Pembuatan kapal, diselamatkannya semua binatang, banjir besar, semuanya yg ditulis dalam Quran sebagian diambil dari Genesis (Kitab Kejadian). Ketika kesadaran akan kemustahilan2 kisah ini muncul, orang kristen tidak lagi menganggap kisah ini secara harafiah; kecuali, tentusaja para fundamentalis, yang masih banyak berkeliaran setiap tahun mencoba mencari sisa puing2 kapal nabi nuh. Kaum muslim, dilain pihak, sepertinya kebal dari pemikiran rasional, dan menolak mencari bukti2 utk ini. Saya akan mengeluarkan pendapat yg menunjukkan kemustahilan legenda ini, meski kelihatannya saya seperti berusaha memaparkan kebohongan dari sesuatu yang sudah jelas bohongnya tapi saya harap akan lebih banyak orang berusaha seperti saya ini dan semakin sering lagi melakukannya.Nuh diminta utk membawa kedalam kapalnya sepasang binatang dari semua spesies (Surah 11.36-41). Para ahli hewan[58] memperkirakan mungkin ada 10 juta spesies utk serangga saja; apa mereka semua masuk kedalam kapal? Benarkah serangga saja tidak menghabiskan tempat kapal? Mari kita fokus pada spesies yang lebih besar ukurannya: reptil ada 5.000 spesies; burung 9.000 spesies; lalu 4.500 spesis kelas mamalia (hal 239). Semuanya dalam data ‘phylum chordata’ (jenis2 binatang menengah) ada sekitar 45.000 spesies (hal.236). Seberapa besar kapal itu hingga bisa membawa sekitar 45.000 spesies binatang? Masing2 sepasang, jadi ada sekitar 90.000 ekor binatang ukuran sedang, mulai dari ular sampai gajah, burung sampai kuda, kuda nil sampai badak. Bagaimana bisa Nuh mengumpulkan mereka secepat itu? Berapa lama dia menunggu dua ekor Sloth yang beringsut secara pelahan dari amazon ketempatnya? Bagaimana kanguru bisa keluar dari benua australia yang berupa pulau? Bagaimana beruang kutub tahu lokasi kapalnya nuh? Seperti Robert Ingersoll tanyakan[59] “adakah kemustahilan yang lebih hebat dari ini?” Misal jika kita menerima kisah ini tidak secara harafiah, atau kita memelesetkan dengan jawaban yang samar2, seperti: “Bagi Tuhan semuanya itu mungkin”. Kenapa Tuhan memilih cara yang sulit, penuh komplikasi dan makan waktu (setidaknya utk Nuh) ini? Kenapa tidak selamatkan saja Nuh dan orang2 yang saleh dengan mukjijat yg cepat daripada usaha yang berpanjang2 ini? (more…)

Dari: WHY WE LEFT ISLAM
Karya : Susan Crimp dan Joel Richardson

“Akhirnya dia memutuskan untuk memprotes penganiayaan wanita dengan membakar dirinya di alun-alun Teheran utara tanggal 21 February, 1994. Teriakan terakhirnya adalah: “Matilah Tirani! Hidup Kebebasan! Hidup Iran!”

Tanggal 11 September 2001, dunia menyaksikan mentalitas abad 7 fundamentalis islam yang memperalat teknologi abad 21. Hasilnya adalah bencana. Sifat kejam dari islam tiba ditanah amerika tanpa dapat mereka lupakan dan tak bisa dihilangkan. Banyak orang amerika, juga orang barat lain, tidak begitu memikirkan islam sebelumnya. 11 September mengubah semua itu, membawa islam abad 7 ke dunia barat abad 21. Mendadak, Iran dan Irak tidak terasa jauh lagi, dan orang2 barat, khususnya kami orang amerika, mendadak pula ingin belajar banyak tentang musuh tanpa wajah yang menyatakan perang terhadap kita dengan cara yang paling barbar. Kita mendapatkan sebuah kekuatan mematikan yang sebelumnya kita pikir ada setengah bumi jauhnya dan 14 abad ke masa lalu. Para pembom teroris yang cuma kita dengar di TV telah pindah dari Timur Tengah yang jauh ke halaman rumah kita. Pada 11 September, apa yang dilambangkan islam menjadi salah satu pertanyaan paling penting dihadapan dunia barat, dan pengalaman pertama kita dengan nya meninggalkan rasa pahit dalam mulut orang2 amerika. (more…)

Tarik pada Ali Sina:
Wahai Ali,

Aku ingin bertanya sesuatu. Aku menganggap diriku Muslim, dan seringkali membela hak2 Muslim untuk beriman pada Islam. Maaf ya jika kau kecewa karena aku tidak memaki-maki dan mengutukimu. Malah sebenarnya, aku pikir kau ini menyenangkan (meskipun terkadang berlebihan).

