnya. Yesus sangat yakin dengan janji Allah bagi yang memelihara hari Sabat.

Mari kita renungkan janji Allah bagi yang memelihara dan mengkuduskan hari Sabat.

“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan-lah yang mengatakannya. ” (Yesaya 58:13-14)

Bukankah ayat-ayat tersebut memberikan bukti bahwa sesungguhnya tidak ada satu perintah di dalam Alkitab masuk geieja hari Minggu atau mengkuduskan hari Minggu. Bahkan seumur hidup Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu. Ternyata hari Minggu dikuduskan karena menurut pendapat pemuka agamanya hari itu Yesus bangkit dari kuburnya

Sekarang bagaimana dengan hari Minggu? Apakah ada perintah atau jaminan berkat bagi mereka yang mengkuduskan hari Minggu?

1. Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
2. Allah dan juga Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
3. Tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu.
4. Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
5. Hari Minggu tidak pernah dikuduskan oleh Allah maupun Yesus.
6. Tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu.
7. Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang melarang bekerja pada hari Minggu.
8. Tidak ada berkat yang dijanjikan bagi mereka yang memelihara hari Minggu.
9. Hari Minggu tidak pernah disebutkan dalam Alkitab sebagai hari ibadah bagi umat Kristiani.
10. Tidak pernah hari Minggu disebut sebagai hari perhentian.
11. Yesus tidak pernah menyinggung tentang hari Minggu.
12. Kata “Hari Minggu” bahkan tidak pernah muncul dalam Alkitab, kecuali disebut “pekan pertama minggu itu”, tapi bukan “Hari Minggu” dan hanya sekali disebutkan yaitu pada Kis 20:7, itupun hanya pertemuan dimalam hari, yaitu Sabtu malam.
13. Para nabi dan orang terdahulu tidak pernah memelihara hari Minggu.
14. Tidak ada ayat dalam Alkitab tentang perobahan Sabat jadi hari Minggu.
15. Tidak pernah Tuhan maupun Yesus berfirman bahwa ada dua hari Sabat yang dikuduskan dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan Minggu.
16. Tidak ada satupun perintah di dalam Alkitab yang menyuruh merayakan “hari kebangkitan” Yesus sebagai pengganti hari Sabat.
17. Tidak pernah Tuhan berfirman bahwa “hari kebangkitan” Yesus harus dikuduskan seperti hari Sabat.
18. Seumur hidupnya, Yesus hanya ber¬ibadah pada hari Sabat
19. Tidak ada seorang nabipun di dalam Alkitab yang pernah menvuruh mengkuduskan hari Minggu.
20. Seumur hidupnya, tidak sekalipun keluar dari mulut atau bibir Yesus tentang hari Minggu dan lain-lain.

Berdasarkan 20 alasan tersebut, maka dapatlah dipastikan bahwa sesungguhnya tidak ada satu dalilpun dalam Alkitab untuk mengkuduskan hari Minggu! Ternyata hari Minggu hanyalah hari yang diperintahkan oleh pengemuka agama Kristen hanya karena dianggap penting karena Yesus bangkit pada hari Minggu. Padahal tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab itu yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu dan tidak ada janji Allah atau berkat yang Allah janjikan bagi mereka yang memelihara dan yang mengkuduskan hari Minggu, tidak ada!! Justru yang ada ialah ancaman Allah bagi mereka yang tidak memelihara dan yang tidak mengkuduskan hari Sabat (Sabtu).

Terkadang ada sebagian umat Kristiani yang mengatakan, jika Sabat harus dikuduskan, kenapa umat Islam tidak turut mengkuduskan hari Sabat?

Jawabannya tentu karena kami umat Islam punya hari tersendiri sebagai hari yang diperintahkan untuk beribadah pada hari tersebut. Dan hal itu ada dalilnya dalam Al Qur’an, yaitu pada Qs 62 Al Jumu`ah ayat 9 :

Yaa ayyuhal ladziina aamanuu idzaa nuudiya lish shalaati miy yaumil jumu’ati fas’au ilaa dzikrillaahi wa dzarul bai’a dzaalikum khirul lakum in kuntum ta`lamuun

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jum’at, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.”

Hari Sabtu atau Sabat ada dalil di Alkitab. Hari Jum’at ada dalil dalam Al Qur`an. Hari Minggu, mana dalilnya???

TANGGAPAN :
Pernah dibahas di mana-perintah-tuhan-untuk-beribadah-pada-hari-minggu-vt1176.html saya kutip :

Quote: SABAT ITU BERLAKU BAGI BANGSA ISRAEL EKSKLUSIF :

* Keluaran 31:13
Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.

* Keluaran 31:16
Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.

Andai Sabat untuk semua bangsa, maka seyogianya Dia berfirman, “Maka haruslah SEGENAP BANGSA memelihara hari Sabat…”

Umat Kristiani tidak “menguduskan” hari Minggu seperti orang Yahudi “menguduskan” hari Sabtu, melainkan beribadah pada hari Minggu sebagai “anamnêsis” (peringatan) tentang peristiwa Paskah (Kebangkitan Yesus Kristus).

—–

Mengapa Bangsa Israel Menguduskan Hari Sabtu?

Sebelum ke pokok permasalahannya, mari kita pahami 2 kata ini : “firman” (‘DAVAR’) Allah, dengan “perintah” (“MITSVAH”) :

* Bilangan 15:31
LAI TB, sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya.
KJV, Because he hath despised the word of the LORD, and hath broken his commandment, that soul shall utterly be cut off; his iniquity shall be upon him.
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
כִּי דְבַר־יְהוָה בָּזָה וְאֶת־מִצְוָתֹו הֵפַר הִכָּרֵת תִּכָּרֵת הַנֶּפֶשׁ הַהִוא עֲוֹנָה בָהּ׃ ף
Translit, KI DEVAR-YEHOVAH (baca ADONAY) BAZAH VE’ET-MITSVATO HEFAR HIKARET TIKARET HANEFESY HAHIV’ ‘AVONAH VAH

Firman Allah diatas ditujukan langsung “kepada” bangsa Israel, namun ada manfaatnya “bagi” saya sebagai orang Kristen. Anda tentu dapat membedakan antara firman yang “langsung” kepada anda dengan firman yang tidak langsung “bagi” Anda.

Contoh lainnya :

* Kejadian 8:16
LAI TB, Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;

* Kejadian 12:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;”

Apakah dua ayat yang saya kutip di atas merupakan firman Allah yang “langsung” ditujukan “kepada” Anda?

—–

Tentang Sabat, Mari kita kaji ayat ini :

* Keluaran 20:8
LAI TB, Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
KJV, Remember the sabbath day, to keep it holy.
Hebrew,
זָכֹור אֶת־יֹום הַשַּׁבָּת לְקַדְּשֹׁו׃
Translit, ZAKHOR ‘ET-YOM HASYABAT LEKADESYO

Sayang sekali, di era Perjanjian Baru, Yesus Kristus tidak pernah minta agar para murid “ingat” akan Sabat, justru pesan mengingat dari Yesus Kristus ini berbeda :

* Matius 6:1
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.

* Matius 7:15
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

* Matius 16:6
Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

Di era Perjanjian Lama, bukan hanya hari Sabat yang harus di”ingat” oleh bangsa Israel, melainkan masih ada hal-hal lain yang harus di”ingat”. Perhatikan saja pola kata “ingat” dalam Keluaran 20:8 di atas:

* Ulangan 7:18
maka janganlah engkau takut kepada mereka; ingatlah selalu apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, terhadap Firaun dan seluruh Mesir,

* Ulangan 24:9
Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.

* Ulangan 25:17
Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir;

Kita pula kaji ayat-ayat ini :

* Keluaran 20:9
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

Di Mesir, bangsa Israel bekerja sebagai budak “tujuh” hari seminggu tanpa istirahat :

* Keluaran 20:10
tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

* Keluaran 20:11
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Sabat harus diingat oleh segenap bangsa Israel, Alasan pertamanya adalah ayat 11 di atas. Tetapi, masih ada alasan kedua mengapa bangsa Israel – bukan saya — harus mengingat dan menguduskan hari Sabtu, yaitu:

* Ulangan 5:15
Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

Perhatikan ungkapan yang sama “itulah sebabnya” dalam Keluaran 20:11 dengan “itulah sebabnya” menurut Ulangan 5:15 di atas.

Bangsa Israel – bukan saya — harus mengingat dan menguduskan hari Sabtu dengan alasan persis seperti di atas yaitu bahwa mereka dahulu adalah budak di Mesir dan mereka dikeluarkan dari sana oleh Allah.
Saya tidak pernah menjadi budak di Mesir, Jadi mengapa saya harus menguduskan hari Sabtu?

Tuduhan :
Quote:
Perhatikan hari apa yang Yesus kuduskan di dalam Alkitab, hari Sabtu atau hari Minggu?

Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat (Sabtu) la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

Markus 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang ‘ besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaanNya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Al kitab.

Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

Lukas 6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Lukas 13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

Masih banyak ayat-ayat lainn-ya dimana Yesus memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, tapi dari 7 (tujuh) ayat tadi saja, sudah lebih dari cukup memberikan bukti-bukti kepada kita bahwa sesungguhnya menurut Alkitab, hari yang diperintahkan untuk di ibadati, dipelihara, dan dikuduskan adalah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu !!

Yesus tetap memelihara dan mengkuduskan Sabat, sebab dia yakin bahwa apa yang Allah tetapkan untuk berlaku kekal, tidak mungkin dibatalkan olehnya. Yesus sangat yakin dengan janji Allah bagi yang memelihara hari Sabat.

Mari kita renungkan janji Allah bagi yang memelihara dan mengkuduskan hari Sabat.

“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan-lah yang mengatakannya. ” (Yesaya 58:13-14)

Bukankah ayat-ayat tersebut memberikan bukti bahwa sesungguhnya tidak ada satu perintah di dalam Alkitab masuk gereja hari Minggu atau mengkuduskan hari Minggu. Bahkan seumur hidup Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu. Ternyata hari Minggu dikuduskan karena menurut pendapat pemuka agamanya hari itu Yesus bangkit dari kuburnya

Jawab :

* Lukas 4:16
LAI TB, Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
KJV, And he came to Nazareth, where he had been brought up: and, as his custom was, he went into the synagogue on the sabbath day, and stood up for to read.
Stephanus Textus Receptus (TR), και ηλθεν εις την ναζαρετ ου ην τεθραμμενος και εισηλθεν κατα το ειωθος αυτω εν τη ημερα των σαββατων εις την συναγωγην και ανεστη αναγνωναι
Translit. interlinear, kai {dan} êlthen {Dia datang} eis {kedalam} tên nazaret {Nazaret} hou {dimana} ên {Dia adalah} tethrammenos {sudah diberi makan (dibesarkan)} kai {dan} eisêlthen {Dia pergi} kata {menurut} to eiôthos {kebiasaan} autô {-Nya} en {pada} tê hêmera {hari} tôn sabbatôn {sabat} eis {kedalam} tên sunagôgên {sinagoga} kai {dan} anestê {Dia bangkit} anagnônai {untuk membaca}

Kata “kebiasaan” diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia dari kata Yunani εθô – ethô atau ειωθα-eiôtha, ayat di atas menulis ειωθος – eiôthos sesuai dengan kaidah tata bahasa Yunani yaitu ditulis dalam bentuk verb – second perfect active passive – accusative singular neuter . Kata yang sama juga digunakan dalam ayat ini:

* Markus 10:1
LAI TB, Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
KJV, And he arose from thence, and cometh into the coasts of Judaea by the farther side of Jordan: and the people resort unto him again; and, as he was wont, he taught them again.
TR, κακειθεν αναστας ερχεται εις τα ορια της ιουδαιας δια του περαν του ιορδανου και συμπορευονται παλιν οχλοι προς αυτον και ως ειωθει παλιν εδιδασκεν αυτους
Translit., kakeithen anastas erkhetai eis ta horia tês ioudaias dia tou peran tou iordanou kai sumporeuontai palin okhloi pros auton kai hôs eiôthei palin edidasken autous

Kata yang sama εθô – ethô juga digunakan di sini, ditulis ειωθει – eiôthei sesuai dengan kaidah tata bahasa Yunani ditulis dalam bentuk verb – pluperfect active indicative – third person singular .
Kalangan Yahudi Orthodoks, dalam The Orthodox Jewish Brit Chadasha (Perjanjian Baru Yudaisme Ortodoks) baik Lukas 4:16 maupun Markus 10:1, menerjemahkan kata ‘ethô’ dengan kata Ibrani מנהג – MINHAG, “kebiasaan”, sesuatu yang lazim dilakukan seperti halnya “kebiasaan” Yesus Kristus ke Yerusalem pada hari raya, “kebiasaan” Yesus Kristus berdoa di bukit Zaitun, “kebiasaan” orang Yahudi membubuhi mayat dengan rempah-rempah.

Kebiasaan bukanlah kewajiban atau keharusan. Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa — tetapi tidak wajib — dikerjakan, suatu pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama.

Kebiasaan saya adalah minum kopi di pagi hari, apakah saya diharuskan atau wajib minum kopi tiap pagi? Masyarakat dewasa ini sudah “biasa” menggunakan hand-phone, apakah mereka diwajibkan mempunyai hand-phone?

* Matius 27:15
LAI TB, Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.
KJV, Now at that feast the governor was wont to release unto the people a prisoner, whom they would.
TR, κατα δε εορτην ειωθει ο ηγεμων απολυειν ενα τω οχλω δεσμιον ον ηθελον
Translit., kata de heortên eiôthei ho hêgemôn apoluein hena tô ochlô desmion hon êthelon

Apakah “diharuskan” bagi wali negeri membebaskan orang hukuman?

Maka, Yesus Kristus sudah “biasa” beribadah ke sinagoga, demikian pula orang Kristen sudah “biasa” beribadah di gereja. Berhubung orang Yahudi beribadah pada hari Sabtu, maka Yesus Kristus pun beribadah pada hari itu. Jika seandainya mereka beribadah pada hari Jumat, Yesus Kristus pun beribadah pula pada hari Jumat. Yang ditekankan bukan “hari” tetapi “pergi ke rumah ibadah”.

Kebiasaan bukanlah keharusan atau kewajiban. Kebiasaan Yesus Kristus adalah “masuk ke rumah ibadat”, penekanannya bukan pada hari Sabtu tetapi “masuk ke rumah ibadat”, “mengajar”, “menyembuhkan sakit-penyakit”, dan lain-lain.

* Matius 4:23
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

* Matius 9:35
Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

* Markus 1:21
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

Apakah Yesus Kristus hanya mengajar pada hari Sabtu saja? Ternyata tidak, Dia mengajar “tiap-tiap hari”. Kebiasaan Yesus Kristus tidak terletak pada hari, tetapi pada tindakan-Nya yaitu mengajar, dan Yesus Kristus senantiasa mengajar tiap-tiap hari.

* Matius 26:55
Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.”

* Markus 14:49
Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci.

* Lukas 19:47
Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,

Berhubung kalangan Advent berasal dari kalangan yang “menyucikan” hari Sabtu, maka tentu saja mereka menekankan “pada hari Sabat”, padahal yang penting dalam Lukas 4:16 adalah “masuk ke rumah ibadat”.

Jika seandainya Yesus Kristus hidup sebagai manusia di abad ini, maka Yesus akan “masuk” ke Masjid pada hari Jumat, ke Gereja pada hari Minggu serta ke Gereja Advent dan sinagoga Yahudi pada hari Sabtu karena kebiasaan-Nya adalah beribadah. Yesus Kristus masuk ke rumah ibadah bukan saja pada hari Sabtu.

Tuduhan :
Quote:
Sekarang bagaimana dengan hari Minggu? Apakah ada perintah atau jaminan berkat bagi mereka yang mengkuduskan hari Minggu?

Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.

Allah dan juga Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.

Tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu.

Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.

Hari Minggu tidak pernah dikuduskan oleh Allah maupun Yesus.

Tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu.

Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang melarang bekerja pada hari Minggu.

Tidak ada berkat yang dijanjikan bagi mereka yang memelihara hari Minggu.

Hari Minggu tidak pernah disebutkan dalam Alkitab sebagai hari ibadah bagi umat Kristiani.

Tidak pernah hari Minggu disebut sebagai hari perhentian.

Yesus tidak pernah menyinggung tentang hari Minggu.

Kata “Hari Minggu” bahkan tidak pernah muncul dalam Alkitab, kecuali disebut “pekan pertama minggu itu”, tapi bukan “Hari Minggu” dan hanya sekali disebutkan yaitu pada Kis 20:7, itupun hanya pertemuan dimalam hari, yaitu Sabtu malam.

Para nabi dan orang terdahulu tidak pernah memelihara hari Minggu.

Tidak ada ayat dalam Alkitab tentang perobahan Sabat jadi hari Minggu.

