KESAKSIAN


Kesaksian Pencarian Sang Kuasa

Sumber Kesaksian : Dr. Tedjo
CBNI – Saya adalah cucu GPH Tedjo Kusumo. Beliau adalah putra dari Hamengku Buwono VII, sultan Yokyakarta. Entah apa sebabnya, sejak kecil saya punya kekuatan supranatural. Ilmu saya terutama ialah ilmu getaran, saya mempunyai beragam ilmu getaran dan saya juga bisa melihat nasib orang. Orang tua saya mengetahui bahwa saya ini adalah anak aneh dalam keluarga saya. Saya suka berdoa dan berkata-kata sendiri, mereka tidak tahu jika saya sedang berbicara dengan jin yang menyertai hidup saya.

Saat saya kecil, saya ingin bermain dengan teman dan tentu butuh uang. Karena orang tua saya sangat ketat, tidak boleh jajan dan bermain, jadi saya suka mencuri-curi waktu untuk bermain. Karena saya juga butuh uang maka kemampuan saya pakai untuk mencari uang. Untuk urusan berkelahi, orang sebesar apapun akan saya hadapi. Begitu saya maju dan keluarkan ilmu getaran maka mereka semua akan jatuh, walau itu ada 20 orang sekalipun. Jadi jika saya datang, mereka semua sudah tahu ilmu saya, mereka akan takut dan lari. Orang menyebut saya dukun cilik. Jangan main-main dengan dukun cilik. (more…)

Saya (Omotoni Akintoye) lahir tanggal 18 November 1956 dari keluarga poligami yang tidak mengenal Kristus. Ibu sangat menderita saat mengandung dan melahirkan saya, karena saya adalah anak ke-10 dalam keluarga dan ke-9 kakak saya semuanya meninggal saat masih bayi atau pun dalam kandungan, sehingga ketika keluarga tahu bahwa ibu mengandung, mereka menolak dan menyingkirkannya. Akhirnya, ibu saya bersembunyi di sebuah kampung terpencil. Saya tidak lahir tepat pada saatnya, tapi pada usia kandungan ibu saya 18 bulan, sehingga ia sangat kesakitan saat saya lahir. Ibu dibawa ke rumah sakit yang sangat jauh dari kampung karena komplikasi. Orang tua saya tidak mau memberikan nama, karena takut saya akan meninggal jika diberi nama. Lagipula dalam adat saya, pemberian sebuah nama harus dilakukan dengan perayaan yang sangat mahal. Hal itu membuat saya dipanggil sekenanya pada masa kanak-kanak, sehingga pada saat remaja, saya memberi nama diri saya sendiri “Wahid”.

Saya sebenarnya anak yang cerdas di sekolah (Ahmadiyah Grammar School), namun saya juga sekaligus anak yang nakal, suka merokok, dan melakukan begitu banyak kenakalan remaja. Hal itu membuat saya menjadi anak yang paling banyak dihukum di sekolah, dan saya bangga akan hal itu. Sekolah segan mengeluarkan saya karena saya anak yang sangat cerdas, bahkan berhasil lulus SMA dengan nilai yang tinggi. (more…)

http://www.youtube.com/watch?v=CrEDbTImUsM


Tuhan Yesus Telah Bangkitkan Saya Dari Kematian (Kisah Nyata Dominggus Kenjam)

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki- Nya.” Yohanes 5:21

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristiwa kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. Peristiwa ini juga merupakan suatu tragedi bagi yayasan Doulos, Jakarta dimana STT Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi
sebagai berikut:

Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali. (more…)

Kesaksian Yusuf Roni (Palembang)

Dari Yusuf Roni (seorang yang dulunya islam, dan ketika dia naik haji, dia melihat ke atas, dan ada SALIB PUTIH BERSINAR, sampai di indonesia dia lahir baru jadi Nasrani: Diatas ka’bah pun SALIB dijunjung tinggi sampai kelangit..
Bayangkan itu..!!!

