Ribuan orang dari suku Kurdi di Irak dilaporkan bertobat dan menjadi pengikut Kristus setelah mereka marah menyaksikan kebrutalan gerombolan teroris ISIS yang dalam tindakan sadisnya selalu mengatasnamakan agama. Kabar pertobatan massal ini diungkapkan seorang pemimpin kementrian di wilayah Kurdi Irak yang karena alasan keamanan tak dapat disebutkan namanya.

Pemimpin itu berbicara kepada Christian Aid Mission bahwa pihaknya hampir tidak bisa lagi menjaga keinginan ribuan orang yang kini berstatus pengungsi tersbut untuk belajar mengenai Kristus dan kebenaran Firman Tuhan dalam Alkitab. Keinginan tersebut bertambah besar seiring dengan menguatnya pertumbuhan ISIS dalam menguasai wilayah itu. “Mereka sangat lapar untuk mengetahui tentang Kristus, terutama ketika mereka mendengar tentang mukjizat, kesembuhan, pengampunan dan kasih sayang yang tulus,” katanya, dirilis gospelherald, Jumat (30/10/2015).

PBB dalam datanya di bulan Januari 2015, mengestimasikan jumlah penduduk di wilayah suku Kurdi Irak, terdapat 900 ribu pengungsi, sebanyak 233 ribu berasal dari Suriah dan sisanya dari tempat lain di Irak. Selain orang dari suku Kurdi yang mengungsi dari Suriah Utara, wilayah itu juga menerima ribuan penduduk Arab dari propinsi Anbar, kota yang telah dikuasai gerombolan teroris sejak 2014 lalu.

Pemimpin itu mengatakan juga bahwa saat ini ada sebuah kebangkitan besar yang terjadi diantara para penduduk di Irak Utara sejak mereka menyatakan diri menjadi pengikut Kristus. Hal itu disaksikannya secara pribadi dan juga kesaksian-kesaksian dari gereja-gereja lokal. Christian Aid Mission menambahkan bahwa pihak mereka ikut membantu melayani para penduduk tersebut. Seusai memenuhi segala kebutuhan mendasar mereka seperti pengobatan ataupun makanan, para pekerja datang membawa Alkitab dan membagikan kesaksian mengenai Kristus.

“Kami hanya menolong karena kami sayang kepada mereka. Dilain waktu kami mengunjungi mereka dengan membawa kabar kebenaran Kristus dan memberikan Alkitab. Kami percaya denga kekuatan firman Tuhan. Kita tidak punya banyak pengajar atau misionaris. Tapi kami punya Firman Tuhan yang (dalam bentuk Alkitab) dapat dicetak, kami adakan dan kami distribusikan kepada mereka semua dan anak mereka,” papar Christian Aid Mission. (Baca: Kepada ISIS, Pastor Ini Tolak Pindah Agama dan Siap Dipenggal)

Penduduk dari suku Kurdi merupakan pihak yang sejak lama menjadi korban sejarah di bumi Irak. Mulai dari era Saddam Hussein hingga munculnya ISIS, Kurdi terus menjadi sasaran. Garis perjuangan politik mereka yang ingin memerdekakan diri menjadi salah satu alasan Kurdi terus diperangi. Umat Kristen Irak yang jumlahnya sangat kecil, mengaku sangat terlindungi didalam wilayah Kurdi. Karena itulah banyak penduduk Kristen dan para pengungsi yang pergi meminta perlindungan ataupun ikut bergabung dengan milisi Kurdi untuk berperang melawan ISIS saat ini. (Baca: Dengar Injil Kebenaran di Kamp Pengungsi, Anggota ISIS Bertobat)

Sumber: www.jawaban.com

Advertisements