Tidak pernah Tuhan maupun Yesus berfirman bahwa ada dua hari Sabat yang dikuduskan dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan Minggu.

Tidak ada satupun perintah di dalam Alkitab yang menyuruh merayakan “hari kebangkitan” Yesus sebagai pengganti hari Sabat.

Tidak pernah Tuhan berfirman bahwa “hari kebangkitan” Yesus harus dikuduskan seperti hari Sabat.

Seumur hidupnya, Yesus hanya beribadah pada hari Sabat

Tidak ada seorang nabipun di dalam Alkitab yang pernah menvuruh mengkuduskan hari Minggu.

Seumur hidupnya, tidak sekalipun keluar dari mulut atau bibir Yesus tentang hari Minggu dan lain-lain.

Berdasarkan 20 alasan tersebut, maka dapatlah dipastikan bahwa sesungguhnya tidak ada satu dalilpun dalam Alkitab untuk mengkuduskan hari Minggu! Ternyata hari Minggu hanyalah hari yang diperintahkan oleh pengemuka agama Kristen hanya karena dianggap penting karena Yesus bangkit pada hari Minggu. Padahal tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab itu yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu dan tidak ada janji Allah atau berkat yang Allah janjikan bagi mereka yang memelihara dan yang mengkuduskan hari Minggu, tidak ada!! Justru yang ada ialah ancaman Allah bagi mereka yang tidak memelihara dan yang tidak mengkuduskan hari Sabat (Sabtu).

Terkadang ada sebagian umat Kristiani yang mengatakan, jika Sabat harus dikuduskan, kenapa umat Islam tidak turut mengkuduskan hari Sabat?

Jawabannya tentu karena kami umat Islam punya hari tersendiri sebagai hari yang diperintahkan untuk beribadah pada hari tersebut. Dan hal itu ada dalilnya dalam Al Qur’an, yaitu pada Qs 62 Al Jumu`ah ayat 9 :

Yaa ayyuhal ladziina aamanuu idzaa nuudiya lish shalaati miy yaumil jumu’ati fas’au ilaa dzikrillaahi wa dzarul bai’a dzaalikum khirul lakum in kuntum ta`lamuun

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jum’at, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.”

Hari Sabtu atau Sabat ada dalil di Alkitab. Hari Jum’at ada dalil dalam Al Qur`an. Hari Minggu, mana dalilnya?

Jawab :

Dasar umat Kristiani beribadah pada hari minggu (hari pertama dalam minggu/pekan) :

* Kisah Para Rasul 20:7,
LAI TB, Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya.
Terjemahan Lama, Maka pada hari jang pertama didalam minggu itu tatkala kami berhimpun memetjahkan roti, bertuturlah Paulus dengan mereka itu sebab maksudnja hendak berlajar pada keesokan harinja sambil melandjutkan utjapannja sehingga sampai tengah malam.
KJV, And upon the first day of the week, when the disciples came together to break bread, Paul preached unto them, ready to depart on the morrow; and continued his speech until midnight.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, “And on Yom Rishon, when we met for a firen tish, Rav Sha’ul was giving a shiur to them, since he would have to depart in the boker and was having to extend the message until chatzot halailah.”
TR, εν δε τη μια των σαββατων συνηγμενων των μαθητων του κλασαι αρτον ο παυλος διελεγετο αυτοις μελλων εξιεναι τη επαυριον παρετεινεν τε τον λογον μεχρι μεσονυκτιου
Translit. interlinear, en {pada} de {dan} tê mia {pertama} tôn sabbatôn {pekan/week} sunêgmenôn {datang bersama-sama} tôn mathêtôn {murid-murid} tou klasai {memecah-mecah} arton {roti} ho paulos {paulus} dielegeto {berdialog} autois {dengan mereka} mellôn {siap} exienai {berangkat} tê epaurion {hari berikutnya} pareteinen {melanjutkan} te ton logon {perkataan} mekhri {hingga} mesonuktiou {tengah malam}

Hari Minggu (Lord’s day) berasal dari bahasa Latin dies dominica: “hari Tuhan”. Dalam bahasa Yunani “kureakê hêmera” (Wahyu 1:10). Hari Minggu ialah hari pertama pekan, hari yang menyusul hari Sabat. Pada hari itu diperingati kebangkitan Yesus serta penampakan-penampakan-Nya kepada para pengikut-Nya selama santapan bersama.

* Markus 16:2
LAI TB, Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
Terdjemahan Lama, Maka waktu dini hari, pada hari jang pertama didalam minggu itu, datanglah mereka itu kekubur, ketika matahari terbit.
KJV, And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, And at Shachrit on Yom Rishon, the first day of the shavu’a, the shemesh just coming up, they come to the kever.
TR, και λιαν πρωι της μιας σαββατων ερχονται επι το μνημειον ανατειλαντος του ηλιου
Translit. interlinear, kai {dan} lian {sangat} prôi {pagi} tês mias {pertama} sabbatôn {pekan/ week} erchontai {mereka datang} epi {ke} to mnêmeion {kuburan} anateilantos {terbit} tou hêliou {matahari}

Ibadah Kristen pada hakikatnya adalah “anamnêsis” (peringatan) tentang peristiwa Paskah yang menyatakan kemenangan maksud karya Allah yang menyelamatkan. Karena itulah berlaku sukacita dan pujian. Hari pertama ini juga cocok sebagai peringatan hari pertama dalam penciptaan ketika Allah menciptakan terang, dan kenyataan bahwa hari Pentakosta Kristen jatuh pada hari Minggu. Selanjutnya mungkin sudah menjadi pengharapan bagi orang Kristen mula-mula, bahwa kedatangan kembali Yesus akan terjadi pada hari-Nya sendiri.

Bukti tertua berkaitan dengan perayaan hari pertama dalam setiap minggu oleh orang Kristen, terdapat dalam ayat berikut:

* 1 Korintus 16:2,
LAI TB, Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing – sesuai dengan apa yang kamu peroleh – menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.
Terdjemahan Lama, Pada tiap-tiap hari Ahad, hendaklah kamu masing-masing menjimpankan uang didalam persimpanannja sendiri atas kadarnja, supaja djangan pada masa aku datang, baharu hendak dikumpulkan.
KJV, Upon the first day of the week let every one of you lay by him in store, as God hath prospered him, that there be no gatherings when I come.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, Every Yom Rishon of each week, each of you by himself make something farnumen, storing up according to his hakhnasah, so that collections need not be made when I come.
TR, κατα μιαν σαββατων εκαστος υμων παρ εαυτω τιθετω θησαυριζων ο τι αν ευοδωται ινα μη οταν ελθω τοτε λογιαι γινωνται
Translit. interlinear, kata {pada} mian {pertama} sabbatôn {pekan/ week} hekastos {setiap orang} humôn {dari kamu} par {dari} eautô {dia sendiri} tithetô {menyimpan} thêsaurizôn {dalam perbendaharaan} ho ti an {seperti} euodôtai {perolehan} hina {supaya} mê {tidak} hotan {pada waktu} elthô {aku datang} tote {pada waktu itu} logiai {pengumpulan} ginôntai {ada}

Kisah Para Rasul 20:7 di atas lebih khusus dan barangkali menunjukkan kelanjutan penggunaan kalender orang Yahudi oleh orang Kristen, di mana hari Tuhan dimulai pada hari Sabtu petang ketika matahari terbenam. Kesediaan non-Yahudi untuk menerima perhitungan orang Yahudi ini sebagai bukti kuat bahwa hari itu dirayakan.

Ibadah Umat Kristiani melanjutkan hal-hal yang sudah dilakukan jemaat Kristus mula-mula ini yang pada hakikatnya adalah “anamnêsis” (peringatan) tentang peristiwa Paskah yang menyatakan kemenangan maksud karya Allah yang menyelamatkan. Karena itulah berlaku sukacita dan pujian. Hari pertama ini juga cocok sebagai peringatan hari pertama dalam penciptaan ketika Allah menciptakan terang, dan kenyataan bahwa hari Pentakosta Kristen jatuh pada hari Minggu. Selanjutnya mungkin sudah menjadi pengharapan bagi orang Kristen mula-mula, bahwa kedatangan kembali Yesus akan terjadi pada hari-Nya sendiri, yaitu hari Minggu.

Artikel terkait :

– IBADAH PADA HARI MINGGU, di sabat-vt311.html#p664

– HARI KEBANGKITAN KRISTUS – IBADAH HARI MINGGU, di sabat-vt311.html#p660

– Sabat, di sabat-vt311.html#p658

– HARI RAYA PENTAKOSTA /KHAG SYAVU’OT, di hari-hari-raya-dalam-alkitab-vt219.html#p460

-HARI TUHAN – HARI MINGGU – KURIAKE HEMERA hari-tuhan-hari-minggu-kuriake-hemera-vt564.html#p1116

Pertanyaan Keenam:
Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat perlu kita pertanyakan kepada umat Kristiani, sebab hampir dalam setiap acara discusi atau perdebatan, alasan yang paling sering dipakai oleh mereka adalah bilamana dalam keadaan kepepet, yaitu bahwa Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia.

Alasan-alasan seperti itu sudah ketinggalan, karena bila alasan seperti itu masih terus dipertahankan, maka sampai kapan pun tidak akan menyelesaikan persoalan. Atau dengan kata lain alasan seperti itu dipakai sebenarnya hanya untuk menutup¬nutupi kelemahan Alkitab itu sendiri. Padahal alasan seperti itu samasekali tidak punya dalil dalam Alkitab. Artinya tidak ada satu dalilpun yang tertulis dalam Alkitab bahwa “Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia”. Jika ada yang bisa memberikan dalil tertulis dalam Alkitab seperti itu, <edited> untuk satu pertanyaan ini saja.

Umumnya para Pendeta atau Misionaris, atau umat Kristiani lainnya sering menjawab dengan mengangkat dalil Yohanes pasal 1 ayat 1 & 14.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”(Yohanes 1:1).

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

Menjadikan ayat ini sebagai refrensi bahwa Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia, sulit bisa diterima akal sehat. Maka untuk itu agar lebih mudah dipahami dicomotlah bagian pertama dari pembukaan Alkitab yaitu pada kitab Taurat Musa, ialah Kitab Kejadian 1 pasal 1 dan Kitab Kejadian pasal 1 ayat 26, yang bunyinya sebagai berikut:

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” (Kejadian 1:1)

“Berfirmanlah Allah “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26).

Dari bunyi ayat Kejadian 1:26 ini, ada kata “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita…..’ Yang dimaksud dengan kata “Kita,” menurut penafsiran umat Kristiani, itu adalah bentuk kata Trinitas yang tersembunyi sebelum Yesus datang kedunia dalam kitab Perjanjian Baru. Jadi kata “Kita” itu mengandung makna : Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus, atau dengan istilah lain dikenal Bapa, Firman dan Roh Kudus.

BAPA itu = Tuhan = Allah (oknum pertama) FIRMAN itu = Yesus = Anak Allah (oknum kedua) dan ROH KUDUS itu = Tuhan juga (oknum- ketiga).

Awal kitab Kejadian pasal 1:1 berbunyi “Pada mulanya Allah..:.’ Awal Yohanes pasal 1:1 berbunyi “Pada mulanya adalah Firman” dan pada awal kitab Kejadian pasal 1:26 berbunyi “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita…..”

Dari ketiga dalil tersebut (Yoh 1:1 dan 14, dan Kej 1:1 dan 26) para misionaris menafsirkan Yoh 1:1 yang berbunyi “Pada mulanya adalah Firman…” selaras dengan Kejadian 1:1 yang berbunyi “Pada mulanya Allah… ” Dengan demikian menurut mereka Firman itu adalah Allah. Yang dimaksud dengan kata “Firman” adalah Yesus itu sendiri. Sementara Firman itu adalah Aliah, kalau begitu berarti Yesus = Allah. Kemudian pada Yoh 1:14 dikatakan bahwa “Firman itu telah menjadi manusia” Sedangkan manusia itu adalah Yesus. Kalau Firman itu adalah Yesus dan Yesus itu adalah Allah, berarti Allah itu telah menjadi manusia yang disebut Yesus. Oleh sebab itu makna dari Yoh 1:1 yang berbunyi: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah…’ yaitu Yesus yang mulanya ada bersama-sama dengan Allah, adalah Allah itu sendiri yang telah menjadi manusia.

Memang sulit sekali bisa diterima penafsiran ayat-ayat tersebut, sebab sesuatu yang tidak rasional dipaksakan harus menjadi rasional.

Menurut penafsiran kaum muslimin, kata “firman’° berarti “perkataan” atau “kalam” (kalamullah) yang bermakna “perkataan Allah.” Misalnya jika Allah ingin menciptakan sesuatu, cukup Dia berkata (berfirman) “KUN” (jadilah) maka jadilah. Contoh bagaimana penciptaan Nabi Isa as (Yesus) dan Nabi Adam as di dalam Al Qur’an.

Allah jelaskan sebagai berikut :
Inna matsala `iisaa `indallaahi ka matsali aadama khalaqahuu min turraabin tsumma qaala lahuu kun fa yakuun.

“Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” maka jadilah dia. ” (Qs 3 Aali `Imraan 59).

Mengenai Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 dan 14, dalam buku The Five Gospels yang diterbitkan oleh Harper San Fransisco, yang dikomentari oleh Robert W. Funk dan Roy W. Hoover, ternyata ayat-ayat tersebut tidak masuk dalam kategori ucapan Yesus yang diseminarkan.

Injil yang diakui di Indonesia ada empat yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Di Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma CaIifornia, disponsori oleh Westar Instituie, Injil itu diseminarkan oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar dari berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi dari Katolik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll yang semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada lima yaitu Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima Injil yang bernama “The Five Gospels” diseminarkan dalam rangka mengklasifikasikan sabda Yesus. Makanya dalam cover The Fiue Gospels tersebut tertulis What Did Jesus Really Say? The Search For The Authentic Words of Jesus. (Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari ucapan asli dari Yesus).

Dalam kitab The Five Gospels tersebut, semua ucapan atau sabda Yesus, dicetak berwarna. Ada empat warna yang disepa¬kati, yaitu merah (RED), merah muda (PINK), kelabu (GRAY) dan hitam bolt (BLACK).
Ada tiga option (pilihan) yang disepakati untuk menentukan derajat kebenaran sabda / ucapan Yesus, yaitu :

Option 1
** Red : I would include this item unequivocally in the database for determining who Jesus was.
** Pink : I would include this item with reservations (or modifications) in the database.
** Gray : I would not include this item in the database, but I might make use of some of the content in determining who Jesus was.
** Black : I would not include this item in the primary database.

Option 2
** Red : Jesus undoubtedly said this or something very like it.
** Pink : Jesus probably said something like this.
** Gray : Jesus did not say this, but they ideas contained in it are close to his own.
** Black : Jesus did not say this, it represents the perspective or content of a later or different tradtion.

Option 3
** Red : That`s Jesus !
** Pink : Sure sounds like Jesus. ** Gray : Well, maybe.
** Black : There`s been some mistake.

Dari hasil seminar, ternyata Injil Yoha¬nes pasal 1 ayat 1 & 14 tidak masuk kategori yang dinilai atau yang diseminar-kan, sebab ayat-ayat tersebut dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus. Ayat itu hanyalah ucapan Yohanes saja! Dan ayat tersebut tidak masuk dalam kategori RED, PINK, GRAY & BLACK.
Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :

“Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar.”

“Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar Yesus.”

Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia, khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh dua persen) isi Injil bukan benar¬benar diucapkan Yesus, berarti hanya 18% (delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus. Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun berasal dari lndonesia.

Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut, Injil Yohanes termasuk yang hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.

Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya ada 4 (empat) ayat saja, selebihnya Black.
Perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:

RED : (That is Jesus!), tidak satu ayat pun yang dicetak merah, berarti tidak ada satu ayatpun yang dianggap benar-benar ucapan Yesus.

PINK : (Sure sounds like Jesus), hanya ada satu ayat saja yaitu Yoh 4:43.

GRAY : (Well, maybe), hanya ada 4 (empat) ayat saja, yaitu pada Yoh 12 ayat 24, 25, 26 dan Yoh 13 ayat 20.

BLACK : (Jesus did not say this There’s been some mistake!) selebihnya bukan ucaan Yesus!

Bayangkan saja, Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal, 878 ayat dan 19099 kata. Kalau RED tidak ada, PINK hanya 1 ayat, GRAY 4 ayat, berarti sisanya BLACK (bukan ucapan Yesus) ada 873 ayat.

TANGGAPAN :
Download PDF

Ada banyak ayat di dalam Alkitab kami yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah, lihat bahasannya di yesus-kristus-adalah-allah-vt35.html#p80

Ada banyak ayat di dalam Alkitab kami yang menjelaskan Yesus yang adalah Allah itu “menjelma” (inkarnasi) menjadi manusia, lihat bahasannya di yesus-adalah-manusia-vt60.html#p129

Yang sering dipersoalkan adalah “masa inkarnasi” Yesus Kristus, yang memang Ia sedang “mengosongkan diriNya”, dan keadaanNya sebagai manusia ini dianggap mutlak dan mengabaikan ayat-ayat lain yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah.