Sejak kecil saya dididik oleh keluarga dalam agama Islam yang sudah menjadi agama turun temurun bagi keluarga “KEMAS” di Palembang. Saya sebagai anak tunggal yang dididik dan dimiliki oleh seluruh keluarga, dalam arti saya dididik oleh orang tua saya, juga oleh kakek saya dan juga oleh paman-paman saya turut bertanggung jawab mengarahkan saya, demikianlah sistem ke-keluargaan kami, yang saya kenal dan alami sejak kecil. Jadi apabila ada keputusan yang akan diambil mengenai diri saya, maka orang tua saya tidak berhak mutlak, sebab harus dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh keluarga besar seperti yang saya katakan diatas…..

Yang dominan mendidik saya adalah kakek saya, karena itu sering saya disebut anak kakek (note: kakeknya adalah keturunan langsung dari Daeng Ario Wongso, anak Tumenggung Nogowongso, cucu pangeran Fatahillah, totalnya 10 keturunan dari Pangeran Fatahillah ke kakenya). Karena saya kagum dengan kakek yang wibawa dan kharismanya sangat besar ditengah-tengah keluarga kami, dan dalam masyarakat Islam Palembang! Sejak kecilpun saya sudah cenderung mempelajari agama Islam dan melaksanakan syariat-syariat agama dengan baik sampai saya dewasa tetap konsisten. (more…)

Sebuah kesempatan istimewa Tabloid GLORIA diperkenankan mewawancarai Raja Surakarta Pakoe Boewono XIII bernama Sinuhun Tedjo Woelan. Dalam wawancara eksklusif ini, terkuak pengakuan sosok Pakoe Boewono XIII telah melihat dan bertemu Isa Almasih, yang disebut-sebut Ratu Adil.

Bagaimana kisahnya berikut petikan wawancara Andriant wartawan Gloria dengan Sihuhun Tedjo Woelan:

Gloria: Sejak kapan Sinuhun mengenal agama dan spiritual dalam hidup ini?

Sinuhun: Kelahiran saya ada dua, yaitu kelahiran saya ke dunia yaitu pada 3 agustus 1954 dan kelahiran saya pada saat bapak ibu saya melihat pertama kai dan hal itulah yang disebut dengan kelahiran secara spiritual.Masa kecil saya seperti anak-anak pada umumnya, yang suka bermain. Saya mendapatkan pendidikan yaitu SD, SMP, SMA dan AKABRI. Di Keraton Solo, setiap senin khusus didik tentang agama, pada malam Jumat didik tentang spiritual yang namanya budi pekerti, budi luhur dan pada hari Jumatnya kedua hal yang didapatkan itu di praktekan dalam kehidupan nyata.

Gloria: Bisa diceritakan awal mula pengalaman religi didatangi Yesus, yang disebut Isa Almasih? (more…)

Salam sejahtera,

Penatua kami, dulunya dari agama seberang, bertobat sekitar tahun 1985, ketika dijumpai secara supranatural oleh Tuhan Yesus sendiri.

Tidak lama sesudah pertobatan beliau, Roh Kudus berbicara agar penatua kami ini memberitakan injil kepada pelacur, dan ketika perintah itu dituruti dengan patuh, Roh Kudus menyertai dengan luarbiasa; pelacur itu langsung bertobat, dan bukan itu saja, pasangan germo dan puluhan lelaki hidung belang juga bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Tetapi masih ada lagi “bonus” lainnya,… ayah sang pelacur – yang lumpuh sejak lama – juga disembuhkan Tuhan Yesus hari itu juga dan akhirnya, keluarga pelacur dan tetangganya juga bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi. Berikut sepenggal kisahnya.

Seorang pemuda, sebut saja Hendro, (bukan nama sebenarnya) begitu terikat dengan seorang pelacur muda di sebuah kota di Jawa Tengah. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan orang tua Hendro. Ibu Dorcas, waktu itu belum lama bertobat, merasakan dorongan luarbiasa dari Roh Kudus untuk mendoakan pemuda ini. Roh Kudus memberitahu ibu Dorcas bahwa pemuda ini menyimpan pakaian dalam si pelacur muda, dan juga sebaliknya, sang pelacur juga menyimpan pakaian dalam pemuda itu. Lalu ibu Penatua memberitahu si Hendro bahwa ia telah menyimpan pakaian dalam sang pelacur itu dan supaya ia segera mengembalikannya karena hal itulah yang telah mengikat dia dengan si pelacur.

