Perangi dan bunuhlah penyembah berhala (Umat Katolik termasuk di dalamnya sebab bagi Muslim mereka dianggap menyembah patung dan orang-orang suci), dimanapun kamu menemukan mereka, tangkaplah mereka, kepung mereka, dan intai mereka dalam setiap siasat (dalam perang); jika mereka bertobat, dan melakukan sholat wajib serta menunaikan zakat, maka bukalah jalan untuk mereka: karena Allah maha pengasih lagi maha pengampun. (Quran Sura 9:5)

Seorang pastor tengah memperlihatkan kepada aparat keamanan dampak dari ledakan bom tanggal 25 Desember 2011 di Gereja Katolik St. Theresia di Madalla, Suleja, yang terletak di luar ibukota Nigeria Abuja.  (REUTERS/Afolabi Sotunde)

Senin, 26 Desember 2011 02:23 WIB

Madalla, Nigeria (ANTARA News/AFP) – Serangan-serangan bom selama misa Natal dan ledakan bom bunuh diri menewaskan sedikitnya 35 orang di Nigeria, Minggu.

Seseorang yang mengaku sebagai juru bicara kelompok muslim garis keras Boko Haram menyatakan, pihaknya bertanggung jawab atas pemboman gereja di luar Abuja, ibu kota Nigeria, dan kekerasan lain yang menyulut ketakutan dan amarah di negara Afrika yang berpenduduk paling padat itu.

Pihak berwenang tampaknya tidak mampu mencegah serangan-serangan meski militer telah melakukan penumpasan dan menangkap sejumlah anggota Boko Haram.

Dalam satu serangan Minggu, pelaku bom bunuh diri berusaha menabrak konvoi militer di depan sebuah kantor polisi rahasia di kota Damaturu, Nigeria timurlaut, menewaskan dirinya sendiri dan tiga agen keamanan.

Pemboman di gereja di luar Abuja menewaskan sedikitnya 30 orang dan menimbulkan kekacauan setelah ledakan itu. Banyak pemuda yang marah mulai melakukan pembakaran dan mengancam menyerang sebuah kantor polisi berdekatan.

Polisi melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan mereka dan menutup sebuah jalan raya utama. Petugas penanganan darurat meminta ambulan lebih banyak, sementara petugas penyelamat berusaha mengangkut korban-korban yang tewas dan cedera.

Seorang juru bicara Vatikan mengutuk serangan itu sebagai aksi “kebencian buta” yang berusaha menimbulkan kebencian dan kekacauan lebih lanjut. Inggris mengutuk serangan-serangan “pengecut” itu dan Menteri Luar Negeri William Hague menyampaikan bela-sungkawa kepada keluarga yang berduka dan korban-korban cedera.

Prancis, Italia dan Jerman juga mengutuk serangan-serangan itu. Serangan-serangan lain pada Minggu mencakup ledakan bom di luar sebuah gereja Injili di kota wilayah tengah, Jos, yang menewaskan seorang polisi, kata seorang juru bicara gubernur.

Ledakan lain yang ditujukan pada sebuah gereja di daerah Gadaka di wilayah timurlaut pada Malam Natal tidak menjatuhkan korban, sementara dua ledakan lain terjadi di kota Damaturu, termasuk pemboman bunuh diri, juga pada Malam Natal.

Boko Haram (yang terkait dengan Al Qaeda), mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang. Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram.

Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timur laut.

Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan.

Sumber: antaranews.com

Advertisements