Mengenai Kejadian 1:26 siapa bilang semua orang Kristen akan menterjemahkan kata “kami” sebagai “Trinitas”, baca bahasannya di kita-dlm-kejadian-1-26-merujuk-pd-trinitas-vt1680.html#p6709
—–

Keyakinan bahwa Yesus adalah Allah berkaitan erat dengan iman (tepatnya iman Kristiani). Dan ukurannya adalah keimanan Kristiani, bukan keimanan Muslim. Kami tidak mengharapkan dua keimanan yang berbeda ini untuk bersepakat. Dan inilah perbedaannya. Jikalau keimanan kami diperhadapkan dengan kepercayaan dalam agama-agama lainnya (misalnya Hindu, Buddha, Kong Hu Chu dll), tentu juga tidak akan cocok, apalagi mencapai suatu kesepakatan keimanan yang seragam.

Jadi, apakah yang harus dipermasalahkan? Bukankah Sang Nabi juga berkata “Bagiku agamaku, bagimu agamamu”?

Pertanyaan Ketujuh:
Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”

Umat Kristiani umumnya berani memastikan sesuatu yang belum tentu atau belum pasti terjadi. Mereka berang¬gapan asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, di jamin “pasti masuk surga”. Padahal memastikan seseorang masuk surga, itu bukan hak atau wewenang kita manusia, itu hanyalah hak Allah Swt. saja. Jika ada umat Islam menga¬takan kepada mereka kata “Insya Allah”, sering diprotes, katanya “jangan insya Allah-insya Allah dong, yang pasti aja dong!!” Mereka tidak memahami bahwa mengu¬capkan Insya Allah adalah sesuatu yang dianjurkan dalam kitab suci Al Qur’an dan juga Alkitab. Tetapi sebagian besar umat Kristiani tidak paham bahwa didalam Alkitab sebenarnya dianjurkan mengucapkan Insya Allah bila mengatakan sesuatu yang belum tentu terjadi. Bahkan dikatakan, bila tidak mengucapkan Insya Allah sesuatu yang belum pasti terjadi, dia tergolong sombong, dan bahkan berdosa.

Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:

“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan beruat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu meme¬gahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yak 4:13-17)

“Ia minta diri dan berkata: “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Lalu bertolaklah ia dari Efesus.” (Kis 18:21)

“Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.(1 Kor 4:19).

Kata-kata dalam semua ayat ayat tersbut yaitu “Jika Tuhan menghendakinya” dan “Jika Allah menghendakinya” serta “Kalau Tuhan menghendakinya”, semua itu makna¬nya sama yang dalam Al Qur’an disebut “insya Allah”.

Didalam Alkitab cetakan lama, kata¬kata “Jika Tuhan Menghendakinya” semuanya tertulis jelas dengan kata “insya Allah”

Perhatikan Alkitab lama cetakan tahun 1960 sebagai berikut:

“Hai kamu jang berkata: “Bahwa hari ini atau besoknja biarlah kita pergi kenegeri anu serta menahun disitu, dan berniaga dan mentjari laba”; pada halnja kamu tiada mengetahui apa jang akan djadi besoknja. Bahaimanakah hidupmu itu? Karena kamu hanja suatu uap, jang kelihatan seketika sahadja lamanja, lalu lenjap. Melainkan patutlah kamu berkata: “Insya Allah, kita akan hidup membuat ini atau itu”. Tetapi dengan hal jang demikian kamu memegahkan dirimu dengan djemawanmu itu; maka semua kemegahan jang demikian itu djahat. Sebab itu, djikalau orang jang tahu berbuat baik, pada halnja tiada diperbuatnja, maka mendjadi dosalah baginja.
“Melainkan sambil meminta diri ia berkata: “insya Allah, aku akan kembali kepadamu.” (Kis 18:21)

“Tetapi insya Allah aku akan datang kepadamu dengan segeranja, dan aku akan mengetahui bukan perkataan mereka itu jang……dst. (1 Kor4:19).

Dalam Al Qur`an, mengucapkan kata insya Allah merupakan suatu kewajiban bila kita tidak mengetahui sesuatu yang bakal terjadi. Perhatikan ayat-ayat Al Qur`an sebagai berikut:

Fa lammaa dakhaluu ‘alaa vuusufa aawaa ilaihi abawaihi wa qaalad khuluu mishra insyaa-allaahu aaminiin
“Maka tatkala mereka masuk menemui Yusuf, Yusuf membawa ibu bapaknya ke tempatnya dan berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, [u insya Allah[/u] dalam keadaan aman. ” (Qs 12 Yusuf 99)

Qaala satajidunii in syaa-allaahu shaabiraw wa laa a`shii laka amraa.
“Musa berkata, “Insya Allah engkau akan mendapati aku orang yang sabar dan aku tiada mengingkari perintahmu.” (Qs 18 Al Kahfi 69)

Fa lammaa balagha ma`ahus sa`ya qaala yaa bunayya innii araa fil manaami annii adzbahuka fanzhur maadzaa taraa qaala yaa abatif`al maa tu`maru sa tajidunii insvaa-allaahu minas shaabiriin.
“Maka tatkala anak mencapai umur dapat bekerja bersamanya, Ibrahim berkata, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku akan menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?” Dia berkata, “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada engkau; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” (Qs 37Ash Shaaffaat 102)

Ternyata dari keterangan Alkitab tidak boleh mengatakan “PASTI” untuk sesuatu yang belum tentu terjadi. Memastikan dijamin “Pasti masuk surga” bila percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, adalah perbuatan sombong dan dosa. Jika hanya asal percaya kepada Yesus, semua ummat Islam percaya kepada Yasus yang disebut Nabi Isa as. Tidak sempurna iman seorang muslim jika tidak mengimani semua nabi, termasuk Nabi Isa. Bahkan percaya kepada semua nabi termasuk Nabi Isa as (Yesus), merupakan salah satu Rukun Iman yang harus di imani oleh setiap muslim dimanapun mereka berada. Hanya saja umat Islam mengimani beliau hanya sebagai Nabi atau Rasul, bukan Tuhan!!

Menurut pandangan ummat Kristiani, asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka dijamin pasti masuk surga. Tetapi menurut pandangan Islam, hal itu bertolak belakang 180 derajat, justru kalau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka disitulah tidak mungkin diselamatkan, karena telah menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah. Dan itu disebut dosa syirik, yaitu salah satu dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

Dalam kitab Injil, Yesus berfirman bahwa keselamatan itu tergantung bagaimana kita mengamalkan perintah Allah. Perhatikan ucapan Yesus sebagai berikut:

“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 7:21)

Berdasarkan ucapan Yesus tersebut, dapat kita simpulkan bahwa bukan setiap orang yang berseru Yesus, Yesus yang akan masuk kedalam surga, tetapi kata Yesus yaitu mereka yang melakukan sesuai dengan perintah Allah. Tentu menjadi pertanyaan, apakah ummat Kristiani sudah melakukan sesuai perintah Yesus dan perintah Allah?? Marilah kita lihat beberapa contoh sebagai bukti:

1. Allah Mengharamkan Babi

“Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku beiah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binaiang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya jartganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. (Imamat 11:7-8)

Allah telah mengharamkan babi. Kenyataannya mereka tidak haramkan babi, malah babi jadi makanan kesukaan mereka. iustru yang haramkan babi umat Islam bukan?

2.Yesus sunat

“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, la diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” (Luk 2:21 )

Yesus sunat, tetapi para pendeta tidak wajibkan sunat. Justru yang bersunat yaitu ummat Islam. Nah apakah mereka ikuti perintah Allah? Justru umat Islamlah yang ikut perintah bersunat!!

3. Yesus mati dikafani tidak pakai peti

“Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam buki t batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.” (Mar 15:46)

Yesus mati dikafani, tidak pakai peti. Apakah umat Kristiani yang mengaku pengikut Yesus bila mereka mati dikafani dengan kain putih dan dikubur tidak pakai peti?? Ternyata mereka bila mati, pakai jas, sepatu, dasi. pakaian yang paling bagus, didandani seperti penganten, lalu dimasukkan kedalam peti, padahal Yesus mati hanya dikafani dengan kain putih dan tidak pakai peti. Ini berarti mereka tidak mengikuti contoh bagaimana matinya Yesus. Justru yang mengikuti matinya Yesus, adalah umat Islam. Bahkan dalam Islam, kuburan tidak perlu dibeton seperti bangunan rumah, cukup menaruh batu diatas kubur sebagai tanda. Diatas kuburan Yesus juga ditaruh sebuah batu, sebagai tanda, dan dalam Islam disunahkan menaruh batu diatas kuburan.

Sebenarnya masih ada begitu banyak bukti-bukti bahwa ummat Kristini tidak mengikuti perintah Yesus dan Allah. Dari beberapa ayat yang kami paparkan sebagai contoh itu, cukup memberikan bukti bahwa jaminan keselamatan itu bukan hanya asal percaya kepada Yesus dijamin pasti masuk surga, tetapi bagaimana mengamalkan seluruh ajaran Yesus dan Tuhannya Yesus yaitu Allah Swt.

Setelah dicek diseluruh isi Alkitab, ternyata tidak ada satu ayatpun yang menjamin asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat “dijamin pasti masuk surga.” Oleh sebab itu jika ada umat Kristiani yang bisa menunjukkan ayatnya yang mengatakan bahwa asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat “dijamin pasti masuk surga.”

Allah menjamin masuk surga bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan bertaqwa kepada-Nya yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tilka huduudullahi wa may yuthi`illaaha wa rasuulahuu yudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaa wa dzaalikal fauzul ‘azhiim.

“Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai¬ sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan itulah kejayaan yang besar.” (Qs 4 An Nisaa ` 13)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa yang di jamin masuk surga oleh Allah, yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasul¬nya. Bagaimana bisa dijamin masuk surga, jika hanya asal percaya, tetapi tidak mengamalkan serta tidak taat perintah Allah dan Rasul-Nya?? Buktinya betapa banyak ayat-ayat dalam Alkitab, dimana tidak diamalkan dan tidak ditaati oleh umat Kristiani. Oleh sebab itu keselamatan itu yaitu bagaimana kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan yang diperintakan-Nya.

Bagaimana yang tidak taat kepada Allah dan rasul-Nya serta melanggar hukum dan ketentuan-Nya, apakah mereka dijamin pasti masuk surga??. Perhatikan ayat selanjutnya :

Wa may ya’shillaaha wa rasuulahuu wa yata`adda huduudahuu yudkhilhu naaran khaalidan fiihaa wa lahuu `adzaabum muhiin.

“Dan barang siapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batasnya (hukum) Allah, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, kekal di dalamnya dan baginya azab yang menghinakan. ” (Qs 4 An Nisaa` 14)

TANGGAPAN :
Ada jaminan keselamatan yaitu kehidupan yang kekal kepada setiap orang yang percaya :

* Yohanes 3:16
LAI TB, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
King James Version, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Translit Interlinear, houtôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

Keselamatan, yaitu anugerah kehidupan kekal dan dapat masuk ke Rumah Bapa itu adalah kepastian yang dijamin oleh Yesus yang adalah Allah empunya Surga. Pada masa inkarnasiNya ini Ia menyatakan suatu pernyataan yang monumental, sbb :

* Yohanes 14:1-6 Rumah Bapa
14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
KJV, Jesus saith unto him, I am the way, the truth, and the life: no man cometh unto the Father, but by me.
TR, λεγει αυτω ο ιησους εγω ειμι η οδος και η αληθεια και η ζωη ουδεις ερχεται προς τον πατερα ει μη δι εμου
Translit Interlinear, legei {berkata} autô {kepadanya} ho iêsous {Yesus} egô {AKU} eimi {ADALAH} hê hodos {JALAN} kai {dan} hê alêtheia {KEBENARAN} kai {dan} hê zôê {HIDUP} oudeis {tidak seorangpun} erkhetai {datang} pros {kepada} ton patera {BAPA} ei {jika} mê {tidak} di {melalui} emou {AKU}

Yesus Kristus berkata dengan tegas “Akulah hidup”, menyatakan jelas bahwa Dia adalah sumber kehidupan, Ia mempunyai kuasa memberikan makanan kepada umat percaya dari Pohon Kehidupan. Pohon Kehidupan ditengah-tengah taman Firdaus Allah (yaitu Surga):

* Wahyu 2:7
LAI TB, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.
KJV, He that hath an ear, let him hear what the Spirit saith unto the churches; To him that overcometh will I give to eat of the tree of life, which is in the midst of the paradise of God.
TR, ο εχων ους ακουσατω τι το πνευμα λεγει ταις εκκλησιαις τω νικωντι δωσω αυτω φαγειν εκ του ξυλου της ζωης ο εστιν εν μεσω του παραδεισου του θεου
Translit Interlinear, ho {yang} ekhôn {memiliki} ous {telinga} akousatô {hendaklah ia mendengar} ti {apa} to pneuma {Roh} legei {Dia berkata} tais ekklêsiais {kepada jemaat-jemaat} tô {yang} nikônti {menang} dôsô {Aku akan memberikan} autô {kepadanya} phagein {untuk makan} ek {daro} tou xulou {pohon} tês zôês {kehidupan} ho {yang} estin {ada} en {di dalam} mesô {tengah-tengah} tou paradeisou {firdaus} tou theou {Allah}

“Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku,” kata Yesus. Hanya di dalam Dia-lah ketiga-tiganya itu: Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Orang lain hanya dapat menunjukkan ketiga hal itu tanpa dapat mengatakan “Akulah itu”.

Anugerah Kehidupan Kekal masuk ke Rumah Bapa adalah sesuatu yang pasti, bukan mudah-mudahan. Yesus Kristus mengucapkan kalimat ilahi “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”, penjelasannya ada di akulah-jalan-dan-kebenaran-dan-hidup-vt221.html#p467

Teman kita umat Muslim mengimani kitab sucinya sendiri, dan menjunjungnya sebagai kebenaran, itu adalah hal wajar. Hanya saja kalau kemudian mereka mengukur keimanan Kristiani berdasarkan Al~Qur’an inilah yang sering tidak klop. Saya mempermasalahkan keimanan teman-teman Muslim yang memiliki kepercayaan pengampunan Allah/ keselamatan dari Allah/ syarat masuk surga didapat dari amal-ibadah. Amal-Ibadah membuahkan reward/pahala itu memang berlaku dalam agama Islam.

Sebaliknya keimanan Kristiani tidak dapat diukur sama dengan kewajiban “amal-ibadah” sebagaimana yang berlaku dalam agama Islam. Konsep pemikiran dan cara pandang kami, umat Kristiani berkonsep pada pemikiran ANUGERAH/KASIH KARUNIA bukan pemikiran IMBAL-BALIK. Keselamatan kita atas karya Tuhan Yesus diatas kayu salib adalah Anugerah.

Anugerah mempunyai arti dasar demikian : “yang memberi tidak berkewajiban, yang menerima tidak mempunyai hak”. Keselamatan dari Allah menurut kepercayaan Kristiani adalah sepenuhnya anugerah, bukan imbal-balik. Kita, umat Kristiani hanya diminta untuk “percaya” dan kita selamat. Kita dapat melihat suatu contoh kuasa dan otoritas yang dipegang oleh Yesus Kristus, menganugerahkan keselamatan dan jaminan masuk surga kepada penjahat yang disalib di sebelahnya :

* Lukas 23:43
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
KJV, And Jesus said unto him, Verily I say unto thee, To day shalt thou be with me in paradise.
TR, και ειπεν αυτω ο ιησους αμην λεγω σοι σημερον μετ εμου εση εν τω παραδεισω
Translit Interlinear, kai {dan} eipen {Dia berkata} autô {kepadanya} ho iêsous {Yesus} amên {Amin} legô {Aku berkata} soi {kepadamu} sêmeron {hari ini} met {bersama} emou {Aku} esê {engkau akan ada} en {di dalam} tô paradeisô {Firdaus}

Yesus Kristus tidak mengatakan “mudah-mudahan kamu ke Firdaus”, tetapi Ia mengatakan dengan otoritas penuh “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Mengapa? Karena Dia adalah Allah yang memang berkuasa atas Surga dan Bumi.


Pertanyaan Kedelapan:
Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?

