Dari: WHY WE LEFT ISLAM
Karya : Susan Crimp dan Joel Richardson

“Akhirnya dia memutuskan untuk memprotes penganiayaan wanita dengan membakar dirinya di alun-alun Teheran utara tanggal 21 February, 1994. Teriakan terakhirnya adalah: “Matilah Tirani! Hidup Kebebasan! Hidup Iran!”

Tanggal 11 September 2001, dunia menyaksikan mentalitas abad 7 fundamentalis islam yang memperalat teknologi abad 21. Hasilnya adalah bencana. Sifat kejam dari islam tiba ditanah amerika tanpa dapat mereka lupakan dan tak bisa dihilangkan. Banyak orang amerika, juga orang barat lain, tidak begitu memikirkan islam sebelumnya. 11 September mengubah semua itu, membawa islam abad 7 ke dunia barat abad 21. Mendadak, Iran dan Irak tidak terasa jauh lagi, dan orang2 barat, khususnya kami orang amerika, mendadak pula ingin belajar banyak tentang musuh tanpa wajah yang menyatakan perang terhadap kita dengan cara yang paling barbar. Kita mendapatkan sebuah kekuatan mematikan yang sebelumnya kita pikir ada setengah bumi jauhnya dan 14 abad ke masa lalu. Para pembom teroris yang cuma kita dengar di TV telah pindah dari Timur Tengah yang jauh ke halaman rumah kita. Pada 11 September, apa yang dilambangkan islam menjadi salah satu pertanyaan paling penting dihadapan dunia barat, dan pengalaman pertama kita dengan nya meninggalkan rasa pahit dalam mulut orang2 amerika. (more…)


http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=24227

____________ _____


Berdasarkan pengertian Muslim yang dangkal, gambar sebelah kiri (Muslim nyembah batu kotak item besar) bukan penyembahan berhala; sedangkan gambar sebelah kanan (Muslim nyembah patung) adalah penyembahan berhala.

Keduanya sama2 menyembah benda mati, yang berbeda adalah bentuk benda mati itu sendiri. Begitu saja konsep dangkal penyembahan berhala Islam.


Patung ini diancurin tidak akan ada akibatnya bagi keberadaan agama tersebut. Umatnya juga bisa bikin lagi yang banyak.
Tapi jika Ka’bah ancur, maka Islam akan timpang, sebab pilar kelimanya roboh. hahahaha…. Kedubrag!!
Apa yaaaa… yang mau dikelilingi Muslim jika Ka’bah ancur?
Makam sang nabi kali. Hahaha….

Jadi patung2 di agama2 non-Islam tidak lebih dari sekedar dekorasi, hiasan belaka. Lagipula tidak ada ketentuan dalam kitab suci non-Islam bahwa patung2 tersebut harus ada, harus dibuat, harus jadi bagian ibadah non-Islam.

Tapi Ka’bah merupakan bagian dari esensi Islam, mutlak perlu ada, mutlak harus dikelilingi 7x sambil baca jampi2 untuk melaksanakan pilar kelima Islam. Lagipula ini semua sudah ditetapkan dalam kitab suci Islam.

Udah jelas bukan bedanya?

GOD is its target,the YESUS CHRIST is its model,the BIBLE its constitution: Martyrs & Sahid its path and death for the sake of GOD is the loftiest of its wishes
AMEN

Setelah amnesia allah untuk menyebutkan secara eksplisit nama anak yang bakal dikorbankan, Ismail, HARUS DiBANTU oleh tanda kurung hasil interpretasi manusia,

37:102 And [one day,] when [the child] had become old enough to share in his [father’s] endeavours, [39] the latter said: “O my dear son! I have seen in a dream that I should sacrifice thee: consider, then, what would be thy view!” [Ishmael] answered:”O my father! Do as thou art bidden: thou wilt find me, if God so wills, among those who are patient in adversity!”

Penyakit amnesia allah atau jibril inipun terdeteksi lagi. Jibril lupa mengatakan bahwa garis keturunan ismail kelak akan mewarisi kenabian. Eeee bukan ismail, malah keturunan ishak yang malah mendapat hak kenabian! hihihi…muhammad nyontek nggak mikir dua kali!