Pendapatku tentang dirimu ini karena aku hanyalah Muslim KTP atau Muslim karena pengaruh budaya saja. Aku menikah dengan wanita Kristen, dan – ini rahasia lho – aku tidak percaya segala macam dongeng (kuda terbang dll) dari agama manapun. Aku dibesarkan dalam budaya Islam, tapi bukan dalam agama Islam. Budaya Islam adalah bagian hidupku yang kucintai sehingga aku tidak sanggup menghilangkannya. (more…)

-   Sebuah refleksi kritis Kristologi Alkitabiah -

Oleh : Ps. Sonny Eli Zaluchu, M.Th, D.Th

Alumnus Program Pascasarjana STBI Semarang

(ijin kutipan diberikan dengan mencantumkan sumber)

Dua hal yang sangat penting dalam hal kristologi adalah adalah siapakah Kristus (pribadiNya) dan apakah yang menjadi rencanaNya di dalam dunia (karyaNya). Keberadaan Yesus ditegaskan oleh Alkitab sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia[1], dan menjadi bagian dari rencana Allah untuk membawa manusia berada di dalam hidup yang kekal.[2] Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, dari sejak Yesus datang dan melayani ke dalam dunia, hingga abad 21 ini, selalu saja terjadi kontroversi dan perdebatan yang tidak pernah selesai tentang Kristus. Pokok perdebatan itu berkisar tentang siapakah sebetulnya Yesus Kristus itu. Betulkah Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia? Ataukah manusia di atas rata-rata karena kodrat ilahi di dalam diriNya? Ataukah Ia benar-benar Allah yang seolah-olah terlihat seperti manusia?

  1. Potret Kristus yang Salah

Sorotan terhadap pribadi Kristus dari masa ke masa tidak pernah selesai. Perdebatan mengenai keilahian Kristus, selalu mewarnai diskusi para teolog, mulai dari kalangan paling Injili hingga mereka yang berpaham liberal. Tidak jarang dalam perdebatan itu, Kristologi disusun terlalu jauh melenceng dari apa yang Alkitab saksikan tentang Yesus, sehingga melahirkan pendapat yang salah tentang Kristus dan pengajaran-pengajaran yang bersifat menyesatkan (bidat). Hal ini terjadi karena manusia mencoba memahami Kritus menggunakan argumen-argumen teologis yang berpusat pada intelektual, pengalaman, filsafat bahkan rasionalitas. (more…)

Para imigran (Muslim yang berhijrah dari Mekah ke Medinah pada tahun 622 M) sangat banyak jumlahnya dan beberapa dari mereka harus tidur di mesjid yang baru dibangun di Medinah. Hidup sangat keras saat itu. Pada malam hari mereka harus berbagi selimut dan makanan hanya ada sedikit. Wabah demam yang menyerang banyak penduduk kota itu membuat hidup semakin sulit bagi orang-orang beriman. Bukan ini yang dijanjikan pada mereka. Untuk mendorong mereka pergi/hijrah, Muhammad berkata kepada mereka, “Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui” (Sura 16:41).

Jika ia tidak dapat memenuhi janjinya dalam dunia ini, bagaimana para pengikutnya dapat memercayainya soal akhirat?

Ilustrasi: Penyerangan Uhud

Nabi Menjadi Bandit (more…)

Kita juga tidak akan bertanya, mengapa Muhammad harus berhenti di Yerusalem terlebih dahulu sebelum pergi ke Surga. Apakah ada sebuah pintu gerbang surga di Yerusalem? Masalah yang ingin kita diskusikan adalah bahwa Mesjid Al Aqsa, sebagai “Mesjid Terjauh”, belum eksis pada masa Muhammad hidup.