Berdasarkan ayat tersebut, bagi mereka yang mengatakan asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin pasti masuk surga, padahal tidak melakukan perintah Allah dan Yesus, maka bukan jaminan surga yang didapat, tapi neraka.
Sebagian besar rumah umat Kristiani hampir dapat dipastikan terpampang gambar atau lukisan Yesus dan ibunya Maria dengan wajah yang ganteng dan cantik rupawan dengan pakaian yang berwarna warni. Tentu menjadi pertanyaan:

1. Apakah wajah Yesus dan ibunya Maria adalah wajah mereka yang asli atau itu hanya hasil rekayasa saja?
2. Jika wajah mereka itu asli, siapa yang memotretnya?
3. Tustel atau camera merek apa yang dipakai saat itu?
4. Apakah 2000an tahun yang lalu sudah ada camera atau tustel berwarna?

Jawabannya pasti semuanya mustahil Tetapi banyak umat Kristiani terlihat begitu khusu’ bila sembahyang atau meminta pertolongan dihadapan gambar atau lukisan Yesus dan Maria. Gambar atau lukisan berikut ini adalah Maria dan Yesus menurut versi bangsa-bangsa di beberapa negara di dunia.

Apakah ini foto atau lukisan? Jika foto, berarti ini manusia jaman sekarang, dipilih yang cantik dan ganteng la lu dipotret, terus dikatakan inilah Maria dan Yesus. Mungkin saja saat ini mereka masih hidup.
Benarkah ini foto yang menggambarkan wajah Yesus? Sebenarnya dia adalah salah seorang bintang film yang memerankan diri Yesus. Saat ini dia pun masih hidup.
Lukisan ketiga ini menggambarkan Yesus dalam wajah yang lain lagi, tidak sama seperti yang pertama dan kedua. Jika Yesus Tuhan, koq Tuhan bisa mati?
Inilah Maria & Yesus dalam versi bangsa lain. Mungkin Maria dan Yesus bagi suku bangsa ini adalah yang tercantik dan terganteng.
Maria dan Yesus menurut versi Guadalupe. Wajah Yesus persis seperti anak wanita
Wajah Maria dan Yesus ini menurut versi bangsa apa ini??
Maria dan Yesus versi orang Timur Tengah. Bahasa Arab yang tertulis diatas adalah: Ummi Allah = ibu Allah. Yasua Almasih = Yesus Almasih
The Good Seheperd adalah julukan kepada Yesus sebagai Pengembala yang baik
Yesus Kristus versi orang Bolivia dengan wajah yang sangat berbeda.
Mungkin ini wajah Yesus versi orang Indian
Maria dan Yesus menurut suku Apache
Yesus berambut kribo mirip orang Ambon
Lion of Judah adalah salah satu julukan buat Yesus, sebagai singanya orang Yahudi.

Ada sebagian umat Kristiani yang dulunya ngaku mantan Islam, kemudian masuk Kristen dengan alasan dia dijamah oleh Yesus. Ada juga yang katakan dia melihat wajah Yesus. Padahal semua kesaksian seperti itu jelas bohong. Kenapa? Sebab darimana dia tahu bahwa itu benar-benar wajah Yesus?? Wajah bapak kakeknya saja hampir tidak ada orang yang pernah tahu, apalah wajah orang yang telah mati lebih 2000 tahun yang lalu. <edited> kalau ada orang bisa memperlihatkan wajah Yesus yang sesungguhnya. Wajah-wajah Yesus dalam semua gambar tersebut, pasti hanya hasil rekayasa atau hasil imaginasi seseorang. Jika disuruh orang suku Asmad di Irian melukis wajah Yesus menurut imaginasi mereka, mungkin saja wajah Yesus dibuat hitam, pendek, kribo, tanpa busana dan pakai koteka. Jika ada yang mengaku pernah dijamah dan ketemu Yesus, lihatkan gambar-gambar tadi, tanyakan padanya dan tolong tunjukin, wajah yang mana yang dilihatnya? Sungguh satu Kebohongan besar jika wajah Yesus adalah salah satu dari wajah-wajah tersebut.

TANGGAPAN:
Ada banyak lukisan-lukisan “religius” kristiani yang terkenal. Namun karya-karya mereka hanyalah sebatas imajinasi seorang seniman saja. Perlu diingat bahwa kitab Injil tidak pernah mencatat ciri-ciri fisik Yesus Kristus, misalnya : bagaimana warna kulitNya, gemuk-kurus-pendek-Nya dll.

Walaupun banyak sekali pengungkapan Injil tentang kepribadian Yesus, namun Allah tampaknya sengaja tidak mengilhamkan tanda-tanda fisikNya untuk ditulis dan diwariskan secara salah ke dunia. Tuhan tahu bahwa pengagungan (idol) unsur-unsur fisik oleh manusia akan berpotensi memicu SARA dan berhala.

Memang ada banyak lukisan karya para maestro dunia seperti Leonardo Da Vinci, Michelangelo dll. Dalam lukisan-lukisan mereka yang bertema religius, menggambarkan kira-kira wajah Yesus sesuai dengan insting seni mereka. Namun semua itu hanya rekaan seniman semata, bukan dengan dasar Alkitabiah yang menggambarkan bahwa Yesus memang berwajah seperti itu dan berpostur tubuh seperti itu.

Teman muslim dalam bukunya ini menyajikan beberapa contoh wajah-wajah Yesus yang berlainan. Itu wajar saja karena dibuat oleh seniman yang berbeda-beda sesuai imajinasi seninya masing-masing.

Apakah lukisan Yesus harus mutlak 1 rupa? Nyatanya Alkitab mencatat bahwa Yesus itu bisa menampakkan Diri dalam ‘beragam rupa’, Tergantung kehendakNya.

* Markus 16:12
Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

* Lukas 24:15-16
24:15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
24:16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

* Yohanes 20:14
Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Jadi, Yesus Kristus walau punya rupa fisik tertentu saat Ia hidup di bumi, Tapi Ia sendiri kerap menampakkan Diri dalam rupa yang tidak sama dengan rupa fisiknya tersebut. Inilah mungkin kenapa para rasul tidak melukiskan dengan persis apa rupa fisik Yesus. Di dalam kitab Wahyu, tampilan Yesus adalah penuh kemuliaan sehingga WajahNya terlihat menyilaukan.

* Wahyu 1:13-14
1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

Lalu bagaimana Yesus Kristus itu bisa dikenali?
* Kisah Para Rasul 7:55-56
7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
7:56 Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”

Roh Kudus-lah yang bersaksi bahwa yang muncul (apabila ada penglihatan) adalah Yesus Kristus. Inilah yang menyebabkan mengapa jika Yesus yang asli muncul, maka sekalipun WajahNya samar, tapi manusia langsung tau bahwa Ia adalah Yesus.

* Lukas 24:30-32
24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Karakter/ sifat dan sikap Yesus Kristus tidak pernah berubah. Dalam menyatakan Diri, Ia akan konsisten dengan Firman dan PerbuatanNya sesuai dengan apa yang pernah Ia lakukan sebelumnya. Penting bagi kita mempelajari Alkitab agar kita bisa mengenali siapa yang menampakkan Diri dan menyaring apa yang diajarkannya. Bisa saja Yesus menampakkan Diri dengan wajah familiar. Terutama bila Ia sedang berurusan dengan orang-orang yang sama sekali belum memahami ajaranNya. Tidak ada yang mustahil bagiNya, Ia dapat melakukan apapun sesuai kehendakNya apabila Ia menghendaki menyatakan diriNya dalam suatu rupa tertentu untuk suatu misi tertentu sesuai kehendakNya.

Pertanyaan Kesembilan:
Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!

Sejarah Natal
Christmas diartikan sebagai hari kelahiran Yesus, yang dirayakan oleh hampir semua orang Kristen didunia, berasal dari ajaran Gereja Katolik Roma. Padahal ajaran tersebut tidak terdapat dalam Alkitab dan Yesus-pun tidak pernah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk menyelenggarakannya.

Perayaan yang masuk kedalam ajaran Gereja Katolik Roma pada abad ke empat ini, berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Perayaan Natal yang diselenggarakan diseluruh dunia ini samasekali tidak mempunyai dasar dari Alkitab.

Menurut penjelasan di dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, yang berjudul “Christmas”, ditemukan kata-kata yang berbunyi sebagai berikut :

“Christmas was not among the earliest festivals of church, the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan custom centering around the January calends gravitated to christmas. “

“Natal bukanlah upacara gereja yang pertama, melainkan ia diyakini berasal dari Mesir. Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala & jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.”

Masih dalam Encyclopedi itu juga dengan judul “Natal Day” bapak Katolik pertama mengakui bahwa :

“In the Scnptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and Herold) who make great rejoicings over the day in which they were born into the world. “

“Didalam Kitab Suci, tidak seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanya orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”

Natal Menurut Encyclopedia Americana Tahun 1944
“Christmas…it was according to many authorities, not celebrated in ihe first centuries of the Christian church, as the Christian usage in gene.ral was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth… ” (The “Communion”, which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) “A feast was established in memory of this even (Christ’s birth) in the fourth century. In the fifth century the Westem Church ordered it fo be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ’s birth existed.

“Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut.” (“Perjamuan ci” yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) “Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke empat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.”

Asal usul Natal
Natal berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno dibawah raja Nimrod (cucunya Ham, anak nabi Nuh). Nimrod inilah orang pertama yang mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Niniweah dll, serta kerajaan di dunia dengan sistem kehidupan, ekonomi dan dasar-dasar pemerintahan. Nimrod ini adalah seorang pembangkang Tuhan. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya dia mengawini ibu kandung¬nya sendiri Semiramis.

Setelah Nimrod meninggal, ibunya yang merangkap istrinya menyebarkan ajaran Nimrod bahwa roh Nimrod tetap hidup selamanya walaupun jasadnya telah mati. Adanya pohon Evergreen yang tumbuh diatas sebatang pohon kavu yang telah mati, ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod. Untuk mengenang hari kelahiran Nimrod setiap tanggal 25 Desember, Semiramis menggantungkan bingkisan pada ranting-ranting pohon itu sebagai peringatan hari kelahiran Nimrod. Inilah asal usul Pohon Natal. Melalui pemujaan kepada Nimrod, akhirnya Nimrod dianggap sebagai “Anak Suci dari Surga’. Dari perjalanan sejarah dan pergantian generasi ke generasi dari masa¬kemasa dan dari satu bangsa ke bangsa lainnya, akhirnya penyembahan terhadap berhala Babilonia ini berubah menjadi Mesias Palsu, yaitu berupa Dewa Baal, anak Dewa Matahari.

Kepercayaan orang-orang Babilonia yang menyembah kepada “Ibu dan anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali), menyebar luas dari Babilonia ke berbagai bangsa di dunia dengan cara dan bentuk berbeda-beda, sesuai dengan bahasa di negara-negara tersebut. Di Mesir dewa-dewi tersebut bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius.

Di Roma bernama Fortuna dan Yupiter, juga di negara-negara lain seperti di China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madona, jauh sebelum Yesus dilahirkan.

Pada abad ke 4 dan ke 5 Masehi, ketika dunia pagan Romawi menerima agama baru yang disebut “Kristen”, mereka telah mempunyai kepercayaan dan kebiasaan pemujaan terhadap dewi Madonna jauh sebelum Kristen lahir.

Natal adalah acara ritual yang berasal dari Babilonia kuno yang saat itu puluhan abad yang lalu, belum mengenal agama yang benar, dan akhirnya terwariskan sampai sekarang ini. Di Mesir, jauh sebelum Yesus dilahirkan, setiap tahun mereka merayakan kelahiran anak Dewi Isis (Dewi langit) yang mereka percaya lahir pada tanggal 25 Desember.

Para murid Yesus dan orang-orang Kristen yang hidup pada abad pertama, tidak pernah sekalipun mereka merayakan Natal sebagai hari kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Dalam Alkitab/Bible, tidak ditemukan walau satu ayatpun Tuhan/ Allah maupun Yesus yang memerintahkan untuk merayakan Natal, sebab perayaan setiap tanggal 25 Desember, adalah perayaan agama Paganis (penyembah berhala) yang dilestarikan oleh umat Kristiani.

Upacara Natal adalah berasal dari ajaran Semiramis istri Nimrod, yang kemudian di lestarikan oleh para penyembah berhala secara turun temurun hingga sekarang ini dengan wajah baru yang disebut Kristen.

Sinterklas
Sinterklas atau Santa Claus sebenarnya bukan ajaran yang berasal dari penganut paganisme (penyembah berhala) maupun Alkitab. Sinterklas adalah ciptaan seorang Pastur yang bernama “Santo Nicolas” yang hidup pada abad ke empat Masehi. Menurut Encyclopedia Britannica halaman 648-649 edisi kesebelas, disebutkan :

“St Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of December…a Legend of his surreptitious bestowal bf dowries on the three daughters of an impoverished citizen…is said to have originated the old custom of giving present in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec 6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmas with Santa Claus.”

“St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tgl 6 Desember. Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga orang anak wanita miskin. untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberi¬kan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya terkaitlah antara hari Natal dan Sabta Claus..”

Sinterklas Mengajarkan Kebohongan
Dalam ajaran agama manupun, semua orang tua melarang anaknya berbohong. Tetapi menjelang Natal, banyak orang tua yang membohongi anaknya dengan cerita tentang Sinterklas yang memberikan hadiah Natal ketika mereka tidur. Begitu anak-anak mereka bangun pagi, didalam sepatu atau kaos kaki mereka yang digantungkan didepan pintu rumah, telah berisi berbagai permen dan hadiah lainnya. Oleh sebab itu Sinterklas merupakan pembohongan yang dilakukan oleh setan yang menyamar sebagai manusia.

“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” (2 Kor 11:14-15)

Pohon Terang
Pohon Terang atau Pohon Natal, sama sekali tidak pernah dianjurkan oleh Tuhan maupun Yesus untuk mengadakan atau merayakannya. Itu semua diadopsi dari ajaran agama pagan (kafir kuno). Pohon itu sendiri disebut dengan istilah “Mistleto” yang biasanya dipakai pada perayaan musim panas, sebagai persembahan suci kepada matahari.

Menurut Frederick J. Haskins dalam bukunya Answers to Questions disebutkan:

“The use of Christmas wreaths is believed by outhorities to be traceable to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same times as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian Era.”

“Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala (paganisme) yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen.”

Sungguh mengherankan sekali dan sekaligus memprihatinkan, ternyata sebagian besar umat Kristiani tidak mengerti dan tidak menyadari tentang sejarah perayaan Natal dan Pohon Terang.

Mereka begitu antusias menambut kedatangan hari Natal, bahkan jauh jauh hari sebelumnya mereka sudah mempersiapkan dengan biaya yang begitu besar dalam menyambut hari kelahiran Tuhan mereka. Padahal merayakan Natal dengan Pohon Terang samasekali tidak punya dasar atau dalil didalam kitab suci mereka sendiri. Para Pendeta dan Pastur diseluruh dunia bahkan Uskup dan Paus, jika ditanya tentang Natal dan Pohon Terang, pasti akan mengakui bahwa memang tidak ada dalil dan ajaran dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan tidak ada satu ayatpun tertulis didalam Alkitab (Bible) yang memerintahkan untuk merayakannya.

TANGGAPAN:
Tidak semua kalangan Kristen merayakan natal. Memang peringatan kelahiran Kristus yang dirayakan oleh sebagian Kristen ini sering menjadi sorotan berbagai pihak, diluar Kristiani maupun kalangan Kristiani sendiri, bahkan ada diantara orang Kristen sendiri ada yang ‘sangat membenci’ hari Natal. Mereka mengatakan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Hal tersebut bisa dipahami, karena Alkitab memang tidak menulis tanggal kelahiran Yesus.

Mereka juga mengatakan 25 Desember adalah hari-raya kaum kafir . Terbukti dengan data tertulis yang memuat liturgi perayaan kelahiran Kristus itu dapat dilihat dalam papirus pada abad ke-IV. Pada tahun 274 M di Kerajaan Romawi, tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiran matahari karena diakhir musim salju tanggal itu matahari mulai kembali penampakan sinarnya dengan kuat, karena itu bagi orang Romawi kuno, hari itu dirayakan sebagai hari Matahari.

Ketika Kekristenan ‘dijadikan agama negara’ di Kerajaan Romawi, kebiasaan perayaan itu ternyata sukar ditinggalkan masyarakat Roma yang sudah menjadi Kristen. Oleh karena itu para pemimpin gereja kemudian mengalihkan perhatian mereka, perayaan yang semula menjadi perayaan Matahari diganti menjadi perayaan peringatan kelahiran Yesus. Ketentuan ini oleh gereja pada masa itu diresmikan di Roma tahun 336, dan mereka menjadikan tanggal 25 Desember sebagai hari peringatan kelahiran Kristus.

Peringatan kelahiran Kristus dengan tanggal peringatan 25 Desember akhirnya juga diperkenalkan oleh Kaisar Konstantin, hal ini sebagai pengganti tanggal 5-6 Januari yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai hari peringatan kelahiran Kristus. Perayaan Natal kemudian di lakukan di Anthiokia pada tahun 375 dan pada tahun 380 dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 di Alexandria dan kemudian di tempat-tempat lain dimana kekristenan berkembang.