Tentu saja Hendro terperanjat dan bertanya: “Bagaimana ibu bisa tahu ? “ (more…)

Ustadz kok kurang tuntas menjelaskan sejumlah pertanyaan yang saya ajukan dari sudut pandang lain (agamaku dulu).
Beliau banyak salah-salahkan agama selain Islam, dan kurang menjelaskan bukti kebenaran dan kemuliaan Islam yang saya sedang dalami.

 

Gambar Ilustrasi: Musa bertemu Tuhan di Sinai

“Ibu Khadijah,
Izinkan saya sharing tentang perasaan saya saat ini yang sedikit galau.
Saya mualaf baru karena sesuatu hal.
Sudah belajar rukun-rukun ibadah dan baca Quran.
Tapi hati masih belum mantap, karena Ustadz kok kurang tuntas menjelaskan sejumlah pertanyaan yang saya ajukan dari sudut pandang lain (agamaku dulu).
Beliau banyak salah-salahkan agama selain Islam, dan kurang menjelaskan bukti kebenaran dan kemuliaan Islam yang saya sedang dalami.
Saya lihat Ibu bicara to the point di website.

Dengan fakta-fakta yang rasional dan referensi.
Nah, pertanyaan saya adalah sangat sederhana:

“Bisakah saya dikasih tahu, bagaimana cara Ibu melihat suatu AGAMA ITU BENAR ATAU SALAH? KHUSUSNYA ISLAM?”
Sebelumnya, banyak terima kasih saya kepada Ibu.

Jakarta, 20 Jan 2013 14:54:43

Hormat dan salam.

Akiat.

Download artikel lengkap (pdf) diSINI

Artikel dipetik dari bacabacaquran.com

Kesaksian Ibu Siti Hadidja mantan Muslim, menemukan Tuhan Sejati di dalam YESUS KRISTUS

 

Salam sejahtera dalam kasih yesus

Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini.
Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.
Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dasyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu. (more…)

Shalom saudara-saudariku seiman salam sejahtera bagimu sekalian.

Namaku Matius tinggal dibekasi. Masih ingat dengan perkataanku mengenai nenek calon istriku yang sudah berumur 130 Tahun tidak dapat mati ataupun hidup karena ILMU HITAM yang dipegangnya?

Dihari tuanya dia sangat tersiksa karna kematian pun tidak mau menerimanya. Namun satu Hal aneh yang disaksikan warga kepadaku setiap Bulan Purnama nenek tersebut terlihat cerah diwajahnya tetapi kalo lewat bulan purnama ia terlihat seperti mayat. Warga kampung ponjong – Gunung Kidul udah mencoba memanggil Dukun-Dukun, Paranormal, Haji- kyai, Ustad, pendeta dan orang kristen, dan banyak lagi tapi nenek tersebut tidak juga meninggal ataupun sembuh. padahal pihak keluarga sudah merelakan akan kematiannya daripada ia tersiksa dengan kondisinya. Tetapi Pagi itu tepat pada hari Minggu tgl 02 September 2012 jam 09.20 WIB.

Anak kandung salah satu dari nenek itu datang menjumpai kami. Orang itu meminta agar kami menemui dulu Nenek. saat itu ada aku,calon Istriku, dan temanku bernama Hanafih (ia orang muslim).kami sedang menunggu mobil yang akan mengantarkan kami ke Wonogiri-batu retno. lalu kami datang kerumah Nenek. setiba dirumah nenek ada banyak orang yang hadir disitu. Calon istriku menangis ketika melihat kondisi nenek yang sangat kritis. lalu temanku Hanafih membaca surat Yasin menurut ajarannya. pada saat temanku membaca surat Yasin tidak ada respon/tanda2 apapun dari nenek yang sudah tidak dapat bergerak tubuhnya itu. saat temanku selesai membaca surat Yassin. (more…)