Coba lihat Bab Laba-laba alias spider-man dari quran bisikan jibril berikut ini:

Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan padanya balasan di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (QS. 29:27)

29:27 And [as for Abraham,] We bestowed upon him Isaac and [Isaac’s son] Jacob, and caused prophethood and revelation to continue among his offspring. And We vouchsafed him his reward in this world; [23] and, verily, in the life to come [too] he shall find himself among the righteous.

Jika tak ada jaminan dari allah bahwa keturunan ismail yang akan mewarisi kenabian, trus untuk apa ngotak-ngatik garis keturunan muhammad dicocok-cocokin ke ismail DENGAN BANTUAN KITAB yang dituduh awloh dipalsukan? hihihi…

sudah check dalam bahasa Arabnya QS 37:102:

Falamma balagha ma’ahu alssa’aya qala ya bunayya innee ara fee almanami annee athbahuka faonthur matha tara qala ya abati if’al ma tumaru satajidunee in shaa Allahu mina alssabireena.

disana memang tiada tertulis kata “Ishmael” dalam text arabnya dan apabila ditambah (seperti tarjamah indo/malay) maka akan masuk daftar sisipan palsu dalam quran

Kok bisa yah awloh itu lupa mengatakan akan ada nabi lahir dari keturunan ismail!….hihihi…SEMENTARA allah yang disembah nabi pemangsa anak 6thn dan penikmat sex semalaman plus ORGY dengan 9 isteri itu MALAH TAK TAHU diri copy-paste dari KITAB ‘PALSU’ untuk menyatakan bahwa HAK KENABIAN itu dari ISHAK! hihihi…

Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan padanya balasan di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (QS. 29:27)

Bisa kusimpulkan lagi beberapa keidiotan allahnya muhammad:
1. LUPA mencantumkan silsilah si nabi pemangsa anak 6thn (katenye keturunan ismail hihihi…itupun perlu bantuan kitab ‘palsu’)!
2. LUPA mengkonfirmasi bahwa AKAN ADA KELAK NABI (yang siap selalu ORGY dgn 9 istri semalam suntuk) dari keturunan ismail!
DALAM ADAT ISTIADAT YAHUDI, ANAK LAKI-LAKI YANG BERASAL DARI GUNDIK / SELIR TIDAK PERNAH DIANGGAP SEBAGAI KETURUNAN YANG BISA DIMASUKKAN DALAM DAFTAR SILSILAH KELUARGA, JADI DALAM PEMBICARAAN MENGENAI ABRAHAM ISHAK DAN ISMAIL, MAKA ISMAIL TIDAK DAPAT DIANGGAP SEBAGAI ANAK LAKI-LAKI YANG SAH KARENA DIA MERUPAKAN ANAK ABRAHAM DAN GUNDIKNYA HAGAR SI ORANG MESIR ITU, DENGAN DEMIKIAN NAMANYA TIDAK AKAN PERNAH DIMASUKKAN DLM DAFTAR SILSILAH KELUARGA
si budak hagar (ibu ismail) itu TAK PERNAH ADA DISEBUTIN DALAM QURAN!…yah lagi-lagi awloh dan si nabi cabul perlu bantuan ‘kitab palsu’ untuk menerangkan siapa hagar tersebut!…gue heran nih, ustadz dan prof islam itu pasti bloon dan **** banget yah kl nggak pernah belajar genealogy of jews dari ‘kitab palsu’ hehehe…kl cuma mengandalkan kitab berantakan quran, mana tahu mereka si hagar itu siapa!…hihihi

http://www.indonesi a.faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?t=1740

Para penderita codependent (Khadijah) tidak mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan dari teman-teman yg sehat secara emosional. Itulah mengapa Khadijah menolak lamaran lelaki2 yg sukses dan matang. Orang yg cocok bagi seorang codependent adalah seorang narsisis (seseorang yg cinta diri sendiri) yg sendirinya juga memiliki kebutuhan yg tidak terpenuhi.

Seorang codependent sering membingungkan rasa cinta dengan rasa kasihan, mereka bertendensi utk “mencintai” orang yg bisa mereka kasihani dan bisa mereka selamatkan.