Tampaknya dengan latar belakang itu, tuduhan-tuduhan mengenai 25 Desember adalah hari raya kafir memang berdasar, karena ada catatan sejarah yang secara jelas menulis hal tersebut. Sekarang bagaimanakah kita menyikapi hal itu? Haruskah kita tidak lagi merayakan natal pada tanggal 25 Desember?

Dari penjelasan sejarah diatas, dapat kita ketahui bahwa awal-mula perayaan kelahiran Kristus bukan tanggal 25 Desember melainkan tanggal 5-6 Januari. Tetapi karena kesepakatan para pemimpin gereja pada waktu itu mereka mengubah peringatan tanggal 5-6 Januari menjadi tanggal 25 Desember untuk mengalihkan perhatian umat Kristiani dari kepercayaan lama mereka menuju kelahiran Kristus. Sehingga pada saat yang sama orang-orang kafir yang belum bertobat dan masih tetap merayakan tanggal 25 Desember dialihkan perhatiannya kepada Kristus.

Tetapi di masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, tidak ada penyembahan atau apapun yang berkaitan dengan paganisme matahari dalam perayaan natal orang-orang Kristen. Karena Kristus-lah yang menjadi center-nya. Jadi walaupun tidak ada tertulis dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman.

Dalam memperingati “hari kelahiran Kristus” umat Kristiani akan menyadari makna yang lebih dalam lagi adalah kehadiran Allah dalam bentuk kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang mendatangkan damai sejahtera di bumi. Kehidupan Yesus sebagai Tuhan yang menjadi manusia yang menyertai kita (Immanuel) tidak dapat dilepaskan dari saat kelahiran, pembaptisan, pelayanan, penyaliban, kebangkitan, sampai kenaikanNya ke surga. Sekalipun demikian, sebagai suatu peringatan, memang Natal kemudian berkembang sebagai suatu ‘perayaan’ dalam tradisi gereja dan masyarakat pada umumnya.

Quote: Kata Bibel / Alkitab tentang Pohon Natal

“Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa¬bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adaIah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat. ” Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya Tuhan! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. ” (Yeremia 10:2-6)

Ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali mengatakan bahwa Pohon Terang adalah upacara penyembahan berhala yang tidak bisa berbicara, tidak bisa berbuat jahat dan tidak bisa juga berbuat baik. Tetapi kenapa masih saja disembah oleh sebagian besar umat Kristiani? Jawabnya karena mereka tidak mengerti kandungan kitab sucinya, dan hanya ikut-ikutan apa kata pemimpin agama mereka. Tidak mereka sadari bahwa justru mereka bukan pengikut Yesus yang setia. Pengikut Yesus (Isa) yang sebenarnya adalah ummat Islam!

TANGGAPAN:
Konteks dalam Yeremia 10:2-6 adalah mengenai adanya berhala yang dibuat dari pahatan kayu, dimana orang-orang kemudian memberhalakannya (menyembahnya). Dalam kebiasaan umat Kristiani yang merayakan hari natal, tidak pernah ada pemberhalaan suatu jenis barang/ kayu/ pohon natal sekalipun yang diperlakukan sebagai berhala.

Kami, umat Kristiani sangat mengerti bahwa kami tidak diperbolehkan menyembah berhala. Kesepuluh firman (Keluaran 20:1-17), diantaranya menulis demikian

* Keluaran 20:1-6
20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2 “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Jelas sekali ada larangan “beribadah kepada ilah-ilah selain Allah”.
Sekalipun artikel diatas yang menuduh bahwa kekristenan menyembah “pohon”, namun tidak ada data sejarah yang menunjang hal itu, selain bahwa pohon cemara merupakan simbol kekekalan. Adanya pohon natal sebagai hiasan, adalah bagian dari tradisi saja, tidak ada, tidak ada perintah merayakan natal juga tidak ada perintah memasang pohon natal.

Bagaimana sampai terjadi bahwa pohon natal (pohon terang) dijadikan hiasan perayaan Natal?

Adanya pohon natal ini adalah bagian dari tradisi di Eropa. Dalam iklim 4 musim seperti di Eropah dimana umumnya pohon-pohon mengalami perubahan sesuai dengan iklim yang terjadi, yaitu musim salju (pohon gundul), musim semi (pohon mulai bersemi/bertunas), musim kemarau (pohon berbunga), dan musim gugur (pohon daunnya berguguran), maka kita dapat melihat bahwa pohon cemara ini merupakan pohon yang tetap hijau sepanjang ke-4 musim itu. Maka dipakailah pohon cemara ini sebagai simbol menunjukkan simbol kekekalan di tengah ketidak kekalan pohon-pohon lain, dan kemudian dijadikan lambang bahwa Kebenaran Tuhan Yesus menggambarkan ajaran yang kekal di tengah dunia yang berubah-ubah dan tidak kekal. Kemudian untuk mempercantik pohon cemara itu dihiasilah pohon itu dengan berbagai hiasan, juga lilin atau lampu-lampu.

Pohon cemara sendiri ada disebut dalam Alkitab, yaitu:
* Yesaya 41:19
LAI TB, Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya.
KJV, I will plant in the wilderness the cedar, the shittah tree, and the myrtle, and the oil tree; I will set in the desert the fir tree, and the pine, and the box tree together:
Hebrew,
אֶתֵּן בַּמִּדְבָּר אֶרֶז שִׁטָּה וַהֲדַס וְעֵץ שָׁמֶן אָשִׂים בָּעֲרָבָה בְּרֹושׁ תִּדְהָר וּתְאַשּׁוּר יַחְדָּו׃
Translit, ‘ETEN BAMIDBAR ‘EREZ SITAH VAHADAS VE’ETS SYAMEN ‘ASIM BA’ARAVAH BERUSY TIDHAR UTE’ASYUR YAKHDAV

* Yesaya 60:13
LAI TB, Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak.
KJV, The glory of Lebanon shall come unto thee, the fir tree, the pine tree, and the box together, to beautify the place of my sanctuary; and I will make the place of my feet glorious.
Hebrew,
כְּבֹוד הַלְּבָנֹון אֵלַיִךְ יָבֹוא בְּרֹושׁ תִּדְהָר וּתְאַשּׁוּר יַחְדָּו לְפָאֵר מְקֹום מִקְדָּשִׁי וּמְקֹום רַגְלַי אֲכַבֵּד׃
Translit, KEVOD HALEVANON ‘ELAIKH YAVO’ BROSY TIDHAR UTE’ASYUR YAKHDAV LEFA’ER MEQON MIQDASYI UMEQOM RAGLEY ‘AKABED

Pohon cemara (Ibrani תאשור – TE’ASYUR), pohon kecil (buxus longifolia boiss), tingginya ± 7 meter, daunnya selalu hijau, kayunya keras sekali. Pada Pesta Pondok Daun, kalangan Yahudi, pondok-pondok itu dibuat dari kayu cemara.

Sekali lagi tidak ada pemberhalaan bagi pohon cemara. Pohon natal ini dalam kehidupan umat Kristiani yang merayakan natal, selain sebagai hiasan saja yang menambah semarak perayaan natal. Sebagaimana halnya perayaan-perayaan lain yang ada di dunia ini seringlkali mengkaitkan simbol-simbol tertentu dalam perayaan suatu hari besar. Misalnya, di perayaan Paskah, ada telur Paskah. Di perayaan tahun baru Lunar (Imlek) ada lampion dan jenis-jenis barang tertentu. Dalam perayaan hari lebaran umat Muslim di Indonesia ini kita melihat ada hiasan-hiasan ketupat, dll. Namun, dalam perayaan-perayaan tersebut simbol-simbol itu bukan berarti suatu berhala/ dijadikan berhala.

Quote: Apakah Natal Memuliakan Yesus?

“Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada illah mereka? Aku pun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi illah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi illah mereka. (32) Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu Iakukan dengan setia, jangan¬lah engkau menambahinya ataupun mengu¬ranginya. ” (Ulangan 12:30-32)

“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Matius 19:8-9)

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perin!ah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia. ” (Markus 7: 7-8)

Merayakan Natal = Melestarikan Kebohongan dan Pemborosan

Menjelang Natal akan bermunculan berbagai iklan di toko-toko, koran, majalah dlsb. Jutaan dolar dan miliaran rupiah dihamburkan untuk promosi berbagai barang dagangan untuk keperluan Natalan. Semuanya dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti “Malaikat Pembawa Terang”, padahal tanpa mereka sadari ajaran Yesus mereka telantarkan, karena yang mereka rayakan adalah tradisi ajaran agama kafir kuno, bukan perintah Tuhan ataupun Yesus

“Bukan setiap orang yang berseru kepada¬Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku. sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” (Markus 7: 7-8)

“Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” (Matius 26:8-9)

Dari penjelasan sejarah Natal ini, jelaslah bahwa Natal itu bukan ajaran Yesus.

Yesus seumur hidupnya tidak pernah sekalipun menyuruh merayakan Natal bagi dirinya. Merayakan dirinya sebagai seorang Nabi atau Rasul saja beliau tidak pernah ajarkan, apalagi menyuruh merayakan kelahirannya sebagai Tuhan!! Tidak ada satu dalilpun dalam Alkitab menyatakan Yesus lahir tanggal 25 Desember. Pendeta, Pastur bahkan Paus di Roma-pun mengakui bahwa Natal bukan ajaran gereja. Oleh sebab itu jika ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa menunjukkan dalilnya dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember.

TANGGAPAN : BOLEHKAH UMAT KRISTEN MERAYAKAN CHRISTMAS/NATAL?

Perayaan hari kelahiran Yesus memang tidak tertulis, bahkan tidak ada anjuran dalam Alkitab untuk “merayakan” Natal, tidak ada anjuran untuk memasang pohon terang, dll.
Tetapi “Memperingati” kelahiran Yesus Kristus itu “mutlak”.

Anda tentu bisa membedakan arti ‘perayaan’ dan ‘peringatan’, perayaan adalah cenderung bersifat pesta, sedangkan ‘peringatan’ lebih bersifat khidmat :

* 2 Timotius 2:8
LAI TB, Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
KJV, Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel:
TR, μνημονευε ιησουν χριστον εγηγερμενον εκ νεκρων εκ σπερματος δαβιδ κατα το ευαγγελιον μου
Translit, mnêmoneue iêsoun khriston egêgermenon ek nekrôn ek spermatos dabid kata to euaggelion mou

Ayat diatas adalah nasehat dari rasul Paulus kepada Timotius, tentang 3 hal yang penting akan Tuhan Yesus Kristus : KelahiranNya, kematianNya, dan kebangkitanNya.

Peringatan, asal katanya adalah ‘Ingat’. Kata “ingatlah” dalam ayat diatas menggunakan kata μνημονευε – ‘mnêmoneue’ dari kata dasar μναομαι – ‘mnaomai’, meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Akar kata yang sama juga dijumpai dalam ayat ini:

* Lukas 22:19
LAI TB, Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”
KJV, And he took bread, and gave thanks, and brake it, and gave unto them, saying, This is my body which is given for you: this do in remembrance of me
TR, και λαβων αρτον ευχαριστησας εκλασεν και εδωκεν αυτοις λεγων τουτο εστιν το σωμα μου το υπερ υμων διδομενον τουτο ποιειτε εις την εμην αναμνησιν
Translit, kai labôn arton eukharistêsas eklasen kai edôken autois legôn touto estin to sôma mou to huper humôn didomenon touto poieite eis tên emên anamnêsin.

“Peringatan akan Aku”, ‘eis tên emên anamnêsin’. Kata ‘anamnêsin’ adalah akusatif dari ‘anamnêsis’ yang berasal dari ‘anamimnêsko’ yaitu preposisi ‘ana’ (ke/di tengah-tengah) dan ‘mimnêsko’. Nah, ‘mimnêsko’ ini berasal dari ‘mnaomai’, meletakkan sesuatu di dalam pikiran.

Apakah kita hanya “mengingat” kematian Kristus? Apakah kita tidak “mengingat” kebangkitan-Nya, dan apakah kita tidak “mengingat” kelahiran-Nya pula?
Justru kebangkitan dan kelahiran Yesus Kristus itulah yang menjadi “inti” pemberitaan Paulus seperti dalam 2 Timotius 2:8 di atas. Paskah tanpa Natal tidak akan lengkap maknanya, karena kita tidak mengerti makna dari Paskah itu bila kita tidak mengerti makna KelahiranNya (natal).

“Merayakan” jelas berbeda dengan “memperingati” atau “mengingat”. Merayakan cenderung berhura-hura, berpesta. Tetapi “mengingat” adalah lawan dari kata “melupakan”. Tentu kita tidak akan melakukan tindakan seperti lawan kata ini. Yesus yang lahir di kandang yang hina perlu dijadikan contoh kerendah-hatian umat Kristiani yang melayani dan tidak minta dilayani. Dan menjadikan contoh bahwa Allah yang Maha Mulia dan yang Empunya langit dan bumi itu ternyata lebih memilih cara sederhana dalam kedatanganNya di dunia.

Quote:
Dalam pandangan Islam, haram hukumnya bila ikut-ikutan merayakan Natal. Jangankan umat Islam, bagi umat Kristiani pada dasarnya sama sekali tidak punya satu dalilpun merayakan Natal. Umat Islam yang merayakan Maulid Nabi Muhammad saw. itupun tidak ada Qur’an dan Sunnahnya, apalagi merayakan Natal. Merayakan Natal sama saja merayakan “kelahiran Tuhan,” padahal dalam pandangan Islam, Tuhan tidak lahir dan tidak pula dilahirkan.

Jika Umat Kristiani merayakan Natal hanya sebatas Yesus sebagai seorang Nabi atau Rasul atau seorang Utusan Tuhan, itu masih bisa dipahami. Tetapi umat Kristiani merayakan hari Natal, bukan sebagai hari kelahiran Yesus sebagai seorang Nabi, Rasul atau Utusan Tuhan, tetapi sebagai hari kelahiran Yesus sebagai “Anak Tuhan” atau “Anak Allah”.

Haram hukumnya menurut pandangan Islam karena berdasarkan Al Qur`an, Yesus bukan Tuhan dan Tuhan tidak punya anak.

Badii`us samaawaati wal rdhi annaa yakuunu lahuu waladuw wa lam takul lahuu shaahibatuw wa khalaqa kulla syai¬iw wa huwa bi kulli syai-in ‘aliim.
“(Dia) pencipta langit dan bumi, bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui seala sesuatu. ” (Qs 6 Al Maa-idah 101 )

Bahkan dalam ayat lain Allah wahyukan kepada Rasul-Nya Muhammad saw, bahwa jika Dia mempunyai anak benaran, maka orang yang mula-mula akan menyembah anak itu adalah Rasul-Nya yaitu Muhammad saw.

“Katakanlah, “Jika Yang Maha Pengasih itu mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula menyembahnya,” (Qs 43 Az Zuhkruf 89).

Bahkan dalam ayat lain Allah peringatkan kepada mereka (Yahudi dan Nashara) bahwa tidak benar Dia mempunyai anak!

Qaalut takhadzallaahu waladan subhaa¬nahuu-huwal ghaniyyu lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardhi in `indakum min sulthaanim bi haadzaa a taquuluuna ‘alallaahi maa laa ta`lamuun.
“Mereka (Yahudi dan Nashari) berkata, “Allah mempunyai anak.” Allah Mahasuci, Dialah Yang Maha Kaya, bagi-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi; tidak ada alasan bagi kamu tentang itu. Apakah kamu berkata terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

Qul huwallaahu ahad, Allahush shamad, Lam yalid wa lam yuulad, Wa lam yakul Iahuu kufuwan ahad.
“Katakanlah, “Dia-lah Allah yang maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak (pula.) diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya”. (Qs 112 Al lkhlash 1-4)

TANGGAPAN :
Umat muslim sah-sah saja melarang kalangannya merayakan natal, kita juga tahu bahwa pernah ada suatu fatwa dari institusi Islam di Indonesia ini yang menfatwakan “haram mengucapkan selamat hari natal”.

Memang kenyataannya Natal/ Christmas; Sebenarnya tidak hanya dirayakan secara “religius” oleh umat Kristiani. Pada masa kini orang-orang yang bukan Kristen dimana-mana, misalnya di Jepang, di China dan lain-lain mereka pun ‘merayakan’ Christmas sebagai hari raya untuk bersenang-senang. Bahkan Christmas di seluruh dunia banyak digunakan sebagai “marketing tools”. Di Malaysia, negara Muslim terakhir saya kesana pada saat menjelang natal; Mall, Dept Store, Restaurant dimana-mana didekor sedemikian rupa untuk menarik minat customer/turis. Hal tersebut mungkin karena mereka juga tahu bahwa perayaan Natal pada 25 Desember hanyalah tradisi, bukan perintah yang tertulis dalam Alkitab.

