ZNCNN Indonesia — Otoritas imigrasi Mubai dilaporkan telah mencabut paspor Zakir Naik, pendiri Islamic Research Foundation (IRF) yang berstatus buron atas dugaan pendanaan terorisme.

Badan Investigasi Nasional (NIA) yang bertugas untuk menyelidiki kasus tersebut telah meminta Kementerian Luar Negeri untuk mencabut paspor Naik karena tidak kooperatif dalam kasus tersebut.

Atas permintaan itu, otoritas mengirimkan pemberitahuan yang sekaligus mempertanyakan alasannya tidak memenuhi panggilan terkait kasus tersebut. Karena tidak memberikan jawaban, demikian dilaporkan The Indian Express, Rabu (19/7), Kementerian memulai proses untuk mencabut paspornya pekan lalu.

Organisasi yang dipimpin Naik, IRF, telah dicap ilegal selama lima tahun karena aktivitas yang diduga terkait terorisme. Kepolisian Maharashtra pun tengah mengusut kasus dugaan keterlibatan organisasi tersebut dalam meradikalisasi pemuda dan menghasut mereka mengikuti kegiatan teror.

Diberitakan Times of India, NIA sempat menyelidiki ceramah Naik yang diduga menghasut anak muda untuk melakukan aksi teror dan mengupayakan pencabutan paspornya karena berkali-kali menolak bekerja sama dalam penyelidikan kasus tersebut. Naik dilaporkan berkeliling ke sejumlah negara seperti Arab Saudi, Malaysia dan Indonesia setelah meninggalkan India tahun lalu.

Pencabutan paspor ini akan membatasi ruang geraknya dan ia pun kini berstatus tanpa kewarganegaraan. (aal) Rabu, 19/07/2017 19:28 WIB

Advertisements