Nama lain bagi codependency adalah “self effacing” atau “inverted narcissist/narsisis terbalik”. Inilah yg dikatakan Dr. Sam Vaknin, penulis Malignant Self Love (Cinta Diri yg Menghancurkan) ttg hubungan antara codependent dan narsisis:

“Sang inverted narcissist hanya mampu MERASA sesuatu saat ia berada dlm hubungan dgn narsisis lain. Sang inverted narcissist diprogram dari permulaan utk menjadi pasangan sempurna sang narcissist – guna saling mengipas Ego mereka, yg satu menjadi ekstensi kepribadian yg lain, hanya utk mendapatkan pujaan dan pengelu-eluan.”

[1]

Secara sosial dan dlm hal bisnis, sang inverted narcissist sering orang sukses tetapi hubungan mereka sering tidak sehat. Khadijah sudah menikah dua kali dan memiliki 3 anak. Tidak ada sesuatupun yg tercatat ttg para mantan suaminya. Ia hanya digambarkan sbg janda. Apakah kedua atau salah satu suaminya mati atau apakah kedua perkawinannya gagal ? Memang ini tidak lagi penting. Yg penting sekarang adalah hubungannya dgn Muhamad dan peran pentingnya dlm menjadikan Islam sbg agama.

(Dlm buku saya, saya memberikan lebih banyak bukti ttg keadaan mental codependency Khadijah.)

Memang pasangan Muhamad-Khadijah cocok sekali ! Muhamad seorang narsisis yg haus akan pujaan dan perhatian. Ia miskin, yatim piatu dan memiliki kebutuhan emosional tinggi. Ia memerlukan seseorang utk mengemong dan memenuhi kebutuhannya, seseorang yg bisa dimanfaatkan dan dikasarinya spt caranya anak2 memanfaatkan dan meneror orang tua. Kematangan emosional sang narsisis dibekukan saat masa kecilnya. Kebutuhan kanak2nya tidak pernah dipenuhi. Ia terus mencoba memuaskan kepentingan ke-kanak2annya. Semua bayi memang narsisis dan ini memang tahap penting dalam pertumbuhan mereka. Tetapi jika narsisisme ini tidak dipuaskan semasa kanak2, kematangan emosional mereka akan dibekukan pada tahap itu. Mereka mencari perhatian yg tidak mereka dapatkan pada masa kecil mereka dlm hubungan mereka saat dewasa nanti.

Ibn Sa’d mengutip Muhamad sbg mengatakan bahwa semua keluarga suku Quraish memiliki hubungan darah dgnnya dan oleh karena itu Allah dlm Quran 42:23 memerintahkan mereka utk mencintainya, walaupun mereka tidak suka pesan yg ia bawa. [Tabaqat Vol.1 hal.3] Tidak sulit utk mendengar jeritan histeris, akan cinta kasih dan perhatian, seorang lelaki yg disepelekan semasa kecilnya.

Muhamad adalah orang yg sangat memiliki kebutuhan emosional. Khadijah, dilain pihak, merupakan seorang inverted narcissist yg memerlukan obyek perhatian selain memenuhi fantasinya di ranjang. Seorang codependent tidak peduli jika ia dimanfaatkan orang lain, karena ia memang menginginkannya (Contoh bagus: lihatlah hubungan antara Pangeran Charles and Camilla Parker-Bowles).

Vaknin menjelaskan: “Sang inverted narcissist menggantungkan diri pada sang narcissist utama dan ini memang merupakan suplai narcissistik- nya. Jadi kedua tipe ini menjadi dua orang yg saling mendukung dan membentuk sebuah sistim simbiosis. Kenyataannya namun demikian adalah, baik sang narsisist maupun sang inverted narcissist sadar akan dinamika hubungan mereka dan apa yg menjadikan hubungan mereka sukses dan awet.” [2]

Bridget Murray dlm “Mixing oil and Water/Mencampur minyak dan air” mengatakan “Psikolog sering melihat pola khas dlm pasangan macam ini: keduanya memiliki ketidakberesan kepribadian (personality disorder). ‘Mereka nampak memiliki “fatal attraction” dimana pola kepribadian mereka saling bertentangan tapi saling mengisi— dan jika mereka cerai, mereka akan tertarik pada pasangan yg mirip mantan pasangan mereka,’ kata Kaslow.”[3]

AKAR PARANOIA/PHOBIA MUSLIM
http://www.indonesi a.faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?p=197997# 197 997

Lihat bgm pengikut Muhamad mewarisi paranoia-nya :

http://www.worldnet daily.com/ news/article. asp?ARTICLE_ ID=56503

Rusty Humphries mewawancarai Abu Saif, anggota HizbutTahrir, saat berdemo melawan Salman Rushdie mendapat gelar ‘Sir’ dari ratu Inggris

Abu Saif mengakui bahwa Yahudi dan Kristen akan SELALU BENCI (Muslim), karena Allah menyatakan demikian !