Saya melihat segi positifnya saja, dengan Christmas banyak orang mengemas acara, ie. gathering, dinner dan macam-macam acara lain, untuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat2 mereka walaupun mereka bukan Kristen. Dan perayaan Christmas bisa juga menjadi sesuatu moment bagi tiap orang untuk merayakannya dengan caranya masing-masing.

Perayaan Christmas sudah menjadi “tradisi dunia”, maka kami sebagai umat Kristiani harus sungguh menghargai karya penebusan Kristus yang sudah dijalankanNya dengan sempurna. Karena keyakinan akan Yesus tidak dapat dilepaskan dari kelahiranNya sebagai pemenuhan nubuatan para Nabi, Allah yang menjadi manusia Yesus (Matius 1:18-2:12 dan Lukas 1-2).

Walaupun secara “tradisi” ada sebagian dari kalangan Kristen memperingati kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember. Tetapi, mereka memperingati kelahiranNya, yang dengan lebih berfokus pada syukur dan khidmat kepada Allah kita yang telah rela merendahkan diri-Nya sebagai manusia.

SUDUT PANDANG yang Mendukung YESUS KRISTUS Lahir 25 Desember, baca dan beli buku ini

NATAL 25 DESEMBER: Pembuktian YESUS Lahir 25 Desember

Apakah Yesus Lahir Tanggal 25 Desember?

Di internet, pers, dan di beberapa mimbar, disampaikan berulangkali bahwa 25 Desember yang merupakan salah satu tradisi Kristen tidak mungkin merupakan hari kelahiran Yesus. Benarkah pendapat itu?

Oleh: Dr. Peter Hammond

Menyelidiki Catatan Sejarah

Berdasarkan pendapat ini, Yesus seolah dinyatakan boleh dan bisa dilahirkan pada tanggal manapun juga kecuali tanggal 25 Desember! Telah diyakini sejak semula bahwa hari tersebut adalah perayaan musim dingin kaum pagan, yang kemudian diambil alih oleh orang-orang Kristen untuk mempromosikan agama baru mereka. Dengan melakukan hal ini banyak kebiasaan kuno pagan yang juga masuk ke dalam perayaan Kristen tersebut. Tidak sedikit artikel, buklet, bahkan program radio dan program dokumenter televisi yang telah diproduksi untuk mendukung pendapat ini.

Mitos-mitos

Namun demikian, pendapat ini sendiri berdasarkan pada mitos-mitos historis, asumsi dan riset yang tidak lengkap dan ketidakpedulian pada kenyataan sejarah.

Natal Mendahului Konstantin

Orang Kristen telah merayakan inkarnasi dan kelahiran Tuhan Yesus pada 25 Desember SEJAK ABAD PERTAMA, jauh sebelum pertobatan Konstantin pada 312 M, dan pada akhir masa penganiayaan oleh kekaisaran Roma, 25 Desember telah ditetapkan sebagai tradisi yang dijunjung untuk merayakan hari Natal.

Natal Mendahului Katolikisme

Oleh karena itu, pandangan bahwa Natal adalah ciptaan gereja Katolik Roma dan bahwa Natal berkaitan dengan misa, adalah keliru. Tradisi Natal, perayaan Kristus, jauh mendahului penetapan Katolik Roma.

Pagan Berusaha Membajak Natal

Memang benar bahwa Kaisar Roma, yaitu Aurelian, berusaha untuk menetapkan 25 Desember sebagai perayaan pagan, yaitu “kelahiran Sang Surya yang tidak terkalahkan”. Dan ini terjadi pada tahun 274 M. Kaisar Aurelian berusaha untuk menghembuskan sebuah kehidupan yang baru ke dalam paganisme yang sedang menurun oleh karena kemajuan perkembangan kekristenan. Namun demikian, perayaan pagan Roma tersebut ditetapkan SETELAH orang Kristen merayakan kelahiran Kristus pada hari itu selama berabad-abad. Perayaan pagan mereka merupakan sebuah upaya untuk menciptakan sebuah tradisi alternatif, yang diasosiasikan dengan kelahiran Kristus, dan yang mempunyai kaitan dengan orang Kristen Roma. Ini bukanlah soal orang Kristen mengimitasi kaum pagan, melainkan kaum paganlah yang berusaha mengimitasi orang Kristen, dengan merayakan Sang Surya pada hari dimana orang Kristen merayakan Putra Tuhan.

Membandingkan Penanggalan

SEJAK ABAD KE-2, konsili-konsili gereja telah berusaha menetapkan tanggal kelahiran Kristus yang sebenarnya. Ini berkaitan dengan diskusi-diskusi mengenai penanggalan Paskah, yaitu peringatan kematian dan kebangkitan Kristus. Oleh karena Alkitab mengidentifikasi kematian Kristus bersamaan dengan Paskah Yahudi, yang mempunyai tanggal yang pasti. Namun demikian, perbedaan-perbedaan dalam penanggalan Yahudi, Yunani dan Latin, dan juga perbedaan-perbedaan antara penanggalan-Bulan dan penanggalan-Matahari, tetap mendatangkan perdebatan yang intens mengenai apakah harus merayakan Paskah pada tanggal yang pasti/tetap. Yaitu dengan tidak mempersoalkan jatuhnya pada hari apa, ataukah memastikan bahwa hari raya itu selalu jatuh pada hari Minggu, yaitu hari pertama dalam minggu itu, seperti yang disebutkan dalam Injil.

Anunsiasi (Maklumat Malaikat)

Berdasarkan catatan-catatan dan perhitungan yang ada pada mereka pada waktu itu, gereja mula-mula menetapkan 25 Maret sebagai hari raya Anunsiasi untuk memperingati lawatan malaikat kepada Maria, dan sebagai tanggal konsepsi Kristus (pembentukan jabang bayi dalam rahim Maria). Mereka bersepakat bahwa Kristus dilahirkan 9 bulan kemudian, yaitu pada 25 Desember.

jm_200_NT2.pd-P17.tiffMalaikat Gabriel (bukan Jibril!) ketika mengunjungi Maria dan memberitahukan bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki dari Roh Kudus.

25 Maret Dahulunya Adalah Tahun Baru

Harus diingat bahwa sejak hari-hari pertama penanggalan kekaisaran Roma, Tahun Baru dirayakan pada tanggal 25 Maret, yaitu hari pertama musim semi (di belahan dunia utara). Inilah sebabnya mengapa September, Oktober, November, Desember berasal dari kata-kata latin Septem (angka 7), Okto (8), Novem (9) dan Desem (10).

Hari Baru, Dari Tahun Baru

Perayaan tahun baru pada 1 Januari berasal dari adopsi penanggalan Gregorian pada tahun 1600 di Skotlandia dan 1752 di Inggris. Sejak abad ke-17, 1 Januari mulai dirayakan oleh negara-negara Kristen sebagai hari pembaharuan–pembaharuan sumpah, visi dan tugas kerja. Pada hari inilah para anggota organisasi mengambil sumpah tahunan mereka, para suami dan istri memperbaharui janji nikah mereka, dan para pemercaya muda kembali mengambil komitmen untuk hidup dalam kasih karunia Tuhan.

Di Dalam Kegelapan  

25 Desember datang di belahan utara pada masa tergelap dalam tahun itu. Tanggal 25 Desember berada dalam hari-hari dengan malam-malam yang panjang dan siang hari yang singkat. Jadi, gereja mula-mula menetapkan bahwa inkarnasi, yaitu ketika Kristus dikandung oleh Roh Kudus, terjadi pada hari pertama musim semi yaitu 25 Maret, dan bahwa Advent-Nya jatuh pada saat ia dilahirkan dalam hari-hari tergelap, selama malam-malam yang panjang dalam setahun, tepatnya tanggal 25 Desember.

Terang Itu Telah Bersinar  

“Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, mereka yang berdiam di tanah bayangan kematian, terang telah bersinar atas mereka… Sebab, seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah diberikan kepada kita, dan pemerintahan ada di pundak-Nya, dan nama-Nya disebut Ajaib, Penasihat, Elohim yang Maha Perkasa, Bapa Yang Maha Kekal, Raja Damai. Dalam hal perluasan pemerintahan-Nya, dan dalam hal damai sejahtera, tidaklah berkesudahan”  Yesaya 9:2-7.

Perjanjian Baru

1 Januari, sebagai hari pertama dalam tahun yang baru, yaitu 8 hari setelah kelahiran Kristus, hari dimana Ia disunat dan secara resmi berada di bawah ikatan Perjanjian.

Abad yang Getol Berasumsi

Sangat menakjubkan melihat betapa banyak orang dewasa ini, tanpa riset historis, dan kurang mengetahui realita-realita dan kompleksitas sejarah 2000 tahun lalu, dapat dengan mudah berasumsi bahwa mereka lebih tahu dari kaum terpelajar dan konsili-konsili gereja yang lebih dekat dengan peristiwa-peristiwa tersebut, dan mempertanyakan tujuan penetapan tanggal yang paling akurat untuk kelahiran, penyaliban dan kebangkitan Kristus. Namun ternyata, kita hidup dalam dunia dimana segala sesuatunya dipertanyakan – bahkan hukum dan firman Tuhan sekalipun.

Kemenangan Atas Paganisme

Alih-alih, kita harus merayakan kedatangan Kristus yang menggantikan keputusasaan dengan sukacita, penindasan dengan perayaan, pengorbanan manusia dengan perayaan-perayaan Natal; Kristus menggantikan Baal, Molokh, Apollo, Mars, dan Thor dalam masa kegelapan besar, Kristus datang. “Terang itu bercahaya dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yohanes 1:5)

Natal adalah saat merayakan kemenangan Kristus atas paganisme. Tahun Baru adalah saat untuk memperbaharui janji-janji, visi dan pekerjaan kita, dan hari pertama musim semi untuk merayakan hidup Kristus.

Lihat selengkapnya di: Christianaction.org

TANGGAPAN KEPADA PIHAK YANG SKEPTIS:

Para skeptikus sering mengkritik Natal pada tanggal 25 Desember hanya mendasarkan  kritiknya menurut beberapa fenomena dan asumsi yang spekulatif. Salah satunya adalah bahwa tradisi Ibrani dikatakan tidak mengistimewakan peringatan akan hari kelahiran seseorang, “Tidak heran, Yesus Kristus tidak pernah memerintahkan murid-muridnya untuk merayakan hari kelahirannya, tetapi justru untuk mengenang hari kematiannya. Ini sesuai dengan pendapat Raja Salomo : “… Hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran” (Pengkhotbah 7:1).

JAWAB: Awas, Yesus sekalipun memerintahkan pengikutnya untuk mengingat-ingat kematianNya, namun BUKAN menyuruh mereka memperingati TANGGAL HARI wafatNya. Artinya, peringatan Yesus bukan dirujukkan khusus kepada “fisiknya” hari, tanggal dan tahun, melainkan pada MAKNA EVENT pengorbanan diriNya diatas kayu salib, demi menebus dosa manusia yang upahnya adalah kematian yang pasti. Bedakan
waktu dan hari. Ada waktu yang diperlukan  untuk peringatan, namun bukan hari tanggal yang dimutlakkan!

Jangankan hari dan tanggal, Yesus bahkan tidak memandang penting “fisiknya” Bait Tuhan di Yerusalem yang begitu rupa dikramat-kramatkan oleh orang-orang Yahudi. Ia menjelaskan kepada perempuan Samaria tentang makna rohaniahnya yang sejati dan kekal:

“Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.  Elohim itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:21-24).

Dan Yesus malahan menubuatkan kehancuran fisik Bait ini, “semuanya akan diruntuhkan” (Matius 24:2), dan itu betul terjadi di tahun 70 M, demi meniadakan orientasi fisikal yang bisa menjadi pemberhalaan umat (seperti yang terjadi dengan Batu Hitam di Baitullah Mekah). Yesuslah yang harus menjadi pusat kesakralan ketika Ia menyatakan diriNya “melebihi Bait Elohim” dan Dia adalah pula “Tuhan atas Hari Sabat” (Matius 12:6,8). Dan disinilah Muslim sering salah memahami Perayaan Natal, seolah orang Kristen harus mutlak menetapkan hari dan tanggal yang pasti identik dengan waktu kelahiran Yesus, dan hanya disaat itulah Natal boleh dirayakan! Ini semua adalah kebodohan yang ditolak Yesus.

Perayaan sukacita Natal tidak mengharuskan jatuh pada  hari dan tanggal mutlak kelahiran Yesus. Andaikata harus mutlak begitu, maka secara konsekwen itu berarti pula bahwa orang Kristen juga tidak dibolehkan merayakan Natal diluar jam dan bahkan detik kelahiran Sang Mesias! Itu hanyalah bentuk kesepakatan diantara umat dalam pendekatan hari H nya, yang sama halnya dengan pendekatan perayaan Maulid Muhammad. Perayaan Maulid Nabi bahkan dimulai di masyarakat Islam jauh setelah Muhammad wafat. Sampai sekarang ada pelbagai umat Muslim yang merayakannya pada tanggal-tanggal yang berbeda karena tidak tahu persis tanggal kelahiran nabinya. Bahkan ada yang tidak merayakannya samasekali (seperti di Arab Saudi) karena mengganggapnya sebagai sebuah bid’ah!  Jadi, apa alasan Muslim sejatinya untuk mencerca perayaan Natal pada 25 Desember?

Akhirnya, skeptikus lainnya menunjuk pula kepada adanya para gembala yang tinggal di padang menjaga ternaknya di waktu malam. Ini mereka artikan sebagai kemustahilan untuk menjaga ternak di musim dingin 25 Desember!

JAWAB: Dari mana orang bisa memastikan bahwa tak ada aktifitas penggembalaan apapun di musim dingin? Tinggal di padang tidak harus diartikan mereka tak punya kandang terdekat atau gubuk buatan tempat beristirahat. Dan seberapa dingin yang Tuhan Semesta tidak bisa mengaturkan cuacanya bagi malam Natal YESUS, hari yang akbar dimana Firman turun ”lahir/ nuzul”  menjadi manusia? Lihatlah betapa hangat cuacanya yang Tuhan telah  siapkan dimalam tersebut, “Dan tiba-tiba ada bersama malaikat itu sekumpulan bala tentara surga sambil memuji Elohim dan berkata,“Kemuliaan bagi Elohim di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan!” (Lukas 2:13-14)

Jelaslah bahwa perayaan Hari Natal bukanlah seperti yang umum disalah-fahami oleh teman-teman Muslim, dan samasekali tidak mengintrospeksi tentang perayaan Maulid Muhammad sendiri. Natal Yesus bukan hari yang harus disakralkan/ disakramenkan dengan memutlakkan hal-hal yang bersifat fisikal, termasuk hari, tanggal dan jam/detik yang di-pas-kan dengan kelahiran Kristus. Perayaan Natal adalah dalam spirit sukacita seperti yang telah dimaklumat-kan oleh para malaikat dari Sorga:

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:11). Dengan pusat dan kata kuncinya “Juruselamat, Kristus, Tuhan”. Sosok Penyelamat Dunia itulah yang telah lahir untuk segala umat manusia, dan itulah Kabar Baik yang pantas kita rayakan bersama! Apakah ada masalah tersembunyi?

Semua Natal harus terpusat kepada sosok Juruselamat tersebut, bukan fisik Bait dan Harinya. Yesus telah berkata yang merujukkan Bait dan HariNya semua kepada Sosok Pribadinya:

“YESUS menjawab dan berkata kepada mereka, “Hancurkanlah tempat suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” (Yoh 2:19)

“Disini (Yesus) ada yang melebihi Bait Elohim” (Matius 12:6).

“Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas Hari Sabat.” (Matius 12:8).

Sumber artikel: bacabacaquran.com


Pertanyaan Kesepuluh:
Buktikan siapa yang hapal Alkitab walau satu surat saja di luar kepala!

Pernah terjadi ketika dalam suatu acara Debat Islam & Kristen di salah satu gedung di Jakarta, waktu memasuki acara tanya jawab, seorang ahwat mengajukan satu pertanyaan kepada sang Pendeta yang bertitel Doctor Teologi sebagai berikut :

AHWAT: “Pak Pendeta, di dunia ini ada banyak orang yang hapal Al Qur’an diluar kepala. Apakah ada orang yang hapal Alkitab diluar kepala?”

PENDETA: “Di dunia ini tidak mungkin ada yang hapal Alkitab di luar kepala. Sejenius apa pun orarig itu, tidak mungkin dia bisa hapal Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu adalah buku yang sangat tebal, jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur’an. Al Qur’an adalah buku yang sangat tipis, makanya mudah dihapal.”

Jawaban pendeta tersebut terlalu singkat, tidak rasional dan sangat merendahkan bahkan melecehkan AI Qur’an.