 

Ada sebuah hadis yang melaporkan bahwa pada suatu malam, Muhammad mengendarai seekor kuda yang mempunyai sayap, yang mana kuda tersebut membawanya dari Masjidil Haram (Mesjid yang ada Ka’bah) ke Mesjid Al Aqsa (yang ada di Yerusalem), dan dari sana kemudian membawanya ke langit ke-7 dimana diperlihatkan padanya neraka dan firdaus, lalu kemudian ia dibawa ke hadapan hadirat Allah. Kisah ini – yang umumnya dipercayai oleh semua orang Muslim dan dikenal sebagai Mi’raj – juga dikonfirmasi oleh Al Qur’an. (more…)

Buktidansaksi.com – Kasus sodomi terhadap santri Pondok Pesantren Al-Fatah, Lahat yang dilakukan Kepala Kemenag Pagaralam, Sumatera Selatan, RF, terungkap setelah salah satu orangtua korban melapor ke polisi. Saat ini ada lima korban yang mengalami perlakuan serupa dan tidak menutup kemungkinan bakal terus bertambah.

Berdasarkan informasi yang diterima merdeka.com, kelima korban yang berjenis kelamin laki-laki itu awalnya tidak berani membuka aib pimpinannya lantaran takut tidak naik kelas. Setelah didesak orangtua, korban akhirnya mengaku disodomi oleh tersangka.

Seluruh korban merupakan siswa kelas satu dan dua SMP di pesantren tersebut. Kadang mereka diajak tersangka keluar kota bila ada kegiatan.

Kasat Reskrim Lahat AKP Hidayat Amin mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang belum terungkap.

“Kita berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, termasuk jika ada korban lain yang belum melapor,” kata Amin, Rabu (7/5).

Setelah memuji Allah, fatwa sheikh itu dimulai dengan mengatakan bahwa sodomi dilarang dalam Islam. Namun demikian, jihad harus diutamakan, karena jihad adalah kewajiban yang dianggap paling tinggi/utama dalam Islam. Dan jika hal yang tertinggi dalam Islam hanya dapat dicapai melalui sodomi, maka praktik itu sama sekali tidak salah.

Oleh Raymond Ibrahim


12 Juli 2012 pada pukul 4:30

http://www.gatestoneinstitute.org/3158/islam-sodomy

Cara terbaik untuk merasionalisasi apa yang diinginkan seseorang dan tetap merasa “suci” adalah segala sesuatu yang awalnya dilarang kemudian diperbolehkan. Yang terpenting adalah niat orang itu atau niyya.   

Abdullah Hassan al-Asiri sang “pengebom pakaian dalam” tidak hanya menyembunyikan bahan peledaknya di dalam rectum (saluran yang menghubungkan usus besar dengan dubur) untuk membunuh Pangeran Saudi Muhammad bin Nayef – mereka bertemu pada tahun 2009 setelah sang pejuang suci yang berusia 22 tahun tersebut “memalsukan pertobatan berkenaan dengan pandangan-pandangan jihadnya” (lihat:”feigned repentance for his jihadi views“) — tetapi nampaknya al-Asiri telah meminta sesama rekan jihadnya untuk berulangkali menyodominya untuk “memperlebar”duburnya agar dapat memuat bahan peledak – semua ini dilakukan sesuai dengan fatwa-fatwa [keputusan-keputusan religius] yang dikeluarkan para ulama Islam.   (more…)


“Kapan pun aku melihatnya, aku bersembunyi. Aku benci melihatnya,” Tahani (mengenakan pakaian warna pink) menceritakan hari-hari awal pernikahannya kepada Majid, ketika ia berusia 6 tahun dan Majid 25 tahun. Isteri yang masih muda ini berpose untuk potret ini, bersama dengan mantan teman sekelasnya Ghada, juga seorang pengantin yang masih anak-anak, di luar rumah mereka yang ada di pegunungan Hajjah, Yaman.

Oleh Raymond IbrahimJihad Watch

July 21, 2011

 “Pernikahan Anak” dalam Islam – sebagai eufemisme untuk pedofilia – kembali menjadi berita utama setidaknya di Media Arab. Dr. Salih bin Fawzan, seorang ulama terkenal dan merupakan anggota dari Dewan Religius tertinggi Saudi Arabia, baru-baru ini mengeluarkan sebuah fatwa yang menetapkan bahwa tidak ada usia minimum bagi pernikahan, dan bahwa anak-anak gadis bisa dinikahi “bahkan meskipun mereka masih bayi.” (more…)

Silahkan membuka tautan berikut: e-book dan nikmati buku-buku bermutu dari http://buktidansaksi.com. Silahkan share dengan teman-teman anda dengan link ini:

http://youtu.be/e13mkMIjmvQ