“Tidak ada sesuatupun yg bisa kami lakukan utk menjadi teman ?” tanya Humphries.

Abu Saif menjawab: “Ya ada ! Kita baru bisa berteman kalau kau jadi Muslim.”
____________ _____
Saya bersumpah akan kembali ke Islam jika ada Muslim di situs ini yg merelakan puteri mereka yg berumur 9 thn utk berbagi ranjang dgn saya (SESUAI DGN CONTOH MUHAMMAD, si insan al kamil itu tuh … !)

MEMBACA ALQURAN AKAN MEMBENTUK KEPRIBADIAN TERORIS

Syarat agar bisa terpengaruh jadi teroris:
Harus benar-benar mengerti makna ayat yang dia baca, atau kalau tidak mengerti, baca yang terjemahan. Di toko buku banyak dijual Quran terjemahan Indonesia (harga tidak sampai Rp 40.000) Jadi silakan mencoba kalau Anda ingin terdoktrinasi jadi Teroris. Syarat lainnya adalah: harus dalam keadaan stres dan sakit mental kayak Amrozi.

Perhatian!
Bagi yang membaca tapi tidak mengerti artinya, dia akan mudah kesurupan karena ayat-ayat Alquran itu setara dengan mantera-mantera dari Tanah Arab untuk mengundang jin-jin agar mengelilingi si pembaca ayat. Maka dari itu, kalau membaca ayat Quran harus benar-benar mengerti artinya agar tidak berubah menjadi mantera (sebagaimana dukun menerapkan ayat-ayat Quran untuk mantera sakti). Yang paling netral, baca pakai bahasa Indonesia saja. Ingat, bahasa Arab identik dengan bahasa Syaitan. Jadi kalau nggak tahu artinya, jangan coba-coba baca atau melafalkan, sangat berbahaya. (more…)

By Brian Macker

2005/10/14

Saya membaca Quran utk belajar ttg Islam. Ternyata Quran tidak ditata dgn baik dan oleh karena itu tidak nikmat membacanya. Bahkan membosankan karena berulang2 mengatakan kpd pembaca bahwa ia bukan orang beriman atawa orang baik kalau bukan Muslim. Plus, Quran sering salah kutip cerita2 Injil dan malah membohong ttg agama orang lain dan sejarah (contoh: Iskandar/Alexander the Great dikatakan sbg Muslim. Aneh !).

Akhirnya saya menggunakan situs lain utk memudahkan pengertian saya ttg Quran ini. Ada situs yg membagi topik2 Quran kedalam topik “ketidakadilan” , “tidak ada toleransi”, “absurditas” dsb dan saya mengecek isi surah2 tsb dgn situs2 Islam. Ternyata isinya semua sama.

Kesimpulan saya : Islam tidak memiliki konsep “The Golden Rule”. Ini mengagetkan saya karena ini konsep yg bisa dilacak dari jaman Kong Hu Cu/Confucius (ribuan tahun sebelum Islam).

Setelah saya menemukan situs A SIna, ternyata ada juga orang lain yg sependapat dgn saya. Ali Sina menunjuk pada satu Hadis yg bisa dianggap mengandung The Golden Rule:

“Tidak ada seorangpun yang benar2 beriman (kpd Islam) kecuali ia meninginkan bagi saudaranya apa yang diiginkan bagi dirinya sendiri.”
[Number 13 of Imam "Al-Nawawi's Forty Hadiths."]

Hadis yang sama dilaporkan oleh Bukhari 1.2.12 :
“Nabi (saw) mengatakan, “Tidak ada dari kalian memiliki iman (kpd Islam) sampai ia menginginkan bagi saudara (Muslim)-nya apa yang diinginkannya bagi dirinya sendiri.”

Tetapi dari hadis diatas saja sudah kelihatan bahwa persaudaraan dalam Islam TIDAK BERLAKU BAGI SEMUA ORANG ! Persaudaraan hanya berlaku bagi mereka dalam Islam. Surah 9:23 bahkan mengatakan, seorang Muslim tidak boleh mengambil sebagai teman ataupun pelindung (bitanah/wali) bahkan ayah atau kakak/adik lelakinya sendiri, jika mereka tidak memilih Islam.