Dengan jawaban pak Pendeta hanya seperti itu, karena penasaran, kami maju ke depan, merebut mikropone yang ada difangan ahwat tersebut, dan melanjutkan pertanyaan ahwat tadi. (maaf disini kami pakai nama pengganti HILS)

HILS : “Maaf pak Pendeta, tadi bapak katakan bahwa Al Qur an adalah buku yang sangat tipis, makanya gampang dihapal diluar kepala. Tapi pak Pendeta, bahwa setipis-tipisnya Al Qur’an, ada sekitar 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tapi kenyataannya di dunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an diluar kepala. Bahkan anak kecil sekalipun banyak yang hapal diluar kepala, walaupun artinya belum dipahami. Sekarang saya bertanya kepada pak Pendeta, Alkitab itu terdiri dari 66 kitab bukan? Jika pak Pendeta hapal satu surat saja diluar kepala (1/66 saja), semua yang hadir disini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi! Ayo silahkan pak Pendeta!”

Mendengar tantangan saya seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin audiens yang muslim khawatir, jangan-jangan ada salah satu Pendeta yang benar-benar hapal salah satu surat saja di dalam Alkitab tersebut. Seandainya ada yang hapal, berarti saya harus tepati janjiku yaitu harus masuk Kristen kembali. Karena para Pendetanya diam, saya lemparkan kepada jemat atau audiens Kristen yang dibelakang.

HILS : “Ayo kalian yang dibelakang, jika ada diantara kalian yang hapal satu surat saja dari Alkitab ini diluar kepala, saat ini semua jadi saksi, saya akan kembali masuk ke agama Kristen lagi, silahkan!!”

Masih dalam situasi tegang, dan memang saya tahu persis tidak akan mungkin ada yang hapal walaupun satu surat saja diluar kepala, tantangan tersebut saya robah dan turunkan lagi. Saat itu ada beberapa Pendeta yang hadir sebagai pembicara maupun sebagai moderator. Mereka itu usianya bervariasi, ada yang sekitar 40, 50 dan 60an tahun. Pada saat yang sangat menegangkan, saya turunkan tantangan saya ke titik yang terendah, dimana semua audiens yang hadir, baik pihak Kristen maupun Islam semakin tegang dan mungkin sport jantung.

HILS : “Maaf pak Pendeta, umur andakan sekitar 40, 50 tahun dan 60an tahun bukan? Jika ada diantara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja BOLAK BALIK ayat Alkitab ini, asalkan PAS TITIK KOMANYA, saat ini semua jadi saksinya, aku kembali masuk agama Kristen lagi!! Silahkan pak!”

Ketegangan yang pertama belum pulih, dengan mendengar tantangan saya seperti itu, situasi semakin tegang, terutama dipihak teman-teman yang beragama Islam. Mungkin mereka menganggap saya ini gila, over acting, terlalu berani, masak menantang para Pendeta yang hampir rata¬rata bertitel Doctor hanya hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Suasana saat itu sangat hening, tidak ada yang angkat suara, mungkin cemas, jangan-jangan ada yang benar-benar hapal ayat Alkitab satu lembar saja. Karena para pendeta diam seribu bahasa, akhirnya saya lemparkan lagi kepada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.

HILS : “Ayo siapa diantara kalian yang hapal satu lembar saja ayat Alkitab ini, bolak balik asal pas titik komanya, saat ini saya kembali masuk Kristen. Ayo silahkan maju kedepan!”

Ternyata tidak ada satu pun yang maju kedepan dari sekian banyak Pendeta maupun audiens yang beragama Kristen. Akhirnya salah seorang Pendeta angkat bicara sebagai berikut:

PENDETA: “Pak Insan, terus terang saja, kami dari umat Kristiani memang tidak terbiasa menghapal. Yang penting bagi kami mengamalkannya.”

HILS : “Alkitab ini kan bahasa Indone¬sia, dibaca langsung dimengerti! Masak puluhan tahun beragama Kristen dan sudah jadi Pendeta, selembar pun tidak terhapal? Kenapa? Jawabnya karena Alkitab ini tidak murni wahyu Allah, maka¬nya sulit dihapal karena tidak mengandung mukjizat! Beda dengan Al Qur’an. Di dunia ini ada jutaan orang hapal diluar kepala, bahkan anak kecilpun banyak yang hapal diluar kepala seluruh isi Al Qur’an yang ratusan halaman. Padahal bahasa bukan bahasa kita Indonesia. Tapi kenapa mudah dihapal? Karena Al Qur’an ini benar-benar wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, sehingga dimudahkan untuk dihapal. Soal meng-amalkannya, kami umat Islam juga berusaha mengamalkan ajaran Al Qur’an. Saya yakin jika bapak-bapak benar¬benar mengamalkan isi kandungan Alkitab, maka jalan satu-satunya harus masuk Islam. Bukti lain bahwa Al Qur’an adalah wahyu Allah, seandainya dari Arab Saudi diadakan pekan Tilawatil Qur’an, kemudian seluruh dunia mengakses siaran tersebut, kami umat islam bisa mengikutinya, bahkan bisa menilai apakah bacaannya benar atau salah. Dan ketika mengikuti siaran acara tersebut, tidak perlu harus mencari kitab Al Qur’an cetakan tahun 2000 atau 2005. Sembarang Al Qur’an tahun berapa saja diambil, pasti sama. Beda dengan Alkitab. Seandainya ada acara pekan tilawatil Injil disiarkan langsung dari Amerika, kemudian seluruh dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang jadi rujukan untuk di ikuti dan dinilai benar tidaknya? Sama-sama bahasa Inggris saja beda versi, jadi sangat mustahil jika ada umat Kristiani bisa melakukan pekan tilawatil Injil, karena satu sama lainnya berbeda.”

Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu mendapat sambutan hangat dan aplaus dari audiens yang beragama Islam. Bagi siapa saja umat Kristiani yang bisa hapal ayat-ayat Alkitab walau satu lembar saja bolak balik atas pas titik komanya. Bagi yang ingin mencobanya, kami persilahkan hubungi kami bila ada yang bisa menghapalnya diluar kepala, tanpa harus membuat satupun kesalahan.

TANGGAPAN:
Dalam Kekristenan tidak ada kewajiban menghafal kata per kata dalam Alkitab, untuk apa sekedar mengafal, jika :

[1] Hapal atau membaca, tapi tidak mengerti isinya;
[2] Hapal tapi ngaco.

Lebih baik “Tidak hapal” tapi membaca dan mengerti isinya & tidak ngaco.

Alkitab tidak seperti Al~Qur’an, Alkitab kami 5-6 kali lebih tebal daripada Qur’an. Namun begitupun ada catatan orang-orang yang hafal Alkitab :

1. MICHAEL BILLESTER, distributor Alkitab, berkunjung ke sebuah desa kecil di Polandia beberapa saat sebelum PD II. Memberi 1 Alkitab kpd penduduk desa yang bertobat. Orang yg baru percaya ini mengedarkan Alkitab itu kepada orang lain. Siklus ini berlanjut sampai 200 orang menjadi Percaya via 1 Alkitab.

Bil kembali tahun 1940 dan berkhotbah dalam kebaktian. Ia minta orang2 yg hadir mengucapkan ayat-ayat alkitab yang telah mereka hapalkan.

Seorang pria berdiri dan berkata, “Mungkin kami salah tangkap. Maksud anda ayat atau pasal?”

13 orang hapal Matius, Lukas dan separo Kejadian. Ada yang berkomitmen hapal Mazmur.

2. Profesor seminari melakukan penelitian di Tanah Suci dan bertemu dg seorang pria yg mengaku hapal PL dalam bahasa Ibrani. Mulai dari Mazmur 1 selama 2 jam tanpa salah kata per kata, sesudah selesai ternyata pria itu atheis.

3. TERTULLIAN meluangkan waktu siang dan malam untuk membaca Alkitab. Begitu tekunnya ia, sehingga sangat banyak ayat yang dihapalnya, termasuk tanda-tanda bacanya.

4. THEODOSIUS MUDA dapat mengutip ayat Alkitab manapun secara persis, dan berbincang-bincang dengan para uskup seolah-olah dia sendiri seorang uskup.

5. ORIGEN tidak pernah makan atau tidur tanpa terlebih dulu membaca beberapa perikop Alkitab.

6. EUSEBIUS mengatakan bahwa ia pernah mendengar seseorang, yang matanya ditusuk dengan besi panas pada masa pemerintahan Kaisar Dioklesia, mengucapkan hapalan Alkitab di depan banyak orang.

7. BEZA sanggup mengucapkan semua surat Rasul Paulus dalam bahasa Yunani pada saat ia berusia 80 th.

8. CRAMER dapat menghapal seluruh PB. Ia mempelajarinya dalam perjalanan ke Roma.

Yang tidak tercatat masih banyak lagi, mulai dari Kaum Lollards di Inggris, dll. Luar biasa bukan? bagaimana dengan anda dan saya? tertarik masuk MURI atau mau dapat uang berjuta-juta dari tantangan ini? Ada situs2 internet yang menantang bagi orang Kristen siapa yang bisa menghafal satu pasal atau satu kitab akan diiming-imingi uang hadiah. Nah teman-teman berminatkah anda? kalo bisa kenapa tidak ya:) Lebih baik menjadi berkat.

sumber: Bible Trivia, Arie Saptaji, PBMR ANDI

kutipan:

9. Mr. Joseph Burnheart Duncan had nine secretaries for different languages when he was the director of the national library of Munich. He had such a control of mind and command over several languages that he used to dictate official letters and other deliberations in nine different languages to all his secretaries simultaneously. He had also memorized the Bible by heart and was able to reproduce the corresponding sections completely whenever asked from any page of the Holy Scripture. Recalling the location of the millions of books in the library was so easy for him as if the catalogue was kept open before his eyes. It was popularly said that his brain (intelligence) would ‘weigh’ more than any amount of linguistic knowledge and stock of information existing on the earth.
Sumber : http://www.akhand-jyoti.org/janfeb04/article8.html

10. David Koresh (sekte Davidians), konon dia hafal isi seluruh alkitab dan sangat mahir berhotbah…mampu menjelaskan menafsirkan isi Alkitab yg dianggap membingungkan…kepandaian berkhotbah + hafal isi Alkitab (bimbingan Roh Kudus ??)
kutipan :
David Koresh was a unique individual who, without the benefit of any formal Biblical or academic training other than what he learned for the Seventh-day Adventist church that he had once attended, and also from Lois Roden with whom he studied with at Mt. Carmel Center in Waco, Texas, had the ability to not only memorize large portions of the Bible, but was also be able to teach and explain many of the deep scriptures that most found confusing, or knew very little about
Sumber : http://www.rickross.org/reference/waco/waco299.html

Kutipan :
It is necessary to understand that David Koresh didn’t show up at his aptly named “Ranch Apocalypse” one day and announce, “I’m the messianic Lamb of the book of Revelation. Give me your daughters and your wives.” No, it was much more subtle than that. From all accounts Koresh had an exceptional ability to memorize Scripture, and to mesmerize his audience.
Sumber : http://www.rickross.org/reference/waco/waco299.html

Disamping itu masih ada banyal kalangan Yahudi orthodox, kalangan Rabbi yang hafal Kitab Taurat.
Banyak kakek-nenek di Jayapura hafal seluruh kitab Mazmur, hal karena di sini, kitab Mazmur didaraskan dan dinyanyikan oleh Gereja-gereja tradisional macam GKI (Gereja Kristen Injili) di Tanah Papua, GPI (Gereja Protestan Indonesia), dsb dsb di tiap hari pada buku “Mazmur dan Nyanyian Rohani” terjemahan dan musik oleh I.S. Kijne.

Pertanyaan Kesebelas

Kuiz lnjil Lukas

Kelihatannya pertanyaan ini seperti main-main saja, namun kami yakinkan bahwa pertanyaan ini sungguh benar dan serius 100%.

Pertanyaannya sangat mudah, cukup dijawab berdasarkan ayat-ayat Alkitab itu sendiri, karena Yesus sendiri yang mengatakan dan meyakinkan bahwa apa yang dia katakan ada tertulis didalam sekian banyak kitab-kitab yang dia sebutkan di dalam Alkitab itu sendiri.

Sebelum kami berikan pertanyaannya dan juga sebelum anda menjawabnya, ada baiknya kami sampaikan bahwa yang namanya nubuat harus digenapi, jika tidak maka nubuat tersebut tidak benar alias bohong. Bersama ini kami berikan sedikit contoh penggenapan suatu nubuat yang benar-benar terjadi, seperti :

Nubuat dalam Perjanjian Lama:
“Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. (Hosea 11:1).

Penggenapan di Perjanjian Baru
[i]”Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal disana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku. ” (Matius 2:14¬-15.)

Nubuat dalam Perjanjian Lama
“Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanak-kan pada hari ini.” (Mazmur 2: 7 )

Penggenapan di Perjanjian Baru
“Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri -Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. ” (Ibrani 5:5)

Nubuat dalam Perjanjian Lama
“Roh Tuhan ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang¬orang yang remuk hati, untuk memberitaan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.” (Yesaya 61:1)

Penggenapan di Perjanjian Baru
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab la telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan la telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19 )

Nah ayat-ayat tadi semuanya membuktikan bahwa apa yang dinubuatkan Tuhan di dalam kitab Perjanjian Lama, itu benar-benar terjadi atau digenapi pada kitab Perjanjian Baru. Kalau tidak terjadi atau tidak digenapi, berarti itu bukan nubuat Tuhan, sebab tidak mungkin Tuhan keliru atau salah.

Jika ada yang bisa membuktikan ucapan Yesus sekitar nubuat tentang dirinya yang terdapat pada Lukas 24:44-46 sebagai berikut:
44. Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
45. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46. Kata-Nya kepada rnereka: Ada tertulis demikian: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga”

Pertanyaannya adalah:
Mana bukti ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis demikian: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga” dalam kitab Taurat Musa, Kitab Nabi-Nabi dan Kitab Mazmur

Catatan : Taurat Musa ada 5 kitab, Kitab Nabi Nabi ada 33 kitab dan Kitab Mazmur ada 1 kitab, jadi jumlahnya 39 kitab. Atau dengan kata lain perkataan Yesus tersebut tertulis dalam semua kitab Perjanjian Lama, sebab jumlah kitab Perjanjian lama semuanya ada 39 kitab.

Kalimat: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga” pada yat 46 ini menurut ayat 44 telah tertulis dalam kitab Taurat, kitab Nabi-nabi dan Mazmur. Menurut ayat 45, bagi yang tidak tahu berarti belum mengerti Alkitab.

Ternyata semua pakar Alkitab tidak mengetahui dimana letak ayat tersebut pada Taurat Musa, kitab Nabi-nabi dan Mazmur. Pihak Kristen berapologi bahwa konsep Mesias yang menderita memang ditemukan dalam Perjanjian Lama, tetapi bukan dalam bentuk teks seperti yang tertulis dalam Lukas 24:46.

Tampaknya mereka kurang cerdik untuk membelanya, sebab mereka tidak membandingkan dengan :

I. Matius 12:16-20

16. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
17. supaya genaplah firman yang disampai¬kan oleh nabi Yesaya:
18. “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memak¬lumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
19. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mende¬ngar suara-Nya di jalan-jalan.
20. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

Bunyi ayat Matius 12:18-20 ini bisa kita temukan pada Yesaya 42:1-4 yang berbunyi:

1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

2. Ia tidak akan berteriak atau menya¬ringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.

3. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.

4. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.

II. Matius 13:14-15

14. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

15. Hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Ayat-ayat ini bisa ditemukan pada Yesaya 6:9-10 yang berbunyi:

9. Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!

10. Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup. supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya. lalu berbalik dan menjadi sembuh ”

III. Matius 1.3::3 5

“Supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut¬Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan. ”

Teks ayat Matius ini bisa kita temukan pada Mazmur 78:2 yang berbunyi:

“Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari
zaman purbakala.”

IV. Lukas 3:4-6 berbunyi:

4. Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara Vang berseru-¬seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.

5. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

6. dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

Bunyi ayat-ayat Lukas diatas dapat kita temukan dalam Yesaya 40:3-5 berikut ini:

3. Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

4. Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;

5. maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.”