Setelah membaca Quran, saya mengalami depresi yang luar biasa besar. Ini adalah sebuah buku yang jahat dan saya mengalami saat-saat yang sulit untuk mempercayai kejahatan yang sedemikian banyaknya. Secara natural saya dipengaruhi oleh kasih. Kejahatan adalah hal yang menjijikkan bagi saya. Pada mulanya saya menyangkali pemahaman saya mengenai apa yang saya baca dan coba mencari arti-arti esoterik dari ayat-ayat Quran yang kebanyakan merupakan ayat-ayat yang jahat. Namun usahaku sia-sia. Di sini tak ada kesalah pahaman! Quran itu sangatlah tidak manusiawi. Ia juga berisi banyak sekali kesalahan ilmiah dan absurditas, namun bukan itu yang paling memberi pengaruh. Yang memberi pengaruh paling besar adalah kekerasan yang sedemikian banyaknya yang ada dalam buku ini, dan yang benar-benar mengguncangkan pondasi keyakinan saya.

Oleh: ALI SINA

Saya dilahirkan dalam keluarga religius yang moderat. Dari pihak ibu, saya mempunyai beberapa kerabat yang termasuk dalam golongan para Ayatollah. Walaupun kakek saya (yang tidak pernah lihat) dapat dikatakan adalah seorang yang berpikiran bebas, kami semua adalah orang beriman. Orang-tua saya tidak terlalu menyukai para mullah. Kenyataannya, hubungan kami dengan para kerabat kami yang lebih fundamentalis tidak begitu erat. Saya menilai keluarga saya sebagai orang-orang yang percaya pada “Islam yang sejati”, bukan Islam seperti yang diajarkan dan dipraktekkan oleh para mullah.

Saya teringat bahwa saya pernah mendiskusikan agama dengan suami salah seorang bibi saya ketika saya masih berusia sekitar 15 tahun. (lihat: about). Ia adalah seorang Muslim fanatik  yang sangat memperhatikan fiqh (yurisprudensi Islam). Fiqh menjelaskan bagaimana orang Muslim seharusnya bersembahyang, berpuasa, menjalani kehidupan pribadi dan publik mereka, melakukan bisnis, membersihkan diri, menggunakan toilet, buang air kecil, berpasangan dan bersetubuh. Saya berargumen, hal-hal itu tidak ada kaitannya dengan Islam yang sejati. Menurut saya hal-hal itu adalah rekaan para mullah, dan perhatian berlebihan kepada fiqh menghilangkan nilai kemurnian pesan Islam, yang saya yakini adalah untuk menyatukan manusia dengan Penciptanya. Pandangan ini sangat diinspirasi oleh Sufisme. Banyak orang Iran, berkat puisi-puisi Rumi, hingga pada tingkatan yang tinggi, dapat disebut Sufi berdasarkan penampilan mereka. (Read More…)

 

 

 

Saya bertanya, “kemana kalian?” Jawabnya, “Maaf kawan anda kerasukan jin non Muslim, itu butuh ilmu yang amat tinggi.” Saya diam, menahan emosi untuk tidak menyalahkan agamaku, Nabiku yang saya shalawati dan Allah yang tauhid.

Kesaksian Yupi

Satu peristiwa yang sedikit merubah pikiran saya adalah ketika banyak siswa dan siswi kesurupan saat kami sedang ikut mengaji, waktu itu saya di kelas 2. Semua guru pada panik, ketakutan. Saya yang punya ilmu coba mengatasi dengan segala mantra dan ayat Quran, tapi sia-sia, jin kawan saya tidak kunjung tiba, demikian juga Allah dan Nabi Junjungan, biar saya sudah teriak-teriak malah yang kesurupan tambah tidak karu-karuan.

Untuk menjaga harga diri, saya pergi dan kembali ke rumah. Saya kecewa, saya baca ayat Al Quran dan mantra, jin yang paling dekat dengan saya akhirnya muncul. Saya bertanya, “kemana kalian?” Jawabnya, “Maaf kawan anda kerasukan jin non Muslim, itu butuh ilmu yang amat tinggi.” Saya diam, menahan emosi untuk tidak menyalahkan agamaku, Nabiku yang saya shalawati dan Allah yang tauhid.

Silahkan download kesaksiannya di: SINI

Kesaksian diambil dari www.answering-islam.org (Indonesian Section)

 

 

 

Next Page »