Banyak juga surah yg mengatakan bahwa Muslim harus berlaku keras terhdp kafir. Kafir oleh Islam diperlakukan sama dgn “niggers” dan Yahudi oleh kaum kulit putih supremis macam Klu Klux Klan.

Muslim membatasi prinsip the Golden Rule pada sesama Muslim saja dan lalu mengaku bahwa Islam bersifat universal. Kok aneh !!

Ada lagi situs2 Islam yg menegaskan the Golden Rule dalam Islam, dan inilah salah satunya kutipannya:

Perlakukanlah semua orang sebgm kau ingin mereka berlaku terhdpmu; dan tolak bagi orang lain hal2 sebgm kau menolak hal2 bagi dirimu.
(Do to all men as you would wish to have done unto you; and reject for others what you would reject for yourselves.)

Namun, tidak satu situspun dapat menunjukkan dasar surah ataupun dasar Hadis pernyataan diatas. Tapi akhirnya saya temukan juga hadis yg satu ini, setelah lama dan berkali2 mengadakan google search.

Do to all men as you would wish to have done unto you; and reject for others what you would reject for yourselves. (Hadith) (2 p. 75)

Nah, berbekal hadis ini saya mencoba menantang Ali Sina dan mengirimnya email.

Ali Sina,

Anda mengatakan bahwa dalam Islam tidak ada prinsip the golden rule.
Tapi saya menemukan hadis ini :

[b]Do to all men as you would wish to have done unto you; and reject for others what you would reject for yourselves. (Hadith) (2 p. 75)

Jadi tolong revisi situs anda atau tolong tanggapi saya.

Debat anda dgn Yamin Zakaria memang seru tetapi aneh bahwa anda maupun dia tidak menyebut hadis ini.

Regards,

Brian Macker [/b]

Ini Jawaban Ali Sina : Hadis itu bohong. tidak ada hadis macam itu. Apa artinya “hadith 2 page 75″ ? Reverensinya tidak jelas.

Wah ! Oops! Saya tidak tahu menahu cara mencari refernsi dan hanya mengasumsi bahwa ini betul. Saya belum pernah membaca Hadis yang volumenya berjibun. Saya akhirnya mencoba mencari referensi asal muasal hadis tsb dan membaca kembali artikel yg menyebut hadis tsb.
Ternyata “hadis 2 p. 75″ ini merupakan referensi bibliografi sang penulis pada akhir halaman tulisannya. Kutipan itu datang dari hal 75 bukunya berjudul “Everyone Is Right. A New Look at Comparative Religion and its Relation to Science”.

Jadi ternyata itu bukan referensi sebuah hadis ! Mengingat kesalahan ini saya juga jadi malas membeli buku macam itu ! Referensinya saja tidak beres !

Ternyata sering juga orang menggunakan taktik macam ini.
Contoh : dlm link dibawah ini seorang Muslim mengutip pernyataan2 bagus yg katanya datang dari Muhamad tanpa sedikitpun memberi dasar referensi/rujukan.

http://www.ummah. com/forum/ archive/index. php/t-32236. html

Ia hanya membohong. Tidak ada hadis macam itu. Sahih Muslim 138 ? Dari mana asalnya ? Mana ada Sahih Muslim 138 ? Silahkan anda
cari sendiri. Muslim menganggap membohong memang perlu. Mereka tidak hanya TIDAK malu berbohong agar membuat agama mereka nampak indah, tetapi mereka benar2 percaya bahwa mereka akan diberi rahmat karena usaha mereka itu.

Nah, katakanlah hadis2 macam itu memang eksis. Problem berikutnya adalah : hadis itu mengkontradiksi Quran. Setiap Muslim akan mengatakan kepadamu bahwa jika sebuah hadis mengkontradiksi Quran maka pasti hadis itu palsu. Saya men-cek pernyataan Sina ttg Sahih Muslim 138.