Lalu bagaimana dengan Lukas 24:44-46 yang katanya dalam kitab Taurat, kitab nabi-nabi dan Mazmur telah tertulis demikian:
“Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga”

TANGGAPAN:
Download PDF Jawaban atas hadiah BMW dari Pertanyaan Insan L Mokoginta

* Lukas 24:45-46
24:45 LAI TB, Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
KJV, Then opened he their understanding, that they might understand the scriptures,
TR, τοτε διηνοιξεν αυτων τον νουν του συνιεναι τας γραφας
Translit interlinear, tote {kemudian} diênoixen {Dia membuka} autôn {mereka} ton noun {pikiran} tou sunienai {(untuk) memahami} tas graphas {tulisan-tulisan itu}

24:46 LAI TB, Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
KJV, And said unto them, Thus it is written, and thus it behoved Christ to suffer, and to rise from the dead the third day:
TR, και ειπεν αυτοις οτι ουτως γεγραπται και ουτως εδει παθειν τον χριστον και αναστηναι εκ νεκρων τη τριτη ημερα
Translit interlinear, kai {dan} eipen {Dia berkata} autois {(kepada) mereka} hoti {bahwa} houtôs {demikian} gegraptai {ia sudah dituliskan} kai {dan} houtôs {demikian} edei {ia harus} pathein {(untuk) menderita} ton khriston {Kristus/ Mesias} kai {dan} anastênai {(untuk) bangkit} ek {dari} nekrôn {orang-orang mati} tê tritê {ketiga} hêmera {hari}

Bukan hanya Lukas, kitab-kitab Perjanjian Baru yang lain juga menulis bahwa Yesus bangkit pada hari ketiga :

* Matius 12:40
LAI TB, Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
KJV, For as Jonas was three days and three nights in the whale’s belly; so shall the Son of man be three days and three nights in the heart of the earth.
TR, ωσπερ γαρ ην ιωνας εν τη κοιλια του κητους τρεις ημερας και τρεις νυκτας ουτως εσται ο υιος του ανθρωπου εν τη καρδια της γης τρεις ημερας και τρεις νυκτας
Translit, hôsper gar ên iônas en tê koilia tou kêtous treis hêmeras kai treis nuktas houtôs estai ho huios tou anthrôpou en tê kardia tês gês treis hêmeras kai treis nuktas

* Markus 16:9
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

* Kisah Para Rasul 10:40
Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,

* 1 Korintus 15:4
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

RUJUKANNYA DALAM PERJANJIAN LAMA :

* Keluaran 19:11
LAI TB, Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.
KJV, And be ready against the third day: for the third day the LORD will come down in the sight of all the people upon mount Sinai.
Hebrew,
וְהָיוּ נְכֹנִים לַיֹּום הַשְּׁלִישִׁי כִּי ׀ בַּיֹּום הַשְּׁלִישִׁי יֵרֵד יְהוָה לְעֵינֵי כָל־הָעָם עַל־הַר סִינָי׃
Translit, VEHAYU NEKHONIM LAYOM HASYELISYI KI BAYOM HASYELISYI YERED YEHOVAH LE’EINEY KHOL-HA’AM ‘AL-HAR SINAY

* Hosea 6:2
LAI TB, Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
KJV, After two days will he revive us: in the third day he will raise us up, and we shall live in his sight.
Hebrew,
יְחַיֵּנוּ מִיֹּמָיִם בַּיֹּום הַשְּׁלִישִׁי יְקִמֵנוּ וְנִחְיֶה לְפָנָיו׃
Translit, YEKHAYENU MÏYOMAYIM BAYOM HASYELISYI YEQIMENU VENIKHYEH LEFANAV

* Yunus 1:17
LAI TB, Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.
KJV, Now the LORD had prepared a great fish to swallow up Jonah. And Jonah was in the belly of the fish three days and three nights.
Hebrew,
וַיְמַן יְהוָה דָּג גָּדֹול לִבְלֹעַ אֶת־יֹונָה וַיְהִי יֹונָה בִּמְעֵי הַדָּג שְׁלֹשָׁה יָמִים וּשְׁלֹשָׁה לֵילֹות׃
Translit, VAYMAN YEHOVAH DAG GADOL LIVLOA’ ‘ET-YONAH VAYHÏ YONAH BIM’EY HADAG SYELOSYAH YAMIM USYELOSYAH LEYLOT

—–

Perhatikan Lukas 24:45 : “Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci (TAS GRAPHAS).”.

Note:
τας γραφας – TAS GRAPHAS berarti “tulisan”, apa saja yang tertulis, berasal dari kata γραφη- GRAPHÊ tetapi dalam bentuk akusatif dan … jamak, τας – TAS di depannya adalah artikel.

TUNGGAL
Kasus nominatif, [η] γραφη – [HÊ] GRAPHÊ
Kasus genitif, [της] γραφης – [TÊS] GRAPHÊS
Kasus datif, [τη] γραφη [TÊ] GRAPHÊ
Kasus akusatif, [την] γραφην [TÊN] GRAPHÊN

JAMAK
Kasus nominatif, [αι] γραφαι – [HAI] GRAPHAI
Kasus genitif, [των] γραφων – [TÔN] GRAPHÔN
Kasus datif, [ταις] γραφαις – [TAIS] GRAPHAIS
Kasus akusatif, [τας] γραφας – [TAS] GRAPHAS

Note:
Kasus adalah kategori gramatikal dari nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yang menunjukkan hubungan dengan kata lain di dalam konstruksi sintaksis.

Kasus nominatif adalah kasus yang menandai nomina atau yang sejenisnya sebagai subyek; bentuk nomina yang timbul sebagai subyek; bagian nomina dari suatu predikat atau sebagai keterangan pada bagian kalimat.

Kasus genitif adalah kasus penanda hubungan asal-usul, sumber, atau milik.

Kasus datif adalah kata yang menduduki fungsi sebagai obyek tidak langsung dari verba.

Kasus akusatif adalah kasus yang menunjukkan fungsi sebagai obyek langsung atau obyek berpreposisi dalam kalimat.

Yesus perlu membuka pikiran mereka, kerena sebelumnya para murid tidak bisa mengerti nubuat yang memang tidak secara eksplisit dinyatakan dalam kitab suci. Yesus sama sekali tidak menyebut nubuat dari siapapun, melainkan hanya berkata “Ada tertulis” ”

Lukas 24:46 Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

γεγραπται – GEGRAPTAI adalah verba berasal dari γραφω – GRAPHÔ, “saya menulis”, dalam bentuk Perfect Pasif Indikatif Orang Ketiga Tunggal, “ia sudah ditulis/ tertulis/ terukir/ tergambar demikian” . (bandingkan Yunus 1:17) dan lagi dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem, dst. (Yesaya 49:6,Yesaya 54:1-5, Hosea 1:9 & 2:22, Zakharia 3: 8-9, Zakharia 9:9-11)

Semua kalimat dalam 24:45 secara secara eksplisit tidak tercantum dalam Kitab Suci. Itu hanya “resume” dari berbagai nubuatan yang tersirat dalam Kitab Suci , yang harus dimengerti dengan membuka pikiran para murid. Lukas tidak berdusta. Si penanya yang kurang memahami konteks, dan hanya mencari-cari kesalahan.

Nubuat bukan ramalan. Frasa “ada tertulis demikian” adalah tipologi, tidak mutlak merupakan perkataan seseorang dalam Perjanjian Lama yang diapit dengan tanda kutip. Yang dimaksud dengan tipologi (dari kata Yunani “τυπος – “TUPOS” atau “TYPOS”) adalah oknum, peristiwa, atau hal dalam Perjanjian Lama yang berhubungan dengan Mesias.

Contoh:

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, (Yohanes 3:14)

Tidak ada perkataan langsung dalam Perjanjian Lama bahwa peristiwa ular tembaga di padang gurun merupakan “nubuat” bahwa Yesus Kristus sebagai Anak Manusia pun mengalami hal seperti itu, namun Dia mengatakan bahwa “seperti itulah” yang akan dialami.

Tokoh Perjanjian Lama yang terlibat dalam kisah itu mungkin tidak melihat bahwa apa yang mereka alami itu menubuatkan kedatangan Mesias. Misalnya, Daud mungkin tidak sadar ketika menggubah Mazmur 22 bahwa penderitaannya menubuatkan penderitaan Mesias. Demikian pula, orang-orang buangan yang meratap ketika melewati kuburan Rahel di Rama tidak mengetahui bahwa satu hari air mata mereka akan digenapi di dalam kematian semua bayi laki-laki seumur dua tahun ke bawah di Betlehem. Sering kali orang hanya dapat melihat sebuah ayat Perjanjian Lama dalam perkataan langsung (diapit tanda kutip) sebagai nubuat tentang Mesias bila dipandang dari sudut penyataan Perjanjian Baru.

Cukup banyak pola dalam Perjanjian Lama yang merupakan “τυπος – “TUPOS” dalam hubungannya sebagai nubuat tentang Mesias, demikian pula halnya dengan Lukas 24:45-46 di atas, apalagi ditulis “TAS GRAPHAS” dalam bentuk jamak, berarti bukan hanya satu sumber tulisan yang dikutip.

Mesias harus menderita cukup banyak ditulis dalam Perjanjian Lama (diantaranya di kitab Yesaya, misalnya di Yesaya pasal 53), dan Dia akan bangkit pada hari ketiga dapat dibandingkan dengan kisah nabi Yunus yang jelas merupakan tipologi kebangkitan Kristus dari kematian.

Semoga jelas dan bermanfaat.

Blessings,
BP

Sumber: SARAPAN PAGI

Download juga PDF 10 Pertanyaan Muslim kepada KRISTEN

Telah Tesedia Buku & Dvd Jawaban dari Kristen terhadap buku:

“MUSTAHIL KRISTEN BISA MENJAWAB”

Yang di tulis oleh Ustad H Insan LS Mokoginta (Mantan Katolik)

Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. (Pro 15:2)

Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab

Siapa Bilang Kristen tidak bisa menjawab??

Buku ini dengan lugas dan tegas menjawab 11 pertanyaan dari

buku Ustad H. Insan Ls Mokoginta

(Peraih Muallaf Award 2006 dan 2007)

Buku ini sangat bermanfaat untuk meneguhkan iman orang percaya dan memberikan sukacita akan kebenaran Firman Tuhan.

Buku ini juga sangat berguna untuk memperlengkapi orang percaya dan
para hamba Tuhan dalam berapologetik

Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
(Psa 119:130)

Daftar isi

Pendahuluan / kata pengantar

Sambutan-sambutan dan mukadimah dan tanggapan saya

Pertanyaan ke 1 dan tanggapan saya

Mana pengakuan Yesus dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?

Pertanyaan ke 2 dan tanggapan saya

Mana ajaran Yesus ketika dia berumur 13-29 tahun?

Pertanyaan ke 3 dan tanggapan saya

Pernahkah Yesus mengatakan ‘Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.’

Pertanyaan ke 4 dan tanggapan saya

Pernahkah Yesus mengatakan ‘Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya.’

Pertanyaan ke 5 dan tanggapan saya

Mana perintah Yesus atau Tuhan dalam Alkitab, untuk beribadah pada hari Minggu?

Pertanyaan ke 6 dan tanggapan saya

Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100 % Allah / Tuhan & 100 & manusia?

Pertanyaan ke 7 dan tanggapan saya

Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin ‘pasti masuk surga’?

Pertanyaan ke 8 dan tanggapan saya

Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?

Pertanyaan ke 9 dan tanggapan saya

Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya?

Pertanyaan ke 10 dan tanggapan saya

Buktikan siapa yang hafal Alkitab walau satu surat saja di luar kepala

Pertanyaan ke 11 dan tanggapan saya

Luk 24:46 dikutip dari mana?

Kesimpulan / akhir kata

Pendahuluan / kata pengantar

Kira-kira 2-3 tahun yang lalu, dalam suatu acara debat terbuka di Universitas Brawijaya Malang, dalam acara tanya-jawabnya ada seorang Islam yang memberikan 2 pertanyaan kepada saya. Ia kelihatannya yakin bahwa saya tidak mungkin bisa menjawab pertanyaannya, dan ia kelihatannya kaget karena pertanyaan-pertanyaan yang ia berikan ternyata bisa saya jawab dengan mudah. Lalu pada akhir acara, orang Islam itu memberikan kepada saya buku yang ditulis oleh Mokoginta ini, yang berjudul “Mustahil kristen bisa menjawab” ini, dan ternyata dua pertanyaan yang tadi dia berikan, ia ambil dari buku ini.

Pada saat itu saya hanya melihat buku itu sepintas lalu, dan saya cuekin saja, karena saya merasa buku ini tidak memberikan serangan yang bermutu, dan bahkan sangat konyol. Tetapi setelah pada beberapa bulan yang lalu saya dan Ev. Esra dari Kupang terlibat dalam debat terbuka melawan pihak Islam yang diwakili oleh Mokoginta dan Masyhud, dan saya melihat betapa pede (percaya diri) nya mereka, padahal sebetulnya mereka ‘tak mempunyai apa-apa’ dalam menyerang kekristenan, maka saya terdorong untuk menunjukkan kepada mereka, bahwa apa yang mereka anggap sebagai serangan yang tidak mungkin bisa dijawab oleh orang Kristen, sebetulnya dengan mudah bisa dijawab oleh orang Kristen yang memang mengerti Alkitab.

Disamping itu, saya tahu bahwa Alkitab / Firman Tuhan memang mengharuskan orang Kristen untuk memberi pertanggung-jawaban pada waktu iman / kepercayaannya diserang.

1 Petrus 3:15 – “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat”.

Ditambah lagi, adanya beberapa orang Kristen / jemaat saya yang mendorong saya untuk menjawab buku ini, dengan alasan bahwa sekalipun buku itu memberikan pertanyaan-pertanyaan / serangan-serangan yang konyol, tetapi ada sangat banyak orang Kristen, yang karena begitu tidak mengerti Alkitab, tetap dibingungkan oleh pertanyaan-pertanyaan / serangan-serangan yang ada dalam buku itu.

Semua ini akhirnya menyebabkan saya menuliskan buku saya ini, untuk memberikan jawaban terhadap buku “Mustahil kristen bisa menjawab” ini. Jadi, bukan demi hadiah uang atau mobil BMW saya menulis buku ini. Terus terang, saya juga tak percaya sama sekali bahwa Mokoginta betul-betul mau memberikan hadiah yang ia janjikan.

Bukan meremehkan, tetapi faktanya memang adalah ini: saya sama sekali tak butuh waktu untuk memikirkan bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan Mokoginta ini, kecuali untuk pertanyaan yang ke 11 (yang berhadiah mobil BMW), dimana saya membutuhkan waktu kira-kira 5 menit untuk berpikir, dan menemukan jawabannya. Ini saya ceritakan, untuk menunjukkan betapa tak bermutunya serangan-serangan yang dibangga-banggakan oleh Mokoginta dan para pendukungnya.

Sekalipun buku Mokoginta yang saya tanggapi dalam buku ini merupakan buku yang konyol, tetapi tidak berarti buku saya ini juga konyol, karena dalam menanggapi, saya bukan hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan / serangan-serangannya, tetapi juga memberitakan Injil, dan memberikan doktrin-doktrin yang penting dalam kekristenan, seperti keilahian Kristus, keselamatan hanya karena iman, keyakinan keselamatan, bukti bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan, dan sebagainya. Bagi orang non kristen buku ini penting karena ada banyak Injil di dalamnya. Bagi orang Kristen buku ini juga penting karena mengajarkan doktrin-doktrin yang penting dan bersifat dasari dari kekristenan, dan juga mengajar bagaimana caranya memberikan apologetik dan memberitakan Injil kepada orang-orang yang menyerang kekristenan.

Dalam membahas / menjawab buku “Mustahil kristen bisa menjawab” ini saya menjawab seluruhnya, termasuk kata-kata sambutan, kata pengantar dan sebagainya. Untuk itu saya mengutip hampir seluruh buku tersebut, kecuali pada waktu Mokoginta mengutip dari Al-Quran, saya hanya mengambil bahasa Indonesianya, tanpa bahasa Arabnya. Juga foto-foto Yesus dan Maria yang banyak sekali diberikan dalam buku tersebut, saya anggap tak perlu saya masukkan dalam buku saya ini.

Buku ini saya tuliskan sebagai jawaban, dan sekaligus tantangan, bagi siapapun yang tidak setuju dengan jawaban saya. Saya siap meladeni siapapun, dalam debat pribadi ataupun terbuka, asal dilakukan secara fair / adil.

Pdt. Budi Asali.

Buku setebal 270 halaman dengan harga Rp. 60.000,-

Juga sudah tersedia Jawaban Kristen dalam kemasan Dvd

belum termasuk ongkos kirim untuk luar SURABAYA.

Buku-buku & Dvd ini bisa dibeli / dipesan pada:
·          Pdt. Budi Asali, M.Div.
(031) 593-4889. HP: 081-331-588855 / (031) 7064-1331 / (031) 6050-1331.
Alamat E-mail :  budi_golgota_asali@yahoo.co.uk
NOTE : Jika kesulitan dalam menghubungi Pdt. Budi Asali, sdr bisa menghubungi / memesan melalui sdr Chandra
E-mail : chandra.johan@yahoo.co.id
Bp. Chandra, HP : 081-332588000 atau dgn
sdr. Dendy, HP : 031-60359292

Advertisements