Ternyata Sina betul. Menurut pendahuluan dlm referensi yg diberikan Sina :

Sahih Muslim terbagi dalam 42 buku ttg berbagai subyek, setiap buku mengandung hadis. Sistim pe-nomor-an yg digunakan Muslim adalah secara konsekutif dan tidak terputus bagi seluruh koleksi.
Muslim 138, mungkin sebuah nomor buku. Tetapi karena hanya ada 42 buku, ini tidak mungkin nomor buku. Jadi mungkin nomor ini adalah pasti
nomor hadis. Tetapi Hadis nomor 138 isinya adalah:

Book 001, Number 0138:
Al-Bara melaporkan kpd Nabi (saw) bahwa ia mengamati hal sehubungan dgn Ansar, tidak ada siapapun kecuali Muslim mencintai mereka, hanya orang munafik membenci mereka. Ia yang mencintai mereka mencintai Allah dan ia yang membenci mereka membenci Allah.

Nah, hadis diatas jelas bukanlah mengandung the Golden Rule. Sina ternyata betul !

-   Sebuah refleksi kritis Kristologi Alkitabiah -

Oleh : Ps. Sonny Eli Zaluchu, M.Th, D.Th

Alumnus Program Pascasarjana STBI Semarang

(ijin kutipan diberikan dengan mencantumkan sumber)

Dua hal yang sangat penting dalam hal kristologi adalah adalah siapakah Kristus (pribadiNya) dan apakah yang menjadi rencanaNya di dalam dunia (karyaNya). Keberadaan Yesus ditegaskan oleh Alkitab sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia[1], dan menjadi bagian dari rencana Allah untuk membawa manusia berada di dalam hidup yang kekal.[2] Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, dari sejak Yesus datang dan melayani ke dalam dunia, hingga abad 21 ini, selalu saja terjadi kontroversi dan perdebatan yang tidak pernah selesai tentang Kristus. Pokok perdebatan itu berkisar tentang siapakah sebetulnya Yesus Kristus itu. Betulkah Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia? Ataukah manusia di atas rata-rata karena kodrat ilahi di dalam diriNya? Ataukah Ia benar-benar Allah yang seolah-olah terlihat seperti manusia?

  1. Potret Kristus yang Salah

Sorotan terhadap pribadi Kristus dari masa ke masa tidak pernah selesai. Perdebatan mengenai keilahian Kristus, selalu mewarnai diskusi para teolog, mulai dari kalangan paling Injili hingga mereka yang berpaham liberal. Tidak jarang dalam perdebatan itu, Kristologi disusun terlalu jauh melenceng dari apa yang Alkitab saksikan tentang Yesus, sehingga melahirkan pendapat yang salah tentang Kristus dan pengajaran-pengajaran yang bersifat menyesatkan (bidat). Hal ini terjadi karena manusia mencoba memahami Kritus menggunakan argumen-argumen teologis yang berpusat pada intelektual, pengalaman, filsafat bahkan rasionalitas. (more…)

Para imigran (Muslim yang berhijrah dari Mekah ke Medinah pada tahun 622 M) sangat banyak jumlahnya dan beberapa dari mereka harus tidur di mesjid yang baru dibangun di Medinah. Hidup sangat keras saat itu. Pada malam hari mereka harus berbagi selimut dan makanan hanya ada sedikit. Wabah demam yang menyerang banyak penduduk kota itu membuat hidup semakin sulit bagi orang-orang beriman. Bukan ini yang dijanjikan pada mereka. Untuk mendorong mereka pergi/hijrah, Muhammad berkata kepada mereka, “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui” (Sura 16:41).

Jika ia tidak dapat memenuhi janjinya dalam dunia ini, bagaimana para pengikutnya dapat memercayainya soal akhirat?

Ilustrasi: Penyerangan Uhud

Nabi Menjadi Bandit (more…)

Kita juga tidak akan bertanya, mengapa Muhammad harus berhenti di Yerusalem terlebih dahulu sebelum pergi ke Surga. Apakah ada sebuah pintu gerbang surga di Yerusalem? Masalah yang ingin kita diskusikan adalah bahwa Mesjid Al Aqsa, sebagai “Mesjid Terjauh”, belum eksis pada masa Muhammad hidup.

 

Ada sebuah hadis yang melaporkan bahwa pada suatu malam, Muhammad mengendarai seekor kuda yang mempunyai sayap, yang mana kuda tersebut membawanya dari Masjidil Haram (Mesjid yang ada Ka’bah) ke Mesjid Al Aqsa (yang ada di Yerusalem), dan dari sana kemudian membawanya ke langit ke-7 dimana diperlihatkan padanya neraka dan firdaus, lalu kemudian ia dibawa ke hadapan hadirat Allah. Kisah ini – yang umumnya dipercayai oleh semua orang Muslim dan dikenal sebagai Mi’raj – juga dikonfirmasi oleh Al Qur’an. (more…)

Buktidansaksi.com – Kasus sodomi terhadap santri Pondok Pesantren Al-Fatah, Lahat yang dilakukan Kepala Kemenag Pagaralam, Sumatera Selatan, RF, terungkap setelah salah satu orangtua korban melapor ke polisi. Saat ini ada lima korban yang mengalami perlakuan serupa dan tidak menutup kemungkinan bakal terus bertambah.

Berdasarkan informasi yang diterima merdeka.com, kelima korban yang berjenis kelamin laki-laki itu awalnya tidak berani membuka aib pimpinannya lantaran takut tidak naik kelas. Setelah didesak orangtua, korban akhirnya mengaku disodomi oleh tersangka.

Seluruh korban merupakan siswa kelas satu dan dua SMP di pesantren tersebut. Kadang mereka diajak tersangka keluar kota bila ada kegiatan.

Kasat Reskrim Lahat AKP Hidayat Amin mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang belum terungkap.

“Kita berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk jika ada korban lain yang belum melapor,” kata Amin, Rabu (7/5).

Setelah memuji Allah, fatwa sheikh itu dimulai dengan mengatakan bahwa sodomi dilarang dalam Islam. Namun demikian, jihad harus diutamakan, karena jihad adalah kewajiban yang dianggap paling tinggi/utama dalam Islam. Dan jika hal yang tertinggi dalam Islam hanya dapat dicapai melalui sodomi, maka praktik itu sama sekali tidak salah.

Oleh Raymond Ibrahim


12 Juli 2012 pada pukul 4:30

http://www.gatestoneinstitute.org/3158/islam-sodomy

Cara terbaik untuk merasionalisasi apa yang diinginkan seseorang dan tetap merasa “suci” adalah segala sesuatu yang awalnya dilarang kemudian diperbolehkan. Yang terpenting adalah niat orang itu atau niyya.   

Abdullah Hassan al-Asiri sang “pengebom pakaian dalam” tidak hanya menyembunyikan bahan peledaknya di dalam rectum (saluran yang menghubungkan usus besar dengan dubur) untuk membunuh Pangeran Saudi Muhammad bin Nayef – mereka bertemu pada tahun 2009 setelah sang pejuang suci yang berusia 22 tahun tersebut “memalsukan pertobatan berkenaan dengan pandangan-pandangan jihadnya” (lihat:”feigned repentance for his jihadi views“) — tetapi nampaknya al-Asiri telah meminta sesama rekan jihadnya untuk berulangkali menyodominya untuk “memperlebar”duburnya agar dapat memuat bahan peledak – semua ini dilakukan sesuai dengan fatwa-fatwa [keputusan-keputusan religius] yang dikeluarkan para ulama Islam.   (more…)


“Kapan pun aku melihatnya, aku bersembunyi. Aku benci melihatnya,” Tahani (mengenakan pakaian warna pink) menceritakan hari-hari awal pernikahannya kepada Majid, ketika ia berusia 6 tahun dan Majid 25 tahun. Isteri yang masih muda ini berpose untuk potret ini, bersama dengan mantan teman sekelasnya Ghada, juga seorang pengantin yang masih anak-anak, di luar rumah mereka yang ada di pegunungan Hajjah, Yaman.

Oleh Raymond IbrahimJihad Watch

July 21, 2011

 “Pernikahan Anak” dalam Islam – sebagai eufemisme untuk pedofilia – kembali menjadi berita utama setidaknya di Media Arab. Dr. Salih bin Fawzan, seorang ulama terkenal dan merupakan anggota dari Dewan Religius tertinggi Saudi Arabia, baru-baru ini mengeluarkan sebuah fatwa yang menetapkan bahwa tidak ada usia minimum bagi pernikahan, dan bahwa anak-anak gadis bisa dinikahi “bahkan meskipun mereka masih bayi.” (more…)

Silahkan membuka tautan berikut: e-book dan nikmati buku-buku bermutu dari http://buktidansaksi.com. Silahkan share dengan teman-teman anda dengan link ini:

http://youtu.be/e13mkMIjmvQ